
"Ya, mereka benar-benar telah memberikan tantangan kepadaku! Aku berharap kita menang, demi kemakmuran dan kenyamanan semua orang!" balas Jang Min.
Bayangan perpisahan dengan Dara kembali menghantuinya ia tidak tahu entah harus bagaimana kedepannya menghadapi kehidupan tanpa Dara. Ia juga masih berpikir bagaimana caranya agar Li Phin dan Liang Si bisa menikah.
"Ayo, kita selesaikan mandi kita dan kembali ke gua. Aku tidak ingin jika Nona Zhang Mei dan Li Phin kembali kita tidak ada di sana," balas Jang Min berusaha untuk terlihat bahagia dan tegar menjalani semua kenyataan yang ada di depan mata.
"Ayo!" balas Dara, "apakah punggungmu ingin digosok, Suamiku?" tawar Dara.
"Ya, tentu saja!" balas Jang Min riang ia merasakan kesedihan juga kebahagiaan kala ia tidak lagi bisa menikmati semua kemewahan itu kelak.
Mereka mandi dengan rasa bahagia dan kesedihan walaupun masing-masing berusaha untuk menepisnya, "Ayo, kita pulang!" ajak Jang Min.
Dara kembali naik di punggung Jang Min melesat membawanya kembali ke gua dan berjalan masih bergandengan tangan, keduanya melihat Nona Zhang Mei dan jiwa Li Phin sudah kembali.
"Makanlah dulu! Aku rasa kalian harus kembali ke benteng Xihe. Aku melihat di wilayah Mongol semua sekutu Mongol benar-benar ingin melakukan perang!
"Apakah kamu sudah mendapatkan tantangan untuk itu Kaisar?" tanya Nona Zhang Mei menatap Jang Min.
"Sudah Nona Zhang. Aku sudah menyetujuinya. Aku berharap Dewa benar-benar merestui perjuangan ini untuk mengembalikan kebahagiaan Donglang!" balas Jang Min.
Ia menatap ke arah siluet putih jiwa Li Phin yang cantik di depan perapian, "Li Phin, maaf jika selama ini aku dan Dara telah memisahkan cintamu bersama dengan Liang Si," ujar Jang Min.
"Tidak masalah, Yang Mulia! Tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan semua ini, Dewa telah memberikan garis takdir yang berbeda kepada kita," balas Li Phin berusaha untuk menerima segala kesedihan dan kebahagiaan yang telah diberikan oleh Dewa kepada mereka berempat.
"Aku hanya meminta kepadamu, Li Phin jika kelak aku dan Dara gugur di medan perang, aku berharap rawatlah Liu Sun Ming benar-benar sebagaimana putramu sendiri, bagaimanapun dia bagian dari tubuhmu dan menikahlah dengan Liang Si, bimbinglah calon kaisar Liu Sun Ming menjadi kaisar yang luar biasa!" lanjut Jang Min.
__ADS_1
"Yang Mulia! Apa mak-" ujar ketiga wanita di depannya.
"Aku tidak bermaksud apa pun! Tapi aku rasa … kita tidak mengetahui takdir yang akan terjadi. Lebih baik aku berpesan sekarang kepadamu!" balas Jang Min.
Ketiga wanita di depannya hanya mampu terdiam tak tahu harus berkata apa pun lagi, "Baiklah, setelah makan pulanglah kalian, Li Phin masuklah kembali ke tubuhmu, anggap saja tidak ada yang terjadi.
"Walaupun aku rasa Lu Dang sudah mengetahui kebenarannya, tapi percayalah akan ada masa di mana segalanya menjadi jelas!" balas Nona Zhang Mei.
"Baik, Nona Zhang!" balas Li Phin masuk kembali ke tubuhnya tanpa merasa ada hambatan apa pun lagi.
Setelah mereka selesai makan, Dara di dalam tubuh Li Phin dan Jang Min kembali ke benteng Xihe. Semua orang sedang menunggu dan berjaga-jaga di sana.
"Yang Mulia Kaisar Liu Min dan Permaisuri Li Phin telah kembali!" teriak Semua orang menyambut kedatangan mereka.
"Yang Mulia! Kami sudah mencari Yang Mulia di sisa pertempuran seperti yang dikatakan oleh Jenderal Tan Ji. Tapi kami tidak menemukan Yang Mulia dan Permaisuri!" ujar Tan Yuan Ji.
"Dia sudah mulai sembuh, Tabib Luo langsung yang mengobatinya," balas Tan Yuan Ji.
"Baiklah, sekarang kita menyusun strategi dan bersiap-siap untuk berperang, aku ingin evaluasi semua penduduk Xihe yang masih tersisa ke desa tetangga.
"Aku tidak ingin mereka menjadi korban!" perintah Jang Min kepada Jenderal Tan Yuan ji.
"Baik, Kaisar Liu Min!" balas Tan Yuan Ji.
Jang Min melihat kakaknya Tan Jia Li dan Pangeran Gu Shanzheng di sana, "Ayah Angkat! Aku ingin pernikahan Kakak Jia'er segera dilaksanakan malam ini saja! Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari," ujar Jang Min.
__ADS_1
"Jang Min, apakah sebaiknya kita tidak menunggu setelah perang usai?"tanya Tan Yuan Ji.
"Tidak! Aku ingin mereka menikah malam ini, siapkanlah semua acaranya. Aku ingin melihat kebahagiaan malam ini, di manakah Pangeran Limen Utara? Aku ingin menemuinya," uar Jang Min.
Entah mengapa ia ingin menyelesaikan banyak hal tentang segala yang akan terjadi kelak, "Aku akan mengantarkan kepada beliau Yang Mulia!" ujar Jenderal Tan Ji.
"Terima kasih ,Tan Ji. Permaisuriku, istirahatlah bila perlu bantu Kakak Jia'er untuk pernikahannya nanti malam! Pangeran Gu Shanfeng, aku harap Anda merestui pernikahan Kakakku Jia'er bersama Pangeran ketiga Wuling," ucap Jang Min menatap ke arah Gu Shanzfeng
"Aku mewakili kedua orang tua dan seluruh rakyat Wuling merestui pernikahan kedua mempelai. Namun, kami tidak membawa hantaran pernikahan. Apakah sebaiknya aku mengutus seseorang untuk membawanya dari Wuling?" tanya Gu Shanfeng.
"Tidak perlu! Kalian bisa memberikannya nanti, jika perang telah usai. Aku hanya ingin kebahagiaan dan restu dari kerajaan Wuling untuk Kakakku! Terima dan sayangilah Kakakku dengan segala kelebihan dan kekurangannya," balas Jang Min.
"Tentu saja, Yang Mulia!" balas Gu Shanzfeng.
"Yang Mulia terima kasih, telah mengizinkan kami menikah!" ujar Gu Shanzheng.
"Kakak, Anda juga adalah sepupuku, begitu juga dengan Kak Jia'er adalah sepupu Permaisuri. Selain itu, dia adalah saudara angkatku. Aku hanya ingin, sayangilah Kakakku dan cintailah dia dengan segenap jiwamu, hanya itulah cintaku.
"Kelak jika apa pun yang terjadi aku mohon lindungilah Putra Mahkota, didik dan bimbing dia agar menjadi kaisar yang lebih baik kedepannya. Satu hal, apa pun keputusan Permaisuriku kelak, jika aku telah tiada.
"Jika dia ingin menikah dengan pangeran Liang Si dukunglah mereka dan teruslah kalian bekerja sama untuk membangun Donglang," pesan Jang Min.
"Apa maksud Yang Mulia?" tanya Gu Shanzheng bingung.
"Suatu saat kalian akan mengetahui rahasia banyak hal, aku tidak bisa mengatakan sekarang! Aku menitipkan gulungan pesan kepada kalian nantinya. Jika aku masih hidup bakar saja gulungan itu. Tapi jika aku gugur bacakanlah gulungan itu ke seluruh rakyat kekaisaran Donglang!" perintah Jang Min.
__ADS_1
Gu Shanzheng dan Tan Jia Li terdiam tidak mengetahui apa maksud semua itu. Namun, mereka menyadari jika Jang Min tak pernah main-main akan sesuatu, "Adikku, aku tidak mengerti apa maksudmu, dengan semua ini. Tapi, aku akan mencoba memenuhi semua permintaanmu!" ujar Tan Jia Li.