Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
Il. Ustadz Baru.


__ADS_3

...لو أن الحب كلمات تكتب ,, لانتهت أقلامي ,, لكن الحب ,أرواح توهب...


...Laukaanal hubbu kalimat tuktabu lantahat aqlamie… walakinal hubbu riehun tahub....


...(Kalaulah cinta itu kata yang harus ditulis, niscaya penaku sudah habis. Tapi untunglah cinta itu adalah udara yang terus berhembus.)...


..._...


...(Syair bahasa arab)...


...BCKS 2,LYN...


...____...


(...)


Pagi Hari Pesantren, Fauzi setelah melaksanakan sunnah sholat dhuha kini hendak mencari umi nya untuk meminta daftar belanja. Di ruang tamu sudah ada teman abi mungkin, atau muridnya yang tengah sowan ke ndalem Fauzi hanya tersenyum karena Umminya sudah dulu keluar memberikan daftar belanja.


"Nggak nyuruh santri atau bu kantin aja Zil." Ucap Ummi Fatimah.


"Enggak Ummi, Syifa yang pengen belanja sekalian mau membeli keperluan katanya." Jawab Fauzi.


"Lhoh kamu nggak nemenin dia?" Tanya Ummi heran, biasanya anaknya ini gak mau lepas menantunya, karena bucinnya sudah sejak kecil.


"Syifa yang nggak mau Ummi, dia pengen sendiri. Kalo Zil maksa yang ada di marahin." Jawab Fauzi beralih membaca satu per satu daftar belanjaannya.


"Suami takut istri." Gumam Fatimah membuat Fauzi tertawa sedikit.


"Memang wanita selalu benar kan Ummi? lelakilah tempatnya kesalahan." Sudah Zi gak usah ngadu juga, ingatt ibumu juga wanita. Fatimah hanya menggelengkan kepala


"Bukannya wanita yang selalu benar ataupun lelaki yang selalu salah zil, hanya saja memang lelaki yang hanya pura-pura nggak peka sampai akhirnya wanita jengkel dan menyalahkan lelaki." Tutur Fatimah bijak.


"Enggih umi enggih." Putus Fauzi dari pada berdebat tidak tahu tempat lebih baik 'iya ummi iya'.


"Yasudah, aku ke Syifa dulu Ummi. Assalamu'alaikum." Ucap Fauzi mencium tangan Fatimah.


"Wa'alaikumussalam. Nanti ke sini lagi abi mau bicara tentang Ustadz baru.." Imbuh Fatimah di balas anggukan oleh Fauzi.


()()()():)


"Yakin nggak di temenin?" Tanya ke 10 kali dari mulut Fauzi.


"Syifa bisa sendiri." Ucap Syifa merapikan jilbab.


Fauzi menghela nafas panjang. "Bukannya kamu mau bicara ke abi tentang Ustadz baru yang lulus pendaftaran untuk di uji ulang ya?" Tanya Syifa, kalau sudah begini Fauzi tidak bisa beralasan lagi.

__ADS_1


Syifa menahan tawa melihat ekspresi Fauzi yang pasrah, sedangkan dirinya melarang Fauzi ikut ke pasar, jaga-jaga supaya tidak dilarang membeli ini dan itu. Seperti waktu itu.


"Baiklah, jangan lama-lama."


"Ya kalau sudah selesai aku pulang, Kang." Ucap Syifa hendak mencium tangan Fauzi.


"Mau nitip apa?" Tanya Syifa tangannya kembali ia turunkan.


"Nitip hati buat hati-hati di jalan."


"Apaan sih." Ketus Syifa. Sedangkan Fauzi malah ngakak. Astaghfirullah Kang Santri!!


Fauzi menyodorkan tangannya di hadapan wajah Syifa, dengan muka di tekuk Syifa mencium tangan Fauzi. Kedua insan halal keluar dari kamar bertuliskan 'Gus' dan juga sekarang Fauzi mengantar Syifa sampai parkiran.


Setelah memastikan Syifa berangkat, Fauzi melangkah ke ruangan Abi.


()()()()():)


Kehadiran Ustadz atau pengajar baru di pondok Nurul Qur'an bernama Ustadz Haris dengan bawaan kalem dan murah senyum dan InsyaAllah masih single. Saat ini ia berada di depan pesantren.


Pria bersarung dan berpeci itu melangkah masuk, setelah melihat tulisan 'Nurul Qur'an.'


Memperhatikan kanan dan kiri hanya ada beberapa santri yang berlalu lalang, dan tatapannya berhenti kepada sosok wanita bersarung hitam baju kuning dan jilbab segi empat senada, sepertinya habis membeli keperluan pondok.


"Assalamu'alaikum." Sapanya kepada sosok wanita yang baru saja berjalan di hadapannya membawa kresek barang belanjaan.


"Benar ini pesantren Nurul 'Quran. Punya Mbah Yai Hakim?" Tanyanya.


Syifa menghela nafas, dia itu tidak bisa membaca atau gimana sih jelas-jelas di atas gapura tadi ada tulisan besar bertema Pesantren Nurul 'Qur'an.


Syifa mengangguk, "Iya, ada perlu apa ya?" Tanya Syifa mendongak, seketika tatapan mereka bertemu. Dengan cepat Syifa menunduk lagi.


"Subhanallah.." Batin Haris terpaku sekilas kemudian Istighfar.


"Syifaaa!!!."


DEG. Kedua insan tadi menoleh sumber suara, ada aura tajam yang membuat Haris menelan ludah kasar sedangkan senyum manis Syifa terpajang di wajah ayu nya.


Pria yang tak lain Fauzi kini sudah berada di samping Syifa, menatap tajam Haris yang baru saja gelagapan, salah apa Ya Allah?


"Kamu Ustadz yang mendaftar di sini?" Tanya Fauzi. Belum sempat memakai peci dan sarung. Jadi hanya mengenakan koko dan juga celana hitam panjang.


"I-iya Gus." Jawab Haris, dia tahu betul siapa yang di hadapannya ini yang tak lain putra kiyai.


"Kenalin ini istri saya, Syifa." Ucap Fauzi lagi datar, biarpun tidak ada yang nanya, jangan sampai ada yang mencintai istrinya. Fauzi cemburu nanti.

__ADS_1


MasyaAllah ternyata istrinya Gus toh.


"I-iya Gus." Jawab Haris lagi. Ibarat baru terbang kini di jatuhkan lagi. Astaghfirullah sabar Ris, dia istri orang


"Kamu! kesini." Ucap Fauzi ke pada salah satu santri.


"Saya Gus?" Tanya Si Santri menunjuk dirinya sendiri, Fauzi memgangguk.


"Anter Ustadz Haris ke tempat Abi Ya." Titah Fauzi membuat santri itu mengangguk kemudian mengajak Calon Ustadz baru mengikutinya.


Syifa sedikit tersenyum geli dengan tingkah Fauzi yang berlebihan. Namun ia belum sadar jika Fauzi saat ini tengah menatapnya.


"Ngapain senyum-senyum?" Tanya Fauzi menyelidik.


"Ehh..Senyum kan ibadah." Albi Syifa yang hatinya senang kala Fauzi cemburu terhadapnya.


Hening, diam Fauzi beralih mengambil kresek hitam yang di bawa Syifa. Keduanya berjalan beriringan sampai berpapasan dengan beberapa santriwati. Syifa membalas tundukkan mereka dengan senyum.


Aneh, saat berpapasan dengan santriwan Syifa tetap tersenyum. Fauzi berdehem membuat langkah Syifa ikut terhenti.


"Jangan tersenyum di hadapan kaum adam muda manapun kecuali saya." Ucap Fauzi membuat kening Syifa mengerut heran.


"Kenapa?" Tanyanya.


"Apa kamu ingat? Bagaimana aku jatuh cinta padamu?" Ucap Fauzi datar, Syifa tersenyum-senyum seraya menunduk.


*


z


z


Ampunn Zilll, jombloku meronta.Untung udah pernah ada yang ngajakin ta'aruf😝😝 ahahaha candaa deng


z


z


Like dan Votenya dong, komeen yuk sapa tau bisa Up tiap hari kalo ada penyemant😍 lope you


all


IG: Sfrarska018.


Syukron udah baca dan nunggu.

__ADS_1


Jazakallah kheer


__ADS_2