Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
86.Terbalaskan


__ADS_3

Fauzi mendudukan Syifa menyamping di depan sedangkan lengan Fauzi mengapit tubuh Syifa, hembusan nafas Fauzi terasa di kepala Syifa yang berbalut Hijab.


Danau..


Sesampainya di danau semua saling diam. Fauzi masih tidak menyangka Syifa yang kemarin kata Ridwan menunggu hadirnya dirinya kini malah menolak Fauzi, bahkan meminta cerai langsung.


Nggak jelas kan? memang iya!


Lain dengan Syifa, dia terlihat menahan senyum saat ini, tekan kata menahan senyum. Apa-apaan ini?


Flashback..


Syifa pov


Saat dimana Ridwan mengatakan jika Fauzi lah yang menikahiku, aku masih dengan posisi terkejutnya namun perlu diakui aku bahagia sekaligus kecewa, bisa-bisanya mereka mempermainkanku.


"Aku harus memberi pelajaran kepada kang santri saat ini huh." Batinku, ingin rasanya ku bejek-bejek itu si papan bablak.


"KAMU EGOIS."


"KAMU COWOK JAHAT YANG PERNAH AKU KENAL...hiks... hiks" Terlihat muka Fauzi yang bertampang blabak bisa juga menangis, satu lagi air mata buaya ku mohon muncullah.


"Ya Allah jika hamba dikatakan kurang ajar dengan suami, sekali ini aja biarkan saya mengerjainya hihi." Batinku terkikik.


Aku terus saja meraung tidak jelas, padahal aku adalah makhluk yang paling bahagia di waktu itu juga. Tiba-tiba Fauzi memelukku yang hendak mengancamnya dengan dalih dalih, cerai.


"Ahh jantungku kau masih di posisimu kan?"


Rasanya jantungku berdebar, jujur aku merindukannya, tapi aku malu...


Eitss tiba-tiba dia menggendongku, Ya Allah mungkin memang aku akan di buat melayang olehnya, Kang Santri aku padamuu, ku sembunyikan wajahku di dadanya, parfum yang sama dan masih dengan perasaannya yang sama.


Ku harap begitu...


Pov Syifa off


Flashback off


Syifa tidak bisa melukiskan setiap kata-kata ia begitu bahagia, penantian membuahkan hasil, setiap do'a yang ia ucapkan sudah tersimpan di langit, sama dengan hujan yang menurunkan air-air dari langit. Artinya ketika waktu itu tiba Dia datang padaku.


"Terimakasih Ya Allah."


Fauzi posisi menghadap danau, sedangakan Syifa? dia sudah ingin meledakkan tawanya saat itu juga. Dengan langkah pasti, degupan jantung dan desiran denyut nadi membuat langkah Syifa menghampiri Fauzi.


Fauzi merasakan ada tangan melingkar di perutnya, ia merasakannya. Awalnya memang terkejut tapi akhirnya dia tahu siapa pemilik tangan itu kecuali , Dia...Asyifa Nur Fadilla.


Perempuan yang beberapa jam lalu ia pinang namun malah meminta cerai?


Aneh!!!


"Sebenarnya tadi..." Ucap Syifa menggantung.


"Hmm."


Tuh kan sikap papan nya kambuh tuh, ah sudahlah yang penting dia bahagia, Syifa menyandarkan kepalanya ke punggung kang santrinya, ralat sang suami.


"Sebenarnya tadi hanya PRANK." Ucap Syifa tanpa dosanya.


Fauzi yang merasa di kerjai tersenyum tipis setidaknya cinta mereka penantian mereka itu terbalaskan. Dalam ikrar pernikahan, walaupun agak aneh tapi yang penting...


Halal..


Fauzi membalikkan badannya menghadap Syifa, manik hitam mereka saling bertemu, pipi Syifa tiba-tiba memanas sudah ia pastikan bahwa pipinya ini merah-merah, hal itu membuat Fauzi terkekeh pelan.


"Jadi aku kena prank!" Tanya Fauzi dengan nada di ketus-ketuskan.

__ADS_1


"Hahahha salah siapa, aku juga bisa ngerjain kamu." Ucap Syifa tak mau kalah.


Hening...


Suasana canggung diantara mereka terlihat jelas, rasanya seperti mimpi. Lima tahun bukan waktu yang lama, bahkan terdengar saat dimana keduanya saling di lamar orang lain. Namun tetap teguh dengan pilihan hatinya.


"Jangan pernah katakan kalimat CERAI dalam hidup kita...Bisakah ganti kata itu dengan kata CERIA." Pinta Fauzi, syifa terhipnotis dengan tatapan teduh, tak lama ia mengangguk.


"Aku tidak tahu ujian apa yang terjadi di masa depan, tapi aku tahu cinta ini tetap sama kemarin, kini dan masa depan." Ucap Fauzi lagi-lagi Syifa menunduk malu-malu.


"Kang santri suka gombal." Ucap Syifa menunduk-nunduk pake banget.


"Kang santri sukanya sama kamu." Ucap Fauzi.


Blushh!!


Fauzi pergi begitu saja tanpa tanggung jawab dengan keadaan jantung Syifa yang sudah mengedor-gedor hendak keluar dari tubuhnya. Astaghfirullah sabar Fa, suamimu kurang peka.


Syifa menyusul Fauzi yang berdiri sedikit jauh dari danau. Mungkin biar tidak kejebur kali ya? Ah Syifa pengen meluk rasanya tapi masak iya dia duluan. Gak etis dong hehe..


"Fa Lima tahun lalu aku meninggalkanmu, dan kamu tidak butuh janji ku, lalu aku menghadirkan bukti..Tapi kamu malah membuatku sakit tadi." Ucap Fauzi yang tadinya sudah hampir mati gara-gara sakit hati.


"Maaf." Hanya itu Fa?


Fauzi merangkum wajah Syifa, menempelkan wajah mereka seolah danau itu ditunggu sejoli, nafas yang teratur dan jantung yang menggila itu menghiasi ke sunyian pada waktu itu.


"Kau tahu, aku tidak pernah absen menyebut namamu dalam doaku." Fauzi.


"Dan namamu terselip di sepertiga malamku." Syifa.


"Kau adalah alasan ku kembali ke sini." Fauzi.


"Kau alasan ku menunggu." Syifa


Mungkin besok Syifa tidak lagi ingin menginjakkan kakinya ke tanah, karena Fauzi selalu memberikan sayap untuknya terbang, dengan kata-kata nya.


"Aku yakin jika kamu adalah takdirku, makanya aku menunggu..kata orang menunggu itu berat, tapi bagi ku menunggu itu menyenangkan, apalagi hadiahnya bertemu." Ucap Syifa, fiks keduanya jadi bucin versi S.F


"Aku mencintaimu..." Fauzi.


"Aku mencintaimu..." Fauzi


"Aku mencintaimu karena Allah." Ucap Fauzi membuat Syifa bersemu, sepertinya kupu-kupu sudah pada berterbangan di tubuh Syifa.


"Aku tahu itu." Ucap Syifa menjauhkan wajahnya dari Fauzi.


Keduanya saling menikmati debaran jantung, dulunya adalah benci Syifa dan Cinta Fauzi, lalu benci Fauzi pada kejamnya Syifa, dan Cintanya Syifa Lalu timbul lah jarak yang terbentang untuk mereka, menolak setiap yang datang demi menunggu yang tidak pasti.


Dan dendam rindu, dimana Fauzi merencanakan kejutan untuk Syifa, tapi Syifa juga memberikan kejutan untuk Fauzi. Hingga kini keduanya terlarut dalam mata masing-masing.


Soal jodoh itu takdir,


Soal usaha itu kita,


Jika usaha saja kita tidak ada..


Lantas apa yang akan kita harapkan?


Tuhan menunggu kita untuk usaha,


bukan melihat kita diam saja.


Usaha, Doa dan semoga kita berjodoh selamanya.


Fidunya wal akhirat

__ADS_1


"Kenapa kau mau menunggu ku yang tidak pasti fa?" Tanya Fauzi dengan penasaran, benar saja mereka jauh itu tanpa kabar. Dunia tahu itu.


"Aku tidak menunggu mu dan kepastianmu?" Ucap Syifa enteng.


"Lalu?"


"Karena aku hanya mendoakan mu di sepertiga malamku," Ucap Syifa lagi.


"Kenapa begitu?"


"Karena doa sepertiga malam lebih tajam dari pada menunggu ketidak pastian. Itu saja sudah membuatku yakin jika kamu orang yang harus aku tunggu." Ucap Syifa tulus.


Fauzi terharu, ia menyentuh tangan Syifa lalu berjongkok dengan satu lutut yang menyentuh tanah, Ia memasangkan cicin di jari manis Syifa. Cincin yang satu pasang saat ia pilih kemarin. Bedanya cuma Punya Syifa ada hiasan emas nya,



Beberapa hadits menyebut, kalau pria diharamkan untuk menggunakan cincin nikah yang terbuat dari emas. Namun, beberapa hadits juga menyebut cincin nikah dihalalkan bagi wanita. Itu berarti, jika ingin memakai cincin, pria bisa memilih bahan lain yang bukan terbuat dari logam mulia emas karena tidak diharamkan.


Sesuai dengan cerita dari Anas bin Malik RA dalam hadits yang mengatakan bahwa Rasulullah mengenakan cincin perak di jarinya dan mengukirnya dengan namanya sendiri, Muhammad Rasulullah. (HR Bukhari dan Muslim).


Sementara itu seorang laki-laki muslim yang menggunakan cincin selain dari bahan emas hukumnya mubah atau diperbolehkan. Bahkan Nabi Muhammad pun memakai cincin dengan ukiran nama Muhammad Rasulullah yang terbuat dari bahan perak. Nabi Muhammad SAW bersabda:


“Sesungguhnya aku memakai cincin dari perak dan aku lukis di atasnya Muhammad Rasulullah, maka janganlah seseorang mengukir seperti ukirannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Dalam hal ini seorang laki-laki muslim, boleh saja menggunakan cincin nikah, yang penting adalah cincin nikah yang dimaksud tidak terbuat dari bahan emas. Apabila terbuat dari bahan emas maka haram hukum untuk memakainya. Cincin nikah emas dalam Islam diperbolehkan bagi wanita, namun tidak diperbolehkan bagi pria.


Syifa jadi bersemu, kemudian Syifa juga memasangkan ke jari manis Fauzi, di ambil tangannya mengarah ke bibir Syifa.


Cup!


Fauzi gemas dengan tingkah Syifa yang kaku tapi malu-malu lebih lagi mau pula. Fauzi mendaratkan kecupan singkat di kening Syifa...Dan ia berjanji akan membuat Syifa bahagia bersamanya.


Cup!


Ia Berjanji...


"ehem.." Deheman itu membuat keduanya tersadar.


"Ciiuuwiittt."


Prok prok prok


Entah berapa lama mereka di sana, tiba-tiba saja muncul, padahal baru saja mereka melakukan adegan romantis, tapi ya sudahlah mau gimana lagi.


Fauzi berjanji dia akan di samping istrinya, sampai takdir berkehendak lain, sampai maut memisahkan...Mungkin benar sebelum terikat kata SAH lebih baik tagih bukti untuk menjadi SAH..baru setelahnya tinggal lah, Janji untuk hidup setia bersamanya.


Bukan selamanya melainkan sampai maut memisahkan.


Inilah bukti , BUKTI CINTA KANG SANTRI


-


-


-


________TUNTAS_________


Huaaa akhirnyaaa


gimana suka nggak??


kalau enggak ya gapapa sih 😅


yang masih mau extra part silahkan komennya yaa...kalo nggak ya Alhamdulillah...

__ADS_1


__ADS_2