
Dara hanya diam saja membelakangi Liu Min tanpa mau menoleh lagi hingga membuat Liu Min menjadi kesal, "Dasar, Dara jelek!" teriak Liu Min kesal.
"Jelek-jelek pun kamu cinta padaku, wek!" balas Dara mengejek sengan menjulurkan lidah seperti anak-anak, semakin membuat Liu Min kesal.
Liu Min benar-benar mati kutu dibuat oleh Dara, ingin rasanya ia turun dari brankar dan memeluk dan menggigit Dara. Namun, ia melihat selang infus masih tertancap di salah satu nadi di tangannya membuat Liu Min mengurungkan niatnya.
Liu Min hanya memandang geram dan kesal bercampur aduk di benak Liu Min, "Memang, enak!" kembali Dara mengejek Liu Min yang hanya bisa mencebikkan bibir dengan rasa sejuta greget di jiwa.
"Sudah tahu juga! Jadi, jika aku cinta kamu bisa sesuka hati berbuat seenaknya memperlakukanku begini?" umpat Liu Min kesal.
"Hahaha, kamu ini, selalu saja. Ada apa sih? Sudah malam sebaiknya kita tidur saja. Masih banyak waktu esok hari Liu Min." Dara memejamkan matanya dan tersenyum, ia tak menyangka jika Liu Min semakin kesal.
Namun, Dara tak peduli dengan rasa kesal Liu Min ia hanya berpura-pura tidur. Sementara Liu Min masih memandang lukisan dengan seribu tanya di hatinya.
"Bagaimana mungkin ada orang yang sangat mirip? Um, ini berapa ratus tahun yang lalu. Apakah pada zaman itu, aku dan Dara adalah pasangan suami-istri?
"Tuan Luo mengatakan jika pada zaman itu ada kaisar bernama sama denganku dan permaisuri bernama Dara Sasmita … mengapa semua ini terlalu kebetulan?" batin Liu Min mulai bertanya-tanya.
Liu Min melihat ke arah Dara yang sudah tertidur, "Hadeh, nih perempuan! Parah …!" ketus Liu Min merasa dicuekin.
Liu Min memandang langit-langit kamar dengan selang infus masih berada di tangan. Pikirannya menerawang hingga ke planet-planet yang telah dijajahnya ia ingin mencari bayangan dan jawaban akan masa lalu.
Namun, semakin dia berjuang untuk mendapatkan semua jawaban itu segalanya tak terlihat ada sebuah bayangan maupun ingatan yang nyata, tentang dirinya bersama Dara. Hingga pada akhirnya dirinya pun tertidur dengan lelap.
Keesokan harinya ….
Dara lebih dulu sembuh dari Liu Min membuat Luo Kang takjub, "Padahal, Nona Dara yang mengalami luka parah, tapi dia yang pertama kali sembuh dari Tuan Liu," ujar Luo Kang.
__ADS_1
Luo Kang masih memperhatikan semua bekas luka dan berulang kali memeriksanya dengan teliti dan serius. Dara mengerutkan dahi merasa sangat heran, "Apakah itu suatu masalah besar Dokter?" tanya Dara penasaran.
"Tentu tidak! Malah sangat bagus. Andaikan semua pasienku seperti Anda, aku tidak terlalu sulit untuk mengobatinya," jawab Luo Kang.
Ia masih memandang serius ke arah Dara dengan rasa takjub dan penasaran, "Siapa sebenarnya wanita ini?" batin Luo Kang curiga.
"Bagaimana tidak! Orang cerewet memiliki imun yang lebih dari yang kalem itu sudah ketentuan Tuhan!" cetus Liu Min.
"Woi, tak ada yang meminta pendapatmu!" balas Dara kesal.
Ia merasa Liu Min selalu saja merendahkan dan menghina dirinya, berbeda dengan Kaisar Liu yang selalu bermurah hati dan penuh hal romantis.
"Hahaha, mengapa kamu marah? Jika marah itu artinya apa yang aku katakan benar adanya." Liu Min mengedipkan mata ke arah Dara yang ingin meninju wajah Liu Min.
Namun, Dara tak melakukannya karena menjaga kesopansantunan di depan Liu Kang yang sudah berbaik hati menolong mereka.
Dara mencebikkan bibirnya memandang ke arah Liu Min, aku baru tahu ada filsafat demikian. Dari mana pula kamu bisa menarik kesimpulan demikian?" tanya Dara.
"Ya, itu fakta. Walaupun mungkin tidak disadari oleh si pemilik kecerewetan, karena orang cerewet lebih memiliki energi berlebih untuk terus mengomel sepanjang hari," jawab Liu Min ketus.
Liu Min masih kesal dengan semua yang dilakukan Dara tadi malam yang terlalu cuek kepadanya. Sehingga ia merasa ingin membalaskan dendam kepadanya.
Luo Kang hanya tersenyum menanggapi semua obrolan apa pun yang diperdebatkan pasangan di depannya layaknya seperti anak-anak, "Um, biasanya ... jika terlalu membenci seseorang, segalanya selalu berakhir dengan cinta yang sangat dalam." Luo Kang mencabut selang infus dan memeriksa kembali luka Dara yang sudah sembuh dengan benar.
"Baru kali ini, aku mengobati orang yang memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa. Luka Anda cepat mengering dan pertumbuhan regenerasi sel membran kulit Anda sangat baik, Nona."
Luo Kang ingin mengambil sedikit sel dan menelitinya, namun ia merasa malu untuk meminta kepada Dara. Luo Kang merasa itu adalah hal sangat tidak etis sama sekali. Liu Min memandang Dara dengan takjub
__ADS_1
"Jangan-jangan ... kamu adalah wanita siluman rubah, yang telah membuat Kaisar Liu Min mencintaimu setengah mati.
"Dan kau hidup sudah ribuan tahun yang sedang mencari kekasihmu. Kamu menjelma menjadi wanita dari zaman ke zaman hanya mencari keabadian cintamu. Hai, kau wanita rubah!" sindir Liu Min, seakan ia sedang memerankan sebuah drama.
Puk!
Dara melemparkan kantong infus yang telah kosong ke tubuh Liu Min, "Dasar, Buaya Air!" umpat Dara kesal.
"Hahaha, ya mungkin saja siapa tahu 'kan? Bayangkan, kamu ada di lukisan yang berumur ratusan tahun. Apa aku salah jika berasumsi demikian?" ujar Liu Min membela teorinya.
"Dasar filsafat gila!" umpai Dara semakin kesal.
Dara memandang Liu Min dengan perasaan marah dan geli, "Dasar, Liu Min, bodoh! Jika kamu tahu bahwa kau pun bereinkarnasi, apakah kau juga akan menertawakan dan mengejek diriku?" batin Dara.
Luo Kang hanya tersenyum memandang keduanya, ia tak menyangka jika pasangan di depannya begitu hangat dan luar biasa ceria.
"Tuan Liu dan Nona Dara, aku ingin ke kota. Apakah ada yang ingin Anda pesan?" tanya Luo Kang.
"Aku ingin manisan yang bulat dan ditusuk bambu berwarna merah," ucap Dara.
"Hah! Hahaha, kamu hidup di zaman kapan? Mana ada pada zaman sekarang manisan seperti itu? Semuanya sudah memakai styrofoam! Kamu benar-benar siluman rubah yang licik!" ketus Liu Min menggoda Dara.
Dera cemberut, "Aku hanya melihatnya di film-film," balas Dara untuk mengurangi rasa curiga Lku Min dan Luo Kang, "padahal itu enak sekali," batin Dara mengingat apa yang pernah dimakannya dulu kala.
"Aku rasa aku akan membelikanmu Nona tapi, tidak memakai tusuk sate lagu," balas Luo Kang.
"Terima kasih, Tuan. Anda baik sekali!" puji Dara dengan tersenyum dengan manis.
__ADS_1
"Cih, jangan percaya, Tuan. Gadis ini sangat licik, Anda akan terpedaya olehnya. Ckckck," balas Liu Min.
"Liu Min! Aku akan menendang kamu!" teriak Dara menggema hingga ke seluruh Desa Nelayan.