Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
39.Penguntit 1


__ADS_3

Oke lanjut! Masih setia baca ngga nih😂


.


.


Masih dengan Rizky yang membeli siomay, Rizky termasuk masa pertumbuhan tapi bukan tumbuhan, yah dia manusia perlu kalian tau.


Si Penjual sudah selesai menuangkan Siomay dan saudaranya ke dalam plastik dan menanyakan kepada si pembeli.


"Mau rasa apa adek?" Tanya Penjual yang siap menuang sambal kacang terurung karena celoteh Rizky.


"Kak Faqih, Kak Faqih, Rizky ngga pakai mayones." Ucapnya terbalas rinyitan kening.


"Di sini ngga ada mayones dek, adanya saos, kecap, sambal kacang." Ucap Penjual, maklum penjual keliling dengan motor yang sudah lengkap alat berjualan asalkan hasilnya halal.


"Kak Faqih, sambal juga dikacangin ternyata xixixixi." Ujar polos Rizky.


"Bukan Ky ini memang sambal kacang." Jawab Faqih dibalas anggukan Rizky.


"Yang ini oli ya kak?" Tanya Rizky lagi, aish memang benar-benar dia manusia jaman kapan batin Si Penjual.


"Ini namanya kecap." Jawab Faqih lagi lagi Rizky bertanya hal konyol.


"Kecap itu cucunya siapa?" Tanyanya.


"Cucunya malika kedelai hitam pilihan." Celetuk Si Penjual lagi-lagi Rizky mengangguk.


"Jadi Cucunya Malika Kakeknya Kedelai ya." Ucap Rizky lagi dengan lugunya.


"Memangnya Rizky ngga pernah lihat iklan ya." Tanya Faqih, nampak Rizky menaikkan alis setengah.


"Pernah tapi lupa, sudah lama ngga nonton tivi." Ucapnya enteng, lain dengan penjual itu kalau lupa jalan pulang bagaimana coba batinnya.


Maklum kakak Syifa tidak mengizinkan Rizky jajan aneh dan parahnya lagi semua makanan Syifa yang mengatur jadi Rizky tidak tahu menahu, salah Syifa? tentu saja bukan hanya saja terlalu berlebihan.


"Rizky mau selai jeruk saja." Ucap Rizky seketika Si Penjual dan Faqih saling pandang.


"Mm heheh mana ada dek Siomay pakai selai jeruk." Tanya Faqih cekikikan.


"Lah itu apa?" Ucapnya menunjuk saus, Si Penjual hanya menggaruk tengkuk.


"Itu saus ." Jawab Jawab Faqih.


"Ooo..Jadi semacam jus tiga bahan menjadi satu." Ucap Rizky memperhatikan gambar bawang, cabai dan tomat. Faqih mengangguk


"Mmm kenapa saus dibuat dari tomat, dan ini ini (menunjuk gambar cabai)? Celoteh anak kecil.


Sulit rasanya menjelaskan kepada anak kecil di hadapannya ini, padahal sosok Rizky yang bersama Fauzi tidak se cerewet ini sikapnya.


Si Penjual hanya tersenyum-senyum,


" Jadi mau manis atau pedas?" Tanyanya meleraikan.


Nampak Rizky tengah berpikir dan tangannya mengetuk dagu berkali-kali.

__ADS_1


"Rizky sudah terlalu manis kak, jadi yang pedas saja." Ujarnya mantab.


"Yakin kamu, yang manis saja nanti kalau kepedasan satu benua kamu habiskan lagi." Ucap Faqih tersenyum-senyum, Rizky mengangkat alis.


"Ini Pak Uangnya." Ucap Faqih.


"Kan tadi Rizky yang mau bayar." Rajuk anak kecil itu.


"Uang Rizky di tabung saja ya." Ucap Faqih tetapi Rizky masih merajuk.


"Hmm Rizky ngga ingat perjuangan meminta uang itu, butuh kerja ekstra lhohh." Ucap Faqih menaik turunkan alis.


"Itu bukan hal sulit kakak." Ucap Rizky masih mengerucutkan bibir.


"Bagaimana jika kita beli,, celengan iya? nanti uangnya dimasukin kan bisa banyak." Rayu Faqih nampak Rizky berpikir apakah berhasil rayuannya.


"Iya deh..Rizky beli celengan gajah nanti kalau sudah penuh bisa beli anak gajah buat temen gajahnya Rizky." Ucapnya membayangkan Gajah yang dulu dia beli.


Lupakan dengan Siomay dan Gajah, kini Rizky dan Faqih sudah berjalan menuju Ponpes tiba-tiba ada santri yang lari terengah-engah.


"Rizky ada titipan buatmu." Ucap satu santri kecil.


"Wah wah mungkin ini dari fansku kak." Ucapnya so cool.


"Anak kecil ngga boleh ya, mikir macam-macam." Ucap Faqih mengingatkan.


"Ngga ada macam-macam kak adanya satu macam saja." Ucap Rizky terkikik.


Faqih dan Rizky sudah berpisah ke kamar masing-masing.


Huaa!!


Pekik Rizky kaget bukan main, melihat isinya tiga kecoak yang satu masih hidup yang dua susah tewas dengan kaki terputus.


"Coro (kecoak)." pekiknya


.


.


.


Syifa dan Ridwan memasuki gang cukup sempit dan sepi mengingat arah cepat yang menuju kos.


"Bang mobil itu kelihatannya mengejar kita ya." Ucap Syifa.


"Iya dek tenang dulu ya." Ujar Ridwan.


Jalanan menikung dan tanjakan sedikit Ridwan mengurangi kecepatan..


Dorr!!


Cuarr!!.Kaca mobil pecah, beruntung tidak mengenai Syifa maupun Ridwan.


Ridwan geram rahangnya mengeras, ia mengambil sebuah pistol dari balik jaketnya sembari menyetir disela sela kesempatan ia membuka kaca,

__ADS_1


Dor!


Dor!


Kelihatan mobil belakang belum menyerah, mungkin kejadian ini sudah direncanakan, dan Syifa? ia saat ini terlihat tenang bahkan tidak ada ketakutan dalam dirinya.


Ridwan berusaha menembakan lagi baru tiga tembakan peluru, dari penguntit berhasil menggores jari Ridwan beruntung ia segera menghindar.


"Sial mereka cukup cerdik." Umpat Ridwan.


Syifa menatap lekat abangnya saat ini sudah berdarah walaupun hanya sedikit, tetapi aura Syifa saat ini berbanding balik dari ke adaannya sebagai gadis polos.


Amarahnya memuncak, seluruh tubuhnya menginginkan sesuatu hidangan seperti darah segar atau bahkan jiwa devil sangat terpancar di matanya.


Dor!


Dor!


Dor!


Dilihat mobil penguntit oleng dan masuk jurang, Ridwan mengerinyitkan dahi suara tembakan itu bukan berasal darinya, ia menoleh dan betapa terkejutnya.


Yang dilihat hanya tercengir kuda,


"Apa kau adikku." Tanya Ridwan dengan bodohnya. Seketika Syifa menjadi datar.


"Apa yang kau lakukan hah?" Teriak Syifa yang melihat Abangnya heran, selain itu ada mobil yang mengejar lagi.


Ridwan melongo udah seperti sapi kepo kemudian ia menggeleng.


"Is this true? My sister is back?" Teriak Ridwan.


"...." Syifa datar tatapannya tajam melihat sepion belakang, mungkin ini yang dinamakan sembuh dari masa kelam?


Ridwan sudah bisa menebak dan ini bukan mimpi, adiknya dulu sudah kembali, dan kini tinggal mencari sosok orang yang membuatnya berhasil mengusir ketakutan kelam Adiknya.


Tidak disangka sudah ada mobil di depannya, yang siap menembakkan peluru dan beberapa laki laki berotot sudah berdiri tegap di belakang pria itu.


Dor!!


Ciiittt!


Akkhh!!


-


-


Rileks ya😅bernapas dulu dengan tenang


Sudah tau sifat Syifa kan😀😌


Typo masih bertebaran harap di maklumi krisannya monggo


Btw rencana mau cepet tamat ini😅😅tapi kendalanya banyak tugas jadi ngga bisa up tiap hari nih..harap bersabar menunggu kisah akhirnya yaa..

__ADS_1


sekian daaa🙋🙋


__ADS_2