Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
47.Jalan-jalan berujung pengajian(2)


__ADS_3

Semoga suka dan ambil yang bermanfaat saja😄happy reading..


_____________________


"Lanjut??" Tanya Ustadz itu.


"Lanjuttt." Teriak serempak.


"Disini ada yang Jomblo???" Tanya Ustadz semua pun angkat tangan.


"Ckckck Sama." Ucapnya hingga membuat semua tertawa.


"Saya harap mbak mas sini tidak mempermasalahkan status itu, Jadi Jomblo itu tidak pernah masalah, Sendiri itu juga bukan masalah. Yang jadi masalah itu adalah ketika kesendirian kita, kita tidak sadar kita sedang bersama Allah itu yang jadi masalah."


"Tapi ketika kesendirian kita, kita sadari bersama Allah dan karena Allah buah cinta karena Allah kita akan bersabar dengan kesendirian ,jika engkau tidak bersama Allah SWT sulit yang akan datang kepada kita. Tapi ketika kita bersama Allah SWT tenang, nyaman, bahagia ketika kita terus bersama Allah SWT," lanjut Gus sekaligus Ustadz.


“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28)


"Sekarang ada yang ingin ditanyakan???" Tanya Ustadz.


“Gus bolehkah kita menyelawati seseorang supaya bisa berjodoh?


Syifa tertawa melihat Ustadz itu yang tingkah lucu, ya memang kenyataannya ketawa sampe nunduk-nunduk. Hehe


Gimana ngga ketawa jawabnya juga cukup logis, ilmiah berdasarkan keilmuan. Lah, bagiamana tidak, beliau langsung masuk pada menjawab substansi pertanyaan.


“Ya klo harapan terus kepada Allah, ya bagus lah. Terus yang dipakek shalawat. Yang nggak bagus kan memaksakan kehendak, klo harapan ya kan bagus ya” jawab Gus.


Ia menerangkan di antara sarana قضاء الحوائج (supaya hajat kesampaian) memperbanyak shalawat, apalagi calon yang diidamkan karena kesalehannya dan kebaikannya.


“ketika kita sudah berusaha mencari calon istri tapi belum berhasil, dapat putus, dapat putus, apakah kita harus pasrah Gus?" Tanyanya Andre teman Fauzi sedikit konyol memang.


Ustadz kembali memunculkan senyum khasnya mendengar pertanyaan yang mungkin ehem..


“Harusnya mulai usaha sudah sambil pasrah, berhubung saya bukan dukun yang tak bisa memberikan aji-aji. Jadi ya nasehat saya sabar aja” begitu jawabannya yang tak kalah pasrah dengan Andre yang berkata.


Kini Fauzi menanyakan hal berhubungan ” bagaimana cara ta’aruf yang benar menurut agama Gus?"

__ADS_1


“Ya yang nggak ada pelanggaran syariat" jawabannya sambil tersenyum menundukkan kepala. Intinya selama masih proses yang baik dan untuk hal yang baik masih ditoleransi oleh syariat. Yang jadi pantangannya du tempat sepi berduaan dengan lawan jenis.


"Kalo begitu dengan permasalahan yang tak terpikirkan Shalawatin aja. Yak…Atau jangan-jangan pernah merasakan asmaranya ditolak. Ya sabar kata Ustadz tadi hahahahha" Ucap Syifa kepada temannya.


"Seru juga hahah." Yunda diikuti nggukan dua teman lainnya.


Syifa dan Fauzi bertatap saling beradu kemudian memutuskan kontak pandangannya.


dag dig dug!!!!!


Perasaan cinta itu manusiawi. Berapa juta ummat yang memilih memendam perasaannya dalam diam. Dan berapa banyak juga yang memilih mengekspresikan cintanya, mengungkapkan langsung perasaannya. Ya sah-sah saja,


Bagi sebagian orang menyatakan cinta itu bukan perkara mudah. Tapi agama menganjurkan untuk menyampaikan perasaannya langsung dengan maksud untuk menikahinya.


Memang selayaknya cinta itu diungkapkan, namun tak semua orang punya nyali. Pasti!Sekali menyatakan dengan berani di hadapannya itu sebuah kelegaan luar biasa. Ya lega, ditolak lega, diterima juga lega..


Kemudian acara ditutup dengan permintaan maaf dari Ustadz sekligus Gus dan beberapa doa lalu ditutup nyanyian hadrah menggema, diikuti semua berhambur pulang.


-


-


"Sudah malam banget ini." Ucap Syifa.


"Iya, yaudah cepeti bersih-bersih langsung tidur." Ucap Reva.


"Lho udah malam bersih-bersih besok aja, ini lantai masih bersih." Ucap Yunda dengan polos.


"Maksudnya cuci tangan atau gimana gitu mandi sekalian nggapapa hemm." Arin yang sabar.


Kini mereka sudah siap berbaring untuk mengistirahatkan tubuh yang sudah lelah, Syifa terus bolak balik tidak bisa tidur suara merdu seseorang mengusik pendengarannya.


"Astaghfirullah, perasaan seperti ini belum waktunya, suatu saat jika kita jodoh Allah akan menyatukan dengan caranya." Batin Syifa. Ia menolak perasaan yang sudah bergejolak hingga tertidur.


_____________________________


Di tempat lain Fauzi tengah selesai bersih-bersih dengan sahabatnya yang tak lain Andre si raja kepo.

__ADS_1


"Kayaknya ada yang kembang-kembang ini." Goda Andre sembari duduk di samping Fauzi.


"Aku ngga lagi nanam kembang ya." Ucapnya ketus.


"Iya deh, tadi aku ngelihat cewek yang dulu nemuin sampean saat ngasih sorban." Andre.


Fauzi sudah merebahkan dirinya tanpa peduli celoteh raja kepo itu, hingga dilihatnya temannya frustasi.


"Sampean masih hutang penjelasan lho." Ucap Andre merengek.


"Baiklah dia itu kakak nya adik yang mondok di pondok Abi dan kakaknya dia guru bela diri." Fauzi sambil memejamkan mata.


"Kakaknya adik, adik kakak dari aihh apa sih kok ribet amat?" Andre tetapi Fauzi mengangkat bahu tak tau.


"Tunggu dia pemain bela diri berarti jago silat dong." Tanyanya Antusias.


Fauzi yang mulai jengah segera menjawab. "Kakaknya yang jago tapi kalau dia orangnya kalem, lembut, baik pokoknya." Ucap Fauzi segera menutup diri dengan selimut.


"Wah wah itu tipemu banget..ck sudah tidur sampean." Gumam Andre.


"Bukan." Jawabnya pelan masih terdengar Andre tetapi ia enggan menanya lagi karena sudah larut.


Yang di dalam selimut menyunggingkan Senyum tetapi juga resah sungguh perasaannya saat ini tengah gundah..


"Baiklah aku harus bersikap seperti biasa saat ini, fokus memperbaiki diri dan Lillahita'ala maafkan sikapku yang konyol, Fa. Antah aku tak bisa mengendalikan diri jika denganmu." Batinnya.


"Mulai detik ini aku akan membuang harapan semu itu karena aku tau, jika saat itu aku sudah berdosa, padahal hanya Allah yang pemilik hati, Bismillah."


"Cintai dulu penciptanya lalu ciptaannya karena pencipta, Zil.Alfauzy bukan manusia sempurna tapi jika kelak kita berjodoh Allah akan memdekatkan dengan Caranya." Batin Fauzi seketika terlelap.


-


-


-


komen🙄😃

__ADS_1


Ayo sambil nunggu Episode selanjutnya mampir juga ke karya temen aku yaa😍😍😍



__ADS_2