Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Kemarahan Dara


__ADS_3

"Lihatlah, pasukan bala bantuan sudah semakin banyak! Apakah kamu ingin mengorbankan semua pasukan sekutu kalian untuk mati?" tanya Dara.


Ia hanya berusaha untuk memberikan kesempatan kepada Chien Ti'er untuk mundur sejenak. Namun, Chien Ti'er yang sudah dipengaruhi dendam tak ingin bergeming dan menyia-nyiakan kesempatan lagi.


"Enak saja kau mengatakan hal itu, kalian sudah membunuh putriku! Dan putraku pun sudah terluka! Aku tidak sudi menuruti perintah anak kemarin  sore!" umpat Chien Ti'er berang. 


Ia merasa harga dirinya telah tercabik, "Aku tidak peduli lagi jika aku harus tewas!" lanjut Chien Ti'er terus menyerang Dara dengan kipas beracunnya.


Namun, ia tidak menyadari jika semua racun yang ditaburkannya tidak ada satu pun yang mempengaruhi Dara. Jika ia tidak menggunakan ilmu bayangan ia sudah lama tewas ditebas oleh pedang Li Phin.


"Nyonya Qin, kau hanya memikirkan amarah dan dendam kamu saja! Pernahkah kau memutar posisimu? Apa yang telah dilakukan oleh keluarga dan putrimu juga selir Chien kepadaku! Pernahkah kau memikirkannya?


"Jika bicara dendam aku lebih dendam kepadamu! Apa yang telah dilakukan oleh adik iparmu yang tak lain ibu tiriku, selir Chien dan juga putrimu telah menghancurkan reputasiku, nama baik, dari keluargaku.


"Namun, pernahkah aku membalasnya? Tidak bukan? Kematian putrimu bukan murni kesalahanku, tapi karena keegoisan dan ketamakan kalian sendiri! 


"Itu adalah hukuman Dewa kepada kalian!" ketus Dara terus melesat menebaskan pedang ke tubuh Chien Ti'er yang melesat ke udara sehingga tebasan pedang Li Phin hanya mengenai udara kosong.


"Hahaha, kau tidak akan bisa membunuhku, Bodoh! Kau kira kau akan mudah melukaiku? Dasar, anak ingusan!" umpat Chien Ti'er tertawa lepas.


Ia sudah dipengaruhi iblis sehingga Chien Ti'er tidak lagi bisa mengontrol dirinya, ia terus melesat dan menambah bayangan dirinya menjadi banyak bagian.

__ADS_1


"Apa? Dia bisa memiliki jurus seperti milik salah satu anime favoritku?" batin Dara yang membayangkan anime Jepang yang lagi booming di dunia modern.


"Menyerahlah, aku akan sangat mudah membunuhmu. Aku berjanji akan melakukannya dengan sangat cepat hingga kau tidak akan pernah merasakan rasa sakit!" ujar Chien Ti'er dengan angkuh.


"Jika kau berjuang demi putra dan putrimu. Begitu juga aku, aku akan memperjuangkan putra, dan seluruh penduduk Donglang! Aku pun tidak peduli jika aku harus mati!" umpat Dara marah.


Ia mengerahkan tenaga dalamnya, " Di dalam film animasi aku melihat jika hanya satu yang asli. Jika aku membunuh yang asli maka bayangan yang lain akan lenyap! Sial! Bisa-bisanya aku terjebak di dunia aneh ini," kutuk Dara.


Ia memegang pedang dengan kedua belah pedang dan berusaha untuk mengerahkan semua kekuatan dari tenaga dalam miliknya, ia tidak peduli lagi jika dia pun akan mati.


"Dara, apa kau yakin akan melakukan semua ini? Bagaimana jika kita mati?" tanya Li Phin.


Ia marah karena terjebak di dunia novel dan ia marah jika ia tidak bisa menyelamatkan semua orang. Dara marah melihat Tan Jia Li yang masih berjuang di sisinya bertempur dengan jenderal Mongol dan kaki tangan Mongol yang menyerang Tan Jia Li dengan mengerikan, luka semakin banyak di sekujur tubuh sepupunya tubuh Tan Jia Li sudah berlumur darah.


Dara marah kepada kesombongan Chien Ti'er yang hanya memikirkan dendam kesumat tanpa memikirkan kesakitan Li Phin dan Liang Si, dia juga marah karena ia akan berpisah dengan Jang Min dan Liu Sun Ming sang putra.


Dara benar-benar melesat ke udara setinggi-tingginya memutar pedangnya dengan cepat hingga pendar hijau memenuhi semua wilayah Xihe membuat semua prajurit Donglang, Wuling, Limen Utara, Changsha, Mongol, dan Qin berhamburan melindungi diri mereka sendiri.


Dara menarik dan memutar pedangnya melesat ke atas dan berusaha untuk membuka tabir bayangan  yang selalu digunakan oleh Chien Ti'er.


Ia langsung menukik dengan cepat menebas seluruh tubuh bayangan milik Chien Ti'er membakarnya hingga tubuh Chien Ti' er yang asli melesat  ke sana kemari bersembunyi di antara tubuh bayangannya.

__ADS_1


Berusaha untuk mengecoh Dara, Li Phin bersatu dengan tubuh Dara mengikhlaskan apa yang telah digariskan takdir kepadanya, "Selamat tinggal Liang Si, Ayahanda, dan Ibunda Min Hwa," lirih Li Phin mengikuti kekuatan yang digunakan oleh Dara dan pedang menebas dengan cepat mengejar tubuh Chien Ti'er yang asli ke mana pun Chien Ti'er berusaha untuk berlindung.


Keduanya tak lagi memikirkan apa yang akan terjadi, mereka telah ikhlas demi cinta mereka kepada semua orang yang mereka sayangi agar tetap bahagia di dunia yang akan mereka tinggalkan.


"Kau yang memintaku untuk melakukan ini Nyonya Qin!" teriak Dara langsung menyapu semua tubuh bayangan Chien Ti'er, melesat bak angin yang terus melebar menebaskan pedang dengan kelincahan naga milik pedang. Pendar hijau semakin terang bersamaan  dengan cahaya dari ufuk Timur sebagai saksi sebuah pertarungan antara dua wanita hebat sedang berlangsung.


Walaupun Chien Ti'er berusaha untuk menangkis semua serangan pedang Li Phin dengan kipasnya. Akan tetapi, kekuatan Dara dan Li Phin benar-benar luar biasa membuat Chien Ti'er tak kuasa untuk menahan semua serangan hingga. 


"Bajingan! Aku tidak menyangka Li Phin sehebat ini! Aku menyesali semua perbuatanku, aku akan menyusulmu putriku," lirih batin Chien Ti'er yang merasa ia harus selalu siap membantu dan mendukung suaminya. 


Chien Ti'er sadar semua yang dilakukannya adalah sebagai rasa balasan rasa cinta yang harus diberikannya sebagai permaisuri Qin yang terbuang selama bertahun-tahun di kekaisaran Donglang untuk kembali mewujudkan keinginan suaminya untuk mendirikan Kekaisaran Qin yang sempat runtuh.


Chien Ti'er pasrah dengan semua kekuatan Li Phin yang menghantam tubuhnya, hingga sebuah jeritan bergema, "Aaa!" bersamaan dengan hancurnya tubuh Chien Ti'er dan pendar cahaya hijau masih melingkupi wilayah Xihe bagaikan sebuah pelukan naga yang melilit semua itu.


Dara melesat berdiri di atas sebuah tonggak kayu benteng Xihe dengan baju zirah hitam miliknya yang pernah dipakai kala ia masih menjadi seorang jenderal. 


"Kembalilah, kalian pemberontak! Aku mengampuni kalian atas nama Kaisar Liu Min! Jika kalian ingin berperang Kaisar Liu Min yang akan memutuskan segalanya!" ujar Dara dengan pedang masih berada di tangannya.


Ia masih menyadari kedudukannya hanyalah sebagai seorang jenderal dan permaisuri bukan seorang kaisar, ia masih memberi muka kepada suaminya di depan semua orang. Dara dan Li Phin tidak ingin jika semua penduduk Donglang memandang rendah Jang Min.


Semua sekutu Qin, Changsha, dan Mongol langsung berlari ke luar dari benteng Xihe yang porak poranda.

__ADS_1


__ADS_2