
Yang terjadi sudah terjadi, segeralah mencari solusi, tidak menyangka jika Rizky menyembunyikan hal sebesar itu hanya untuk melindungi keluarganya.
Syifa melangkah keluar sedangkan Faqih dan Ridwan masih membicarakan keganjalan dari si pengirim. Saat membuka pintu ia dikejutkan dengan dorongan tubuh seseorang yang membuat Syifa ikut ambruk dan tentu posisi yang..skip>
"Awhhh.." Ringis Syifa mengaduh berat.
"Allahu Akbar.." Ucap orang itu.
_______
Fauzi hendak melewati pintu arah gudang.
Hiks-hiks
Fauzi mengerinyit mendengar isakan seseorang, ia menempelkan telinga tepat di depan pintu terdengar samar-samar namun juga jelas dalam kata Fauzi paham siapa yang di dalam.
Ia menempelkan lagi telinga tepat dengan pintu hening,,
3 detik seperti pintu yang terbuka, sedangkan Fauzi masih posisi awal.
Brukkk!!! jatuh sudah dia, manik hitamnya terkunci dengan manik hitam milik Syifa.
"Awhh.."
"Allahu Akbar.."
Deg deg deg deg
"Apa ini takdir." Batin Fauzi ngelantur mungkin habis terbentur.
"Tertabrak lagi?" Batin Syifa masih posisi saling menatap.
1 detik On
2 detik loading
3 detik mencari jaringan dan
"Aaaaaaaaaaaa ..." Pekik Syifa hingga Fauzi terlonjak langsung membenarkan posisi menjadi duduk.
"Astaghfirullah." Ucap Fauzi, setan apa yang merasukimu ish ish.
Syifa segera mengubah posisi menjadi duduk dan membenarkan jilbabnya seketika menatap tajam Fauzi yang sedari tadi hanya diam.
"Kau!!" Ucap Syifa emosi.
Fauzi saat ini sudah benar-benar posisi salah tingkah plus malu, tapi tetap ekspresi datar.
"Iya maaf, tadi ngga sengaja lagian ngapain kamu tiba tiba buka pintu." Gerutu Fauzi.
"Ck katakan apa yang kau lakukan disini hah?" Ucap Syifa garang.
"Kan sudah ku bilang kita ini di takdi.." Ucap Fauzi sedikit eror pasalnya. Terpotong oleh Syifa.
"Cukup!! kau ini benar-benar makhluk aneh yang pernah ku temui." Ketus Syifa.
"Jangan bicara berlebihan jika suatu saat kita jodoh kau akan tunduk padaku bahkan sedetikpun tidak akan pernah rela jauh dari ku." Ucap Fauzi terus terang ia suka dengan kondisi Syifa yang tak lagi sedih.
__ADS_1
"Cih Jodoh? ngga salah." Ucap Syifa jengah.
"Kun Faya kun jika Allah berkata jadi maka jadilah, bisa jadi kamu takdi.." Belum sempat Fauzi berkata Syifa sudah memotong.
"Aku menolak." Ucap Syifa tegas.
Belum sempat Fauzi menimpali Syifa, entah ada seribu cara membuat Syifa dongkol. Debatan terhenti ketika deheman muncul dari mulut Ridwan.
Ehem!!
Yah Ridwan melihat raut Cemburu dari diri Faqih, entahlah kenapa firasatnya mengatakan jika keduanya mencintai adiknya.
Syifa dan Fauzi seketika kicep, mereka saling pandang dengan tatapan mengejek bukan mereka tapi hanya Syifa, Fauzi tersenyum-senyum.
"Kenapa." Ucap Syifa sinis, Fauzi menggeleng cepat.
"Kau tadi nguping kan." Tebak Syifa.
Fauzi masih mode clingak-clinguk cari alasan, bukan alas sandal !
Aha!! (Lampu otak Fauzi bekerja, segera ia ambil Ember di samping pintu.)
"Aku tadi mau naruh ini ke gudang, taunya ada gadis nangis." Ucap Fauzi datar.
Syifa menatap penuh selidik, apakah manusia aneh ini berbohong kalau iya, sudah dipastikan ia tendang ke luar angkasa sana.
"Syifa!" Suara itu membuat Syifa tak berkutik.
"Ah ya aku pulang, dahhh." Ucap Syifa berlalu tetapi masih melihat arah Ridwan.
Brek!!
Ridwan hanya geleng-geleng dengan kecerobohan Adiknya, tapi tunggu! Saat ini Ridwan tahu sosok yang membuat adiknya berubah..
-
-
-
Di Rumah
Rizky mengerjap-ngerjap dilihatnya ruangan mirip dengan kamarnya, apa aku mimpi? gumamnya.
"Kau tidak mimpi adek." Ucap Syifa, sontak Rizky membuka mata lebar-lebar mengumpulkan setiap nyawa.
"Ja-di." Ucap Rizky menunduk.
"Iya, tapii..lain kali jangan ulangi lagi ya, kita keluarga sayang, Rizky hidup kakak jadi kalau ada apa-apa langsung kabari kakak." Ucap Syifa, saat ini menahan emosi.
Yah dokter kata, Rizky selalu telat makan hingga magh dan terlalu banyak pikiran, dokter menyarankan untuk tidak menambah beban pikiran.
"Apa kau lupa abangmu yang keren ini hem." Tanya Ridwan.
"Seharusnya kamu bicara sama Abang," Imbuhnya.
Rizky langsung memeluk Ridwan seraya tersenyum, kuat sekali bocah? Syifa tersenyum ke akraban Kakak adik itu. Tunggu masih ada yang kurang.
__ADS_1
"Kak, Bang?? Apa Rizky bisa bertemu Ayah,Bunda seperti teman lain." Ucap polos anak kecil itu.
"Rizky mimpi bertemu Ayah sama Bunda tapi mereka malah pergi, apa Rizky nakal,suka jajan." Ucap Rizky menunduk.
Syifa memeluk Rizky tepatnya ia menatap atap ia berusa untuk tidak menurunkan air matanya, sudah waktunya kah Rizky mencari sosok hangat Ayah dan Bunda nya.
"Rizky sayang." Ucap Syifa dengan mata merah menahan tangis.
"Ayah sama Bunda akan pulang kok, Rizky yang sabar yaa." Ucap Syifa tercekat.
"Tapi,,,Sampai kapaann." Ucap Rizky merengek.
Sumpah demi apa, Syifa ingin sekali berteriak Kenapa dunia kejam? Tapi ia harus terlihat kuat saat ini adik kecilnya perlu penguat, ia tak mungkin egois.
"Ehemm.." Deheman Ridwan.
Syifa dan Rizky menatap Ridwan dengan tanda tanya.
"Abang laper, Rizky pasti sudah laper kan??" Ucap Ridwan tanpa dosanya.
"Iya pastinyaa." Celetuk seseorang yang tak lain Asisten serta sodaranya yang rada-rada.
"Apasihh kak Rian." Ketus Syifa.
"Lohh emang benerkan?? Jika Rizky lapar." Tanya Rian tetapi Rizky menggeleng.
"Ah kau ini, dari dulu ngga sepihak, kasihan kan dengan cacing-cacing yang sudah berkeliaran di sini." Ucap Rian menunjuk perutnya.
"Emang ada cacing di perut kak Rian?" Tanya Rizky polos.
"Adaa nih minta makan." Ucap Rian mendramalisir.
"Berikan saja obat cacing." Ucap Rizky enteng, Syifa Ridwan menutup mulut karena tertawa.
"Tega sekali kau." Ucap Rian seolah tersiksa.
"Sudah-sudah kau ini," Ucap Ridwan geleng-geleng kepala. Rian tercengir kuda.
Seketika hening, Entah apa yang mereka pikirkan.Jadi Diam adalah emas.
"Ehem!" Rizky.
"Rizky makan dulu ya? Setelah itu minum obat." Ucap Syifa.
"Aku pengen ke pondok kak." Ucap Rizky dengan cepat mengatakan apa yang ia mau.
What dia baru sadar lho.
"Enggak pokoknya Rizky tetap di sini titik." Tolak Syifa.
Rian dan Ridwan saling pandang, keras kepala! dalam pikiran mereka kemudian saling angkat bahu.
-
-
-
__ADS_1
Dukung saya teman-teman, ikuti kelanjutannya yaa😄😄
Saran koreksi atau unek unek , typo bertebaran. Daaaa tunggu episode selanjutnya ya....,