
Kita tahu manusia bisa merencana
Tapi apakah takdir membuahkan hasil?
Jodoh itu cerminan diri
Maka terus perbaiki pribadhi
Agar kelak mendapatkan yang terbaik
_______
Jika di sana Fauzi tengah bimbang akan pilihannya kita juga harus melihat bagaimana keyakinan Syifa akan Fauzi? akan kah dia memilih untuk tetap tinggal dan pergi, begitukah??
Kita ini sama,,tanpa sadar
Tanpa kabar
Di sana menunggu
Di sini juga menunggu
Namun kita tidak saling tahu
@Asyifadila
Posst IG yang baru Fauzi lihat di ponselnya membuat dirinya tersindir, kenapa begitu? Yah wajar kata-kata Syifa itu tepat sekali dengan perasaannya.
Senyum tipis tercetak samar-samar. Kalian tahu papan itu datar? bagaimana orang datar itu tersenyum? nah sepertinya harus banyak-banyak senyum sebelum senyum dilarang.
"Saya akan buktikan Syifa, seberapa seriusnya saya."
(......)
Sementara di tempat lain, Gadis 22 tahun cantik tapi terlihat manis hidung yang mancung bibir tipis ranum dan berwajah indonesia itu tengah bersiap untuk ke pesantren, katanya sih Rizky yang sedang membuat ulah.
"Kakakk." Tuh kan sapanya sudah seperti manusia tanpa dosanya.
"Hm."
"...." Laki-laki berusia 11 tahun itu hanya diam, walaupun sikapnya masih sedikit neko-neko tapi tetap saja adik kesayangan.
"Apa yang kamu lakuin hingga kakak harus mendatangi pesantren ini hem." Tanya Syifa, sabarrr sabarrr.
"Hehe nggak ada kak, cuma lompat gerbang." Ucap Rizky dengan cengiran khas seperti tidak ada dosanya gitu. Pliss deh saat ini Syifa memijit pelipisnya yang sudah cenat-cenut
Bunda ngidam apa dulu?
Beginilah Rizky yang suka jahil, lebih lagi suka menjahili santriwati, namun tetap pintar entah makan apa orang itu.
"Ngapain lompat-lompat gerbang??" Tanya Syifa dengan memicing.
"Ish kakak, Rizky cuma lompat tiga kali sehari." Ucapnya menunduk, bolehkan karungin ni anak satu?
"Huh terserah mu dek, kakak capek." Ucap Syifa pusing belum urusan kantor yang tiada kelarnya, sekarang? Abu jahil membuat ulah.
"Maaf." Cicit Rizky.
Mau bagaimanapun Syifa tetap sayang dengan Rizky, ia tidak akan tega jika adiknya itu sudah nangis. Lihat saja perasaan sayangnya mengalahkan rasa marahnya.
"Hem jangan ulangi lagi." Ucap Syifa tersenyum, Rizky mendongak.
__ADS_1
"Kalo begitu ayo antar Rizky jajan." Ucap Rizky dengan memamerkan deretan giginya.
Astaghfirullah sabar Fa sabar gitu gitu adikmu satu-satunya, kalau bukan udah cegurin aja tuh ke sumur.
__________
Setelah mengantarkan jajan Rizky, mereka asyik duduk di serambi masjid, dulu dia selalu ada kang santri jika harus menunggu Rizky.
Tapi tidak untuk kini, setelah lima tahun harus nya terlihat berubah, namun tidak untuk perasaannya.
Samar-samar dia mendengar berita dari dua santriwati yang usai piket masjid mungkin,
"Bukannya Ning Najwa itu cantik ya?"
"Iya, Mungkin Gus Fazui masih memikirkan secara umurnya masih muda."
"Ah ya, tapi ku harap Ning Najwa di tolak lah, semoga jadi jodohku hihihi."
"Ngimpi."
"Tapi cocok juga lho, jika Ning ketemu Gus bukankah itu serasi? haha bukan hanya di dunia nyata tapi aku pernah baca novel Ning untuk Gus, baper tauu?
Sekiranya seperti itulah, Syifa?? Bingung dengan semua ini entahlah hatinya seperti tersayat.
Patah hati?
Tidak-tidak hati tidak bertulang kanapa bisa patah coba? Ingin sekali Syifa meneriaki santriwati itu jika Syifa cinta dengan Fauzi tapi apa?? kenapa semua seperti ini?? Ya Allah kuatkan hati Syifa.
"Syifa?"
Syifa menoleh melihat seseorang itu tersenyum, seolah memberikan semangat pada hati yang sedang patah tapi tak punya tulang itu.
"Kamu dengar berita itu?" Ucap Dinda, tepat sekali sekarang mereka berteman baik. Untuk apa membenci orang lain hanya karena cinta?
Hening
"Seminggu lalu Ning Najwa dan Kiyai Hussein ke sini ku pikir juga mereka hanya sebatas datang seperti biasa, namun ternyata Abah Najwa melamar Gus pondok." Ucap Dinda seolah paham jika Syifa ingin tahu.
"Jadi semua benar?"
Yah lamaran Kiyai Hussein sudah tersebar luas di perbicangan santri dan santriwati, bagaimana mungkin jika Fauzi menolak karena Ning Najwa memang cantik orangnya.
"Tidak, Gus Fauzi belum memberi jawaban kok, aku yakin dia mencintaimu Fa." Ucap Dinda tersenyum.
"Tapi semua tidak pasti, tidak mungkin Fauzi menolak permintaan itu, belum juga jika itu adalah Nazar yang harus mereka tepati." Ucap Syifa seolah tercekat.
"Jangan sampai Ya Allah."
"Hey kamu berdoa saja ya, aku masuk dulu ada kelas soalnya." Ucap Dinda pamit.
"Apa Kang santri menerimanya?"
"Jika begitu kenapa dia memintaku menunggu."
"Dulu aku juga tidak mau mendengar janjinya, tapi apakah dengan itu dia tidak akan pernah membuktikan cinta nya."
Ya Allah seandainya Fauzi sudah pulang ia akan menanyakan semuanya, ia akan mengatakan Rindunya, ia akan mengatakan jika dia jatuh cinta! tapi kapannn?
Lima tahun sudah berlalu bahkan kini sudah lebih, tapi Syifa masih sabar dalam penantian tanpa kepastian.. Ia menutup hati segala pria hanya karena kang santri. Lalu apa ini?
"Ya Allah kenapa semua jadi seperti ini?"
__ADS_1
"Kakak kenapa melamun?" Tanya Rizky.
"Tidak, sana masuk kelas belajar yang rajin ya." Ucap Syifa di angguki Rizky.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam."
Semuanya terasa mimpi, pantaskah ia berharap kenapa dia menjadi bimbang begini? Di kubu satu Syifa mencintai Fauzi tapi apakah di sana Fauzi masih ingin mencintainya.
Perasaan makhluk satu ke yang lain itu tidak ada yang tahu kecuali salah satunya mengatakannya atau keduanya menceritakannya. Namun bagaimana jika letak keduanya berada di tempat berbeda. Bahkan jarakpun menghalangi mereka.
Syifa berjalan, masih banyak bisikan-bisikan dari santri-santri..Tentu saja membuat Syifa minder lebih lagi ilmu yang dimiliki Najwa sudah termasuk tinggi. Lalu bagaimana dengan Syifa? Ngaji saja belum fasih. Pantaskah ia mengharapkan Fauzi?
"Pasti Gus Fauzi menerima lamaran Ning Najwa."
"Tentu saja."
"Tapi apakah Gus Fauzi bakal menerimanya, kenapa tidak langsung saja."
"Huaaa bakalan patah hati nasional."
Samar-samar Syifa masih mendengar, huh ternyata banyak yang patah hati, banyak yang menyimpan rasa, lalu apakah arti Syifa yang bukan apa-apa.
Hanya ditemani sebuah cahaya khayalan
Yang menghiasi dinding kenangan
Menusuk dalam setiap kehampaan
Meletus dalam kerinduan
Kenangan masalalu itu tiba-tiba muncul dimana Fauzi yang menyuruhnya untuk menunggu, tapi apa? malah kabar dia yang di lamar. Dunia ini sedang tak ingin Syifa lihat.
Ia harus menerima kabar menyakitkan itu, tapi pasrah kunci utama, biarlah do'a yang menjawab dan biarlah waktu yang menentukan dia untuknya atau untuk orang lain.
"Bismillah, hamba pasrah."
Untuk saat ini biarlah ia hanya berjuang lewat doa, meminta di sepertiga malam memohon petunjuk dari yang kuasa. Tanpa berharap lebih, takutnya cintanya kepada Fauzi melebihi cinta kepada sang pencipta.
Air mata Syifa pun luruh saat itu, ia terus menunduk hingga sesuatu yang begitu keras ia tabrak.
Duggg!!
"Astaghfirullah." Syifa mendengar suara itu ,sepertinya dia menabrak seseorang.
___________
Gemezz sama kalian yang kemarin dah komen pelaminan...Btw ktp ku dah jadi lhoo haha doain aja cepet ke pelaminan wkwkwk
becanddaaaa...
Hayoo siapa yang di tabrak????
tebak tebak an lagii yoooo
Setiap part dri awal sampai akhir udah aku tentuin ya..
aku bakal kasih kejutann buat kalian..tapi nunggu duluu yaaaa..
111 Like aku Lanjuttt Up😚
__ADS_1
Salam dariku
Si Pemalas Sejuta Impian