Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
31.Ternyata


__ADS_3

Syifa memiliki trauma yang mengerikan, hingga membuat tubuhnya kerap terkena penyakit apalagi jika telat makan, oleh karena itu Ridwan memutuskan untuk mengajak makan siang yang tertunda.


Sesampainya di kantin mereka segera mendudukan diri untuk memesan makan siang, bahkan Pak Yai dan Bu Yai ikut serta sungguh Syifa memang membuat semua orang menyayanginya.


"Bude dengar jika Rizky hiang ya?" Tanya Bude Yul diangguki semuanya.


"Iya bude hmm tapi kita usahakan untuk mencarinya, jika perlu kita akan lapor polisi." Ucap Pak Yai.


"Menurut saya tidak perlu karena mungkin ini ulah musuh saya, jadi biar kami yang mengurus." Ucap Ridwan membuat semuanya terheran heran, Syifa dan Rian tau maksud dari Ridwan.


"Padahl tadi pagi Rizky sarapan di sini." Sambung Bude.


"Ah yang benar bude? Tapi kemana Rizky pergi?" Tanya Fauzi diangguki Faqih.


"Untuk itu, bude tidak tau karena tadi sedang membersihkan piring kotor." Bude Yul.


Semua hanya mengangguk langsung memakan makanan yang sudah terhidang di meja.


.


.


.


Di tempat lain dua pengawal terlihat lengah hingga mereka tertidur pulas, tanpa sadar dua tahanan sudah melepaskan ikat tali, saat hendak berniat kabur mereka menginjak sesuatu dan..


Krek!


Dua pengawal itu terbangun dilihatnya dua pria tahanan sudah berada dihadapan mereka.


"Hey mau kemana kalian." Pengawal 1.


Alhasil jadilah perkelahian itu, tetapi sayang seribu sayang Pengawal yang sudah lengah itu tidak bisa menahan serangan dari salah satunya telah tumbang,


Tahanan 2 bersiap memukul kepala Pengawal 1 yang hendak menolong Pengawal 2,


Bugh!! satu pukulan kayu mampu membuat kepala pengawal 1 memunculkan dara segar, Sedangkan pengawal 2 berusaha menyerang, 2 lawan 1 cukup menyedihkan Alhasil ikut tumbang juga.


"Kita habisi mereka?" Tanya salah satu mantan tahanan.


"Tidak usah! Pasti info keberadaan adik kecil Ridwan ada di pondok itu lebih menyenangkan buat bos kita." jawan salah satunya dengan seringai liciknya.


"Benar juga, keburu Ridwan songong itu datang." Sambung satunya lalu meninggalkan tempat itu.


Keadaan Pengawal sangat mengenaskan ditambah lagi yang satu sudah mengeluarkan darah dengan mimik wajah yang semakin pucat.


"Aku akan berusaha membawamu ke rumah sakit." Ucap Pengawal 2 yang sudah tak berbentuk wajahnya. Pengawal 1 yang masih tersadar hanya menjawab dengan sangat lemas bahkan sampai tak terdengar.


"Kau harus kabari bos dulu, bagaimanapun juga di a te tap utama." Setelah mengucapkan itu pandangannya mulai kabur dan gelap.


Pengawal 2 segera mengambil benda pipih dan mengetik sesuatu di sana. Setelah usai ia segera mengabari pengawal lain untuk membantunya.


.

__ADS_1


.


.


Di kantin ponpes,,


Disela makannya, Syifa angkat bicara.


"Bang, bagaimana jika Rizky tak ditemukan, Syifa benar benar tidak bisa membayangkan itu." Rengkek Syifa.


"Adek makannya dihabisin dulu ya, biar sopan." Bisik Ridwan pada adiknya. Syifa hanya mengangguk.


Ceklek!! ceklek!


Terdengar seseorang membuka pintu dengan kuncinya, pendengaran Ridwan sangat tajam.


"Bude apa , pakde sudah pulang?" Tanya Ridwan.


"Pakde sedang kerja di luar kota, memangnya kenapa?" Tanya Bude,


"Ridwan seperti mendengar seseorang membuka pintu deh." Ucap Ridwan,


"Syifa juga." Sambung Syifa,


Posisi Ridwan membelakangi pintu, jaraknya juga sedikit jauh, hanya saja Fauzi dan Rian yang menghadap ke arah pintu, namun hasilnya tak ada siapapun saat Ridwan angkat bicara.


"Sudahlah ayo makan lagi." Lerai Abi, kemudian semua melanjutkan acara makannya. Bude Yul melanjutkan kegiatannya.


Faqih, Fauzi, Abi, Ummi, tetap Fokus dengan makanan, tak ingin larut dalam pikiran Syifa dan Ridwan juga melakukan hal yang sama, lain dengan Rian yang sedari tadi mengangkat ponselnya ke atas kanan kiri,


"I iya." perlu diakui saat ini ia takut dengan bosnya.


Clek! (Suara pintu terbuka)


Rian yang tangan kanan memegang sendok dan memasukkan kedalam mulutnya tetapi tangan kirinya masih memegang benda pipihnya, tak sengaja menatap arah suara dan,,,


Uhuk! uhuk! Uhukk!


Ia tersedak ketika melihat pria kecil yang tinggi tegap berjalan menujunya dengan sempoyongan, Rian membulatkan matanya sempurna, tak lupa mulutnya yang menganga dilihat masih ada nasi yang jelas terlihat.


"Hey tutup mulutmu atau lalat akan ikut masuk ke lambungmu." Ketus Ridwan, namun lain dengan Rian ia langsung kicep dan mengucek matanya.


"Ii ituu." Tunjuk Rian, hingga semua orang menatap Rian menyelidik.


Rian yang sadar segera menelan sisa nasinya dan mendengus kesal


Glek!


huh!


"Lihatlah sana." Ucap Rian menunjuk arah pintu.


Sontak semua mata mengarah yang dituju, Syifa dan Ridwan memutar kepalanya dan dilihatnya sosok pria kecil tinggi berjalan sempoyongan menuju meja makan,

__ADS_1


Hoaamm!!


Mulutnya menguap, khas bangun tidur jangan tanya semuanya menganga tak percaya namun segera sadar untuk menutup mulut mereka,


"Kak Laper." Rengek Orang itu hingga Syifa mendelik tajam, mata elang siap menerkam habis mangsanya.


Ridwan sudah menepuk kening sedangkan Rian terkekeh, namun lainnya mengerinyitkan dahi.


Yah orang itu ialah Rizky yang keluar dari kamar. Seketika Syifa dan Ridwan dengan kencangnya menarik telinga kanan dan kiri Rizky, hingga Rizky sadar dari alam mimpinya.


"Ahw aw aww.! Lepasin, kak, bang." Ucap Rizky sembari memukul pelan tangan keduanya. Setelah dilepas Rizky mengusap usap telinga yang sudah merah perih.


"Jadi dari mana saja kau." Emosi Syifa sudah di ubun ubun, berdecak pinggang.


"Tidur.." Jawan Rizky enteng seolah tak tau kejadiannya,


"Cih! membuat semuanya geger kau, ternyata enak enakan tidur ya." Kini Ridwan bersedekap dada dan menatap dingin, namun Rizky tau dinginnya penuh misetrius.


"Cih! merepotkan." Gerutu Rian.


"Kau tau Ky kita udah nyari dari sabang sampai merauke." Tutur Fauzi datar.


"Dari Asia sampai Afrika." Kini Faqih acuh, tapi semua itu tak berpengaruh untuk Rizky, dengan santainya menjawab..


"Wah kalian liburan dan jalan jalan tanpa mengajakku, Ck! sungguh aku hanya berjalan sampai pulau kapuk saja hiks hiks." Rizky mencoba untuk menghibur, namun nihil.


Seluruh mata menatap tajam Rizky yang cengegesan merasa tak punya dosa,


"Mm heheh maafkan aku," Ucap Rizky tanpa dosanya. Ridwan yang sudah siap memberikan kata pedas,


Tiba tiba samping kepalanya Rizky mendapat lampu yang bersinar dan cling!! ide gilanya muncul di waktu yang tepat. Hingga semua terheran heran dengan senyum Rizky tanpa makna.


Dengan cepat Rizky memaksa Syifa untuk duduk lalu mencuium pipi kanan dan kiri (mata Syifa membulat sempurna) seketika berbisik sambil memeluk.


"Rizky merindukan Kakak." Bisik Rizky yang terdengar jelas di telinga sekitar.


Benar saja Rayuan maut itu mampu meluluhkan hati Syifa yang sudah membakar.


"Lain kali jangan diulangi lagi." Syifa membalas pelukan itu. Rian dan Ridwan sudah memutar bola matanya malas.


Sedangkan yang lain hanga tersenyum senyum, ada yang mengandai andai(..)


"Lhoh Nak Rizky..." Sontak membuat berbagai lamunan menghilang sejenak.


.


.


.


Happy Reading yaa🤗


maaf jika masih banyak typo😇

__ADS_1


kasih LIKE, KOMEND, VOTE, juga yak kak😍


Terimakasih..😄😄😄


__ADS_2