
Sepasang mata memandangi dari arah kejauhan yang tak lain adalah Fauzi ada rasa ingin seperti mereka yang begitu akrab
Fauzi memasuki kamarnya seperti pemikiran yang berkecambuk di dalam otaknya
tok tok tok!!
"Zil ini umi." Ucap Umi Fatimah
"Masuk umi." Fatimah memasuki kamar dan Fauzi mencium tangan Umi
"Nak apa ada masalah," Fauzi geleng
"Apa kamu belum bisa berteman dengan mereka"
"Bukan begitu ummi, hanya saja.."
"Di coba dulu zil," Kemudian diangguki fauzi
.
.
.
Jum'at hari yang di tunggu para santri, Karna di pondok ini peraturan libur pada hari jum'at
Seluruh santri paginya masih dengan kesibukan piket,dan urusan pribadi dan batas waktu hanya sampai pukul 10.00 WIB
Untuk di perbolehkan keluar area pondok hanya di beri waktu pukul 10.00 sampai 16.00 Wib itu pun di sertai dengan izin dari ustadz yang berjaga
Toyib adalah santri lama yang sudah kenal dekat dengan Fauzi,rencananya mereka akan keluar area pondok untuk mencari sedikit angin bebas sebelum jum'atan nanti
Fauzi dan toyib menyusuri pedesaan yang tak jauh dari area pondok, Langkahnya terhenti karna ada seseorang yang memanggilnya
"Gus fauzi sini." ucap orang itu yang tak lain adalah Faqih Danu dan Satu lagi tapi yang jelas bukan santri
Fauzi dan Toyib pun mengangguk,Mereka ikut bergabung, jangan lupa ekspresinya dingin untuk fauzi dan senyum dari toyib
"Ehemm datar datar bae kamu gus," celetuk Danu
__ADS_1
"Santai aja kali,mumpung libur kita kumpul kumpul lah biar nggak mumet hafalan mulu." ucap Faqih cengegesan
Fauzi hanya membalas senyuman karna melihat sisi lain dari Faqih yang ia kenal datar, Kemudian matanya mengarah pada seseorang, Faqih yang mengerti maksutnya langsung menjelaskan.
"Kak rid ini Gus Fauzi putranya Pak Yai." tutur Faqih
"Ridwan." tersenyum ramah
"Fauzi." jawabnya
"Jadi kamu ini putranya pak yai ya Gus, wah wah senang bertemu." Ucap Ridwan ramah kemudian di angguki Fauzi
Faqih yang melihat interaksi keduanaya bingung pasalnya tak biasanya Ridwan berkata manis biasanya kan lempeng kayak jalan tol
Kemudian perbincangan menjadi semakin hangat entahlah semuanya serasa cocok, di bumbui dengan Danu yang selalu menggoda gadis yang lewat dan toyib yang selalu bicara yang mengandung gelak tawa
Tak lama para preman datang 3 pria bertubuh besar berotot berkalung rantai bermuka seram datang memalak para pedagang tepat warung yang di duduki oleh santri tadi
"Cepat, Setoran!!" Ucap satu preman botak
"ma maaf pak sa ..sayaa belum da dapat..warung saya sepi.." Jawab pedagang gemetar
"saya tidak peduli sekarang serahkan setoran kalo tidak saya acak acak warung jelek mu ini hemm." Ucap preman berambut panjang
"Jangan pak nanti anak saya makan apa." ucap pedagang
"Saya bilang terserah,mau makan nasi mau makan batu juga bukan urusan saya." Preman
"Tolong lah mas istri saya sakit ja.." belum sempat menjelaskan preman botak mencekam kaos pedagang
"Serahkan atau kau mati disini hah." ucap preman
Faqih dan Fauzi saling memandang akhirnya mereka saling mengangguk
"Berhenti!!!" ucapnya
Preman pun berhenti mencekam kaos pedagang dan melihat arah bicara
"hey bocah tengil,gue ngga ada urusan sama lo"
__ADS_1
"Bapak yang ada urusan apa dengan mereka," Faqih
"Bos kita berkuasa mau apa lo."
"Heh,dasar tempat ini umumya milik pemerintah,lagian jika kalian malak hak orang lain maka kalian sendiri yang dapat dosa." Ucap Fauzi tenang ,Ridwan yang melihatnya terkekeh dengan penuturan fauzi
"alah ngga usah banyak bacot lo" Ucap preman kemudian menyerang
Faqih dan Fauzi yang siap dalam posisi kuda kuda mulai melawan satu lawan satu
bugh!
bugh
Fauzi menahan bogeman preman botak, dengan Cepat membogem perutnya,kaki siap menendang dada hingga preman tersebut tersungkur ke tanah,
Faqih melakukan hal yang sama, Para preman masih bisa berdiri hingga melawan dadakan Faqih, Tepat tendangan preman menuju wajah faqih hingga timbul luka lebam,
Kemudian Fauzi yang sedikit lengah , Preman dengan sigap membogem sudut bibir Fauzi hingga berdarah (Hikss betapa kerasnya pukulannya itu)
Faqih dan Fauzi belum menyerah mereka bangkit, Pertarungan kembali mengema di depan warung.
bugh! bugh!
(...)
Semua orang tegang dengan posisi mereka (kenapa hanya jadi penonton kalian hah😂) Toyib dan Danu hanya menonton ketakutan yah karna ngga bisa berantem Ridwan hanya memandang pertarungan tatapan datar.
"Kak ridwan ngga bisa berantem ya?" Danu
"Saya hanya suka melihat." Ridwan Datar
Toyib pun berteriak histeris ketika dilihatnya Faqih dan Fauzi tersungkur lemah tak berdaya. Preman hendak melayangkan bogeman tiba tiba di hentikan oleh teriakan seseorang.
"stop!!!!!!!"
.
.
__ADS_1
Hay readerss jangan lupa tekan jempol kalian yak heppy reading