
Faqih memberikan surat undangan kepada kiyai Hakim, Kemudian sudah di putuskan 8 perwaklian anak untuk menghadiri, beserta 2 Pendamping.
Karena Masih pukul 08.00 undangnnya jadi, Santri yang mewakili masih tetap beraktifitas seperti biasa.
Para Santri Bangun pukul 03.00 untuk sholat tahajud, di lanjut mengaji sampai subuh, setelahnya para santri setoran Muroja'ah sama ustadz ustadzah nya masing masing, Baru yang telah selesai setoran, Piket, dilanjutkan kegiatan lain seperti sarapan mandi dan lain lain.
"Wah bisa tidur bentar nih." Ucap Danu merebahkan diri
"eh ngebo aja." Ucap Faqih
Tok tok tok
"Assalamu'alaikum" Ucap seseorang dari Luar pintu
Faqih membukakan pintu " Eh Wa'alaikumussalam Gus, Masuk."
Kemudian Faqih memukul paha Danu pelan, Tapi danu hanya menggeliat,
plakk!!! (Faqih memukul keras)
"Astagfirullah, Terserah mau ngatain kebo, atau kuda nil sekalian kutu kupret ganggu tidur aaja.." Ucap Danu sambil mengucek mata
Sontak matanya membelalak ketika yang ia dapati adalah Gus Fauzi sedangkan faqih posisi duduk di kasur
"Ehh Gus Fauzi," ucap Danu cengegesan, Fauzi hanya tersenyum sambil mendudukan dirinya ke kasur sebelah
"Qih kau kenapa tak bilang hah.?" bisik Danu pada faqih
"Tadi saya sudah bilang, eh kau yang pingin tidur, mana ngomel ngomel segala lagi." Gerutu Faqih
"O iya qih, Undangannya ketempat mana.?" tanya Fauzi karena abinya hanya menyuruh untuk berangkat
Belum sempat Faqih berkata sudah dipotong oleh Danu
"Ketempat calonnya Faqih, Gus." Jawab Danu asal, Faqih sudah menyipitkan mata
"Calon?" Fauzi dengan polosnya
"Iya, kan di sekolah sana ada pujaan ha...p.p." Belum sempat Menyelesaikan, Faqih segera menutup Mulut asal Danu
"Orang kalo bicara suka ngawur." Gerutu Faqih
"Aku ra peduli."
"Apa Gadis kemarin, Calonnya Faqih?, tapi kenapa ada rasa mengganjal ya." batin Fauzi
Tak lama Toyyib segera masuk kedalam tanpa persetujuan
"Assalamu'alaikum." ucap Toyib
Semuanya terkejut, Fauzi sudah menggelengkan kepala
"Wa'alaikumussalam."
"kau membuat ku jantungan hem." Gerutu Danu
__ADS_1
"Apa kau sedang jatuh cinta." Tanya Toyib berbinar, Yang lain sudah mengernyitkan Dahi
"Maksutmu." Danu
"Bukan kah jika sedang jatuh cinta, Jantungnya berdetak tak beraturan." Jawab Toyib santai sambil mendudukkan diri di samping Fauzi
"Apa hubungannya." Faqih polos
"Hey Yib sejak kapan kau mengenal Cinta, Lha wong anak kecil cewek jika kamu deketin udah pada lari hahahhah." Ucap Fauzi, Toyib sudah menggerutu
"Hahah, Ya gitu lah jika kita merasakan Cinta, maka jantung kita akan bekerja dengan detakan semacam berlari ber kilo kilo meter." Jawab Danu dari Faqih
"Kau budak cinta play boy, aku tak percaya katamu." ejek Faqih tapi tidak dengan pikirannya
"Aku jadi ingat syifa." Batin faqih
"Hey kalo saya sudah jadi ustadz nanti, akan ku buat kisah Cinta ustadz sejati. " Danu
"Sudah lah, biarkan dia halu, Ayo berangkat." ujar Toyib
.
.
.
Di tempat lain
Seluruh siswa SMK N 1 Xx Sudah di sibukkan dengan kesiapan, semua sudah berada di posisi tugas masing masing
"Kalo hanya untuk beradu keberanian dengan kakel songong lebih baik kamu nyerah aja deh fa." Ucap Arin khawatir jika dia salah nada.
"Apa kalian meragukanku." Syifa pura pura sendu.
Belum sempat Arin menimpali, Kakak kelas sudah datang
"Fa kamu siap,?" Ucap zadid, Syifa mengangguk
"Gue harap lo berhasil." Ucap Wulan Tersenyum sinis, ia mengatakan seolah olah meremehkan,
Syifa menahan kesal, tapi dia tetap berusaha tak memperburuk moodnya, dan tersenyum manis
"Aamiin, terimakasih." syifa santai, Wulan semakin menggeram mengepalkan tangan, Syifa Yang melihatpun tersenyum sinis.
Zadid segera mengajak Syifa ke tempat khusus kemudian memberikan pengarahan untuk duduk di bagaian x dan menjelaskan bagaimana nanti acaranya.
Syifa mengangguk paham, ada sedikit khawatir jika ia harus duduk di bawah jika kondisi untuk berjalan saja masih sulit, tapi ia menepis semua kekhawatirannya.
(...)
Tak lama para undangan dari beberapa sekolah telah hadir, Salah satunya dari Santri Nurul Qur'an, Sesuai dengan tema yaitu pakaian Muslim, untuk Santri mengundang banyak mata melihatnya.
Dengan Sarung Hitam di hiasi corak putih, Koko Putih di padu dengan Jas hitam,Pecis hitam beserta Logonya, Untuk Santriwati menggunakan Gamis Biru donker dan Jilbab senada.
"MasyaAllah.." Ucap yunda berbinar binar, Reva memutar bola matanya malas, Arin biasa saja
__ADS_1
Segera mendaftar nama, Ustadz Hamdan mendaftarkan nama Fauzi Faqih Danu Toyib sedangkan di tempat yang berbeda Ustadzah Anum mendaftarkan Adinda Fika Yuli Salma,
Setelah beres Mereka segera menuju tempat tamu undangan ada batas penengah antara laki laki dan perempuan.
Hingga acara di mulai dengan pembukaan, kini Pembacaan Ayat Suci Al Qur'an, Sahabat Syifa khawatir dan ternyata Abang Ridwan juga khawatir tapi bukan suaranya tapi Kaki sang adik yang terluka.
"Acara selanjutnya yaitu pembacaan Ayat Suci Al Qur'an yang di wakili oleh Asyifa nur Fadila" ucap Arina sebagai pembawa acara
Syifa berjalan menuju tempat yang di tunjukkan oleh Zadid, Sedikit susah untuk mendudukkan posisi untuk mengaji tapi ia tak menghiraukannya.
"Bukankah itu.." Batin Fauzi terkejut bukan hanya Fauzi tapi Faqih yang kenal Setahun baru tau jika Syifa berani mengaji di acara penting
"Syifa?." Ada banyak pertanyaan di benak faqih tapi dia menyungingkan senyum, Danu yang sadar langsung mendehem
"Ehemm."
Seketika Faqih dan Fauzi merubah ekspresi datar,
"Audzubillah himinas syaiton nirrojim"
"Bismillahirohmanirohim'"
skip~
Semua orang hanyut dalam lantunan suci, tanpa sadari Ada senyum tipis di ujung bibir seseorang ada senyum bangga dari senyum Ridwan dan mulut mengaga dari sahabat Syifa.
Pembacaan selesai kini terdapat sambutan serta inti yaitu kajian kemudian penutup dari pembawa acara, Yah biasa anak muda tidak langsung pulang mereka asyik berkeliling, Sambil menunggu parkiran longgar.
.
.
.
"Fa tadi bener kan Syifa sahabat kita." Ucap Yunda
"La menurutmu?" tanya balik Syifa
"Ck! kenapa kau kejam menyembunyikan suara emas mu dengan segepok es balok dan suara terompetmu hah." tanya Yunda seolah olah mengintrogasi
"Iya suaramu bener bener emas." reva antusias
"He e ,Fa aku aja kagum lho, MasyaAllah." Sambung Rina
"Ho oh, Fa untung tadi ngga ada lalat masuk di mulut kita kita ini." Tutur Della diiringi gelak tawa.
"Aduh ngga usah lebay deh, dah aku ke KM dulu ya." Ucap Syifa, dan di angguki semuanya, Mereka melanjutkan beres beres
.
.
.
Di perjalanan Syifa sudah tidak tahan dengan lututnya yang sudah keluar darah segar, hingga jalannya tak memperhatikan depan, hingga tepat di lorong sekolah ia menabrak seseorang
__ADS_1
"Astagfirullah/awhh." Ucap Mereka bersama.