Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
Bab 8 Pertemuan


__ADS_3

Syifa merasa barangnya cukup segera menuju kasir, Setelah membayar ia segera menuju motornya eh salah motor Arina tepatnya, Segera menstater matic lalu melajukan ke kawasan jalan,


(...)


"ah ini dia." Ucapnya senang menemukan yang ia cari


Fauzi yang sudah mengambil barang segera berlari menuju tempat tadi ia mempercepat langkah karna terlihat jika hari ini jalanan sepi, hingga tak memperhatikan kiri kanannya


Dari arah kejauhan terdapat motor matic yang tengah melaju dengan kecepatan Tinggi hingga dikejutkan dengan Pria tampan yang tengah menyebrang secara tiba tiba..


shiiittt!!!


brukkk!!!


"awwhh." ringis Perempuan


"Allahu Akbar." ucap Fauzi terkejut


Yah perempuan itu adalah syifa, Fauzi masih dengan posisi awal dan syifa yang tadinya terkejut segera membelokkan setang, Alhasil dia sendiri yang terjatuh


Beruntung tak ada luka serius, Syifa tak menyadari jika ia di perhatikan oleh seseorang pikirannya kali ini benar benar kacau.


"Astaghfirullah, salah apa hambamu ini Ya Allah hiks hiks" batin Syifa menangisi dirinya tapi diluar hati ia segera membereskan barangnya dengan cekatan


"Masyaallah." batin fauzi memperhatikan segala gerakan syifa yang sedikit mengangkat kaki kirinya


Syifa Pov on


Aku benar benar terkejut, entah tadi bayangan siapa yang lewat, tapi hancur sudah barang barang ini (menepuk jidat)


"Astaghfirullah, Salah apa hambamu ini.. hiks hiks.."


Aku segera membereskan barang barangku, Yah beruntung aku memakai celana tranning harian walaupun berpadu Kaos Olah Raga sekolah,


Celana sedikit koyak bagian lututnya, Beberapa tetes darah terlihat di bagaian lututku, Aku berjalan sedikit pincang dengan cepat menstater matic Arina


"Alhamdulillah.. motornya nggak lecet." batinku senang


Aku segera mengangkat barangku menaruhnya bagian depan, segera menuju sekolah,

__ADS_1


"Pantas saja tadi jatuh, lha wong aku lupa baca bismillah ck ck ck."


Syifa Pov **off


#author pov**


Syifa tak menyadari adanya Fauzi, Lain dengan Fauzi yang pikirannya berkecambuk ia bingung harus apa? (author juga ngga tau)


Syifa yang sudah melajukan motornya,tanpa Mengetahui keberadaan Fauzi, Jangakan melirik, melihat saja tidak.


Fauzi yang hanya melihat syifa, Memandang punggung syifa yang tengah melaju dan hilang dari hadapan


"*kenapa tadi saya diam saja." Pikir fauzi


"arrghhh..kenapa saya hanya melihat, yang salah kan saya." batinnya frustasi*


Fauzi sudah sampai ke tempat masjid, tepatan dzuhur ia segera sholat, setelah selesai melakukan aktivitas seluruh santri menuju asrama masing masing istirahat sebentar.


Faqih yang melihat keanehan fauzi segera menanyakan


"Gus ada masalah?" tanyanya


"baiklah kalo saya lihat lihat pikiran Gus ngga tenang gitu." Faqih


"iya saya ngga enak badan." jawabnya bohong


"duh mana mungkin aku cerita hal paling konyol dalam seumur hidup saya ." batinnya


"kalau begitu, istirahatlah Gus." Tutur faqih dan diangguki Fauzi lalu tersenyum


.


.


.


Syifa sudah sampai Sekolah, benar saja ia dikejutkan sesuatu yang membuatnya mengeluarkan sungut sungut kemarahan, Ia tak peduli lagi dengan kakinya yang sakit


"Apa kak!!, kenapa harus saya.'' pekik Syifa cempreng

__ADS_1


Kakak kelas Syifa yang bernama Firman dan Zadid satu lagi perempuan bernama Wulan menutup telinga masing masing


" Gini lho dek kita, denger dari satu mahasisiwa kamu bisa baca Tilawah, seharusnya ini tugas saya tapi saya ngga bisa hadir." ucap Firman


"Tapi kak,," bantah syifa


"Dek ini demi kelancaran acara, kamu harus konsultasi, nanti latihan ke pembimbing rohis." Paksa Wulan


Syifa memang tak suka padanya, seolah dia berkuasa hemm tapi bisa apa dia senior syifa,


"Kenapa bukan kakak." Ketus Syifa


Wulan menggeram "Jangan membantah ya dek!!! saya senior kamu,jadi harus nurut..." ucapnya terpotong


"Sudah sudah Fa kamu nanti datang dulu ke bu pembina lalu jika kamu ngga bisa, kami ngga maksa." ucap Zadid menengahi


Zadid adalah orang yang sabar, selalu mengambil keputusan bijak, sejauh ini ia tak pernah melihat senior kelas 11 itu marah marah, diantara mereka bertiga yang tertua Firman dan wulan kelas 12


"Nggak bisa dibiarin kita harus beri pelajaran, beraninya melawan senior." Bentak Wulan


"Siapa yang akan kamu beri pelajaran Wulan." Ucap Laki laki dari ujung pintu


Syifa dan lainnya melihat arah bicara, Syifa tersenyum yah itu Bang Ridwan sedangkan Ketiganya nyalinya menciut, Tak bisa dipungkiri walaupun yang salah hanya wulan tapi Mereka tak mau berurusan dengan Ridwan


Ridwan terkenal dingin tapi tetap tampan di mata kaum hawa, siapapun yang berurusan padanya habis sudah riwayatnya disini tak ada yang tau jika Ridwan dan Syifa saudara selain teman dekatnya, karena wajahnya yang cenderung berbeda


Ridwan segera mendekati Syifa lalu menatap tajam ketiga siswa "Jika kalian berani macam macam padanya jangan salahkan gue jika hidup kalian terancam!


Glek!!


.


.


.


Heppy reading..


jangan lupa sempatkan Tekan Jempol komen dan vote juga yak

__ADS_1


__ADS_2