
Hidup Yang Mulia Kaisar Liu Min! Hidup Yang Mulia Permaisuri Li Phin!" teriak semua orang memberi penghormatan kepadanya dari bawah.
"Terima kasih kepada seluruh kerajaan Wuling, Limen Utara, dan para jenderal juga pangeran yang luar biasa hebat serta seluruh prajurit yang agung!
"Aku meneruskan titah Kaisar Liu Min yang akan tiba di sini bersama dengan kekuatan lain untuk mengadakan perang melawan tirani pemberontakan, yang sudah berlangsung selama 10 tahun ini.
"Mulai sekarang kita akan berperang di Xihe dan Xuchang, tergantung dimana pihak musuh menginginkannya.
"Asisten Wong Fei dan semua tabib magang terima kasih sudah menolong dan mengobati yang luka!" ujar Dara.
Ia melesat turun ke bawah melihat semua orang yang luka termasuk prajurit dan penduduk Xihe.
***
Gu Shanzheng berlari mencari Tan Jia Li di antara kerumunan semua orang, "Jia'er!" teriak Gu Shanzheng berusaha mencari kekasih hatinya.
Ia berlarian ke sana kemari, tetapi ia tak menemui Tan Jia Li di mana pun, "Ya Dewa, kemanakah perginya tambatan hatiku? Apakah kau telah mengambilnya? Aku mohon, jika kamu mengambilnya ambil aku juga!" lirih Gu Shanzheng, ia sudah berlari ke seluruh penjuru Xihe dari benteng bagian Utara, Barat, dan Timur.
Namun, ia tak menemukan Tan Jia Li. Ia sudah mencari di tumpukan mayat prajurit dan penduduk Donglang juga musuh, ia pun tidak jua menemukannya.
"Jia'er! Kamu di mana? Aku mencintaimu?" teriak Gu Shanzheng tidak peduli jika seluruh Xihe mendengar teriakan dan kata cinta miliknya.
Semua orang memandang ke arahnya termasuk Tan Yuan Ji, Gu Shanzheng tak peduli, ia sudah jatuh berlutut di hamparan tanah dan rerumputan yang penuh dengan darah sisa dari pertempuran yang mengerikan. Rambutnya tergerai menutupi seluruh wajahnya yang pucat.
"Jia'er … mengapa kau begitu tega meninggalkanku sendirian?" lirihnya tak lagi kuasa menahan gejolak amarah dan kehilangan di batin dan raganya.
Kesunyian terjadi, semua orang terdiam mendengarkan apa yang terjadi selanjutnya, semua mata mencari keberadaan Tan Jia Li.
"Kamu menantikan kesadaranku hampir seminggu, tapi begitu aku bangun … kami telah tiada," ucapnya, "apalah artinya aku sendirian di sini?" lanjut Gu Shanzheng meratapi nasib malang cintanya.
***
__ADS_1
Sementara Tan Jia Li pun yang masih berusaha untuk melihat semua anggotanya dan seluruh prajurit Donglang, diam-diam ia pun mencari keberadaan Gu Shanzheng dengan tangan yang berlumur darah dan seluruh baju putih miliknya sudah berwarna merah.
"Gu Shanzheng!" teriak Tan Jia Li mendengar kata cinta yang diucapkan oleh kekasih hatinya dari kejauhan.
Tan Jia Li melesat dengan sisa kekuatannya pun berlari menyongsong Gu Shanzheng, "Apakah benar kamu mencintaiku, Gu Shanzheng?" tanya Tan Jia Li berlutut di depan Gu Shanzheng.
Keduanya saling berhadapan dengan berlutut dan saling meraih wajah keduanya dengan rambut mereka yang tergerai menyelimuti.
"Tentu saja aku mencintaimu sejak pertama aku melihatmu berlatih dan menjadi satu-satunya wanita pertama di barak latihan!" balas Gu Shanzheng, "aku mencintaimu Jia'er sejak itu!" ulang Gu Shanzheng menangkup wajah Tan Jia Li.
Seakan-akan ia tak ingin jika Tan Jia Li akan lenyap dari kehidupannya, "Benarkah! Apakah kau akan menduakanmu?" tanya Tan Jia Li, menatap wajah Gu Shangzheng.
"Tentu saja tidak akan pernah! Aku mencintaimu untuk pertama dan terakhir di hidupku, kamulah satu-satunya wanita yang akan mendampingiku hingga aku mati!" balas Gu Shanzheng dengan tegas, "apakah kamu mencintaiku Jia'er?" tanya Gu Shanzheng.
"Tentu saja, aku mencintaimu, Gu Shanzheng selamanya. Kebersamaan kita akhir-akhir ini mengajariku arti cinta yang sesungguhnya. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu!" balas Tan Jia Li.
dan keduanya langsung berpelukan di depan semua orang.
"Apakah kau baik-baik, saja?" tanya Gu Shanzheng memeriksa wajah dan tangan Tan Jia Li, "Tuan Wong Fei! Tolong obati Jia'er!" pintanya.
"Aku sudah sembuh, Kakak Shanfeng telah memberiku obat," balas Gu Shanzheng.
Mereka tidak peduli dengan semua orang yang telah mendekat ke arah mereka berdua, termasuk Tan Yuan Ji, "Ehm! Ehm!" Tan Yuan Ji berdehem ia ingin memeluk putrinya dan merasa sedikit marah dan bahagia, ia tidak menyangka jika putri semata wayangnya bisa berteman dengan Gu Shanzheng.
Semua orang di kekaisaran Donglang tahu jika pasangan itu tidak pernah akur walau sedetik pun. Namun, kini keduanya terlihat begitu saling menyayangi dan tidak ingin berpisah lagi.
"Ayahanda!"
"Jenderal Tan Yuan Ji!"
Keduanya langsung berdiri memberi penghormatan kepada Tan Yuan Ji, "Berdirilah, kalian berdua sangat luar biasa hebat! Sebagai atasan kalian, aku sangat bangga atas pencapaian ini," ujar Tan Yuan Ji menatap keduanya.
__ADS_1
"Terima kasih Yang Mulia!" balas keduanya.
Tan Yuan Ji masih memandang ke arah kedua pasangan di depannya yang sekaligus putri dan anak didiknya.
"Apakah kalian ingin menjelaskan ada apa diantara kalian?" selidiki Tan Yuan Ji.
"Maaf, Yang Mulia Jendela! Saya sangat mencintai putri Anda. Izinkan saya menikahinya sekarang juga!" ucap Gu Shanzheng, "akan tetapi, saya tidak memiliki apa pun, saya hanyalah seorang jenderal rendahan di Donglang," balas Gu Shanzheng merendah.
"Um, Jia'er apakah kamu mencintai Gu Shanzheng?" tanya Tan Yuan Ji kepada putrinya.
"Iya, Ayahanda saya pun sangat mencintainya!" balas Tan Jia Li sedikit malu.
"Baiklah, jika kalian saling mencintai dan bisa menerima satu sama lain segala kekurangan juga kelebihan kalian, aku tidak bisa berkata apa pun. Aku merestui pernikahan kalian berdua!" balas Tan Yuan Ji.
"Benarkah kalian akan menikah?" tanya Li Phin berbahagia atas apa yang dialami saudara sepupunya.
"Iya, kami akan menikah secepatnya, aku tidak ingin menyia-nyiakan kehidupanku lagi. Apalagi kemungkinan orang akan terjadi," balas Tan Jia Li dengan sebuah ketegasan.
"Yang Mulia Permaisuri, maukah Anda merestui pernikahan kami?" tanya Gu Shanzheng.
"Tentu saja! Aku akan senang sekali. Tapi, kita akan menunggu Kaisar Liu Min karena dia juga adalah saudara angkat dari Kak Jia'er. Aku tidak ingin dia tidak hadir di hari bahagia itu, karena aku sangat yakin dia pun sangat ingin hadir," balas Dara.
"Akhirnya kamu menikah juga, kamu lebih dahulu menikah dariku dan Shanzhai," ujar Gu Shanfeng memeluk adiknya.
"Maaf, Kakak. Aku mencintainya dan tak bisa mencintai wanita lain lagi," ucap Gu Shanzheng.
"Aku bangga padamu!" balas Gu Shanfeng.
"Wah, aku tidak menyangka kamu akan menikah juga! Selamat!" ujar Liang Si memeluk Gu Shanzheng dengan bahagia.
Liang Si melihat sekilas ke arah Li Phin yang langsung membuang pandangan kesedihan ke sembarang arah "Maafkan aku Li Phin, karenaku kalian terpisah," sesal Dara bingung.
__ADS_1
"Sudahlah, mungkin sudah begini adanya," balas Li Phin berusaha untuk tegar dan menerima segalanya dengan ikhlas, Dara dan Li Phin memeluk Tan Jia Li.
Semua penduduk kembali membersihkan sisa peperangan bersama dengan semua orang membersihkan segala hal dan membangun kembali sisa benteng yang hancur juga memadamkan api.