Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
59. Ayah dan Bunda


__ADS_3

Pria paruh baya dengan kacamata yang bertengger di hidungnya serta wanita berumuran tak jauh, yang berhijab berdiri berdampingan dengan pria yang berwibawa tadi. Tak lupa dengan orang lain yang berpakaian serba hitam menunduk di belakang.


Rizky mengerinyit dalam arti tidak tahu, dengan orang yang dihadapannya saat ini..


"Rizky??" Ucap Wanita tersebut dengan mata berkaca dan senyuman haru. Lain dengan Rizky yang hanya menatap heran sambil mengangguk.


Grep


Wanita itu mensejajarkan tingginya dan memeluk erat tubuh Rizky, terdengar isakan tangis seolah meluapkan rindu yang selama ini terpendam. Rizky semakin bingung namun ia tak bohong Nyaman pelukannya.


"Hiks..hiks.."


"Ya Allah dia siapa tapi ini nyaman." Batin Rizky tanpa membalas pelukan itu. Hingga Wanita itu melepas pelukan sendiri kemudian mengusap air matanya.


"Nak?" Kini giliran Pria itu menatap lekat Rizky.


"Om Tante Siapa?" Tanya polos anak kecil itu sukses membuat hati keduanya tersayat.


Deg


Terlihat Pria dan Wantia itu saling pandang dengan tatapan sulit diartikan, memang benar anak bungsunya ini belum mengenalinya, namun bukankah itu wajar?


(....)


Syifa meletakkan nampan berisi beberapa gelas jus di hadapan Fauzi, ia tidak munafik bahkan saat ini tangannya gemeteran karena jantungnya bermarathon, tunggu? apa ini gerogi?


"Rizky mana Kang Santri?" Tanya Syifa fokus meletakkan jus.


"Itu tadi ada tamu." Jawab Fauzi menunduk.


"Ouh,, silahkan diminum nanti keburu dingin ehh..bukannya jusnya dingin ya? duhh." Ucap Syifa menepuk keningnya sambil merutuki.


"Aduh kenapa jadi salah gini sih." Batin Syifa kikuk.


"Iya." Ucap Fauzi menutup mulutnya dengan tangan, sudah dipastikan jika dia merasa aneh dengan Syifa.


"Tuh kan." Batin Syifa saat tak sengaja menatap Fauzi.


"Emh ya sudah heheh kalau gitu diminum jus dinginnya ....saya ke sana dulu." Ucap Syifa kikuk, ia bahkan bingung kenapa harus Izin dengan Fauzi toh ya ia ngga peduli.


Fauzi langsung menatap Syifa kemudian menunduk lagi.


"Iya." Tapi Ucapan itu hanya gumamnya sedangkan Syifa sudah pergi sedari tadi.


Syifa buru-buru menghampiri Rizky yang di depan pintu.


"Dek, siapa yang da......."


Prengg!! (anggap aja suara nampan terjatuh)


Syifa menutup mulutnya dengan tangan, air matanya luruh begitu saja antara terkejut bahagia haru semua jadi satu, tanpa aba-aba ia menghambur ke pelukan Wanita paruh baya itu.


Grep

__ADS_1


"Hiks hiks...Bunda ke indonesia.." Ucap Syifa dalam dekapan Bundanya. Kemudian menatap Ayahnya yang terlihat muda di usia tua,


"Ayahh hiks.." Ucap Syifa menghambur Ayahnya.


"Ayah...Bunda.???" Kata itu yang terlintas di kepala Rizky, ia hanya mematung menatap ke bingungan.


"Apa kau membiarkan kami tetap berdiri disini hem." Ucap Sang Ayah yang paham kebingungan Rizky.


Syifa hanya tercengir kemudian menyilahkan Semua masuk di ruang tamu, bodyguard masih di luar berjaga kalaupun di suruh masuk mungkin tidak muat ruang tamunya karena teman Syifa pun masih sibuk dengan dapur.


Fauzi yang sedari tadi membelakangi pintu hanya merasakan kaki melangkah di belakangnya, namun ia mengira jika itu Syifa dan Rizky.


Deg!


Tangan kokoh itu memegang pundak Fauzi, sontak sang empu menebak siapa pemiliknya. Syifa? ah tidak mungkin kan tangannya keras begini. Rizky? massa iya dia menjelma menjadi tangan besar.


Fauzi berbalik dengan posisi yang sudah berdiri, ia menatap pria paruh baya dengan bingungnya.


"Ridwan?" Ucap Pria itu langsung mendekap Fauzi yang sudah membulatkan mata.


"Yah itu.." Ucap Syifa terpotong Bunda.


"Ya Allah Ridwan? Anak bunda operasi wajah atau gimana sih, Masya Allah solehnya, apa kau tak menyambut datangnya bunda hmm." Pertanyaan beruntun dari Bunda sedangkan..


Fauzi??


Jangan tanya saat ini ia di landa kebingungan dan tersenyum kikuk yang selalu ia tampilkan tak lupa dengan tangan yang menggaruk tengkuk sama sekali tak gatal.


"Bunda itu.." Ucap Syifa terpotong lagi karena Ayah.


Mereka akui jika Ridwan yang ini penampilannya soleh seperti Ustadz, wajah yang manis tapi secepat itu kah berubah? dan kenapa juga ia diam dan senyum kikuk. Saking kangennya hingga tak meneliti wajah si empu.


Syifa sudah mendengus kesal, mungkin Ayah Bunda kaget melihat Ridwan jadi pendek beda dengan di foto dan satu lagi parahnya itu bukan Ridwan tapi Kang Santri huh.


"Lhoh Ayah Bunda." Suara bariton itu muncul dari arah lain. Hingga semua menoleh si pemilik bariton.


"Lhoh Ridwan?" Ucap Ayah/Bunda bersamaan saling tatap kemudian menatap Fauzi yang kikuk beralih ke Ridwan lalu menengok Syifa dan Rizky.


Tanpa Aba-aba Ridwan memeluk Ayah dan Bundanya bergantian.


"Salah orang."


"Hadeh kenapa begini."


Lain dengan Rizky serasa anak yang terlupakan Ckckck.


"Lalu ini Siapa?" Tanya Ayah.


"Ini Kang Santri,, eh Fauzi santri di pondok deket sini." Ucap Syifa mereka hanya mengangguk.


Fauzi tersenyum ia baru melihat pasangan suami istri itu, kemudian mereka mensejajarkan tingginya dengan Rizky yang masih posisi heran.


"Nak?" Ucap Bunda.

__ADS_1


Rizky menuju Syifa bersembunyi di belakangnya karena takut. Ridwan segera menggandeng Rizky memberi pengertian.


"Rizky Adek Abang yang tampannya ngga ngalahin Abang." Ucap Ridwan terkekeh, Rizky hanya memicingkan mata.


Ridwan menjelaskan bahwa Pria itu adalah Ayah dan Wanita itu Bunda yang selama ini Rizky harapkan. Tetapi tidak mengatakan Jika Ayahnya seorang Mafia. Karena Fauzi berada di sini.


(.....)


Arnold Erlan Brammasta usia 50 tahun, King Mafia terkenal di Amerika tepatnya mantan, namun gelarnya belum terlepas darinya hingga banyak yang ingin merebutkan gelar itu. Bukan hanya itu, perusahaan BRAMS GROUP yang berdiri di berbagai negara.


Bisnis legal maupun ilegal yang sudah berjalan sebelum ia menikah dengan.. Bunda yah Ayana Aysfa Fadilla yang berusia 43 tahun, hemm Wanita berhijab yang mampu mengubah sifat Arnold.


Wajah Arnold atau Mr. Er itu sering menjadi perbincangan di publik, namun alasan tidak memberi nama Brammasta kepada Anaknya karena demi keselamatan posisi anaknya.


Namun bukan hal mudah bagi kehidupan Arnold untuk keluar dari Dunia Gelapnya, justru memutuskan untuk berhenti dari kerjaan ilegal membawa ancaman bahaya bagi anak-anaknya.


Dan ini lah alasan kenapa Ridwan, Syifa dan Rizky tinggal Indonesia tanah air Sang Ibundanya terlebih lagi merahasiakan nama keluarganya yang terkenal di mana-mana.


"Jadi Rizky punya Ayah Bunda seperti teman lain." Ucap Anak polos itu dengan berbinar.


Arnold dan Ayana mengangguk kemudian memeluk Rizky, mengucap Syukur setidaknya keputusan tinggal di indonesia adalah hal yang tepat, tiada yang lebih tentram melihat keluarga bahagia.


"Lhoh Syifa?" Ucap Della,Yunda,Reva dan Rina meminta penjelasan.


"Hem ini Ayah Bunda." Ucap Syifa haru.


Teman Syifa ikut menyalami Ayah Bundanya, kemudian memutuskan untuk pamit karena, keluarga kecil itu butuh waktu.


"Kalau begitu saya juga pamit Om Tan." Ucap Fauzi.


"Maaf tadi salah orang kita, oh ya panggil Ayah sama Bunda juga ya." Ucap Ayana. Hingga Syifa menyenggol lengan Bundanya.


"Bunn..." Ucap Syifa malu. Fauzi hanya tersenyum-senyum.


"Ngga usah malu Dek." Ledek Ridwan hingga Syifa merubah mimik datar. Semua terkekeh kecuali Rizky si anak polos itu memandang dengan ya yaa Polos.


"Kalau begitu saya pulang dulu emm Om Tan,," Ucap Fauzi masih kaku.


"Ya kalau ngga mau panggil Ayah Bunda panggil saja CaYahMer dan CaBunMer hahahh." Canda Arnold dengan tawannya.


Semua tampak mengerinyit menatap Arnold tatapan heran.


"Calon Ayah Mertua dan Calon Bunda Mertua." Bisik Ayah pada Bunda, membuat Bunda mencubit perut suaminya dengan gemes, jarang juga Arnold ramah dengan orang lain.


"Sudah sudah lupakan." Ucap Bunda tersenyum-senyum.


"Saya permisi Assalamu'alaikum." Ucap Fauzi sopan.


"Wa'alaikumussalam." Jawab serempak.


Fauzi meninggalkan kediaman Rumah itu, Syifa terus menatap punggung Fauzi hingga tersadar karena bisikan dari Bunda


"Ehem Calon mantu."

__ADS_1


Blushh


Bisikan halus itu mampu membuat Syifa mati Rasa, kenapa ia menjadi manusia aneh saat ini pikirnya. Lain dengan Ridwan yang menatap 2 Wanita tercintanya sedangkan Rizky menatap dengan muka polosnya.


__ADS_2