Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
36. Pamit


__ADS_3

Ke esokan harinya seperti biasa para santri sudah siap dengan setelan sarung dan koko nya tak lupa peci yang terpasang dikepala.


Se usai sholat subuh para santri tengah ber murojo'ah menunggu panggilan untuk setor hafalan dan yang selesai segera bersiap-siap sarapan. Saat ini Rizky tengah piket,


"Assalamu'alaikum." Ucap seseorang.


"Wa'alaikumussalam." Jawab Rizky setengah kaget.


"Lagi ngapain ky?" Tanya Fauzi.


"Kak Gus tanya saja ke balita sana hus hus,, udah tau kalau Rizky nyapu." Gerutunya.


"Kenapa tingkahmu seperti orang dewasa?"


"Memang Fakta no kaleng kaleng." Ucap Rizky tertawa lepas, sedangakan Fauzi hanya menatapnya datar.


"Hemm,, ada apa Kak Gus?" Tanya Rizky.


"Mau pamit." jawabnya singkat sedangakan Rizky hanya ber Oo dan mencerna kata PAMIT.


"Hah? pamit mau kemana kak Gus?" Tanyanya heran.


"Mau pindah pondok dek." Ucap Fauzi lembut.


"Hah? bukannya disini pondok ya, lalu kenapa harus pindah ke pondok juga, mm kenapa tidak pindahnya ke gunung atau ke laut kan seru." Ucap panjang lebar Rizky, yang tak tau maksud dari Fauzi.


"Bukan itu, ini serius Kak Gus pamit ya, Salam buat kakak mu." Ucap Fauzi.


"Tunggu-tunggu, jadi ngga bo'ong ini." Tanya Rizky serius dijawab dengan gelengan.


"Huwaaa kenapa kak Gus pindah ngga ngajakin Rizky yang tampan plus soleh plus baik hua hiks." Ucap Rizky.


"Kamu nangis dek?" heran, seketika Rizky menatap datar. Hingga Fauzi terkekeh.


"Kak Gus bakalan kangen sama kamu dek." Ucap Fauzi tulus.


"Rizky juga, lalu kapan kita ketemu?" Tanyanya padahal belum juga pergi.


"InsyaAllah setahun lagi." Jawabnya santai.


"Whatt? bagaimana dengan perjuangan meluluhkan hati kak Syifa." Ucap Rizky asal.


"InsyaAllah jika jodoh dengan mudah kita bertemu." Ucap Fauzi sedangakan Rizky mengangguk padahal otaknya ngeblank saat ini juga.


"Assalamu'alaikum." Pamit Fauzi.


"Wa'alaikumussalam, cari ilmu yang banyak dan kalau sudah cukup umur cari duit yang banyak, untuk kak Syifa." Ucap Rizky seolah menasehati tetapi Fauzi menganggapnya lelucon.


Fauzi segera berpamit keteman lainnya, ada kisah haru yang melanda padahal hanya setahun itu pun kalau diizinkan.

__ADS_1


"Bener kamu mau pindah Gus." Tanya Faqih.


"Iya."


"Ini serius mau pindah, nanti yang taraktirin aku siapa dong." Tanya Danu sedangkan Fauzi hanya terkekeh.


"Huaa jangan lupa pulak sama saya Gus." Ucap Toyib.


"Iya kalau libur, aku pasti berkunjung kok." Ucap Fauzi.


Kemudian beralih menatap Faqih dan berbisik,


"Saya tidak tau kedepannya seperti apa, tapi saya akan tetap berjuang untuknya." Fauzi.


"Dan saya juga tidak akan membiarkan kau mendapatkan hatinya, aku akan berjuang untuknya." Tutur Faqih tak kalah pedas.


Menurut mereka Syifa adalah gadis yang sopan, polos dan kalem karena dengan kelembutannya membuat siapapun jatuh cinta padanya.


Tergantung dari seseorang yang dipenuhi nafsu atau cinta yang nyata, bukan kah cinta itu tanpa alasan justru saat ini keduanya tengah membuktikan alasan mengapa jatuh cinta.


Fauzi segera menuju mobil bersama Abi dan Umminya, jujur hatinya saat ini tengah berharap untuk dipertemukan dengan seseorang.


Tetapi harapan itu hanya berujung harapan semu, yah perlu diketahui berharap akan berujung kecewa apalagi berharap pada manusia.


_________


Para santri melanjutkan kegiatan masing-masing tak lama mobil hitam sport memasukui gerbang pondok.


"Dek!" Suara Ridwan membuyarkan tatapan Syifa.


"Iya Bang." Ucap Syifa menoleh.


"Kelihatannya serius banget cari apa?"


"Anu hem aduh gimana ya ngomongnya." Ucap Syifa menggaruk tengkuk yang berlapis jilbab Ridwan mengernyitkan dahi.


"KAKAKKKKK." Teriak seorang bocah yang tak lain Rizky.


"Eh adek gimana kabarnya?" Tanya Syifa sedangkan yang ditanya berputar-putar.


"Ini anak makin aneh saja kesambet setan mana kamu dek." Tanya Ridwan heran.


Rizky segera berhenti dan bumi serasa terbalik dan berputar bagi Rizky.


"Apa ini kiamat?" Tanya Rizky yang masih posisi duduk lesehan.


"Astaghfirullah ini bocah benar-benar geser." Ucap Ridwan seketika Rizky mendelik.


"Lagian ditanya kabarnya malah berputar-putar." Gerutu Syifa.

__ADS_1


"Lha ini Rizky sehat wal afiat Allahumma." Ucap Rizky.


"Aamiin." Ridwan spontan seperti mendengar ceramah.


"Abang sama adik kalau sudah bareng itu sama." Ucap Syifa.


"Sama sama ganteng ya kak." Tanya Rizky.


"Sama-sama geser."


"Apanya kak yang geser." Rizky mengernyit sedangakn Ridwan menatap datar.


"Otaknya itu lho." Syifa ketus.


Rizky semakin bingung dengan penuturan Syifa hingga spontan ia menanyakan hal yang konyol.


"Memangnya otak Rizky geser ya kak? kaca mana kaca, ah enggak tuh ngga kelihatan kak lalu dimana otaknya Rizky kak." Tanyanya beruntun dengan kebodohan yang hakiki.


Sedangakan yang ditanya tepuk kening mengelus dada sabarr batinnya.


"Kamu semakin cerewet dek?" Ucap Ridwan.


"Iya, artinya Rizky betah di sini." Tutur Rizky.


Ridwan jadwal mengajar bela diri, sedangkan Syifa masih clingak clinguk mencari seseorang tetapi nihil yang dilihatnya hanya Faqih yang ia kenal dekat.


Faqih tersenyum-senyum ke arah Syifa sedangakan Syifa hanya mengangguk, ia terus mecari keberadaan seseorang, lalu melihat buku yang ia pegang.


"Huh kenapa aku penasaran padanya, biasanya tuh anak juga sering banget ketemunya tapi ini kemana ya," Batin Syifa.


"Tunggu ngapain mikirin dia, aduh sepertinya otakku ada masalah jaringan ini ,,,kenapa wajahnya selalu muncul di otakku." Batin Syifa lagi yang menyadari perasaan aneh saat ini.


Jantungnya terus berdetak hampa, seolah tengah kehilangan sesuatu yah bisa disebut sepasang sepatu yang hilang sebelahnya lalu tak mungkin juga akan berjalan tanpa satu darinya.


Ada perasaan yang bercampur seperti es campur mungkin akan berujung manis.


"Huh kemana dia?" Gumam Syifa.


-


-


-


Oke segini ya bagaimana pendapat kalian😃


Jumpa bab selanjutnya😆😆


sedikit bocoran,

__ADS_1


Mungkin untuk bab-bab selanjutnya proses munculnya watak asli syifa. Jadi yang mengira Syifa kalem nanti jangan kaget ya😅karena Sifat kejam Syifa saat ini tengah diperlukan untuk keluarga.


Dan terimakasih yg sudah mendukung karyaku.


__ADS_2