
Waktu sudah siang, kini teman teman Syifa beranjak untuk melaksanakan sholat dzuhur, setelah kewajibannya terlaksana mereka menikmati dengan santai ria.
Jangan lupa akan cemilan yang sudah tinggal kemasan, Sudah kebiasaan mereka bukan hanya rumah Syifa melainkan setiap kumpul sudah hobbynya sedemikian.
Masih dengan santai memandangi TV, salah satu darinya angkat bicara,
"Eh Bocilmu mana Fa." Ucap Yunda yang baru sadar tidak ada jiwa jiwa narsis disini.
"Iya biasanya kan tuh anak bikin pusing tuju keliling." Celetuk Reva.
"Masih sekolah Dia." Syifa masih fokus dengan berita TV.
"Lhoh tumben biasanya sebelum dzuhur kan pulangnya." Sambung Rina dan diangguki kedua temannya,
Inilah sahabat Syifa yang peduli dengan keluarganya, Syifa tanpa sungkan menceritakan masalahnya tapi yang belum diketahui hanya Ayahnya yang mantan mafia dan tentunya Syifa mengaku sebatas orang sederhana terlihat dari rumahnya, ia juga tak memberi tau kebenarannya sebelum waktunya tiba.
Sahabat Syifa juga peduli dengan Adiknya karena lucu dan menggemaskan, hanya saja Ridwan yang tak pernah mereka ajak bicara yah tau sendirilah alasannya.
"Pindah." Jawab Syifa singkat
"Whatt! (pekik ketiganya)Kenapa ngga bilang kita."
"Ellah iya iya maap, repot deh jadinya jika kalian nimbrung terus keluarga gue." Gerutu Syifa kemudian semua menggaruk tengkuk.
"Yaudah, aku mau siap siap jemput nih, kalian pulang aja," Ucap Santai Syifa.
"Yaelah Fa masa kita disuruh pulang," Rengkek Yunda
"Lha masa mau ikut." Ucap Syifa asal
Ketiganya mengangguk, memasang ekspresi puppy eyes, Syifa hanya menggerutu "Salah omong nih,"
.
.
.
Di tempat lain
Rizky yang masih menunggu jemputan ia duduk menunggu Kakaknya di serambi masjid.
"Assalamu'alikum dek." Ucap seseorang
"Wa'alaikumussalam." Ucap Rizky datar membuat orang tersebut terheran heran,
"Apa kau ada masalah." Tanyanya.
"Tidak."
"Apa kau marah padaku saat ku hukum tadi." Ucapnya lagi
"Ini marah marah apa ya?" Tanya seseorang yang baru keluar dari masjid.
"Tidak Gus, Kang, Rizky tidak marah." Jawab Rizky.
"Ustadz Ihsan kenapa ngira Rizky marah." Tanya Rizky pada Ustadz
"Kau hanya jawab singkat padaku, apa itu sopan sama yang lebih tua." Ucap Ustadz Ihsan.
"Secara tidak langsung Paman Ustadz mengaku tua hahahh." Tutur Rizky membuat Ihsan geram.
Fauzi dan Faqih hanya menjadi pendengar setia
__ADS_1
Flashback on
Setelah pembelajaran dari Gus Fauzi , Rizky tertidur tanpa tau siapa yang akan mengajarnya
"Assalamu'alikum." Ucap Ustadz Ihsan yang baru masuk ruangan
"Wa'alaikumussalam." Ucap semua kecuali Rizky
"Saya pengajar baru disini dan panggil saya Ustadz Ihsan bla bla bla(skip), Ada yang di pertanyakan." Tanya Ihsan
"Tidak ustadz." Jawaban serempak
"Baiklah disini saya akan sedikit bercerita tentang kisah..." Ucapnya terpotong karena melihat satu siswa tidur, perlahan Ia menghampiri.
"Hey bangun!" Ucap Ihsan, tapi rizky mendongak sebentar kemudian tidur kembali,
"Hey hey kebakaran kebakaran." Teriak Ihsan
"Air air air." Teriak Rizky disambung gelak tawa semua siswa, Rizky yang tersadar segera memasang muka datar.
"Hey kenapa kamu enak tidur disaat saya menerangkan," Rizky hanya diam karena mengaku salah.
"Apa kamu siap dapat hukuman." Ucap Ihsan
"Kenapa harus dihukum." Tanya polos Rizky membuat Ihsan Menepuk kening,
"Karena kamu tak memperhatikan saya." Ihsan
"Saya memperhatikan kok."
"Apa?"
"Nama Ustdz Ihsan, Alamat kota B jalan xx, umur 23, Anak tunggal, baru lulus dari kairo yang paling penting masih single." Jawab singkat Rizky membuat semua orang melongo,
Alhasil tetap Pembelajaran berlanjut Rizky tetap berdiri agar tidak ngantuk itu satu hukuman buatnya.
"Rizky." Fauzi.
"Ya Gus, maaf." ucap Rizky menunduk, Ia memang menurut dengan Fauzi hingga membuat Faqih terheran
"Lain kali kita harus menghormati orang yang lebih tua, apalagi dia guru kita."
"Dalam Hadist menghormati guru
لَـيْسَ مِنَّا مَنْ لَـمْ يُجِلَّ كَبِيْـرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيْـرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِـمِنَا حَقَّهُ
“Tidak termasuk golongan kami; orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak seorang ulama.” Tutur Fauzi
Rizky mendengar nasihat dari Fauzi dengan serius.
"Bagaimana caranya menghormati guru? Rizky mau tau?" Tanya Fauzi seketika Rizky mengangguk cepat.
"Memberi salam ketika bertemu termasuk hal sederhana." Rizky mengangguk
"Bersikap lemah lembut terhadap Guru,Perlu diketahui bahwa guru sama seperti orang tua kita, ia tetap sabar menghadapi sikap yang masih kekanak kanakan dan susah diatur."
"Menaati perintah Guru."
"Memperhatikan Guru saat mengajar,
Jangan tidur saat diterangkan, cerita dengan sesama,main game ada juga yang makan ck ck ck dengan seperti itu termasuk menyakiti perasaan guru lho.
Rizky segera menatap Ustadz Ihsan, " Paman Ustadz, Rizky minta Maaf." Ucap Rizky menunduk, Ustadz Ihsan tersenyum mengacak Rambut Rizky sayang.
__ADS_1
"Tidak apa, lain kali jangan diulangi." Senyum Ihsan kemudian Rizky mengangguk.
"Ada lagi Kak Gus menghormati Guru." Tanya Rizky antusias
"Mendengar nasihat Guru, pada dasar nya guru adalah orang tua kita saat disekolah, Nasihatnya sangatlah bermanfaat terutama menjadi anak soleh,
"Mencium tangan Guru. Nah yang ini nih."
"Kenapa Kak Gus." Tanya Rizky.
"Hal mudah dilakukan tapi jarang dilaksanakan
Yah minimal ya senyum gitu,
Kadang jaman sekarang ada yang pura pura tidak melihat jika bertemu Guru ada juga yang berbuat kasar sungguh apa yang dipikirkan anak zaman sekarang."
"Selalu mengerjakan tugas guru."
"Mengucapkan terimakasih pada guru, sebab guru orang yang tak lelah membimbing kita, tanpa tanda jasa." Rizky mengangguk paham
"Terimakasih." Fauzi mengangguk.
Kemudian mereka bercerita, Rizky juga sudah kenalan dengan Faqih suasana canggung tidak terlihat antara Faqih Fauzi yang sedang merenggang, yah tau sendirikan masalah Cinta.
Sungguh kadang Cinta dan Nafsu itu sulit dibedakan ketika kita sedang mengalaminya tapi Ego selalu menentang antara keduanya.
"Eh Bocil kamu kapan dijemputnya." Ucap Ihsan, bukannya menjawab Rizky malah balik tanya.
"Paman Ustadz tau panggilan Rizky darimana?" Ustadz Ihsan mengernyitkan Dahi.
"Maksudmu Bocil? yah karena kau Bocah kecil." Jawab Ustadz tersenyum senyum hingga Rizky menggeram.
"Ustadz tau ngga?"
"Enggak." Potong Ihsan,Rizky sudah medengus kesal sedangkan Faqih dan Fauzi sudah cekikikan.
"ishh, Bocil itu panggilan dari kakak kakakku artinya Bos Kecil." Ucap Rizky tersenyum senyum.
"Memangnya kau Bos dikantor mana." Tanya Faqih.
"Bos Tertampan sejagad raya." Ucap Rizky datar.
"Harusnya dikawal dengan bidadari dong." Celetuk Fauzi.
"Nanti ada kakakku bak bidadari kesini." Ucap Santai Rizky, Fauzi dan Faqih nampak berpikir entahlah pemikiran beda.
"Hey Bocil mana ada bidadari turun dari langit." Heran Ihsan sejenak Hening
Hening
"Bukan bukan dari langit tapi dari mobil tepatnya." Ucap Rizky sukses membuat semua mengernyitkan dahi.
"Ck! Liat sana." Menunjuk arah parkiran seketika semua mata mengarah tempatnya.
Dan..
.
.
.
Heppy Reading,
__ADS_1
Mohon dukungannya dengan cara Like komen dan Vote.
Terimakasih sudah menjadi pembaca setia dan tetap mendukung.