Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
75.Pesan Kak Gus


__ADS_3

Tumben like 100nya cepet๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Keesokan harinya pesantren


Kini Fauzi sudah siap untuk keberangkatan ke kairo, di jemput oleh kakaknya Ummi Fatimah yang sudah di bandara. Ya Abi dan Ummi Fauzi hanya mengantar sampai ke bandara Fauzi hanya menurut selagi itu tujuan untuk belajar ia akan menerimanya.


Kini Fauzi menatap pondok yang dua tahun ini ia tempati, ia teringat di kala bertemu dengan Gadis bernama Syifa yang selalu menabrak ataupun tertabrak, benar-benar bukan kesengajaan tetapi entahlah.


Ia tersenyum sendiri mengingat dirinya mendapat panggilan Agus sungguh ternyata ada juga gadis desa yang belum mengetahui arti Gus , Fauzi mengedarkan pandangannya di kala pertama kali ia bertemu.


Yah di jalan, Fauzi ingat ketika dia terburu-buru tanpa melihat kanan kiri Al hasil ia hampir tertabrak , tetapi Syifa yang terjatuh. Ia menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnnya membuka pintu mobil.


"Jika kita berjodoh, Allah akan menyatukan kita dengan caranya." Batin Fauzi.


"Kakk Gussss." Suara cempreng nan melengking itu membuat Fauzi mengurungkan niatnya, ia melihat arah suara.


"Rizky?"


"Kak Gus mau kemana?" Tanya Rizky yang penasaran, Fauzi melihat Ridwan berjalan ke arahnya.


Kemarin Rizky izin untuk pulang ke rumah karena asrama hari ini libur, jadi dia ingin menginap di rumah lalu kembali ke asrama tidak pagi-pagi.


"Salam dulu ky." Fauzi mengingatkan, seperti biasa Rizky mundur sepuluh langkah di susul berjalan santai lalu mengucap salam dengan suara melengking.


"ASSALAMU'ALAIKUM." Fauzi menjawabnya.


"Wa'alaikumussalam." Geleng-geleng.


"Mau ke mana Gus?" Kini tanya Ridwan, bukannya menjawab Fauzi malah melihat sekeliling seolah mengharapkan kehadiran seseorang namun nihil.


"Ehem." Suara Rizky.


"Eh Anu kak saya mau melanjutkan pendidikan ke kairo." Jawab Fauzi tidak enak karena ia mengabaikan Ridwan.


"Oooo." Ridwan.


"Kairo itu dimana?" Tanya anak kecil itu dengan tampang lugunya.


"Kairo itu jauuuhhh sanaaa." Ucap Fauzi membungkukkan badan mensejajarkan tingginya dengan Rizky.


"Jauuuhhhh sanaaa nya mana?" Tanya Rizky lagi, jangan lupakan tampang serius dan meniru bahasa Fauzi. Huss jangan ketawa!


"Pokoknya jauh, Kak Gus mau belajar lagi Rizky di sini baik-baik jangan nakal sama Abang dan kakakmu." Ucap Fauzi.


"Kak Gus kan dah besar, kenapa harus belajar lagi? Rizky aja di ajarin hafalan Asma'ul husna sama kak Gus." Ucap Rizky seolah enggan Gus nya pergi.


"Rizky, Kak Gus mu itu mau belajar biar jadi seperti Kiyai Hakim." Ucap Ridwan memberi pengertian.


"Laa (tidak) Kak Gus nanti pulangnya kalo sudah seperti Abi ya? Rizky ngga mau! massa nanti pulang rambutnya putih." Ucap Rizky polos. Hih Ridwan hendak menonyor deh otaknya itu.


"Astaghfirullah adek kamu ini kalo ngomong itu hati-hati." Gerutu Ridwan.

__ADS_1


"Rizky tidak sedang berjalan Abang." Ucapnya mengerucutkan bibir.


"Rizky..Dengerin Kak Gus, semua makhluk hidup itu mengalami pertumbuhan, misalnya manusia dari dalam perut ke bayi kemudian seperti Rizky lalu seperti Kak Gus baru kemudian emm.." Ucap Fauzi garuk-garuk tengkuk sendiri. Ridwan? ia menutup mulutnya apa artinya coba?


"Intinya masa itu kita terus mencari ilmu deh, Kak Gus mau melanjutkan pendidikan agar nanti seperti Abi, mengajarkan sunnah dan mengajak ummat muslim untuk menjalankan kewajibannya, menjauhi yang bathil.." Ucap panjang lebar Fauzi.


"Lalu kak Syifa bagaimana?" Tanya Rizky polos.


Deg


"Gus, Syifa sudah tahu?" Tanya Ridwan.


"Sudah kak," Ucap Fauzi mengingat kejadian koin 1000, sebenarnya dia bukan pria romantis.


Kalau dia pria romantis mana mungkin dia memberi koin yang semua orang punya, kenapa bukan Bunga atau cincin kalung dan lainnya, entah bagaimana jalan pikirnya.


Percayalah kalaupun seribu memang kerap di dapatkan pengamen. Namun seribu ini hanya sebagai pancingan menjabarkan seribu rencana Allah kepada setiap makhluk hidup termasuk ujian ataupun rezeki.


Kembali ke cerita.


"Kak Gus beneran mau cari ilmu di jauuuhhh sanaaa." Ucap Rizky memelasnya.


"Iya adek."


"Kenapa harus Jaauuuhhh saannaa dan tidak belajar di dekat sini aja, kan ada kak Syifa." Ujar Rizky dengan lugunya.


Walah sepertinya mata Rizky kemarin ternoda. Ridwan mengerinyit heran.


"Hehehh anu kak, kan Kak Gus sama Kak Syifa suka beliin adek Siomay jadi kann mm nanti jatah per harinya kurang." Ucap Rizky memutar kaki kanannya, sebenarnya ini hanya akal-akalan saja.


"Ya, Kak Gus iseng mau cari pengalaman ky." Ucap Fauzi dengan jawaban singkatnya setidaknya Rizky tidak lagi bertanya.


"Ooo begitu." Ucap Rizky sendu.


"Adek ini kenapa hm? manja sekali sama anak orang." Celetuk Ridwan membuat Rizky mendengus kesal. Pasalnya ia senang dengan Fauzi dari pada Ridwan yang cenderung datar.


Masih ingat kan tentang ikan itu ck, sejak Ridwan menjawabnya enteng TAKDIR dan membuat Ikan Rizky tewas, saat itu juga Rizky mengibarkan bendera permusuhan, Abangnya ini selalu sibuk kerja.


Lain dengan Fauzi yang selalu memberikan pengertian dengan sabar dan perhatian, bagi anak kecil perhatian itu mampu membuatnya luluh. Namun Rizky juga sayang dengan Abangnya hanya saja beda cara.


"Abang ih, Rizky ngomong sama kak Gus." Ucapnya merajuk membuat Ridwan terkekeh.


"Kak Gus mau tanya, cita-cita Rizky apa?"


"Ingin jadi pesawat supaya bisa nganter kak Gus." Ucapnya cengegesan.


"Hmm Pilot ky, bukan pesawat! itu mah beda. Rizky harus belajar setinggi langit dan belajar lah yang rajin agar kelak cita-cita mu bisa diraih." Ucap Fauzi.


"Baiklah Rizky ingat pesan Kak Gus, ilmu itu bagaikan kebahagiaan."


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Barang siapa yang ingin menginginkan Dunia maka dengan Ilmu, barang siapa yang menginginkan Akhirat maka dengan Ilmu, barang siapa yang menginginkan Dunia dan Akhirat maka dengan Ilmu juga."


"Esensi dari sebuah kebahagiaan adalah bagaimana seorang manusia bisa bersukur apa yg iya dapat dan merasa cukup apa yg diberikan untuk kita..


Dengan ilmu, didunia kita akan memperoleh ketenangan jiwa dan ketentraman hati.


Dengan ilmu, diakhirat kita akan memperoleh Surga-Nya Allah InsyaAllah."


"Jadi Kak Gus pesan, kamu rajin-rajin belajar cari ilmu, suatu saat Rizky tahu sendiri arti semua ini okee." Ucap Fauzi mengangkat tangannya untuk melakukan tos


Plok


"Tuh denger adek itu belum cukup umur jadi nanti juga tahu." Ucap Ridwan datar.


"Tih dingir idik iti bilim cikip imir jidi ninti jigi tihi." Ucap Rizky mencibir. Fauzi hanya menggeleng kepala.


"Sudah ya, Kak Gus berangkat." Ucap Fauzi membuat Rizky mendongak menatap Fauzi yang lebih tinggi darinya.


"Kak Gus." Rengkek anak kecil itu.


"Dek, biarkan Kak Gus mu belajar." Ucap Ridwan membuat Rizky menatap Ridwan horor.


"Rizky mau minta oleh-oleh." Ucapnya dengan cengiran khas tanpa dosanya.


Ridwan dengan gemas menarik peci Rizky dan menutup muka Rizky hingga sang empu hanya mengerucutkan bibir, Fauzi terkekeh.


"Iya nanti Kak Gus bawain oleh-oleh." Ucap Fauzi membuat Rizky berbinar sedangkan Ridwan menepuk dahinya.


"Kak saya pamit Assalamu'alaikum." Ucap Fauzi kepada Ridwan, belum sempat Ridwan menjawab Rizky sudah memotong.


"Jadi Abang aja yang di pamit i." Ucap Rizky merajuk.


"Ya udah Kak Gus berangkat, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam."


Ridwan dan Rizky memandangi mobil yang di tumpangi Fauzi hingga menghilang dari pandangan.


_________________


Oke Syifa aku sembunyiin dulu keberangkatan Fauzi takut nangis kejer lagi ekwkw.


Aku tadi buka apk novel ternyata like kalian udah sampai like ke100 ya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ sesuai janji aku langsung kebut buat Up hehehe.


Makasih buat semua yang udah sempetin komen aku baca senyum" sendiri jadinya๐Ÿ˜๐Ÿ˜…


Alhamdulillah aku juga berterimakasih buat yang udah sempet tekan Vote buat cerita berantakan ini๐Ÿ˜™๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜yang vote ikhlas kan ini? dan yang like walaupun ngga komen, tankas๐Ÿ˜˜


,___


Salam dari aku๐Ÿ˜…

__ADS_1


Si Pemalas Sejuta Impian


__ADS_2