Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Kepintaran Tan Jia Li


__ADS_3

"Jenderal Gu, baik-baik, saja! Shanzheng sudah melewati masa kritis, semoga dia akan segera sembuh. Tuan Zhang, aku harap perketat penjagaan. Aku tidak ingin jika mereka melancarkan serangan susulan lagi. 


"Bagaimanapun mereka pasti mulai berpikir untuk menyerang Xihe atau Xuchang, karena dengan menaklukkan benteng Xihe dan Xuchang maka mereka akan mudah untuk menguasai Donglang. 


"Jika Xihe dan Xuchang sampai jatuh maka Changsha dan Mongol akan segera masuk ke kekaisaran dengan mudah.


"Jika mereka ingin melewati perbatasan yang lain, mereka akan dihadang oleh kerajaan di bawah kedaulatan Donglang. Itu akan menyulitkan mereka, sehingga aku yakin mereka tidak akan mau bersusah payah untuk melakukan hal itu.


"Sementara Xuchang dan Xihe adalah wilayah jalur sutra yang memudahkan mereka masuk tanpa adanya pemilik dari salah satu kerajaan yang berdiri di sini. Ini hanyalah wilayah persinggahan dan jalur utama dari semua kerajaan," balas Tan Jia Li.


"Baik, Yang Mulia Jenderal Tan! Kami akan melakukan semua perintahnya. Kami hanya berharap, tolong jaga dan rawatlah atasan kami yang dingin dan arogan ini. Tapi, percayalah Jenderal Gu adalah seorang Jenderal dan Pangeran yang sangat baik.


"Aku bisa menjaminnya, Nona Tan!" ucap Zhang Fuk.


Walaupun ia dan Gu Shanzheng sering bertengkar dan ia sering dimarahi tetapi hanya sekedar saja. Kebanyakan semua amarah Gu Shanzheng adalah bualan. Ia tak pernah tega untuk menghukum atau melukai orang tersayangnya.


"Baiklah, aku akan menjaga dan merawat atasan kalian. Percayalah," balas Tan Jia Li dengan bersungguh-sungguh.


"Terima kasih, Yang Mulia! Hamba undur diri dulu," balas Zhang Fuk.


Tan Jia Li hanya menganggukkan kepalanya. Ia memandang ke arah Gu Shanzheng yang masih berbaring di di tempat tidur dengan wajah yang pucat pasi.


"Lihatlah, Shanzheng, semua anggota pasukan begitu khawatir. Semangat dan bangunlah cepat," bisik Tan Jia Li, "jika kamu mencintaiku, cepatlah bangun. Jangan biarkan aku sendiri melewati semua ini tanpamu.


"Karena aku tidak akan pernah bisa melakukan semua itu sendirian, aku ingin mengakui jika aku benar-benar menyukai kebersamaan kita. Bangunlah, Shanzheng!" bisik Tan Jia Li di telinga Gu Shangzheng.


Tan Jia Li membelai lembut wajah Gu Shanzheng, berharap pria di depannya agar segera sadar dan kembali pulih bagaikan sedia kala. Tan Jia Li menghela napas, membuang secara asal.

__ADS_1


Bayangan Gu Shanzheng yang dingin dan tatapan mata elang juga kelembutan dibalik sifat arogan dan keras kepala yang diperlihatkannya. Membuat Tan Jia Li terenyuh, "Selama ini kami selalu saja bertengkar! Siapa sangka, jika Shanzheng adalah orang yang luar biasa!" batinnya. 


Tan Jia Li menyadari jika ia mulai menyukai Gu Shanzheng dengan segala kelebihan dan kekurangan miliknya.


Akan tetapi ia sangat malu untuk mengakui hal itu.


"Sadarlah, Shanzheng perjalanan kita masih panjang. Kita masih harus ke istana untuk mengatakan kepada Jang Min dan Li Phin, semua kebenaran yang telah kita selidiki. Bagaimanapun  perjuangan ini untuk kebaikan semua orang, terutama Liang Si. 


"Aku tidak ingin jika Jang Min dan Liang Si akan saling bunuh, apalagi jika keduanya hanya termakan oleh propaganda dari orang-orang yang tidak menyukai mereka dan ingin menjatuhkan," batin Tan Jia Li.


"Jia'er …," lirih Gu Shanzheng menggenggam erat tangan Tang Jia Li.


"Aku disini Shanzheng, bangunlah!" balas Tan Jia Li. 


Namun, ia tahu jika Gu Shanzheng hanya mengigau karena tubuhnya sedang panas tinggi. Tan Jia Li kembali mengompres kening Gu Shanzeng menggunakan selembar sapu tangan miliknya.


Ia hanya ke luar sejenak untuk memeriksa perbatasan dan menerima laporan dari semua anggotanya dan Gu Shanzheng, "Lin Tao, pergilah bersama Zi Woo, kekaisaran! Bawalah plakat milikku dan juga gulungan pesan ini.


"Kaisar Liu Min dan Permaisuri Li Phin akan mempercayai kalian," perintah Tan Jia Li memerintahkan tangan kanan dan bawahan Zhang Fuk untuk ke istana kekaisaran.


"Baik, Yang Mulia!" balas keduanya memberikan hormat dan berlalu.


Tan Jia Li hanya diam memandang keduanya, "Xiang Lu! Aku berharap kamu pergilah ke utara untuk menyampaikan gulungan kertas kepada Raja Liang Bao, untuk memberikan ini kepada Jenderal Liang Si, bersama Zu Hao!" ujar Tan Jia Li memerintahkan Xiang Lu dan anggotanya yang lain bernama Zu Hao.


"Baik, Yang Mulia!" balas Xiang Lu dan Zu Hao.


"Zai Lai, pergilah ke Wuling, berikan gulungan ini, kalian memiliki plakat dari kekaisaran jadi aku sangat yakin Raja Tian mengenalmu, berhati-hatilah! Pergi secepatnya, usahakan lusa kembali!" perintah Tan Jia Li mengatur semua anggotanya.

__ADS_1


"Baik, Yang Mulia!" ujar ketiganya melesat pergi ke tujuan masing-masing. 


Tan Jia Li menatap ke Asisten Wong Fei, "Tuan Wong, apakah ada yang terluka dan serangan lain lagi?" tanya Tan jia Li. 


"Tidak, Yang Mulia Jenderal," balas Wong Fei.


"Apakah semua penduduk sudah diajari untuk menggunakan obat-obatan? Aku ingin jika perang terjadi mereka bisa mempertahankan diri dan membantu kita untuk meracik obat.


"Aku mengingat ucapan dari Permaisuri Li Phin, 'Jika semua orang mengetahui cara mempertahankan diri, dari serangan musuh. Maka kerajaaan akan aman dan tidak terbelenggu oleh kebodohan.', aku mengingat kata-katanya dan itu benar adanya.


"Kita tidak boleh berpangku tangan jika penduduk pun akan menjadi korban dari perang, malah merekalah yang paling menderita," lanjut Tan Jia Li.


"Kami sudah mengajari hal-hal yang mudah dan tidak terlalu rumit, bahkan Kepada Desa yang baru telah menyuruh para penduduk membuat gua untuk pertahanan dan menyimpan bahan pangan dan obat-obatan," balas Wong Fei.


"Syukurlah! Aku tidak tahu kapan pertempuran kembali lagi. Aku ingin perketat semua penjagaan dan tolong, bantu Zhang Fuk dan yang lainnya," ucap Tan Jia Li.


"Baik, Yang Mulia!" jawab Wong Fei undur diri.


Tan Jia Li masih menatap Gu Shanzheng, "Mengapa kamu belum bangun juga Shanzheng? Rasanya ... aku tidak sanggup untuk melindungi penduduk Xihe," lirih Tan Jia Li.


"Aku sudah mengutus semua anggota jika untuk pergi kekaisaran, Wuling, dan Limen Utara. Aku berharap mereka akan secepatnya memberi bantuan dan memberi solusi," lanjut Tan Jia Li berbicara kepada Gu Shanzheng seakan-akan dia berbicara seperti biasa.


Ia beranjak dari sisi tempat tidur melesat melalui jendela kamarnya memberikan perlindungan kepada Gu Shanzheng, ia tidak bisa terlalu lama meninggalnya.


Ia hanya melesat ke menara pengintai untuk mengawasi anggota dan di luar perbatasan Xihe, "Andaikan Li Phin dan Jang Min bukanlah kaisar dan permaisuri, kami akan mudah menyusup ke kerajaan musuh, membantai mereka dari dalam.


"Tapi, jika mereka pergi … banyak yang akan dipertaruhkan," batinnya lirih. Ia masih berdiri memandang pekat malam beriringan dengan suara hutuan burung hantu yang menambah seram suasana.

__ADS_1


__ADS_2