Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
26.Mengantar Mondok


__ADS_3

Beberapa Minggu telah berlalu, kini Syifa dan Ridwan hendak menuruti kemauan adiknya yang sempat tertunda yahh adiknya terus merengek ingin mondok, dan kini sudah kelas satu MI memutuskan untuk mondok.


"Dek sudah packing." Tanya Syifa


"Sudah dong." Rizky menunjukkan jempolnya


"Wah wah kelihatannya bahagia sekali kau ini." Goda Ridwan,


"Iyalah secara..hahahha." Jawab Rizky,


"Dek siap siap saja mengantri." Sambung Syifa,


"Huft Abang nggak yakin niatmu hanya memondok saja." Ucap Ridwan.


"Mm ehheh tau aja nih abang." Rizky menggaruk tengkuk,


"Jadi, katakan apa tujuanmu sebenarnya." Tanya Syifa menyudutkan,


"Rizky mau mencari pendamping dari kalangan santri." Jawab Rizky ketus karena alasannya yang benar benar niat tidak diterima oleh kakaknya,


"emm jadi kalo mau jodoh santri harus jadi santri dulu." Tanya Ridwan menanggapi kegurauan adiknya.


"Iyalah buah jatuh tak jauh dari pohonnya." Rizky yang baru umur beberapa biji jagung sudah layaknya berumur 25 tahun.


"Ck ck ck kenapa begituu." Tanya Ridwan berdecak pinggang.


Tiba tiba otaknya Rizky sedang encer diracuni setan bucin berumur lima biji jagung,


"Santri putra harapan bangsa, Santri putri? harapan santri putra." Tutur Rizky tersenyum senyum,


"Tapi kalau santri putra jodoh kak Syifa, Santri putri bisa apa?" Sambung Syifa yang geram dengan tingkat bucinnya Rizky


"Memangnya kakak mau punya jodoh Santri." Tanya Rizky.


"Emm kalau ada yang mau." Syifa menaruh jari telunjuknya mengetuk dagu.


"Emm itu bisa dipertimbangkan." Rizky


"Ku pikir perkataanmu perlu ditimbang Rizky Muhammad Irsyad." Sambung Ridwan dan Rizky memanyunkan bibirnya.


Sesampainya di pondok


Syifa yang menggunakan gamis biru dan jilbab syar'i senada, Ridwan dan Rizky memakai koko dan sarung yang sama yang warnanya patut dikatakan sebuah couple keluarga,


"Assalamu'alaikum Pak Yai." Ucap Keluarga.


"Wa'alaikumussalam mari masuk." Ucap Ummi Fatimah.


Kemudian Ridwan dan Rizky menyalami Kiai Hakim, dan Syifa menangkupkan tangan lalu dipersilahkan duduk, Ummi Fatimah mengambilkan minuman dan cemilan,


"Kedatangan kami kemari hendak menitipkan Adik kecil kami Rizky Pak Yai." Tutur Ridwan,


"Panggil Abi dan Ummi saja ya nak." Tutur Abi kemudian semua mengangguk.


"Abi harap Nak Rizky betah dipondok ini, dan Ikhlas menggali ilmu disini." Tutur Abi Hakim, Rizky mengangguk


Kemudian semua melanjutkan pembahasan tentang kebiasaan pondok aturan serta larangannya dan menjenguknya kapan saja sedetail detailnya tak lupa Rizky yang begitu antusias mendengarkan

__ADS_1


"Abi abi jadi nanti Rizky harus bangun sebelum subuh ya." Tanya Rizky


"Iya Nak Rizky," Jawab Abi


"Hemm dek hilangkan kebiasaan bangun tidur siangmu itu." Ucap Syifa mengejek, sedankan Rizky merengut


"Sudah sudah InsyaAllah jika terbiasa akan mudah Nak Rizky, awalnya memang sulit tapi bukankah suatu kebiasaan akan lebih mudah walau awalnya perlu pemaksaan." Tutur Ummi adem banget rasanya.


"Nak Rizky niatnya mondok sendiri atau dipaksa." tanya Abi


"InsyaAllah dari dalam lubuk hati terdalam Rizky niat Lillahita'ala sendiri." Ucap Rizky


"Jika niat sudah diutarakan di hati InsyaAllah semua akan mudah." Ucap Abi, Kemudian mengajak Rizky dan Ridwan untuk menunjukkan kamar Rizky sedangkan Syifa masih tetap posisi yang sama.


"Namamu siapa Nak, Ummi pernah mengiramu sebagai santri." Tanya Ummi pada Syifa.


"Asyifa Nur Fadila Ummi." Jawab Syifa tersenyum


"Nanti jika menjenguk Rizky ngobrol dulu sama Ummi," Syifa mengangguk tersipu karena Wanita dihadapannya ini jujur sekali, kemudian mereka saling mengobrol,


Hingga Ridwan datang dan pamit undur diri


"Assalamu'alaikum." Syifa/Ridwan


"Wa'alaikumussalam."


(....)


Di tempat lain ada sosok laki laki yang tersenyum melihat kehadiran tamu, ia memiliki ide untuk menjahilinya entah sejak kapan perasaan itu muncul hanya pada gadis itu,


Dan wajah dingin datar dan tampilan tegap kini tidak berpengaruh untuk satu gadis yang sudah mengambil sebagian dari hatinya, entahlah perasaan iba atau perasaan cinta yang ingin dia utarakan pada si gadis yang bermasalalu kelam itu.


Ia mengambil selembar kertas, dan mulai menulis sesuatu untuknya, ada senyum tipis disudut bibir si penulis berkoko


Parkiran


Ridwan sudah terdahulu memasuki mobil, Syifa yang hendak membuka pintu terurungkan karena suara yang memanggilnya,


"Kak Syifaaaaa." Teriaknya yang tak lain Rizky setengah berlari.


"Hey nanti kau bisa jatuh." Syifa yang sudah menengok berdecak pinggang.


"Huft huft Huft ." Nafas Rizky terengah engah, Menaruh tangan dilutut membungkuk.


"Kalau manggil kakak cuma mau minta uang tambahan kakak ngga akan kasih," Ketus Syifa yang belum tau tujuannya.


"Cihh! Siapa yang mau minta uang, yang tadi aja belum tentu habis sebulan." Jawab Rizky tak kalah ketus.


"Budak kecil sepertimu mintanya cuma jajan kan." Syifa tak mau kalah,


"Yang benar saja, Uangku masih cukup jangan anggap aku seperti anak kecil." Elak Rizky tak terima dibilang kecil.


"Sudahlah kecil ya kecil." Acuh Syifa, tiba tiba dikejutkan dengan suara Ridwan.


Ridwan yang sadar Syifa tidak segera masuk menurunkan kaca mobilnya,


"Kalian ini, sudah siap pisah belum sih kenapa masih saja seperti tomat jelly." Tutur Ridwan dari dalam mobil hingga Syifa dan Rizky mengerinyitkan dahi,

__ADS_1


"Tomat Jelly itu apa kak." Bisik Rizky ke telinga Syifa.


"Tomat itu buah dan Jelly itu jelly semacam agar agar." Ucap Syifa berpikir.


"Abang pikir kita ini makanan," Teriak Rizky emosi.


Kini Ridwan memunculkan kepalanya dikaca mobil, "Siapa yang bilang makanan." Tanyannya tanpa dosa.


"Itu Tomat Jelly." Ketus bersama


"I iya kartun yang sering kejar kejaran." Tutur Ridwan


"Itu sih tom and jerry abangku yang gantengnya pas....." Tutur Rizky terpotong karena Ridwan


"Iya sudah mau pulang ngga kalau engga tinggal." Titah Ridwan memposisikan semula,


Syifa beralih menatap adiknya yang tercengir cengir


"Cepat katakan." To the point


"Ngga ada basa basinya ishh." Rizky menggerutu.


"Cepetan adek keburu Basi." Geram Syifa


"Memangnya Nasi." Rizky menggerutu sambil menarik jilbab Syifa agar sejajar dan memulai membisikkan,


"Ini kak ada titipan." Bisik Rizky menyodorkan kertas lipatan.


"Dari Siapa." Tanya Syifa, hendak membuka lipatan


"Eitss jangan sekarang nanti malam jam dua pesannya." Hingga Syifa mengerinyitkan dahi


"Kenapa."


"Orang itu bilangnya gitu."Jawab Rizky santai


" Siapa? " tanya Syifa


"Orang itu bilang Rahasia." Rizky datar


"Orang itu, orang itu siapa si." Ucap Syifa kesal


"Orang itu bilang lagi turuti saja perintahnya." Tutur Rizky hingga Syifa terheran heran


"Terserah."


"Orang itu bilang harus membuka jam dua." Ucap Datar Rizky lagi,


"Karepmu." Ketus, Rizky langsung pergi begitu saja,


"Hey sudah lupa caranya Assalamu'alaikum Yaa." Teriak Syifa.


"WA'ALAIKUMUSSALAM KAK SYIFA." Teriak Rizky berbalik kemudian lari lagi.


"Kenapa dia yang menjawab, ah sudahlah." Gumam Syifa kemudian memasukan Kertas Lipatan kedalam tasnya, kemudian masuk mobil menuju Rumah.


Happy Reading😄😄

__ADS_1


Semangatt semua😍Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like komend dan vote yak


Nantikan bab selanjutnya😃


__ADS_2