Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
Bab 9 Bayangan


__ADS_3

Glek!!


Zadid Firman Wulan menelan ludahnya, Antara takut dan gemetar akan tatapan horor Ridwan, Disisi lain mereka tak menegetahui jika Syifa Adik dari Ridwan, jika saja tau mana berani ia berurusan dengannya


Ridwan segera menarik tangannya, Syifa hanya menurut mengikuti langkah lebar Kakaknya walaupun ada rasa nyeri dibagian lututnya cara berjalanpun terlihat aneh, Ridwan yang menyadaripun langsung melihat intes sang Adik betapa terkejutnya mengetahui bahwa lututnya berdarah


Ia melihat Syifa dengan datar, "Bisa dijelaskan?"


"Emm itu tadi jatuh dari motor, bang." Syifa gugup


"Kita kerumah sakit sekarang." Ridwan tegas


Bukan syifa jika tak bisa meluluhkan sang kakaknya, Ia pura pura merajuk dengan kesalnya "Gini aja di suruh Ke Rumah Sakit, Lalu gunanya UKS untuk apa." Ketus Syifa


Ridwan dengan cepat menggendong Adiknya yang mulai kesal, Walaupun ia tau jika Syifa hanya pura pura tapi terkadang sifatnya bisa jadi nyata.


"Eh eh bang ngapain malu bang maluu." Ucap Syifa yang tak di gubris Ridwan


Beberapa pasang mata mengarah mereka, Ada rasa iri ada rasa jengkel, dan ada rasa suka juga, Rahasia hubungan mereka memang aman yang tau hanya Guru dan Sahabat Terdekatnya.


"Cih dasar gadis tak tau diri, Bisa bisanya dia mendapat Ridwan." ucap satu Wanita yang menor


"Widihh Ridwan embat juga cewek incaran gue," ucap sedih pria


Dan banyak lagi umpatan umpatan lain yang dapat dengan jelas Ridwan dengar tapi kini ia harus menahan emosi demi adiknya yang sedang terluka.


Sesampainya di UKS Ridwan segera mengambil kotak P3K, dengan telaten membersihkan darah yang sedari tadi terus keluar hingga akhirnya selesai juga memasang Perban, Tak lama Arina datang


"Fa kamu tadi jatuh ya kata Della, Mana yang sakit." Tanya Rina Khawatir


"Udah ini di obati bang Ridwan bentar juga pulih." Tutur Syifa


Rina yang baru sadar ada Ridwan di sana seketika melihat ke Arahnya pas dugaannya ia akan bertemu dengan muka datar sang empunya


"Wah bener bener, ngga ada bedanya dengan es balok, atau mak nya dulu ngidam Flezeer kali ya. Gak tahan gue." Batin Rina bergidik merinding jika berhadapan dengan kakaknya Syifa


"Emm hheheh.. Yaudah Fa aku cabut ya mau pulang." Rina salting


"O iya nanti kalo ada kerusakan motornya kamu bilang ya." Titah Syifa dan di angguki Rina


Rina segera berlalu dari tempat horor tersebut, Syifa segera menyarankan berbagai arahan kepada sang Abangnya


"Bang bisa ngga sih jadi orang itu yang ramah, senyum, datar aja tu mukak kayak jalan tol, temen Syifa pada lari semua kalo liat Abang." Celoteh Syifa yang tak di gubris Ridwan


Tanpa membalas Celoteh adiknya ia segera menggendong Syifa menuju mobil, Dengan kecepatan sedang ia memasuki area jalan raya hingga masuk gang yang berjalan aspal tapi tidak seramai jalan yang tadi.

__ADS_1


.


.


.


Malam hari Ponpes


Para santri yang telah bersiap menyetorkan hafalan sehabis sholat maghrib, sambil menunggu giliran, ada yang melancarkan hafalan, mendalami bacaan, dan ada juga yang dengan santainya mengantuk ngantuk ada ada saja.


Hingga Adzan isya, dan sholat di laksanakan,


Setelahnya santri makan malam jangan lupa tradisinya Santri harus mengantri inilah kesan tersendiri bagi santri menghargai aturan untuk taat siapa cepat dia dapat, walaupun yang barisan akhir juga dapat nantinya.


Setelah selesai Santri sudah membawa buku pelajaran masing masing ada mengerjakan PR ada juga yang menambah hafalan , mengaji, sampai batas waktu jam 10 malam.


Faqih yang sedari tadi melihat arah Fauzi yang tak pernah konsen saat diajak bicara Toyib langsung menghampiri, setelah toyib pergi


"Assalamu'alikum Gus." faqih


"Wa'alaikumussalam kang." Jawab Fauzi


"Gus, Maaf apakah masih tak enak badan, kenapa saya pikir Gus banyak pikiran." tanyanya


"emh tidak kok, saya tak apa hanya kecapekan mungkin." Elak Fauzi


Fauzi mengernyitkan dahi "Malam malam begini." heran


Faqih menggaruk kepala yang tak gatal "hehehhe tidak ada puskesmas buka juga sih ."


"tidak perlu, Lagian ini sudah pukul 10 istirahatlah." kemudian di angguki Faqih


(...)


Fauzi segera menuju kamarnya, Untuk saat ini memang Ia tempatnya berbeda dengan Santri lainnya karna waktu belajar hanya beberapa bulan,


Ia mencoba memejamkan mata, berguling kiri kanan, menutup dengan bantal , mengusap wajah dengan kasarnya


"Astaghfirullah." Kenapa Gadis itu selalu muncul di sini (menuju kepala)


pov fauzi on


"Apa ia baik baik saja?, Bagaimana dengan kakinya yang tergores aspal, bodoh sekali diriku yang hanya melihatnya, bagaimana keadaannya, Tapi ia sangat manis bahkan saat Gadis lain melihatku hingga menjerit histeris ia hanya diam bahkan itu ku anggap menjaga kehormatannya, Ia manis walaupun tidak senyum Celoteh nya yang memarahi diri sendiri (mengingat Si Gadis menepuk jidatnya) ." Batinku


"Astaghfirullah." ucap Fauzi tersadar

__ADS_1


"Hei Gadis siapa kau, kenapa kau masuk kedalam pikiranku, Astaghfirullah, kau benar benar membuatku tidak waras, bahkan hari ini aku mengaku sedang tidak sehat di dunia nyata, apa aku harus menemuimu," Batin Fauzi meratapi nasib


Aku melihat arah dinding serasa Jam sedang mengejekku sudah 2 jam pikiran itu ada, bahkan sudah dari siang


Aku mencoba memejamkan mataku, berusaha masuk kedalam mimpiku, Alhasil zonk Bayangan itu datang tak terundang, dari Ringisan Sang Gadis


("Awwh" Berjalan berjinjit dan memungut seluruh belanjanya dan pergi begitu saja )


Antara rasa bersalah atau perasaan lain yang tengah membuatku seperti ini, Aku harus banyak istighfar.


Fauzi pov off


.


.


.


Di tempat lain kamar Syifa


"Ehh udah Pagi ternyata", Sambil menutup data data yang belum sempat ia kerjakan sebagai tugas panitia, Waktu menunjukkan 00.43 dalam layar laptopnya


" tapi kenapa belum ngantuk." tanyanya pada diri sendiri memang aneh coba


"Udah deh tidur dulu, nanti juga merem."


(kalo author boleh ngejawab nih Fa yang namanya tidur juga merem😌)


*Satu detik


Lima menit


Sepuluh menit*


Syifa masih berguling guling kesana kemari, terlintas otaknya kejadian hampir menabrak seseorang


"Kenapa tadi gue jatuh, trus kalo bener ada seseorang lalu kenapa tadi ngga nolong gue, tapi kenapa gue bener bener ngga lihat apa jangan jangan...hiiiii." gerutunya bergidik merinding


"Kenapa juga susah tidurr, baru kali ini setelah kejadian lalu, Hey Fa tidurlah kau jangan begadang itu tak baik fa." Ucapnya sambil memejamkan mata berulang kali ia membaca doa tidurnya setelah sedikit tenang walaupun belum merasa mengantuk


sett


otaknya memutar ingatan beberapa jam lalu dimana terdapat bayangan seseorang berkoko maroon berpeci hitam sarung hitam entahlah dari mana bayangan itu datang


.

__ADS_1


Heppy reading gaes😄


__ADS_2