Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
74.Koin 1000 Rupiah


__ADS_3

Happy Reading😅jawabannya😌😌😌😌🙄


Syifa mengerinyit melihat Fauzi menyodorkan benda yang sangat Syifa ketahui, bagaimana tidak benda itu yang kerap terpajang di toko perhiasan. Lalu apa artinya ini??


"Apa dia akan memberikan emas kepadaku?" Batin Syifa bahagia, tapi tunggu, apa artinya Fauzi akan melamarnya? pantaskah??


"Kenapa diam ayo ambil." Ucap Fauzi membuyarkan lamunan Syifa yang melayang di awan.


"Tidak aku tidak pantas menerimanya, dan maaf seharusnya kau mencari gadis yang lebih baik dariku, jangan buat aku merasa wanita yang paling buruk lagi Zi, tolong..Cukup masalalu ku saja." Kini Ucapan Syifa terlihat menyayat.


Tapi tidak dengan Fauzi ia malah mengerinyit apa maksudnya coba? bahkan Syifa belum mengetahui apa isi dari benda itu. Namun ada titik senyum di bibir Fauzi dikala melihat Syifa seperti mengharapkan sesuatu darinya.


"Ck buka dulu, Syifaa!" Titah Fauzi tegas, ia heran dengan sikap Syifa akhir ini.


"Tidak-tidak sudah ku bilang aku tidak berhak mendapatkan itu." Ucap Syifa. Dalam pikirnya benda itu berisi cincin atau kalung namun bukankah itu buat melamar? lalu apa ini, kenapa Syifa jadi berharap?


"Jangan menyesal nantinya, aku tidak berani menyentuh tanganmu karena kita belum mahrom, cukup terakhir kali aku memelukmu sebelum kata sah terucap." Tutur Fauzi, tekan kata belum mahrom


Syifa kesal karena Fauzi terus mengungkit pelukan itu kan ia jadi malu sendiri karena selain Arnold Ridwan dan Rizky belum ada yang memeluknya se erat itu. Terpaksa Syifa menerima benda itu.


1 detik tangan Syifa membukanya.


2 detik dia melirik benda itu, Fauzi benar-benar ingin ketawa saat itu juga.


3 detik Syifa mengerinyit ketika melihat isinya.


"Apa ini?" Tanya Syifa datar.


Fauzi tersenyum-senyum melihat Syifa berubah mimik heran, namun segera ia menyampaikan niatnya.


Benda merah berbentuk hati yang terbuka itu berisi koin 1000 Rupiah yang terapit oleh lubang di benda merah itu. Hal itu tentu saja membuat Syifa heran, maksudnya apa coba? memberi 1000 Rupiah! apa hanya prank. Dan malangnya ternyata itu bukan cincin atau kalung yang terbuat dari emas, melainkan sebuah


...Nikel atau jelasnya logam yang keperakan, ya ya koin seribu perak Namun juga ada secarik kertas yang tersumbat di sana. Syifa yang kesal langsung menutup benda itu.


"Kalau kau ingin memberikan Rizky uang katakan saja padanya, tidak usah memakai benda beginian." Ucap Syifa hendak emosi namun ia tahan.


"Fa??"


Hening


"Saya tidak berharap untuk menjadi seseorang yang terpenting dalam hidupmu. Namun suatu saat jika kau bertemu denganku katakanlah dialah orang yang selalu menyayangiku." Ucap Fauzi terdengar tulus.


Deg


"Jantungku kenapa merosot? di saat dia berbicara dengan formal seperti ini." Batin Syifa ketar-ketir.


"Kau tahu,? arti koin seribu itu?" Tanya Fauzi, membuat Syifa menggeleng cepat.


"1000 kuasa sang pencipta." Lanjutnya membuat Syifa bingung.


"Maksudnya?" Kini Syifa menatap manik hitam milik Fauzi yang membuat Syifa tenggelam di dalamnya walaupun jaraknya jauh.


"Aku tidak mungkin berharap lebih mencintaimu dan menjadi pendamping hidupmu, karena aku masih memiliki sang pencipta untuk meminta daripada berharap dengan ciptaannya." Tuturnya, Syifa terhipnotis dengan suara dan tatapan teduh itu.

__ADS_1


"Namun jika kita di takdirkan untuk bersama, Allah mempunyai 1000 cara untuk menyatukan hambanya, sekalipun jaraknya ribuan kilo meter," Ucap Fauzi membuat Syifa tersadar jika dia menatap manusia itu hingga keduanya saling menunduk.


"Tidak mungkin seorang hamba mencintai makhluknya melebihi cintanya kepada yang pencipta, namun jika namamu yang tertulis di Lauhul Ma'fudzku, Allah mempunyai seribu cara untuk menyatukan hambanya."


Syifa tetegun mendengar ucapan Fauzi bagaikan kupu-kupu berterbangan di taman, lain dengan Fauzi yang merogoh saku nya.


"Lihat ini!" Koin seribu juga yang ia ambil di saku.


"Maksudnya?"


"Dan 1000 Cinta ku berikan untukmu karena Allah ta'ala." Imbuhnya.


Deg.


Lagi-lagi Syifa memegangi jantungnya yang sudah tidak bisa ia ajak berdiri. Kakinya lemas bukan karena tubuhnya yang lemah, melainkan pacuan jantungnya yang membuat Syifa hendak merosot kebawah.


Sungguh ia tidak bohong, ia terduduk sambil memegangi dadanya ia terharu, setidaknya jika benar Fauzi adalah imam masa depannya ada titik cerah yang membuat Syifa melupakan dunia gelapnya.


Fauzi sedari tadi merasakan hal yang sama, ia bergetar mengucapkan itu semua, kakinya serasa berat untuk menopang tubuhnya ia ikut terduduk. Semoga suatu saat Allah menyatukan ikatan mereka secara halal.


Rizky melihatnya ia benar-benar hanya menggaruk tengkuk tak paham linglung dan tentu saja dengan tatapan temboknya, apa yang di katakan pria dewasa itu dan kakaknya? Namun lagi-lagi Rizky tidak ambil pusing, ia memilih mencari sesuatu di sana.


"Saya akan pergi." Ucap Fauzi membuat Syifa mendongak namun enggan membuka mulut


"Setelah mengatakan cintanya ia dengan mudahnya ingin pergi, begitukah laki-laki?" Batin Syifa kesal namun ia sadar diri dong ya.


"Kau tidak menanyakan kemana begitu?" Tanya Fauzi.


"Saya akan ke kairo melanjutkan pendidikan." Ujarnya membuat Syifa hanya berdehem saja walaupun ada perasaan tak rela.


"Hemm."


Hening


"Fa?"


"Ya?"


"Bolehkah saya meminta sesuatu?" Ucap Fauzi lirih, Ah Syifa sudah hendak menangis ini.


"Tidak! kau hanya memberikan ku koin 1000 untuk meninggalkan ku ke kairo, bahkan pamanku dulu hendak pergi bekerja memberiku lima puluh ribu." Ucap Syifa terkekeh.


"Fa? saya serius."


"Baiklah katakan?" Ucap Syifa tenang.


"Saya ingin kau berjanji untuk menungguku kembali." Ucapnya dengan enteng membuat Syifa membulatkan matanya menatap tajam Fauzi.


"Heheh baiklah-baiklah kalau kau tidak mau setidaknya kau ingat janjiku saja, suatu saat saya akan mendatangimu." Ucap Fauzi membuat Syifa menatap heran.


"Mendatangiku? untuk mengantarkan undangan?" Tanya Syifa setahunya Fauzi dekat dengan Najwa, membuat Fauzi kesal sendiri.


"Tidak! tapi menuju pelaminan bukan mengantar undangan." Ucap Fauzi ingin sekali mengatakan peka lah Syifa.

__ADS_1


"Apa kau tidak takut mengatakan hal panjang lebar seperti tadi, aku hanya takut kita terjerumus dalam Zina." Ucap Syifa menunduk sudah cukup dosa yang ia perbuat selama masa lalu, jangan sampai ia membuatnya lagi.


"Dengar Fa, Islam memang melarang kita untuk pacaran, tetapi islam tidak melarang kita untuk menyukai seseorang bukan?"


"Hmm Iya." Syifa.


"Jadi apakah kau akan menunggu saya atau setidaknya saya berjanji untuk mendatangimu kelak?"


"Plung."


"Lalallalal lala alalalalaaaaa" Suara Rizky yang melempari batu ke danau. Jujur dia jengah.


Syifa tersenyum kemudian sekilas menatap Fauzi lalu menunduk lagi.


"Aku tidak butuh janjimu kang santri, melainkan bukti."


"Bukan janji melainkan bukti." Imbuhnya.


Fauzi mengerinyit heran, bukankah janji itu lebih tepat? Syifa melihat raut bingung dari Fauzi menjelaskan.


"Seseorang bisa saja ingkar, aku tahu kau bukan orang yang mengingkari janjimu, namun bukankah katamu jika Allah berkehendak kita berjodoh maka kita akan bersatu?...


...Lalu jika saja kita bukan ditakdirkan, maka sama saja kita ingkar, masa depan memang bukan di tangan kita. Setidaknya jangan mengucap janji bahkan belum tentu akan kita tepati." Ucap Syifa membuat Fauzi memaku.


"Kau tahu kita ini masih remaja, aku takut perasaan ini berlabuh kepada yang salah. Maka dari itu aku tidak akan mengharapkan janjimu sekalipun kau memberikan janji." Tutur Syifa.


"Bukan janji.... Melainkan Bukti! Bukti kang santri, bukti!" Ucap Syifa tenang tetapi berkesan.


"Baiklah bukti dariku." imbuh Fauzi tersenyum paham mereka saling melempar senyum, seolah melupkan jika esoknya tidak berjumpa sebelum Fauzi menyelesaikan pendidikannya.


"Kakak kapan pulang." Ucapan Rizky dengan tampang kesetnya menyadarkan keduanya.


"Astaghfirullah."


"Aku permisi Assalamu'alaikum." Ucap Syifa memasukan benda merah ke tas selempangnya dan mengajak Rizky pulang.


"Wa'alaikumussalam." Jawabnya Fauzi menatap lurus arah danau.


"Bukan janji tapi bukti."


Kalimat itu terngiang di telinga Fauzi, hingga ia hanya bisa tersenyum menyadari lampu hijau menyala.


-


-


Ciyeee aku ngehalunya sih emas ya😂tapi kenapa yang muncul itu logam 😫 wajar ya karena Fauzi belum ada uang buat beli emas😂


Tapi 1000 rupiah ngga kelewat romantis kan😋itu sih menurutku😜


Salam dari aku😅


Si Pemalas Sejuta Impian

__ADS_1


__ADS_2