
Aku merindu ku yakin kau tahu
Tanpa batas waktu uuuu
Ku terpaku aku meminta walau tanpa kata
Cinta berupaya aaa
Syifa melihat serial film Andin dan Al dengan tampang serius, Ridwan menghela nafas berat, adiknya ini gila sinetron rupanya padahal dulu tidak tertarik dengan yang namanya Film.
"Engkau jauh di mata
Tapi dekat di doa
Aku merinduukaan muu.." Syifa bernyanyi mengikuti nyanyian yang terdengar di layar TV nya.
"Cih korban sinetron." Cetus Ridwan membuat Syifa melirik sekilas Ridwan.
"Biarin."
"Kalo rindu tuh doa kirim salam bukannya malah nyanyi gak jelas." Ucap Ridwan dengan ketusnya, dia sama sekali tidak tertarik dengan Film romance atau nangis apalagi drama. Kumenangiss...
"Iya bang iya." Ucap Syifa mengiyakan dari pada beribut.
"Gimana tadi meetingnya?"
"Alhamdulillah dapet proyek menguntungkan." Ucap Syifa santai.
"Hati-hati kalau ada gerak-gerik mencurigakan orang berbisnis jaman sekarang bisa melakukan berbagai cara." Ujar Ridwan.
"Hemm."
"Jangan ham hem hum bae, di bilangin juga." Ucap Ridwan entah sekarang Ridwan sedikit emosian orangnya Syifa melirik sekilas Ridwan dengan kening berkerut.
"Iya Abang Syifa bukan anak kecil..." Elak Syifa terpotong karena Ridwan.
"Iya kau bukan anak kecil jadi jangan panggil aku anak kecil , kau pikir kau ini Siva pemain sepeda terbang dan menghajar setiap preman melindungi kota vedas." Ucap Ridwan mencibir hal itu membuat Syifa hanya tercengir kuda.
Hening
"Emm Bang kenapa akhir-akhir ini sikapmu sedikit ketus apa Syifa bikin kesalahan." Ucap Syifa dengan mata teduhnya.
Ridwan yang di tatap itu hanya menyandarkan tubuhnya di penyandar sofa dan memejamkan mata. Ia juga menyadari kasih sayangnya kepada sang adik terlihat kurang.
"Ikh Abang, Syifa nanya ini." Ucap Syifa merajuk.
"Itu si Rian bucin sama seseorang tugas kantor di tinggalkan ke abang." Ucap Ridwan masih memejamkan matanya.
Syifa mengerti sekarang , Ridwan lelah dia bolak-balik ke luar kota untuk sebuah urusan jika biasanya para bos lain memilih berlibur menginap di hotel tetapi tidak untuk Ridwan.
Dia tidak tega meninggalkan Syifa sendirian, walaupun Syifa bilang tidak apa tetapi Ridwan tetap ingin menjaga adiknya, sekalipun Syifa mau ikut itu pun di cegah olehnya hanya takut adiknya dalam bahaya. its oke posiseve my abang ucapan Syifa ketika dicegah Ridwan.
__ADS_1
"Yasudah mending Abang ngikut caraku bagaimana?" Tanya Syifa ingin memberi saran, Ridwan mendengarkan dengan tampang serius.
"Abang cari in Syifa kakak ipar, kan nanti kalau ke luar kota atau luar negeri bahkan ke luar pelanet sekalipun Syifa punya teman." Ucap Syifa dengan entengnya.
Tentu saja Ridwan menatapnya dengan tatapan...
Squidwerd..
"Hahaha tuh muka bisa ngga sih sesekali di servis jadi muka tayo datar tapi ceria." Ejek Syifa membuat Ridwan gemas lalu mencubit hidung Syifa.
"Lepasin ikh." Rajuk Syifa tapi Ridwan hanya terkekeh ia mengacak rambut adiknya dengan sayang.
Yah Syifa kalau di rumah emang ngga berhijab ya.. Proses.
Ridwan menarik bahu Syifa al hasil jatuhlah tubuh Syifa ke pangkuan Ridwan, ia mencari posisi ternyaman di sana. Ridwan mengelus kepala Syifa sesekali menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga Syifa.
"Untung Rizky ngga ada." Ucap Ridwan dengan santainya.
"Abang ih, besok kelihatannya dia pulang sudah berapa minggu dia ngga pulang." Ucap Syifa menerawang sedang apa si bocil apa dia sudah tidak membuat ulah?
"Hm."
"Ham hem." Syifa kesal.
"Yasudah tidur sinetron mu sudah selesai, nanti ndak kesiangan, lailatul sa'idah adek." Ucap Ridwan, sedangkan Syifa mengangguk menuju kamarnya.
"Na'am." Jawabnya, dia tidak terlalu tahu bahasa arab dulu sih masa madrasah pernah namun semakin kesini hafalannya sedikit pudar.
____________________
Syifa membuka matanya, tatapannya mengarah ke arah jarum jam yang saat ini menunjukkan pukul satu malam tetapi Syifa sudah terbangun dari tidurnya.
"Ya Allah masih jam segini." Gumam Syifa kembali memejamkan mata.
Beberapa menit posisi yang berubah-ubah ia tidak berhasil memejamkan mata, ia sendiri bingung biasanya dia bangun jam tiga pagi tapi ini?
Syifa menatap langit-langit berharap matanya terpejam namun nihil..
Deg. Deg. Deg.
Jantung Syifa berdetak merdu saat ini, ia merasakan denyutan yang dirasa indah tetapi ada satu hal kenapa ia berdebar?? entahlah perasaan yang menggebu menghiasi malam itu.
Ini bukan yang pertama, dua tahun ini dia merasakan desiran aneh dalam dadanya satu kata dan satu tatapan.
Fauzi
Langkah Syifa menuju laci nakas buku sampul merah itu masih tersimpan di sana, ia memegangi debaran itu air matanya menetes begitu saja.
Tes
Dua tahun terakhir perasaan itu datang walaupun tidak kerap namun hal itu membuat jantungnya serasa resah.
__ADS_1
"Hasbi rabbi jalallah mafi qolbi ghairullah."
Rindu itu hadir.
Penawarnya hanya bertemu namun apa lah daya Syifa yang menunggu berteman rindu tanpa hadirnya temu, sang alam menguji perasaan hambanya.
Syifa selalu menepis perasaan itu dengan sebuah ucapan.
"Tidak ada rindu untuk makhluknya, Allah rindu ini hanya hamba sampaikan untuk engkau."
Kadang sesekali dia merindukan Fauzi lagi-lagi ia menepisnya walaupun beberapa saat ia mengakui jika dia merindukannya. Namun Syifa bukanlah orang yang mengakui perasaannya, ia selalu menepisnya.
Rindu itu kerap menyapa, Syifa memendam perasaan itu tanpa mengakui bahwa dirinya itu tengah Rindu, ia tidak menyangka jika ia benar-benar rindu.
Allah menciptakan jarak untuk mengenal rindu, penawarnya hanya bertemu namun apakah Syifa akan bertemu? yang ada hanya bayangan semu, bayangan itu kerap menyapa dengan senyuman. Hadir setiap mimpi.
Tidak menceritakan, memilih menyembunyikan sekalipun kepada sahabatnya ia malu merindu kepada yang bukan haknya, toh siapanya dia?
Kini Syifa duduk di atas sajadah mengadu setiap resah, ia benar dilanda rindu, jarak itu bukan penyakit tapi kenapa rasanya sakit?
Demi apa ia rindu.
"Ya Allah jika dia jodohku dekatkanlah, jaga dia untuk hamba kelak, namun..Jika dia bukan ditakdirkan untukku maka jangan biarkan perasaan ini bersarang di jiwa dan hati ku..Aamiin"
_____________________
Sungkem dulu ah sama kaliaannn😁😁
Aku telat up😂😂
bukannya sengaja yaaa😫😫😫
Mendadak kuota ludess huaaa aku kan ngga punya jatah sangu bulanan karena daring, up aja pake wifi temen hehe 😅😅
Okee aku up jarang ya😅maaf belum bisa feedback karya author kece yang singgah di lapakku..dan buat readerrss ter lopeee😘😘
aku mau fokus ulangan semesteran dulu yaa
doakan biar ngga remidi..cepet lulus,, habis itu cepet Nikah hahahah.
plakkk
emak: huss ktp aja belum jadi mau nikah?
me: ndak kuat aku mak😂kaburrrrr
just kidd
salam dariku
Si Pemalas sejuta impian
__ADS_1