Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2 : Keabadian Cinta - Terjebak di antara mafia


__ADS_3

Dara langsung meraih wajah si penyerang dan berusaha untuk mempertahankan nyawanya, "Bajingan kau!" ujar Dara langsung memiting leher si penyerang dengan kedua kakinya, ia menjnju wajah di penyerang.


"Aaa!" jerit kesakitan si penyerang, memegang wajah. Ia tidak menyangka jika korbannya telah sadar dari koma panjang selama hampir setahun.


Dara langsung turun dari pembaringan dengan mengenakan baju jubah rumah sakit berwarna biru langit, seakan ia memasuki ruang bedah. Ia langsung menghajar pria di depannya, "Siapa yang mengirimkanmu?" jerit Dara langsung menarik semua selang yang membelit tubuhnya dengan cepat.


"Mati kau!" teriak si penyerang langsung menyerang Dara dengan pisau bedah. 


Buk! Buk! 


Dara langsung menendangkan kakinya tepat ke dada si penyerang dan menangkap pisau yang terjatuh dan menikam tepat ke jantung si penyerang.


Dara langsung membuka pintu dan melihat jika dia bukan lagi di rumah sakit seperti awal dia kembali, "Di mana ini?" batin Dara bingung. 


Ia mencoba merapat ke dinding ruangan tersebut dan mengendap-endap mendengarkan segala hal, bayangan Jang Min masih berada di pelupuk mata.


Namun, ia menepis bayanga itu ia tak ingin menangis untuk sekarang, "Nyawaku lebih penting daripada bersedih, agar aku mengatahui apa yang terjadi sebenanya!" batin Dara.


Ia langsung melesat secepatnya menuju koridor di depannya, masuk ke sebuah ruangan. Ia melihat beberapa pakaian di sana dan langsung menyambar dan memakai secepatnya untuk menutupi tubuhnya yang tak memakai apa pun selain baju jubah operasi.


"Apakah mereka ingin mengoperasi dan membunuhku?" batin Dara bingung.


Ia masih berusaha mendengarkan dengan teliti. Derap langkah kaki berlari bergema diruangan, ia melihat sekelilingnya ia melihat sebuah pentilasi ia langsung naik ke langit-langit ruangan merangkak di sana.


Ia melihat ke ruangan demi ruangan, "Jang Min?" batin Dara mengenali seseorang di sana, akan tetapi memakia pakaian yang sedikit berbeda daei zaman kerajaan. Pria mirip Jang Min mengenakan setelan jas yang keren dan parlente dengan pistol di pinggang.


"Di mana ini?" batin Dara bingung, jangan bilang aku memasuki dunia lain lagi!" umpat Dara. 


Ia terdiam mengamati, "Lapor Bos, polwan itu sudah kabur! Sebelum kita mengambil organnya!" ujar salah seorang pengawal yang melaporkan kehilangannya.


"Bajingan! Cari dia sampai dapat sebelun dia melaporkan tempat ini?" perintah pria tersebut.


Dara masih melihat ke arah mereka di bawahnya, "Siapa kalian! Apakah kalian adalah polisi yang menyamar?" ujar si pria bule berwajah sangar berkacamata dengan menghunuskan pistol ke arah pria yang mirip dengan Jang Min.


"Kami adalah mafia dari Hongkong! Kami ingjn membeli dadah dari kalian!" ujar pria yang Mirip Jang Min menghunuskan pistol ke arah pria tersebut. Masing-masing pengawal mereka saling todong senjata.

__ADS_1


Duar!


Ledakan beruntun terjadi di luar membuat serpihan tembok berhamburan.


Dor! Dor!


"Sial! Baru saja aku bebas dari cengkraman cakar Lu Dang aku malah masuk ke dunia koboi!" umpat Dara langsung beringsut secepatnya menghindari tembakan antara dua kubu mafia di bawahnya.


Dara melihat satu koper uang dan bubuk putih tergeletak di atas meja, membuat Dara semakin berang, "Tadi mereka menyebutku Polwan? Aku harap, aku benar-benar kembali ke tubuhku! Bukan ke tubuh wanita lain," batinnya.


Dor! 


Sebuah peluru menembus plafon hampir saja mengenai wajahnya, "Sial!" umpat Dara terus beringsut dan bruk!


Ia terjatuh ke ruangan di antara pertempuran adu senjata ia harus bergulingan meraih senjata yang tak bertuan, "Siapa yang akan aku bunuh?" batinnya bingung, "keduanya pastilah penjahat! Sial, masa Jang Min bereinkarnasi menjadi mafia?" batinnya kesal.


Dara mengambil salah satu senjata musuh yang sudah tertembak, "Sial!" umpatnya bingung harus membunuh yang mana, "mana saja pun jadilah," batin Dara tak mau ambil pusing. 


Ia melesat memembak siapa saja yang mencoba menghalanginya dengan lihai,


Ia langsung meluncur dengan tubuhnya di lantai dengan sebelah tangan kiri menembak dan sebelah kanan meraih barang haram tersebut, berdiri secepat kilat langsung melesat menerobos jendela kaca.


Prang! Dara sukses mendarat dari lantai 3 tanpa luka, ia tak berpikir mengapa ia bisa melakukan itu. Ia hanya ingin kabur dengan barang haram tersebut.


Dor! Dor! Dor!


Pria yang mirip Jang Min mengejarnya, keduanya saling kejar di bawah berondongan senjata yang diberikan pria sangar dari dalam rumah.


"Sialan! Bukankah ini, Pelabuhan Belawan?" batin Dara mengingat suatu pelabuhan di Medan, "berarti aku kembali ke dunia yang tepat!" batin Dara sedikit bahagia.


Dara melihat sebuah kapal yang ingin meninggalkan dermaga, tanpa pikir panjang ia langsung melompat ke dalam air. Byur!


Dara membuka koper sambil berenang dan membuang barang haram tersebut.


Sebuah tangan menarik kakinya yang tidak menggunakan sepatu, "Sial!" umpat Dara, melihat pria yang mirip Jang Min masih mengejar dan menarik kakinya, adu pukul pun kembali terjadi di dalam air.

__ADS_1


Dara hampir kehabisan oksigen terlalu lama berenang di dalam air, apalagi perutnya terasa keroncongan. Pandangannya terasa kabur karena air telah masuk ke rongga pernapasan dan tenggorokannya memenuhi paru-paru.


"Bajingan!" umpat Dara sebelum ia jatuh pingsan.


***


Hongkong 12 mei 2019 ….


Di sebuah penjara paling kejam di Hongkong, "Hei, kau!" tunjuk seorang sipir penjara kepada tahanan yang sedang berbaring di kamar 2 kali 2 yang sangat sempit. Si pria penuh brewok dan berpakaian kumal langsung menatap ke arah sipir dengan tatapan buas.


"Laksamana Panglima Admiral Tan Juan ingin bertemu denganmu!" ujar sipir dengan sedikit was-was.


Si pria berdiri dan berjalan ke arah sipir yang langsung membuka pintu dan menodongkan senjata kepada si pria, "Ayo, jalan!" ujar sipir. 


Si tahanan berjalan di depan dan di belakang 4 orang sipir langsung menggiringnya. 


Buk! 


Salah seorang sipir memukul tengkuk si tahanan, "Apa yang kau lakukan?" ujar sipir lain dalam bahasa Mandarin.


"Jika tidak begitu aku tidak bisa membalaskan dendamku, pria ini kuat sekali. Selain itu, sebagai kenang-kenangan aku pernah memukul kolonel gila ini!" ujar sipir dengan tersenyum puas.


"Kalau dia sadar, kau pasti sudah mati!" umpat adalah satu sipir.


"Makanya aku berlaku curang!" balasnya tersenyum puas.


Merdeka menurut si pria memasukkannya ke dalam mobil van yang tertutup dan membawanya ke pangkalan angkatan laut Hongkong.


Di sebuah kapal di tengah lautan, bruk! Beberapa tentara langsung membanting tubuh si pria.


"Bedebah!" umpat si pria tersadar ia  menggerakan kakinya menendang orang yang telah membantingnya hingga si tentara terjengkang membentur kabin kapal.


"Liu Min!" teriak Laksamana Admiral Tan Juan murka, membuat pria tahanan yang dipanggil Liu Min langsung terperanjat.


"Sial!" umpatnya langsung memberikan penghormatan ala tentara.

__ADS_1


"Buka borgolnya!" perintah Tan Juan.


__ADS_2