Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
50.Teror


__ADS_3

Heppy Reading pelan-pelan aja bacanya😃


biar dapet jiwanya hehe.


_____________________________________


Suasana hening ditambah tegang kini merasuk di jiwa si Faqih, ia harus jujur demi kebaikan Rizky, dan dalam hatinya mengucap beribu maaf pada si bocil yang pernah memerintahkan untuk diam.


Kita lihat apa yang sebenarnya terjadi, Faqih menunduk mengatakan dengan hati-hati.


"Sebenarnya Rizky yang memintaku melakukan ini." Ucap Faqih tercekat mengingat sifat Rizky yang amat keras kepala.


"Mm maksudnya?" Kini Syifa mendongak menghapus jejak air mata.


"Waktu ituu....


Flashback on


Seluruh santri masih dengan kesibukan masing-masing, tak lama ada sosok tubuh pria tinggi, kekar, kepala gondrong memberikan kotak pada Faqih.


" Berikan ini pada Rizky." Ucap pria itu dingin.


"I-iya." Ucap Faqih, pria itu segera pergi dari pesantren tanpa penjelasan.


"Siapa ya, cari Rizky dulu deh." Gumam Faqih tatapan menyapu setiap santri.


Tak lama langkahnya menuju tempat belakang kelas, karena para santri sedang bersih-bersih kebetulan Rizky sendirian.


"Assalamu'alaikum bocil yang rajin." Goda Faqih, menyembunyikan kotak di belakang.


"Wa'alaikumussalam, kurang kak Faqih!! Bocil yang tampan mapan terkesan pintar soleh pula kyaaa," Ucap si anak kecil narsis Na'udzubillah.


Faqih pura-pura mendengus kesal dengan tingkah si adik narsis di hadapannya ini.


"Ohya ini ada titipan." Ucap Faqih menyodorkan kotak hitam sedikit besar.


Seketika Rizky menghentikan aktifitasnya tatapannya menuju kotak, banyak pertanyaan dalam benaknya.


"Aku tidak tau, mm mungkin dari Fans mu, tapi dia bertubuh tinggi, berpakaian hitam, wah kau hebat ya." Ujar Faqih.


Glek!


Rizky saat ini sudah pucat pasif entah apa yang terjadi ia memegangi kepala dan telinganya seraya berkata.


"Tolong buang itu, tidak-tidak pergi hiks."


Teriak Rizky histeris mampu membuat Faqih mengerinyit, "Kenapa bocah itu?" sembari melihat kotak yang tengah di tangannya.


"Hey kau kenapa hem." Ucap Faqih pelan, tangannya mengelus pundak Rizky namun ditepisnya.


"Tidak-tidak pergii, bua-ang ko-tak iitu, pergi huh huh huh." Ucap Rizky bahkan nafasnya tak teratur.

__ADS_1


Faqih membuang kotak itu ke semak-semak, ia menatap bocil yang teramat narsis kini berubah menjadi putri malu, bukan-bukan dia putra kan laki-laki.


Faqih menatap miris, Rizky yang terduduk dengan menyembunyikan wajahnya di lututnya, sesekali ia senggukan. What dia nangis? bagaimana mungkin.


"Dek kamu kenapa?" Tanya Faqih melembut seraya mengelus pundak kecil itu.


"Ternyata kau kurus sekarang, apa kau kekuarangan uang jajan siomay atau sedang diet, mmm tapi kau ini kenapa hem?" Tanya Faqih berusaha melembutkan agar ia tenang.


"Kak Faqih pikir kakakku itu kurang uang lalu ngga beri jajan." Ucap Rizky menghapus jejak air matanya.


Faqih terkekeh cepat sekali dia berubah, ah tapi sudahlah saat ini Faqih sedang berusaha mengerti, barang kali ia akan mengetahui.


"Memang nyata kok wlee, bocil ini berubah jadi ikan teri, bukan lagi bandeng." Ujar Faqih bercanda.


Rizky terkekeh sendu. "Kakak pikir Rizky ini ikan gitu?" Ucapnya menunduk.


"Hahahha santai bocil kakak hanya bercanda heee." Ucap Faqih seraya mengangkat tangan berhuruf V.


Faqih mengerinyit melihat Rizky melamun, tapi dalam matanya terdapat luka atau bahkan menggambarkan sesuatu masalah yang besar, tapi apa itu?


Faqih melihat kotak itu lagi, ada dorongan kuat untuk membukanya , dengan hati-hati ia berhasil membuka penghalang.


Mata Faqih menutup satu sedangkan satunya lagi melirik tangannya membuka kotak.


1 detik


Deg!!


3 detik


"Katakan ky apa yang sudah kau sembunyikan hah?" Bentak Faqih, ia sangat emosi melihat apa yang ada di kotak itu.


Foto Ridwan Syifa serta sepasang suami istri terlumur darah, bukan darah manusia namun darah tikus sawah dengan badan yang mengenaskan, bagaimana tidak, Tikus itu terbelah menjadi delapan.


Bayangkan saja tapi jangan!, Faqih tidak habis pikir jika anak di depannya ini menyembunyikan hal sebesar ini, tidak masuk akal tapi Rizky tetaplah Rizky keras kepala namun ada jiwa sayang yang luar biasa.


"Kakak tebak, Syifa dan Kak Ridwan tidak tahu soal ini hemm." Ucap Faqih melembut. Rizky masih menunduk apa sih yang ada di otaknya.


"Kak Faqih akan beri tahu Ridwan." Ucap Faqih berlalu tetapi terurung karena tangan Rizky mencegahnya.


Jujur Faqih saat ini merasakan miris bagaimana bisa Rizky menyembunyikan masalah sebesar ini ia sangat ingin memukul bocah itu jika tidak kasihan.


"Katakan yang sebenarnya." Ucap Faqih datar tapi tersirat makna.


Glek


Rizky menarik Faqih untuk duduk, tidak ada cengengesan dalam jiwa Rizky, beberapa kali Rizky menyeka air matanya sendiri. Faqih masih diam, jujur ia marah entah kenapa.


"Kak Faqih janji apapun yang terjadi jangan memberitahu Kak Syifa dan Bang Ridwan." Ucap Rizky bergetar, bisa dibayangkan jika saat ini dia lemah.


"Gila, masalah seperti ini jangan pernah kau sembunyikan dek, ini menaruh nyawamu lhoh." Ucap Faqih emosi.

__ADS_1


"Kumohon, Rizky sayang sama kak Syifa, setidaknya keluarga Rizky tidak akan terkena masalah dengan ini semua hiks." Ucap anak kecil itu.


Wah Rizky belum tau Ayahnya ini mafia ya? ck memang Ridwan menyembunyikan identitas dari Ayahnya, hanya Rizky yang belum tahu semuanya.


Tapi justru Rizky sendiri yang terancam, ia mengira keluarganya lemah dan dia mempunyai pemikiran untuk menyelamatkan keluarganya tapi apalah daya, perlu diketahui jika Rizky duplikat dari Ayah Bundanya kejam dan penyayang itulah nyatanya.


Kembali ke cerita..


"Jadi kau sudah lama di teror seperti ini." Ucap Faqih to the point.


"Sejak saat pertama melihat kecoak di kotak sampai saat ini, tapi aku sudah mencari tahu lewat sesorang ia sudah di penjara." Ujar Rizky datar berubah sendu.


"Tapi saat ini kotak itu kembali lagi huaa." Ucapnya menangis.


Faqih bagaimana mungkin Seorang Rizky memerintahkan seseorang?, terjawab saat hari santri waktu itu pas mendengar Ridwan mengirim uang 4 kali lipat, dan inilah alasannya. Faqih juga baru tahu waktu itu.


Teror yang berawal kecoak, tak jarang Foto keluarga yang hangus terbakar, mirisnya lagi sebuah kelinci tanpa kepala dan kaki dan lainnya, Faqih tergeleng-geleng mendengar ucapan itu.


"Kita beritahu Kakakmu ya." Ujar Faqih mumet.


"Berjanjilah padaku kak, jangan memberitahu mereka hiks." Ucap Rizky penuh permohonan.


"Huh ..Baiklah tapi dengan syarat Rizky jangan memikirkan itu semua, tidak usah membuka kotak-kotak lagi dan kakak tidak selamanya bisa berjanji dek." Ucap Faqih.


Sekecil apapun kebohongan pasti akan terbongkar juga nantinya, seperti kata sepandai-pandainya menutupi bangkai pasti baunya akan tercium juga.


Serapih apapun bangkai tertutupi, pasti baunya menyebar kemana-mana. Begitupun kebohongan walaupun demi kebaikan tetapi yang di awali dengan bohong tetaplah bohong.


Kebenaran akan muncul ke permukaan dengan jalan yang sama sekali tak terduga, sama dengan Rizky ia bahkan harus sakit-sakitan nafsu makan hilang bahkan tubuhnya terlihat kurus. Alhasil Ia sakit dan terbongkar sudah semua.


Flashback Off


Duarr!!


Bagai tersambar petir, Syifa menangis senggukan inilah kenyataannya.


Ridwan saat ini juga kecewa dengan sikap adiknya.


(..)


Tanpa mereka sadari ada sepasang telinga yang mendengarkan obrolan mereka..


-


-


-


Wah part rahasia Rizky terbongkar yaa


Bagaimana perasaan kalian lega atau greget..

__ADS_1


Jangan bilang ngga masuk akal,, cuma segitu nyandaknya pikiran author tapi tenang,, semua tidak terlepas dari hikmahnya kok 😄😄So, ambil hikmah itu dan hikmah juga buat diri saya sendiri.


Terimakasih yang sudah setia,, ngikuti alur dulu ya..kira kira siapa yang menguping ishh.


__ADS_2