
"Assalamualaikum umi abi. " Ucap Fauzi yang tersenyum penuh haru melihat umi dan abi nya yang sudah usia senja, bahkan rambut dirinya sudah ada beberapa yang mulai memutih.
Fauzi mengecup punggung tangan umi dan abinya,
"Wa'alaikumussalam nak, " ujar keduanya.
****
Di sudut sebuah kamar pesantren, dimana jendela yang menembus arah luar itu ada tatap mata kosong yang sedang ia tunjukkan. Perempuan yang ia rindukan ia doakan dan yang ia cintai sampai usianya yang kian tertambah.
_masa lalu_
"Ih ini kok rambutnya udah ada yang putih kang, syifa cabut ya. " Kata Syifa yang tersenyum merekah, ia tengah menyisir rambut suaminya yang habis mandi.
Fauzi tersenyum bahagia, kala itu ia terus menatap penuh cinta wanita ibu anak tiga itu di depan pantulan cermin.
"Biarpun rambutnya memutih tapi tetap ganteng kan fa. " Kata Fauzi dengan senyum menggoda.
"Inget umur kang. " dengus Syifa sebal, suaminya terus bersikap pede overdosis.
"Becanda sayang, kalau cemberut gitu makin cantik nanti. " goda Fauzi lagi membuat bola mata Syifa melebar sontak tangannya memukul pelan pundak fauzi.
"Dih gombal mulu, inget umur udah mau punya cucu juga." Kata Syifa sebal namun ada rona merah juga di pipinya.
Fauzi hanya tertawa melihatnya, meski usianya sudah tak semuda dulu ia bahagia masih diberi kehidupan yang lengkap di dampingi sosok bidadari.
__ADS_1
Fauzi tersadar apa yang tengah ia lamunkan.
"Astaghfirullah. " gumamnya dengan lanjutan dzikir.
"Saya sudah seperti pemuda yang merasakan rindu Fa. " Senyum dan pancaran di matanya mengartikan kerinduan yang mendalam pada seseorang yang tak lain istrinya.
"Anak anak sudah semakin dewasa dan bahkan sudah ada yang mau melanjutkan hidup baru kamu harus pergi dulu fa. "
"Astaghfirullah ampuni hamba ya Allah bukan maksud menyalahkan takdir. "
Fauzi berjalan mengambil air wudhu ia menunaikan sholat dhuha
setelahnya Fauzi keliling area pesantren , ada bisik bisik dari ustadzah setelah melihat nya.
"Lho itu to, masyaallah emang ganteng ya kagum aku, kapan aku dapat suami seperti itu.. Astagfirullah ya Allah, "
"iya tuh jadi jangan ngarep deh buat jadi yang kedua. "
Sontak yang kagum tadi mengerucutkan bibir.
Pesantren sedikit ada perubahan di sekeliking sudah ada pepohonan dan tanaman hias lain.. bahakan santri santriwati juga di jatah piket.
"Assalamualaikum abi. " Teriak annisa dari jauh sontak ia berlari memeluk Fauzi erat.
Annisa tumbuh dewasa dan mandiri, manis cantik berpadu di wajahnya.
__ADS_1
"Kamu ini sudah mau jadi seorang istri masih manja aja." kata Fauzi mengelus Kepala Annisa putrinya.
"Gapapa dong sebelum sama suami yaa sama abi dulu. " Kata Annisa riang.
"Abi harap kamu bahagia dengan pilihanmu jadilah istri yang taat pada perintah suamimu ya nak. "
"iya Abi. "
Annisa pamit untuk ke perpustakaan pesantren, ia ingin membaca buku yang bersangkutan dengan kewajibannya nanti.
Fauzi duduk di bawah pohon, pikirannya berkelana.
"Anak pertama kita sebentar lagi akan mempunyai pendamping hidup, meski aku tau kamu tak akan hadir kamu harus tetap baik baik di sana, kita akan berjumpa di Syurga. "
Biarlah ini menjadi bukti, bukti kesetiaaan bukti cinta, dan bukti yang ia janjikan, ia akan melaksanakan janji dan membuktikan apa yang ia ucapkan.
Setelah tragedi yang terjadi di satu tahun lalu, cukup lama ia berdamai dengan keadaan setelah ia memutuskan untuk kembali kepesantren.
@@@@
Note, ga tau deh nyambung gak yang jelas episode menuju akhir, dan alurnya mundur ya gaiss, terimakasi yang sabar nunggu,
Dan Ada yang mau kalian tanyain kah?
jangan lupa komenn barang kali kangennn gitu... hehe
__ADS_1
tinggalkan jejak biar lanjut dan cepet bikin kisah adek rizky yaahh