
"Astagfirullah/awh" ucap mereka bersamaan
Yah dia Fauzi, Memandang gadis bergamis merah berjilbab hitam, terduduk menunduk dan sedikit meringis
"Maaf." Kata yang terlontar dari Fauzi, Seketika Syifa langsung mendongak
deg!
"Mm maaf kan saya." Fauzi gugup
"Tidak masalah." Syifa tersenyum
"duh senyumnya itu lho...Astagfirullah." Batin fauzi mengalihkan pandangan, Syifa belum berdiri
Fauzi terkejut melihat darah yang ada di lutut gadis itu, " Apa separah itu?" Tanya Fauzi yang masih ingat seorang gadis yang hampir menabraknya
"Maksudnya." Tanya syifa
"M m itu perasaan tadi tertabraknya pelan, tapi kenapa lukanya parah begitu.?" tanya Fauzi gugup
"Oo ini beda urusan, cuma sedikit kok." Syifa tersenyum.
"Sedikit apanya, memangnya dia tidak bisa melihat dengan jelas apa.?" Fauzi membatin
Syifa hendak berdiri, seketika kehilangan keseimbngan hingga tubuhnya terhyung kebelakang, dengan sigap Fauzi menarik tangan kanan syifa sehingga tangan kiri Syifa berada di dada Fauzi.
Selang beberapa detik Mereka tersadar, lalu melepaskan pelukannya
"Astagfirullah Maafkan aku ." Fauzi
"Terimakasih dan maafkan juga." Syifa menunduk merutuki kebodohannya, Fauzi mengangguk.
Ia tetap memperhatikan si Gadis yang mengigit bibir bawahnya, yah menahan nyeri dan pastinya malu dengan kejadian tadi, Fauzi yang paham jika kakinya sakit segera merogoh kantong jasnya.
Ia mengulurkan sapu tangan berwarna maroon pada Si Gadis,
"Pakailah, Syafakillah." Ucapnya dengan tersenyum.
Jika yang menerima Gadis lain sudah di pastikan ia akan melayang ke alam sembarang, tapi tidak dengan syifa pikirannya hanya sibuk mencari kosa kata asing tersebut.
"Terimalah, Aku pamit Assalamu'alaikum." ucap Fauzi lembut, setelah Syifa menerimanya.
"Wa'alaikumussalam." Syifa, segera ia mengikat darahnya dengan sapu tangan orang yang tak di kenal.
.
.
.
Di tempat lain, Semua tamu undangan sudah pulang dan kini tinggal sepi yang tersisa hanya beberapa orang saja.
"Hiks hiks hiks."
"Sudahlah kau tak mendengar dulu kataku sekarang tau sendiri kan."
Syifa segera menghampiri seseorang yang sangat ia kenal, Yah dia adalah sahabatnya
"Kalian kenapa.?" Tanya syifa melihat yunda Nangis
"Dia putus sama Riko." ucap Reva
"Iya Riko Godain Santriwati tadi,lalu kepergok sama Yunda." sambung Rina
__ADS_1
Flashback
Setelah Syifa ke KM Semuanya menuju parkiran, Betapa terkejutnya Yunda melihat Pacarnya yang sudah Satu Minggu berpacaran menggombali satu santriwati
"Neng, Bunga ini cantik, Apalagi sambil kamu yang membawanya pasti semakin menarik dan aku pendampingnya." ucap Riko dengan membawa satu bucket mawar merah jongkok di hadapan sang gadis.
Saat itu suasana sepi, hanya ada Dua wanita yang mungkin ada halangan untuk sholat,
"Rikooo..hiks hiks" teriak Yunda
Riko melihat arah bicara betapa terkejut nya melihat Yunda sang kekasihnya berada di belakangnya
"a aku bisa jelasin." Riko memelas
"Cih! Lo pikir gue bakal percaya lagi ingat gue udah lihat lo ke tiga kalinya menggoda wanita lain," Ucap Yunda, Seketika riko membulatkan matanya.
"Ti tidak kamu salah paham beb."
"Cih, jangan panggi gue bebek, yang benar saja, Gue ngga percaya lagi ucapan lo, Kita putus." ucap Yunda sambil berlari dan di susul sahabatnya
Flashback off
"Jadi begitu fa." Ucap Arin
"Aku nyesel ngga percaya sama kamu Fa, hiks..hiks." Ucap Yunda terisak ,dengan lembut Syifa mengelus pundak Sahabatnya
"Udah deh, yang penting sekarang jelas."
"iya yun." Reva
"Huh , gue bener bener ngga Nangka Roiko Begitu gaess." Ucap Della
"Della cantik Nyangka bukan Nangka dan riko bukan roiko." ucap Reva sedangkan Della menggaruk kepala yang tak gatal.
"Kalian ambil tisu gih." ucap rina, Della dan Reva segera berpencar, Syifa masih setia mengelus pundak Yunda.
"Udah dong kita jadi ikut sedih nih." Ucap Syifa
"Huaaa hiks hiks huaaa."
Selang beberapa waktu Reva dan Della datang dengan ngos ngosan, Syifa dan Rina mengernyitkan Dahi karena Heran dengan benda yang di bawa Reva dan Della
Reva menenteng sebuah ember kemudian di tadahkan di bawah dagu Yunda,
"Untuk apa." tanyanya polos
"Ck.! jangan buat sekolah ini banjir karna air matamu." Jawab Reva santai
Entahlah Reva yang biasanya cuek kini bertindak bodoh dalam waktu yang tidak tepat.
Dengan waktu bersamaan Della memayungi Yunda dengan Payungnya,
"Ini untuk apa.? tanyanya polos
"Untuk berteduh,Biarpun kebanjiran asalkan tak kehujanan." Jawab Della apa adanya
Syifa dan Rina sudah menepuk jidat, dan Yunda sudah menonyor kening Reva dan Della hingga meringis sambil berlalu.
"Kita Salah Apa?" Tanya Della dan Reva bersama
"Pikir sendiri." Umpat Syifa dan rina ketus.
Reva dan Della saling memandang kemudian mengangkat bahu masing masing.
__ADS_1
.
.
.
Saat Perjalanan Pulang dalam kendaraan Pondok semuanya terjebak dalam pikiran masing masing,
"Din, tadi kayaknya pacarnya deh." Ucap Salma
" Iya ah yang penting ngga ada urusan sama saya." balas Dinda tenang.
Lain dengan Fauzi dan Faqih yang terbayang bayang sosok yang sama dalam otaknya.
Toyib dan Danu? dia sudah tertidur dari tadi,
Brum brumm brumm
Suara knalpot dari geng motor menggema, mencoba menghalangi jalannya mobil travel, hingga akhirnya berhasi menghadang mobil seketika,,
chiitt!!! (bunyi rem mobil)
"Allahu Akbar" Ucap serempak yang di dalam.
"Keluar!!" Ucap seseorang dari Luar Sambil mengedor gedor jendela.
Santriwati sudah ketakutan dan Ustadzah menenangkan mereka, sedangkan hatinya benar benar khawatir,
Faqih, Fauzi dan Ustadz Hamdan keluar,
"Kenapa kalian menghalangi kami," Tanya ketus Faqih
"Dimana gadis itu, Keluarr." Ucap salah satu dari grombolan
"Apa Urusannya?" tanya Fauzi
"Aku ada urusan dengannya,." Ucap pria itu
"Jangan sesekali menganggu seorang perempuan.'' ucap ustadz Hamdan
Tanpa aba aba Geng itu langsung menyerang, Beruntung Fauzi Faqih dan Ustadz sudah berada mode siap, segera menghindar kemudian melepas sarungnya dengan cepat hingga sisalah celana sampai lutut.
Dengan 5 Orang gerombolan melawan secara adil sehingga terlihat hanya ketua dan wakil geng yang santai melihat anak buahnya bertarung.
bug! bugh!
Faqih mendaratkan pukulan ke perut , dan melakukan tekhnik menendang kepala pria bertubuh kekar itu dengan keras hingga terhuyung kebelakang.
Fauzi masih berusaha menangkis, saat sisi lengah pria itu ia segera menyiku lehernya, tak lupa memlintir tangannya kemudian menendang hingga tersungkur ke tanah.
Ustadz Hamdan yang biasanya terlihat kalem, Kini juga melawan satu grombolan tadi, dengan kecepatannya menghindari serangn, bahkan beberpa pukulan ia daratkan ke kepala pria itu.
Dua pria yang hanya diam sudah beraksi menarik paksa pintu mobil pondok hingga yang di dalam menjerit histeris.
Danu dan Toyib sontak terkejut, melihat pria yang menarik temannya secara paksa, Bahkan berteriak histeris mengingat tak bisa berantem.
Dari Arah belakang ada seseorang yang memukul bahu si geng motor,
.
.
.
__ADS_1
Happy reading