Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
Bab 7 Persiapan


__ADS_3

Beberapa kali syifa menganga sambil menutup mulutnya dengan tangan, Ridwan hanya menunduk.


Tangan Syifa mengelus punggung Ridwan lembut,


"Jadi, kang Faqih terluka?." Ridwan mengangguk bersalah


"Maafkan abang dek telat membantu, Sebenarnya tadi abang sudah ingin melawan tapi...(ucapnya terhenti) abang takut kejadian dulu terulang lagi." Ridwan menarik rambutnya frustasi


"Abang tidak salah kok, Tapi Sekarang bagaimana keadaan Kang Faqih?"


Ridwan menggeleng ia tau jika Faqih satu satunya teman cowok Syifa "Tadi abang sudah menyuruh temannya."


Syifa mengernyitkan dahi , Ridwan menarik nafas panjang "huhhhh!"


"Abang ngga tau harus bilang apalagi ke kamu dek, Bahwa yang luka juga temannya Faqih." Tutur Ridwan


"siapa?"


"Dia anaknya pak Yai, ahh abang lupa namanya." Ridwan tercengir kuda Syifa mendengus kesal


.


.


.


pondok Nurul Qur'an


Di tempat lain Fauzi, Faqih sudah di papah Danu dan Toyib, menjadi pusat perhatian para santri bahkan para kaum hawa hanya bisa menjerit histeris dari kejauhan


"Eh Gus Fauzi dan kang Faqih kenapa ya."


"Aduhh mana babak belur gituu."


Dan lain lain pokoknya😀


"Astaghfirullah hal'adzim, Kamu kenapa nak." Cicit Fatimah


Fauzi tersenyum masam, Ummi menyuruh ustadz untuk mengambil P3K dengan telaten Ummi Fatimah mengobati luka lebam putra semata wayangnya Sedangkan faqih diobati oleh ustadz.


"Sebenarnya kalian kenapa, apa habis berantem," Tanyanya


Fauzi dan Faqih saling menatap menggeleng


Danu pun menengahi perbincancan lalu menjelaskan dari awal sampai akhir ceritanya Ummi pun mengangguk.


Di salah satu kamar asrama putri


"Eh tadi ada kabar yang sangat menyedihkan bagi para penggemar May Kang Gus santri." ucap Fika


Mereka semua bercerita dan mengambil kesimpulan yang belum tentu benar adanya (biasalah jika perempuan seperti itu heheh) Yang paling antusias Dinda, karna dia benar benar fans fanatik Faqih ck ck ck!!


.


.


.


Keesokan harinya

__ADS_1


"Dek,Abang bawa mobil,bareng yuk." Ajak Ridwan


"Okeoke, Rizky sudah sama bude juga" Ucap syifa


Mereka masuk ke dalam mobil, lalu melajukan ke kawasan jalan umum, Sampainya di sekolah syifa segera turun Ridwan memarkirkan mobilnya,


Biasalah syifa di sambut teman temannya, dan Ridwan di teriaki banyak fans


Sebnarnya hari sabtu sudah termasuk libur tapi khusus hari ini siswa di berangkatkan untuk menyiapkan tempat ,Karna sekolah akan mengadakan Syukuran atas Juara SMK terbaik dari kota tersebut.


Acara pengajian memang yang cocok untuk Syukuran, Organisasi Rohis sangat berperan dalam bidang ini, Dari panitianya dan keperluan lain, Tapi organisasi lain juga di libatkan dalam posisi masing antara keamanan dan daftar lainnya.


Arina Della Syifa yang sangat di sibukkan oleh kakak senior yang mengaturnya, mau tak mau harus menurut


"Aduh Fa gini ni ya pinggang gue lama lama encok." Gerutu Della


"Ya gimana to,..." ucap Syifa terpotong


Arina datang dengan nafas ngos ngosan


"huh huh Assalamu'alaikum." Rina


"Wa'alaikumussalam." Jawab Syifa dan Della


"Kamu ngapain kayak di kejar maling aja." Ucap Syifa


Rina mengernyitkan dahi "Eh fa yang ada aku yang ngejar maling, kan dia yang maling,"


"Ya ya siapa tau maling pencuri hati, " Ucap syifa Menaik turun kan alis


"Hahhaha andai pencuri hatinya santri Nurul Qur'an Pasti Subhanallah ya cah." Ucap Della


"Hay." seseorang pria yang mendengarnya


Syifa hanya mengernyitkan dahi, Della dan Rina sudah cekikikan


"Halu Fa, Haluuu!!!." Jelas Rina


"Ya tau." Ucap syifa asal


"Aduhh aku lupa nih, tadi di suruh membeli perlengkapan ini,(Sambil menunjukkan daftarnya)" Arin


Syifa dan Della saling memandang


"Lalu" Syifa/Della bersama


"Aihhh, iya masalahnya aku ada tugas pengajuan proposal haduuh dasar senior, ngga ada belas kasih dengan juniornya." Rina kesal


"Sabar atuh neng." Syifa mengejek


"ayolah tolong." memasang pupy eyes


"aduh gue ada panggilan alam is, mmm ke kantin dulu laper hehehe." Della langsung lari


"ck ck! Tetangga lucnut." teriak Syifa kemudian seluruh orang menatap syifa dengan tatapan horornya syifa hanya tercengir kuda.


Rina segera memberikan daftar belanja lalu mengasihkan kunci motor, Karna tau jika syifa tak naik kendaraan jadi mau tak mau Syifa harus membeli barangnya.


.

__ADS_1


.


.


Di tempat lain tepatnya para santri sedang sibuk melakukan kerja bakti di Pedesaan


Setelah selesai para santri dikumpulkan di Masjid desa yang letaknya lumayan jauh dari ponpes.


"Mohon perhatian nya,kita istirahat sebentar disini," Ucap ustadz dan di laksanakan oleh santri santri


Fauzi yang mendadak ada kepentingan segera izin kepada Ummi Abinya yang ikut serta


"Abi, Ummi , Zil ke pondok dulu, mau ambil barang." Lalu diangguki mereka


"Assalamu'alikum."


"Wa'alaikumussalam." Ucap Kiyai dan Bu yai


Faqih yang tak sengaja mendengarpun hanya menatap punggung Fauzi yang semakin menghilang tak terlihat


.


.


.


Di tempat lain tepatnya di supermarket


Syifa sudah mengambil troli, Ia berkali kali menatap daftar lalu mengambil barang cukup cekatan, Tiba tiba ponsel Syifa bergetar


drrt.. drrtt..drrt


Setelah melihat Nama yang tertera di layar ponsel dengan malas syifa menekan tombol hijau.


"hallo." Suara dari sebrang


"Hemm."


"Fa lo harus balik kesekolah cepet pentung nih." Yang tak lain suara Della


"Apaa!! Lo mau mentung gue? kalo gitu gue bakal tendang lo sampai jonggol tau rasa." Jawab Syifa ketus


"Bapa mana ..bapa mana...dii mana ..dimanaa.." Nyanyi dari sebrang


Syifa memutar bola matanya malas, Ia hendak menekan tombol merah tapi dicegah Della


"Eitts..jangan ditutup dulu lah, maksud gue itu penting....PENTING gue yakin kalo lo cepat balik setidaknya, Lo ngga terlalu meledak (Syifa mengernyitkan dahi) Emm maksudnya nggak Erosi, Ehh bukan bukan Maksudnya Ngga Emosi iya bener." Jelas Della yang panjangnya Naudzu'billah tapi tak dipahami


"Heh?"


"(Della menepuk jidat) Intinya Lo harus cepet balik." to the point


Tut.. tut (Sambungan terputus) Syifa menggeram segala sumpah serapah ia ucapkan dalam pikirannya


.


.


Heppy reading guys😄

__ADS_1


__ADS_2