Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
42.Sorban


__ADS_3

Malam hari kos...


Syifa dan lainnya tengah duduk santai,


"Besok kan setengah hari mampir yuk ke kedai kopi sekalian cari angin." Ajak Yunda.


"Boleh, gimana setuju engga?" Tanya Syifa pada Reva, Rina.


"Setuju." Ucap Rina,Reva.


Mereka segera mengisi Jurnal kegiatan selama Prakerin, setelah itu merebahkan diri cepat sekali ketigannya terlelap dalam mimpi, sedangkan Syifa masih terjaga.


"Kenapa juga susah tidur." Gumam Syifa segera mengambil benda berwarna merah, kalian pasti tau.


"Kenapa pikiranku mendadak kacau begini, coba aja buku kita ngga ketuker, pasti orang itu ngga mungkin berkeliaran bebas di otak gue." Batin Syifa kesal posisinya pun memarahi buku yang tak bersalah itu.


Syifa segera memasukan buku ke dalam tas ketika kantuk sudah menyerang tak lama ia pun terlelap.


(...)


~Dalam Mimpi~


Dalam gelapnya tempat, yang terdapat cahaya remang-remang, Syifa terus menyusuri jalan yang telah tertutup dedaunan kering.


klek!!! Suara ranting patah sontak Syifa menoleh.


"Siapa di sana?" Teriak Syifa.


Krik


Krik


"Siapa?" Teriak lagi, andai jangkrik bisa ngomong jang lalu krik heheh, Syifa terus memandangi setiap pepohonan yang menjulang tinggi namun nihil.


Syifa berbalik betapa terkejutnya melihat cahaya yang terpancar dalam satu tempat, antara bahagia dan terharu mendapat petunjuk.


Langkah demi langkah ia berjalan sesampai tujuan ia tercengang melihat taman yang indah penuh dengan bunga kupu-kupu berterbangan, Syifa berputar di tempat, menikmatinya.


Saat beberapa putaran, tatapan Syifa terhenti pada satu objek, sosok laki-laki dari kejauhan samar-samar wajahnya. Syifa mendekatkan langkah demi langkah tetapi Si pria berbalik meninggalkan.


Syifa mengejar dan..


Gelap! gulita!


"Tolong- tolong." Teriak Syifa berkali-kali, dengan suatu benda yang melekat di mata Syifa hingga tinggalah gelap sangat gelap.


"Tolong! tolong!"


Syifa terus memberontak dan serasa tubuhnya terguncang.


"*Syifa..Syifa."


~Nyata*~


"..Syifa..Syifa Bangun!"


"Huft huft." Nafas Syifa terengah-engah seperti habis menang undian mobil mungkin ck ck tapi bukan.

__ADS_1


"Kamu kenapa Fa." Tanya Rina.


1 detik


2 detik


Baru login pikirannya "Ak akku." Ucap Syifa terbata Yunda memberikan minum hingga tandas.


"Kamu belum do'a pasti makanya kalau mau tidur itu berdo'a dulu." Nasihat Rina.


Syifa menanggapi dengan senyuman, dalam pikirannya terus bertanya siapa laki-laki itu dan ah sudahlah..


-


-


Pesantern


Setelah usai sholat dzuhur para santri persiapan makan siang setelahnya istirahat di kamar masing-masing hingga ashar setelahnya dilanjutkan kegiatan seperti pramuka, silat dan lainnya.


"Heyy.." Ucap Andre mengejutkan Fauzi.


"Astaghfirullah, biasakan salam Mas Andre." Ucap Fauzi sedangkan Andre kikuk.


"Mm ayo keluar." Ajak Andre.


"Kemana,, nggak ah nanti lama." Malas Fauzi.


"Yee..sesekali lah keluar, kalau lama ya wajar kesempatan emas itu mah, ikut engga." Ajak Andre.


"Astaghfirullah haruskah saya menjelaskan rumus lingkaran seperti pikiran yang mbulet tiada ujungnya." Ketus Andre.


"Ikut, tapi ngga pake lama." Setuju Fauzi.


"Hehehh korupsi sedikit waktu ngga masalah kali ya, kita mampir kedai dulu ya." Ajak Andre.


Fauzi hanya geleng-geleng dengan temannya yang doyan jajan. "Ini kita jalan kaki atau gimana?" Tanya Fauzi.


"Kita merangkak kalau perlu bawa cangkang biar kayak keong huh." Gerutu Andre kesal.


"Harus gitu." Tanya lagi sumpah Andre dibuat pusing jadi linglung dengan pertanyaan polos Fauzi, kadang dia heran ada ngga ya orang yang bisa memahami sifat konyolnya.


"Sakarepmu."


"Eee kok aku di tinggal." Ucap Fauzi sembari menyusul Andre.


____ ______ ___ _________________


Syifa dkk sudah berada di kedai, mereka menikmati kopi dan makanan yang bisa mereka pesan, tempat yang nyaman desain yang unik di tambah suasana yang sejuk karena banyak pohon hias terawat.


"Sudah sore ini ayo kita pulang." Ajak Syifa di angguki sahabat.


"Yo yo ayo."


"Kalian tunggu luar, aku sama Reva ke kasir dulu." Ucap Yunda tumben pikirannya jernih.


Yunda dan Reva menuju kasir sedangkan Rina dan Syifa menunggu di luar. Angin cukup kencang hingga sesuatu telah terjadi sebuah benda menutup mata Syifa.

__ADS_1


Deg!


Gelap!


"Siapa! tolong." Teriak Syifa tanpa memegang benda yang melekat di kepala.


"Syifa kamu kenapa, ini cuma kain." Ucap Rina memperlihatkan kain panjang bercorak hitam putih.


"Oh heheh refleks aja tadi." Ucap Syifa malu sendiri.


"Lhoh ini sorban kan?" Tanya Syifa kemudian diangguki Rina.


Syifa memandang Sorbannya, kenapa dia takut dengan kain seperti ini batinnya merutuki kebodohannya, hingga suara Rina membuyarkan lamunan Syifa.


"Fa kayaknya punya mas itu deh, lihat dia pakai sarung, peci, koko mm yang satu membawa sorban, yang satunya engga kan." Tanya Rina.


"Aa aku ngga tau, kamu kasih ke dia ya." Syifa


"No! kamu tau aku gimana." Ujar Rina sedangkan Syifa terkekeh pandangannya mencari Yunda yang biasanya semangat seratus lima jika menyangkut cowok, namun nihil.


Syifa berbalik memandang punggung seseorang yang berjalan makin menjauh, tanpa pikir panjang Syifa segera mengejarnya.


"Dasar ceroboh sekali dia, apa dia juga ngga sadar kalau sorbannya jatuh, Semoga saja dia bapak-bapak, tapi di lihat dari body masih seumuran ku kayaknya." Gumam Syifa dalam hati satu hal lagi dia ingin Sorban ini milik bapak-bapak.


Setelah dekat..


"Mas mas ini sorbannya." Ucap Syifa dari belakang.


Deg! (Suara itu batinnya)


Dilihatnya orang itu memegang leher benar saja, sudah dipastikan orang itu tak menyadari sorbannya yang hilang,,, entah kemana sorbannya pergi ia segera berbalik dan..


Deg! Deg! Deg!


Syifa posisi mendongak sedangakan laki laki tadi posisi lebih tinggi dari Syifa, 1 Detik, 2 Detik, 3 Detik sudahkan daya tahan tubuh mereka ON.


"Fafa/Kang Santri." Ucap mereka bersama Syifa memasang muka datar. Lain dengan Fauzi yang memasang senyum semanis yang melihat cepat bawa ke rumah sakit agar tak diabetes.


Andre tercengang, seorang Fauzi bisa juga bersikap sok manis batinnya. Sedangkan Fauzi tak peduli dengan kehadiran Andre


Perasaan yang selayaknya drum band menggema di jantung Fauzi saat ini, segeralah Fauzi dan Syifa menunduk memutuskan kontak mata secara langsung.


"Ini sorbannya bukan?" Tanya Syifa.


"Ya ii Iya punyaku." Jawab Fauzi setengah gugup.


Andre? jangan ditanya ia sudah hampir jungkir balik melihat si batu ambyar bak padas ingin rasanya ia mengejek habis habisan temannya ini ck ck ck.


.


.


**Sempatkan komen saran atau pendapat kalian, terimakasih buat yang sedia vote like juga...


Maklumi typo nya yaa😄masih amathir..


Jumpa lagi bab selanjutnya daaa**...

__ADS_1


__ADS_2