
"Hahaha, kau tidak akan bisa membunuhku Putra Mahkota Jang Min. Mengapa kau tidak mati saja saat kecil dulu?" ujar Han Chung.
"Dewa berkeinginan agar aku menghukum kalian!" ujar Jang Min.
"Pengawal!" teriak Han Chung memanggil para pengawal yang berpakaian hitam, mengepung keberadaan Jang Min dan Li Phin, Dara menggenggam erat pedangnya.
Kras!
"Aaa! Apa yang kau lakukan wanita, bodoh!" teriak Han Chung kesakitan kala ia melihat tangannya telah terpenggal dan jatuh di lantai beralaskan jerami.
"Jika kalian mencoba untuk membunuh kami, aku akan memotong Han Chung menjadi 20 bagian, aku tidak peduli jika kami juga mati di sini. Lalu, apa yang kalian dapatkan jika majikan serakah kalian mati?" ujar Dara.
"Apa yang kau lakukan Istriku?" teriak Jang Min bingung.
"Di mana-mana yang namanya penjahat itu hanya beraninya keroyokan nggak ada yang bakalan menjadi pria sejati! Penggal saja kepala ularnya maka yang lain akan tunduk dengan sendirinya!" balas Dara. Ia mengingat semua musuh di dunia bawah tanah yang selama ini selalu saja melakukan hal yang sama.
Di kehidupan modern, Dara selalu berurusan dengan Mafia sehingga ia selalu dengan mudah melakukan hal itu, "Bagaimana Tuan Han Chung? Apakah kau menyerah dan membiarkan kami bebas dari sini?" tanya Dara bengis.
Han Chung terduduk sambil memegang tangannya yang terpenggal, "Bunuh, mereka! Jangan biarkan salah satunya selamat!" ujar Han Chung marah.
"Ayo, majulah! Giliran siapa selanjutnya?" ujar Dara muak.
Seseorang melayangkan anak panah ingin memanah Li Phin, Dara secepat kilat bergerak menarik tubuh Han Chung sebagai tamengnya.
"Kau! Kau telah membunuh Penasihan Han Chung!" tuduh Dara.
"Apa! Kami mencoba untuk melindunginya!" teriak prajurit.
Seseorang kembali melemparkan pedang, Dara kembali berkelit langsung menarik tubuh Han Chung, pedang mendarat tepat di dada Han Chung, semua pengawal menyerang ke arah Dara, tetapi Dara hanya menggunakan tubuh Han Chung sebagai tameng hingga Han Chung menghembuskan napasnya.
"Menyerahlah! Kami telah mengepung tempat ini!" teriak Jenderal Tan Ji.
__ADS_1
"Jenderal Tan Ji, kami di bawah sini? Mereka semua telah membunuh Tuan Penasihan Kekaisaran Han Chung yang ingin menyelamatkan kami!" teriak Dara.
Jang Min terkeseiap dengan semua perbuatan Li Phin, "Istriku! Apa yang kamu lakukan?" bisik Jang Min.
"Sudah, diam saja! Mereka harus dihukum dengan segala perbuatannya," bisik Dara.
Jang Min terdiam, Dara langsung menangis menggoyang tubuh Han Chung yang tewas, "Tuan Han Chung, kamu sangat baik sekali, rela mengorbankan nyawa demi menolong kami," ucap Dara.
"Yang Mulia Putra Mahkota dan Nona Jenderal Li! Apa yang terjadi?" tanya Jenderal Tan Ji.
Jang Min menceritakan jika mereka diculik dengan menggunakan asap yang membuat mereka tertidur dan pingsan, "Saat kami bangun kami mendapati, jika kami telah berada di sini.
"Begitu juga dengan Tuan Han Chung. Tangkap dan hukum gantung mereka semua dan mayatnya diletakkan di depan alun-alun karena pengkhianatan!" teriak Jang Min, "agar tidak ada yang berani berkhianat!" ucap Jang Min.
"Baik, Yang Mulia!" ujar Jenderal Tan Ji.
Semua pengawal berbaju hitam langsung ditangkap tanpa bisa melakukan perlawanan, "Dara, kau mengerikan sekali!" ujar Li Phin bergidik.
"Bukankah mereka yang melakukannya terlebih dulu! Biarkan saja! Siapa pun dalang di balik semua ini, pasti akan merasa sedikit was-was!" balas Dara santai.
"Bagaimana bisa kalian menemukan kami?" tanya Jang Min bingung.
"Bukankah, Yang Mulia melontarkan dan meninggalkan banyak tanda di sekitar penculikan?" tanya Tan Ji.
"Oh, saya lupa!" balas Jang Min, "ini pasti ulah Li Phin yang meninggalkan banyak tanda," batin Jang Min, "tanda seperti apa yang kamu tinggalkan istriku?" tanya Jang Min.
"Aku melemparkan pisau terbang ke arah kediaman kamar Ibunda Ratu, bukankah semua Jenderal berada di sana saat kerusuhan tadi?" ujar Dara.
"Oh, begitu!" balas Jang Min.
Mereka kembali ke istana, kehebohan terjadi dan pagi hari semua penculik dihukum gantung. Semua petinggi kekaisaran langsung berkumpul menyaksikan hukuman yang akan dilakukan oleh kekaisaran. Li Phin ingin kembali ke Istana Persik, ia ingin langsung masuk ke kamar dan tertidur di sana.
__ADS_1
"Suamiku aku ingin pulang dan tidur!" ujar Dara manja.
"Sebaiknya, tidurlah di kamarku saja!" balas Jang Min.
"Hah! Ti-tidak bisa! Aku akan pulang dulu. Daa!" balas Li Phin tanpa harus menunggu balasan Jang Min.
Ia langsung lari tunggang-langgang berlari secepatnya ke rumahnya, melompati pagar pembatas dan bunga-bunga juga melompati ayam, angsa, bebek, dan hewan ternak lainnya.
"Akhirnya aku bisa bebas juga!" ujar Li Phin langsung melompat ke kasur empuknya sambil bergulingan seperti anak-anak, "wah, ini enak sekali!" batinnya tersenyum dan tertidur,
"Li Phin, bangun! Kamu malas sekali!" teriak Selir Qin. Ia begitu dendam dan marah pada Li Phin sehingga ia ingin menghukum Li Phin karena Jenderal Li Sun sedang mengurus masalah penyusup yang memasuki Istana Dalam Ibu Ratu.
"Apa, sih! Ribut banget, memang nggak bisa apa banguni orang tuh, secara pelan-pelan gitu?" teriak Dara marah.
"Hai, di mana sopan santun kamu sialan! Pukul dia!" teiak Selir Qin dengan tertatih memegangi punggungnya yang terluka akibat pukulan, "kamu harus menderita juga! Kau telah membuatku menderita!" teriak Selir Qin.
"Hah! Kalian ingin memukulku? Ayo, silakan! Jika kalian ingin kehilangan kepala seperti pendekar Cien Fang!" ancam Dara menatap semua dayang yang langsung beringsut di belakang Selir Qin.
"Hei, jika kalian tidak berani memukulnya aku yang akan memukul kalian!" ancam Selir Qin.
"Maaf, Yang Mulia Selir Qin, kami tidak berani! Tapi kami juga tidak tahu harus berbuat apa!" keluh Dayang Sie.
Selir Qin langsung mengambil cambuk ingin memukil Dayang Sie, Tetapi saat cambuk ingin melesat menyentuh tubuh Dayang Sie, Dara langsung menarik cambuk tersebut membuat mereka saling tarik menarik.
"Lepaskan!" teriak Selir Qin.
"Tidak akan!" balas Dara, "aneh kenapa tenaga dalam Selir Qin berbeda dengan kebanyakan? Apakah Selir Qin diam-diam memiliki tenaga dalam dan pintar beladiri?" batin Dara dan Li Phin.
"Aku tidak tahu, coba saja lakukan sesuatu!" ujar Li Phin.
Sementara Selir Qin, "Sialan, sejak kapan anak ini menjadi kuat? Jika aku mengerahkan seluruh kekuatanku, bisa-bisa rahasiaku terbongkar!" batinnya mencoba untuk melepaskan cambuk dan berpura-pura tersungkur jatuh.
__ADS_1
"Sialan, dia ingin menyembunyikan sesuatu! Lihat saja!" batin Dara saat Selir Qin ingin terjatuh ia langsung menyelamatkan tubuh Selir Qin dengan memberikan tubuh Li Phin di bawah tubuh Selir Qin bertepatan dengan Jendral Li Sun membuka pintu.
"Selir Qin! Apa yang kau lakukan pada putriku!" teriak LiSun dengan suara menggelegar.