
Dara terbayang akan kepintaran dan keahlian Tabib Luo, "Sayangnya, itu hanya di zaman Li Phin. Sekarang aku berada di zaman modern," batin Dara menghela napas.
Dara dan Danu membuka jaket dan menyuntikkan obat pereda sakit dan mengeluarkan peluru membersihkan dengannya alkohol dan membubuhkan antibiotik dan salep obat, menjahit sedikit dan memperban luka Liu Min.
Dara dan Danu terhenyak duduk kala selesai melakukan pekerjaan mereka, "Akhirnya selesai juga!" ucap Danu duduk merosot di lantai.
"Sial! Apakah kamu mendapatkan sesuatu? Kamu tahu Jimmy telah tewas!" tanya Dara.
"Aku tidak bisa melihat dengan jelas Bu. Tapi, aku mendapatkan sesuatu jika mereka adalah anak buah Pablo Sandez dan Guangzhou mafia Hongkong.
"Apa yang terjadi dengan Jimmy? Padahal kita ingin menculik dan mengintrogasi dirinya," ujar Danu bingung.
Dara menceritakan segalanya, "Bajingan! Jadi mafia itu telah menculik Jenny? Ya, Tuhanku, ini benar-benar mengerikan! Lalu apa yang akan kita lakukan, Bu?" tanya Danu sedikit khawatir akan keselamatan Tiara dan Doni istri juga putranya.
"Kamu amati terus perkembangan yang terjadi di luar, karena kejadian malam ini. Aku sangat yakin semua jajaran aparat dan pemerintah akan heboh begitu juga dengan masyarakat.
"Kita akan lihat apa yang akan kita lakukan ke depannya nanti," balas Dara.
"Baiklah, Bu. Saya akan kembali ke ruangan monitor," ujar Danu bergegas meninggalkan Dara bersama Liu Min yang sudah melewati masa kritis.
Dara mengganti baju dengan yang bersih dan kembali ke ruangan Liu Min, membuka laptop dan mulai melacak banyak hal tentang keberadaan Jenny.
"Siapa yang telah menculik Jenny? Aku harus menemui Joy," batinnya.
Dara masih terus mencari dan merunut segala awal masalah, "Aku rasa jika bukan Pablo Sandez kemungkinan Mafia kejam. Guangzhou," batin Dara mencari pimpinan mafia yang bernama Guangzhou.
"Lu Dang?" pekik Dara melihat wajah Lu Dang di sana, Dara terhenyak, ia tidak menyangka jika Lu Dang adalah Guangzhou pimpinan mafia naga merah.
__ADS_1
"Apakah Lu Dang juga bereinkarnasi menjadi penjahat di kehidupan ini? Apakah Li Phin dan Liang Si juga bereinkarnasi? Ya Tuhan aku bisa-bisa gila!" batin Dara.
Ia melirik ke arah tubuh Liu Min yang masih terbaring lemah tertidur di tempat tidurnya. Dara hanya menghela napasnya, ia merasa segalanya menjadi kacau balau.
"Liu Min, aku tidak menyangka jika kamu harus pergi dan menyelamatkanku, terima kasih!" lirih Dara menyentuh wajah Liu Min.
Air mata berlinang membasahi pipi Dara, "Andaikan aku bisa mengatakan, jika di kehidupan lain kamu adalah suamiku," ucap Dara, "namun, semua itu tak bisa aku lakukan, hanya engkaulah yang bisa mencari tahu kebenaran tentang semua ini.
"Apalagi, musuh kita juga bereinkarnasi di kehidupan ini dengan cara berbeda tetapi, perangai dan tabiat kejahatan mereka tetaplah sama. Apa yang akan kita lakukan Liu Min?" ujar Dara masih membelai tangan Liu Min yang berada di sisi tubuhnya.
Dara menggenggam jemari tangan Liu Min dengan kedua belah tangannya menciumnya dengan penuh haru, kerinduan, dan ketakutan yang mulai menghentak jiwa.
"Aku tak ingin kehilangan kamu lagi! Bagiku kamu adalah detak jantung dan segalanya untukku," batin Dara.
Hingga akhirnya ia tertidur di sisi Liu Min dengan menggenggam tangan sambil duduk di sebuah kursi.
Namun, ia kembali lagi ke ruang monitor, "Sebaiknya biarkan sajalah mereka tidur!" batin Danu ia tak berani untuk membangunkan komandannya yang masih tertidur di sisi Liu Min.
"Saudara Liu Min luar biasa. Lukanya sudah mulai membaik dan cepat mengering," batin Danu memeriksa luka Liu Min dan beranjak ke luar ruangan.
Sebelumnya Danu telah meletakkan nampan bubur untuk Liu Min dan botol air mineral juga dua gelas susu serta sepiring nasi dan lauk-pauk seadanya untuk Dara.
Danu meninggalkan ruangan dengan perlahan menutup pintu kamar. Sementara Liu Min merasakan tangannya sedikit kebas dan rasa sakit di bahunya sudah sedikit ringan yang tertinggal hanya rasa nyeri dan kaku.
"Di mana aku?" batinnya berusaha untuk mengingat setiap kejadian, "Dara!" lirih Liu Min membayangkan kala Dara dan dirinya kabur dari kejaran polisi dan mafia yang saling baku tembak.
Di bawah berondongan peluru yang mendesing, "Bagaimana dengan Dara? Apakah dia juga selamat?" batinnya mulia bertanya-tanya.
__ADS_1
Perlahan Liu Min membuka mata, ia melihat Dara berada di sisinya sedang tertidur dengan pulas menggenggam tangan kanannya. Dari kedua kelopak mata Dara yang tertutup Liu Min dengan jelas melihat Dara menangis.
"Dara, apakah kamu menangis diriku? Aku belum mati. Bagaimana jika aku mati?" batin Liu Min membayangkan hal itu.
"Apakah kamu akan menangis juga? Atau sebaliknya?" batin Liu Min berusaha untuk duduk perlahan dan menyeka air mata dengan tangan kirinya di mana bahu sebelah kirinya terluka.
Liu Min memperhatikan tubuhnya hanya memakai celana panjang sedangkan tubuh bagian atas terbuka tidak memakai selembar pakaian pun hanya perban yang masih tertempel di sana.
"Hm, mereka sudah berhasil mengeluarkan peluru sialan itu!" batin Liu Min sedikit bersyukur.
Liu Min menatap wajah Dara yang sebagian tertutup oleh tumpuan tangan Dara sebagai bantal. Liu Min menyingkirkan surai rambut ke selipan telinga Dara, "Hot Cat kamu cantik sekali!" batin Liu Min, "andaikan semua ini telah berlalu dan usai. Aku ingin membawamu ke Hunan. Ntah mengapa aku merasa harus pergi ke sana bersama dengan Dara," batinnya.
"Hm," lirih Dara membalikkan wajah untuk berganti posisi kala belaian tangan Liu Min membelai dengan lembut pipi Dara.
"Dara … naiklah ke tempat tidur. Posisimu sangat tidak nyaman," bisik Liu Min sembari menunduk.
Dara membuka mata dan langsing naik ke tempat tidur berbaring tidur di sisi Liu Min.
"Suamiku, aku masih mengantuk!" lirih Dara tanpa disadarinya kala menatap wajah Liu Min dan tertidur kembali.
Deg!
"Sudah dua kali Dara memanggilku dengan sebutan suami. Aku tidak tahu apa maksudnya," batin Liu Min, "apakah dia berniat ingin menjadi istriku? Wah, hebat sekali! Aku tidak perlu terlalu sulit untuk memintanya menjadi istriku," batin Liu Min tersenyum bahagia.
Liu Min mengambil bubur dan memakannya juga meminum segelas susu juga kapsul obat yang terdapat di atas nakas.
Liu Min kembali berbaring, "Aku rasa di sini sangat aman! Dara dan Danu benar-benar hebat membuat tempat persembunyian ini," batin Liu Min ia pun mencoba untuk tidur.
__ADS_1
Keduanya tertidur dengan pulas hingga tanpa sadar keduanya saling berpelukan dengan mesra, "Hm, suara apa ini?" batin Dara kala mendengar detak yang bergema pelan dan berirama menyentuh indra pendengarannya.