Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
85.Qabiltu Nikahaa


__ADS_3

Wajah cantik berpoles make up tengah memandangi dirinya di depan cermin rias, ia tidak menyangka jika hari ini ialah hari dimana ia melepas masa sendiri dalam penantian, mirisnya dia sama sekali belum melihat siapa calonnya.


"Hiks hiks." Syifa terus menangis, ini sudah yang ke sepuluh kali perias melukis kembali make up yang sudah luntur.


"Mbak saya tahu mbaknya bahagia, tapi mbok ya jangan nangis terus dong mbak," Ucap satu perias.


"Bahagia? siapa yang bahagia dikala kita menikah tanpa mengetahui siapa pria itu hiks." Syifa masih menangis.


Para perias menatapnya kasihan, satu kasihan mbak mempelai,, kedua kasihan bisa-bisa bedak make up nya habis hanya karena satu orang yang terus menangis.


"Yang sabar mbak, saya mau memoles make up terakhir kali ya, jangan nangis kasihan make up nya luntur." Ucap lagi si perias.


"ishh." Gerutu Syifa.


___________________________


Sementara di tempat yang sudah di dekorasi sempurna, tepatnya ucapan ijab dan qobul yang akan di lakukan detik ini juga, huaahh suasana menjadi tegang. Para pemirsa dan para tamu undangan nampaknya sudah tegang, tapi bo'og.


Bismillahirrahmanirrahim...


Dimulai dari Arnold yang menjabat tangan Fauzi, di atas meja berlapis kain berwarna putih.


"Ya Muhammad Zildan Al-Fauzy, Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka, ibnati Asyifa Nur Fadila binti Arnold Erlan Brammasta alal mahri adawamus sholah haallan"


Terlihat Arnold mengayunkan tangannya.


"Qabiltu Nikahaa wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq." Ucap Fauzi dengan sekali tarik nafas.


"Alhamdulillah." Ucap semua yang menghadiri acara tersebut.


Kini giliran mempelai wanita yang akan menyusul mempelai pria, terlihat Ayana dan Fatimah siap menjemput Syifa.


(...)


Syifa yang hanya melamun tidak mendengarkan ucapan sakral tersebut, ia terbayang wajah kang santri saat kemarin menjemput Rizky. Yah ia yakin sekali... Tidak mungkin ia menikahi pria lain sementara hatinya untuk orang lain.


"Tidak ini tidak benar, aku harus membatalkan pernikahan ini." Allahu akbar Syifaa!! Ijabmu sudah selesai.


__________


Tok.tok.tok


"Syifa? Ayo suamimu sudah nunggu." Ucap Ayana.


"Bu-bunda syifa nggak mau bund hiks," Ucap Syifa lagi-lagi menangis.


Ayana dan Fatimah mencoba memberikan pengertian, tapi sepertinya Syifa masih meronta-ronta dan tidak mau menerima penjelasan apapun. Ia hanya terus bicara tanpa arah.


Sepertinya dia mengalami guncangan dalam diri nya...Apa cinta menyebabkan separah itu??


Sahabat S.F ada yang sampai siang nggak tidur hanya karena nungguin S.F bersatu, dan ada yang hadir lewat Via online..Tak lupa yang menyempatkan hadir berada di luar ruangan menjadi bertanya-tanya kemana sebenarnya Syifa?


"Loh mempelai wanitanya mana nih?" Ucap salah satu undangan.


"Iyaa, udah nggak sabar."


"Rela nggak tidur siang,"

__ADS_1


"Ini mempelai wanitanya mana yaa?"


Sesak hati ini, reaksi Fauzi saat ini yang sudah ketar-ketir takut terjadi sesuatu di dalam, cincin belum terpasang di jari manis pujaan hatinya.


"Saya nyusul Syifa dulu." Bisik Ridwan di balas anggukan Fauzi.


Grusak grusuk banyak yang bisik-bisik tetangga, eaaa...


Sementara di dalam kamar...


Ridwan terkejut melihat Syifa yang sudah tatapan kosong dan bergumam kalimat yang sama dengan terus menerus.


"Batalkan pernikahan ini." Lirih Syifa mengucapkan secara monoton.


"Syifa, dengerin Abang." Ucap Ridwan menenangkan Syifa, ia jadi teringat saat Syifa terpuruk waktu itu.


"..." Yang ada hanya senggukan Syifa.


"Kamu mencintai kang santri, kamu menunggunya membuktikan cintanya dan kini dia mempersuntingmu menjadi istrinya dia datang Dek , dia yang menikahimu, kalian memang sudah saling mencintai, penantianmu tidak sia-sia Dek." Ucap Ridwan.


Sebenarnya Ridwan tidak bermaksud mengagalkan rencana Fauzi, tapi ia hanya khawatir adiknya akan kembali depresi...Syifa adalah hidupnya, ia sangat menyayangi adiknya.


"Maksud Abang?" Beo Syifa menatap mata Ridwan, teduh.


"Iya, sebenarnya Fauzi, emm Kang Santri yang menikahimu." Ucap Ridwan berharap adiknya menerbitkan senyum.


Syifa awalnya masih loding seperti biasa, tapi sepersekian detik ia menggelengkan kepala. Entah apa yang terlintas di pikirannya, hanya Syifa dan Allah yang tahu.


"Aku ingin diceraikan." Ucap Syifa dengan tatapan kosong.


Ridwan, Bunda dan Ummi terkejut, entah apa yang di fikirkan Syifa saat ini. Mereka hanya tidak mau Syifa yang tersulut emosi hingga memutuskan keputusan yang salah.


Dalam agama cerai memang tidak dilarang tapi cerai merupakan perbuatan yang dibenci Allah. Jika keadaan saat ini bisa di selesaikan secara bijak seharusnya Syifa bisa memikirkan itu. Apakah hatinya terlanjur tertutup?


Kalaupun terjadi, siapkah Fauzi Syifa menjadi duda setelah beberapa detik mengucap kalimat sakral.? Ah malah ngomong janda duda.


Siapa yang tidak kecewa, semua orang membuat hatinya terluka menunggu lama-lama tapi hasilnya entahlah, walaupun akhirnya dunia memang berpihak padanya. Tapi sekali lagi benarkah keputusan Syifa?


Di sisi lain..


Fauzi kalang kabut, ia tak peduli dengan tatapan heran dari tamu undangannya ia meraih cincin yang berada di benda merah itu, segera ia masukkan ke sakunya.


Yah setelah Ridwan membisikkan sesuatu ke telinganya. Hancur sudah hati Fauzi. Ridwan mengikuti langkah Fauzi disusul Abi dan Ayah.


brak!!


"Fa?" Lirih Fauzi melihat Syifa yang terduduk.


"Apa maksudmu tadi?" Tanya Fauzi lemah, Syifa segera bangkit menatap Fauzi dengan entahlah, seperti benci dan dendam. Masih adakah cinta?


"Ceraikan aku zi." Ucap Syifa bukan lagi kang santri.


"Apa yang kamu ucapkan Syifa, aku mencintaimu aku datang untuk membuktikan cintaku Fa." Ucap Fauzi seolah tercekat.


"CINTA?"


Fauzi mengangguk..

__ADS_1


"Lalu apa mau mu hah?" Tanya Syifa sambil menangis, ingin rasanya Fauzi memeluk Syifa , ini memang salahnya.


"Aku ingin kita hidup bersama, membangun keluarga yang bahagia menunju jannah-Nya," Ucap Fauzi dengan tulus, namun api kecewa Syifa sudah menutupi matanya.


Jangan lupa kejadian itu disaksikan dua keluarga, mereka juga tidak menduga akan kecewanya Syifa, sakitnya Syifa.


"KAMU EGOIS!!"


"KAMU ITU COWOK JAHAT YANG PERNAH AKU KENAL, AKU BENCI hiks hiks."


"Aku kecewa sama kamu, hidupku bahkan hatiku sudah hancur saat ini, dan dengan mudahnya kau mengatakan ingin membangun keluarga,,,setelah semuanya yang sudah aku rasakan!!"


"Aku ingin kau mencera.." Belum sempat Syifa menyelesaikan Ucapnya. Fauzi merengkuh tubuh Syifa.


ehem udah sah ya...


"Kamu jahat kang santri, kamu egois hiks.." Syifa memukul dada Fauzi menumpahkan segala rasa kecewanya dengan pria ini.


Tanpa aba-aba, Fauzi menggendong tubuh Syifa ala birdal style, Syifa menyembunyikan kepalanya di dada bidang Fauzi entahlah apa yang dilakukan pria ini.


"Aaaaa." Teriakan dari tamu undangan, bingung sekaligus merasa kejadian So sweet itu, namun apa yang terjadi dengan mereka?


Arnold mengurus tamu undangan, untuk menikmati hidangannya...Berharap agar masalah mereka cepat selesai, dan Syifa mengambil keputusan benar. Fauzi adalah sosok menantu yang diharapkan Arnold.


Di luar Rizky, Andre, dan Faqih yang berada di meja makanan tapi sedari tadi melihat tingkah Fauzi dengan tampang temboknya. Lalu memasukan snack ke mulutnya sendiri.


"Hap. Mereka kenapa?" Tanya Faqih, yang memang tak tahu.


Andre hanya menatap arah Fauzi lagi, datar..Memasukan lagi makanan ke mulutnya "AllahuAkbar..Ealah simbok cucumu ini juga pengen nikah." Batin Andre.


"Banyak drama." Batinnya Rizky.


_____________


Babaayyy😅baru bisa up ya


okee menujuu end..


Part ini emang gak jelas kok , I know it


Jika ada kesalahan dalam segi ijab atau lainnya, tolonggg... pengertian sedikitt


Nggak ada ya di dunia nyata baru ijab minta cerai walaupun ada beberapa😂


Tetap tunggu next lanjutannya..


Ehem!!


Kalian mau mereka (S.F)????


A. SAMAWA


B. Semrawut


Salam dariku


Si Pemalas Sejuta Impian

__ADS_1


__ADS_2