
Arti bahagia itu tercantum dalam banyak hal,Jangan pernah menunggu bahagia untuk tersenyum tapi tersenyumlah agar kau bahagia
Sampai di gerbang rumah Syifa motor matic milik Della berhenti,Awal yang diam dan hanya della yang membiarkan
Syifa masih setia dengan duduk di atas motor, Della mengernyitkan dahi "Woy dah sampai ,senyam senyum baee."
"em eh udah sampai ya." jawabnya tanpa dosa
"Dah dari setengah jam yang lalu." Sambung Della dan syifa keheranan
"iyaa kau hanya asyik senyam senyum gak jelas tau ngga." Ucap Della kesal
"yaudah maaf,pulang sono jangan ganggu kebahagiaan gue." titah Syifa
"cihh Besok besok berangkat pulang sendiri." Della pura pura kesal
"Iya terimakasih dell..Aku masuk dulu yang penting tadi udah jumpa hahaha,,,tata Assalamu'alikum." Ucap Syifa menutup gerbang
"harusnya gue yang salam ah Wa'alaikumussalam dia sudah gila kali ya ." gerutu Della
"Aku dengar lho dell." Ucap syifa sedangkan Della tercengir kuda segera melajukan motornya
"aihh benar benar otakku mendadak kritis,kenpa gue gila karna cinta adoohh ,ahh nggapapa lah yang penting bahagia kang faqih isytaqtulak hahahh" Batin syifa masih senyum tak jelas hingga tak menyadari arah jalannya
Tuk! (anggap saja bunyi kepala terbentur jendela)
"Aduhh ini ngapa gue salah jalur coba benar benar gila." merutuki kebodohannya sambil clingak clinguk ada seseorang tak
Ridwan yang memperhtikan adiknya dengan intes menahan tawa hingga akhirnya pertahanannya runtuh
"hahahhaahahah ..hahahhahaa." Tawa ridwan
Syifa mengerucutkan bibir "ahh abang nih"
"adek gila ya atau sekarang ngga bisa liat, hahahha ternyata bener... cinta itu buta dan tuli.." Ucap Ridwan sambil bernyanyi syifa mendengus kesal
"Udah ayo masuk," Ridwan merangkul bahu Syifa
__ADS_1
.
.
.
Di serambi masjid ponpes Nurul Qur'an
Kiyai Hakim memberi pengumuman Pembentukan organisasi bela diri yang baru akan di langsungkan beberapa hari kedepan
"Assalamu'alikum warrahmatullahi wabarakatuh, Minta perhatiannya karena dalam menjaga diri itu di perlukan,jadi tidak ada salah jika kita mendirikan satu ekstra bela diri di ponpes ini." Tutur Pak Yai
"Ada yang di tanyakan?" Lanjutnya
Seluruh santri nampak berfikir sampai pada akhirnya ada satu santri yang bertanya
"Izin tanya pak yai, Apakah ini wajib di ikuti sedangkan tak semua mempunyai mental yang cukup." Tanya salah satu santri
"izin pak yai, Bagaimana jika kegiatan ini dilakukan dengan yang minat saja sekiranya banyak yang minat jadi tidak masalah jika ada yang tidak mengikuti." Ucap Faqih
Jangan lupa ekspresi kaum hawa terkagum kagum dengan sosok bijak Faqih,Pikirannya bagaikan kupu kupu yang sedang berterbangan hanya karna Faqih bertutur
"Baiklah yang ingin mendaftar segera konsultasi, untuk santri putra pada ustadz Hamdan (Ustadz Hamdan mengangguk), Untuk santri putri kepada Ustadzah Anum (mengangguk) Sekian dari saya mari ucapkan Alhmdulillah bersama (seluruh santri mengikuti) sekian Wassalamu'alikum warrahmatullahi wabarakatuh." Ucap Pak Yai
"Wa'alaikumussalam warrahmatullahi wabarakatuh." Ucap seluruh santri
Langit langit mulai menuju kejingga jingga ufuk barat, tak lupa perpaduan biru yang bergariskan putih bagai arus Seluruh santri bersiap siap melakukan kewajibannya yaitu Sholat Maghrib.
Malam hari masih dengan pondok
Semilir angin berhembusan, Dingin sejuk bersatu dalam tubuh seolah menusuk pada tulang belulang tajam tapi dengan kesejukan tanpa sentuhan
"Kalian sudah mendaftar belum." Adinda
"Beres deh pokoknya tenang ana sudah daftarin semua kok." Ucap Fika kemudian di angguki teman temannya
Faqih dkk menuju arah Adinda lebih tepatnya hanya lewat
__ADS_1
"Assalamu'alaikum ." Ucap Serempak
"Wa'alaikumussalam." Balas Faqih dkk
"emm Kang Faqih ikutan juga kan bela diri?" Tanya Adinda
"iya din." Jawab Faqih datar Padahal sudah bisa ditebak jika Adinda santriwati tercantik jika dipikir pikir sayangnya Faqih tidak berpikir hehehe
"Ah iya kalau begitu Dinda tak perlu ikut deh." Adinda
"Kenapa?" jawab Fika,Yuliana,Salma
"Kan udah ada Kang Faqih." Dinda
"Lalu.?" Tanya semuanya heran
"Ck! nanti jika ada yang berniat jahat ada Kang Faqih yang siap sedia melindungi Dinda." Ucap Dinda tersenyum senyum sedangkan yang lain mendengus kesal
"Santai aja neng Dinda masih ada kang Danu lho yang bisa melindungimu seluruh raga dan jiwa." Ucap Danu lebayy
Faqih segera pergi meninggalkan pembicaraan yang membuang buang waktu ekspresi datar.
"Ih gara gara kamu ya." ucap Dinda
"Ye gimana to, kan bener DindaDanu cucok kan?" jawab Danu menggoda, Adinda semakin sebal kemudian meninggalkan Danu yang playboy tingkat paus
"Assalamu'alaikum." ucap Fika Yuli salma bersama
"Wa'alaikumussalam." Danu geleng geleng
Tanpa disadari ada sepasang mata yang memandang dari arah kejauhan...
.
.
HEPPY READING GUYS SEGINI AJA UP NYA DUKUNG TERUS KARYAKU JANGAN LUPA KRITIK SARAN DAN LIKE COMMEND VOTE RATE JUGA
__ADS_1
SALAM HANGAT DARIKU