Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
Akhir cerita


__ADS_3

Dor


bunyi riuh penembakan dengan sang musuh setelah usai teror meneror, syifa nekat mendatangi markas seseorang yang tak lain musuh ayahnya sendiri, tanpa Fauzi.


"Bangs*t." desis sosok berpakaian hitam dengan badan berotot.


Ada beberapa pengawal yang sudah musnah karena serangan Syifa, ia masih cukup jago dalam mengatasi hal itu, tapi entahlah Syifa tidak tau pasti dengan kejadian ini apa keputusan darina benar atau salah.


"Kau jangan pernah berani mengusik lagi keluarga ayah. "


"Cih! "


"Perlu saya jelaskan kepada anda, saya tidak rela melihat putri Arnold bahagia. "


"Apa urusannya dengan kau? hah! " Bentak Syifa nafasnya tak beraturan. Ia tak menyangka dengan lelaki di hadapannya ini.


Memang dulu Arnold sempat memberi perjanjian pada laki laki itu, dan sempat juga laki laki itu menyukai Syifa dengan melihat foto. Tapi murka laki laki itu yang merasa di hianati oleh Arnold saat Syifa menikah dengan sosok ustadz.


"Terserah. " Katanya Menyeringai.


Syifa berlari mendekat dan mendaratkan tendangan ke area perut laki laki itu.


"****"


"Jangan main main dengan saya! " Bisik Syifa kepada sosok laki -laki itu.


Bugh, satu pukulan lagi mendarat ke arah bibir laki-laki itu, Syifa memukuli dengan membabi buta, ia lelah dengan segala teror ia marah dengan hal itu.


Bugh.!


Syifa meringis kala laki laki itu menyerangnya, sampai akhirnya ia terjatuh mengaduh ke lantai kumuh.


"Beraninya kamu hm. "


Syifa dan laki laki itu bersiap untuk perang, namun laki laki itu juga mengode salah satu pengawal.


Rupanya Syifa sedikit lupa mengamankan sekitar, ia lupa laki laki yang sedang ia ajak berantem ini memiliki kemampuan seperti ayahnya.


Dor!


Satu tembakan dari arah lain membuat Syifa meringis perih, punggungnya terasa perih dan darah mengucur, ia menyeimbangkan tubuhnya yang masih bisa menopang dengan sigap juga tangannya meraih pistol tersembunyi dan


Dor, !


Akibat tangannya yang melemah syifa hanya menembakkan pada bahu depan si lali laki, tentu saja mungkin tak berpengaruh, sampai akhirnya jatuh pandangnya menangkap ke sosok yang melayangkan tembakan lain


Dor!


Dor!


"Ayah, kang santri. " Lirih Syifa dan mulai hilang kesadarannya.


****

__ADS_1


Setelah kejadian ini Arnold marah besar kepada sosok laki laki yang tak lain james usianya masi seperti ridwan, dia kira james tidak akan melakukan ini setelah mengetahui bahwa Syifa telah menikah. Dengan keahlian dan profesi yang sama Arnold menghempaskan manusia seperti james dan melenyapkan dari bumi.


"Nyawa di balas dengan nyawa, baru adil. " Kata Arnold dingin.


"Kalau sampai apa apa terjadi pada putri saya, lihat saja kau james." Gumam Arnold padahal jelas saja james posisi sudah tak bernafas lagi.


**/


Fauzi sudah sedari tadi menunggu ruang bertuliskan UGD dekat dengan tempat tersebut, memang akhir akhir ini banyak sekali kejadian aneh dari segala teror meneror, ia meyakinkan Syifa agar tak membalas, ingin mengajak Syifa ke pesantren waktu itu namun karena masih banyak pekerjaan yang di urus jadinya tertunda sampai kejadian hal ini.


Allahu akbar Allahu akbar


Sudah satu jam ia menunggu, sampai adzan maghrib berkumandang, Fauzi bergegas menuju masjid di rumah sakit.


Apa yang akan terjadi nanti entahlah ia menyerahkan segalanya pada sang pencipta.


Malam pun tiba, dokter baru saja keluar dari ruangan.


"Alhamdulillah, anda membawanya dengan tepat waktu kalau terlambat sedikit saja entahlah, istri bapak akan segera di pindah ke ruang rawat"


"Baik terimakasih dok. " Kata Fauzi.


Hari demi hari berganti, Syifa yang sudah mulai pulih mengembangkan senyum, kala Melihat suaminya berberes segala yang ada di rumah sakit, Harusnya masih belum diperbolehkan pulang tapi Syifa terus merengek karena ingin bertemu dengan anak anaknya.


"Aku makin marah sama kamu Fa, " Kata Fauzi datar ia tak mau pendiriannya goyah ulah senyum Syifa, walaupun mukanya lebam kalau senyum begitu bisa bisa yaa gitu.


"Kan katanya sudah di maafkan. " Elak Syifa.


"Iya tapi kamu selalu ngeyel kalo di beri tau, aku kan kesel jadinya. " Keluh Fauzi, aneh juga kenapa dia begini, tapi Syifa tau Kang santrinya khawatir dengannya.


Syifa mengerucutkan bibirnya


"jangan turun atau tidak jadi pulang. "


"Ish akang mah. "


***


Hari hari sudah terlewati, namun entah kenapa Fauzi ingin terus dekat dengan Syifa. Anak anak mereka juga sudah kembali memondok.


Malam Hari tiba setelah melakukan sholat berjamaah, Syifa memanggil Fauzi dan menatap nya dalam. Walaupun bibirnya terlihat pucat, Syifa yang meringis saat tidur malam, mungkin efek tembakan itu,


"Kang sini deh," Syifa mulai tidur di pangkuan Fauzi.


"Seandainya manusia sudah di tentukan jodoh rejeki maut, Syifa ingin lebih dulu di panggil sama Allah kang. "


"Sst Fa. " Lirih Fauzi


"Karena Syifa nggak akan mampu kalau Syifa dulu yang di tinggal, maafin Syifa ya kang melanggar perjanjian. Allah pasti marah sama syifa. "


Fauzi diam tak berkutik, Syifa aneh malam ini


"Allah maafin Syifa enggak Kang, Syifa takut. " Bulir air mata itu jatuh, tapi bibir pucatnya tetap tersenyum.

__ADS_1


"Tentu saja Fa, Allah maha pemgampun dosa seluas bumi setinggi langit saja Allah ampuni, asal kita serius untuk bertaubat. " Kata Fauzi menghela nafas.


"Kamu tau fa, suatu ketika ada hamba yang banyak dosa, ia bertaubat. Dan Allah mengumumkannya kepada seluruh malaikat "Lihatlah hambaku bertaubat. " Jadi untuk apa kamu ragu terhadap keyakinan mu Fa? "


"Rasanya kalau bertahan Syifa sudah capek kang. " Lirih Syifa membuat Fauzi diam tak berkutik


Hening


"Syifa ingin pulang kang. " Kata Syifa kemudian.


"Maksudnya Fa, " Kata Fauzi takut, air matanya tertahan di bola matanya, baru kali ini ia hidup seperti tak bernafas.


Syifa merasakan sesak, dan juga nafasnya mulaih tak beraturan. Fauzi yang paham membimbingkan kalimat syahadat di ikuti oleh Syifa.. dan malam itu juga Syifa menghembuskan nafas terakhirnya.


"Innalillahi wainna ilaihiraji'un. " Fauzi mengecup kening Syifa dan juga mendoakannya, tak bisa ia pungkiri air matanya menetes.


Cinta kita sampai maut memisahkan Fa, semoga kamu tenang di sana ya, tunggu aku dan jangan pernah merasa sedih aku akan terus mendoakanmu.


Sedih hancur dan juga hilang, memang sejatinya manusia terbuat dari tanah dan kembali lagi ketanah, Fauzi menaburkan bunga mawar merah ke tanah yang masih basah


Anak anaknya juga mendoakan yang sama.


"Bunda kalian pasti bahagia di sana. " Kata Fauzi.


meski Annisa dan kedua adiknya masih menangis.


"Kalian yang kuat ya nak, bunda pasti sabar menunggu kita. "


Mereka bertiga lanjut membaca Alfatihah.


"Anak kita sudah dewasa, aku janji dan akan ku buktikan bahwa cintaku karenamu semata karena Allah Fa, tunggu kami di syurga. "


Ini bukti cinta kang santri yang rela menunggu ujian demi ujian perpisahan sampai di titik ini, perpisahan yang tidak bisa di pertemukan kecuali nanti di surga kelak.


"Cinta ini janji ini bukti ini selamanya untuk mu Fa. "


****


Lamunan Fauzi terbuyar ia mengingat kejadian waktu lalu, rasanya sudah lama tapi masih saja ia merasa syifa ada di sisinya. biarpun tak bisa ia lihat.


Terimakasih sudah berbagi kisah cinta dan kehidupan.


****THE END***


Akhirrnyaaaa usaii, jadi ini tu udah tua ya gaiss cuma waktunya aku persingkat si soal nya takut lupa gapapa ya..


jangan sedih ya menurut ku ini happy end kok, dan buat kalian tetap semangat dan semoga di mudahkan segala urusan


Author kasih pilihan


Ada yang mau ekstra part??


Atau langsung ke kisah Rizky??

__ADS_1


udah lah gitu ajaaa sekiaannn


__ADS_2