Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
Bab 6 Aksi Ridwan


__ADS_3

"Stop!!,Apa kalian sudah senang bermain main,?" Tanya Ridwan tenang


Fauzi,Faqih, Danu,Toyib mengernyitkan dahi sambil memutar otaknya berpikir positif dari pertanyaan Ridwan yang menurutnya konyol.


"Kau pikir kami bermain main hah?" Ucap preman rambut panjang tersenyum sinis


"Maka kali ini serius." Ucap Ridwan dingin siapapun yang mendengarnya bergidik ngeri tapi para preman hanya menyepelekannya.


Tiga preman langsung mengepung Ridwan, ketiga memasang kuda kuda terlihat ridwan tenang, Satu bogeman dan dua tendangan mengarah kepala pinggang kaki, Ridwan dengan sigap menepis serangan.


Kemudian menendang satu persatu kepala preman hingga meringis, Tangan mencengkram jaket preman botak kemudian membogem pipi kiri kanan, Kaki tendangan mengarah perut preman hingga tersungkur.


"bugh!" bugh! dugg!!


"Chih!Jangan sebut kalian preman jika melawan satu bocah saja kalian koid." Ridwan mengejek


Tanpa banyak bicara kedua preman hendak melayangkan tinjuan dan tendangan, Ridwan yang mengetahui gerakan dari arah kiri kanan secepat kilat Ridwan menunduk, Alhasil preman salah sasaran.


"Kenapa lo nyerang gue."


"Ma maaf bos." kribo


Segera mengubah posisi awal, hendak mengangkat kaki mengarah tengkuk ridwan, Dengan sigap Ridwan menangkis dengan tangan kanan, satu tendangan mampu membuat preman itu tersungkur.


"Dugg!"


Botak sudah siap posisi awal, melajukan aksinya, Ridwan yang terkejut serangan dadakan sempat menghindar tapi kurang sempurna hingga bogeman mengenai sedikit pipi mulus Ridwan tapi tidak lecet ya,


"Ohh,, Berani bermain kau." Ridwan Lebih tajam Dingin datar, Matanya tertutup dengan kemarahan tatapan membunuh yang selama ini ia simpan kembali terlihat


Faqih Fauzi hanya melihat dengan menahan lukanya, sedangkan Danu dan toyib merinding dengan sisi lain sikap Ridwan


Dengan sigap mencekram kaos bagian leher, Berkali kali memberikan bogeman, tinjuan lalu diakhiri tendangan perut, Preman langsung tersungkur, Hingga sisalah satu preman


bugh! bagh! bugh! plakk!


Preman yang di akui bos itu mengeluarkan Belati lalu tersenyum sinis, Tatapan Ridwan sudah bagaikan iblis,

__ADS_1


Dengan cepat Preman mengarahkan Belati pada Ridwan,( Fauzi dkk teriak histeris) Dengan cepat Ridwan melesatkan kakinya menyerang kaki preman, lalu meninju perut dan gerak menyiku lengan dengan lincah Alhasil Belatinya terlempar ketanah.


Ridwan segera memutar badan preman menyiku punggung preman dari belakang kemudian membalik melakukan ap chagi hingga preman terhuyung dan terlentang ketanah.


Ridwan mengambil Belati sorot matanya tajam, mengarahkan pada preman, Tubuh preman bercucuran kringat, Tubuhnya bergetar hebat ( Semua orang menutup matanya )


jllebb!!


Para preman masih menutup matanya, Faqih Fauzi Toyib Danu hanya menganga, "Gue masih hidup.?" tanya bos preman, Kemudian semua orang membuka matanya


Yah Belatinya berada tepat samping perut preman, semua orang dengan susah menelan ludahnya berkali kali "Glek!"


"Jika kalian berani mendatangi tempat ini lagi, saya pastikan kalian tak dapat menghirup udara detik ini juga." Ridwan dingin


"Bb ..Baik," ucap tiga preman sambil lari ngacir


Botak yang berlari terlalu kencang tak sadar dan "jedug.!" Kepalanya yang botak menabrak tiang,


"Auuu.." pekiknya, Diiringi gelak tawa semuanya


Setelah para Preman berlalu semua orang melanjutkan kegiatan beruntung yang melihat aksi Ridwan hanya beberapa, Ridwan menatap temannya berkali kali melihat mereka menelan ludah, Ridwan terkekeh tapi datar


"Ba..Baik kak." nafasnya serasa tercekat


"Apa kau ada luka kak." Tanya Faqih


"Saya rasa, mata kalian tak bermasalah." Balas Ridwan Datar


"Terimakasih kak." ucap Fauzi dan Ridwan mengangguk


"Saya harus pulang, Assalamu'alikum." ucapya datar , Lanjut menaiki motor sportnya


"Wa'alaikumussalam." jawab serempak masih dengan beberapa pertanyaan yang tersimpan di memori otak, sungguh mereka benar benar takut untuk menanyakan saat ini.


.


.

__ADS_1


.


Di Rumah


Motor sport milik Ridwan memasuki gerbang, kemudian memarkirkan ke garasi, Ridwan segera turun, Mencari sosok seseorang.


Syifa yang sedang asyik memotongi tumbuhan yang menjalar tak menyadari kehadiran Ridwan


Dengan lembut Ridwan merangkul pundak Syifa hingga sang empu terkejut, Syifa menghentikan kegiatannya lalu menurunkan lengan kokoh itu, menatap lekat wajah Ridwan.


Sudah dipastikan hanya dengan sikap kakaknya, Syifa mampu membaca apa yang terjadi


"Abang habis berantem." Syifa to teh point


Ridwan terkekeh karena adiknya selalu benar,


"Cepat katakan." Ucapnya


Bukan menjawab, Tangan Ridwan merangkul Pundak syifa mengajaknya masuk rumah, syifa hanya menurut.


Ia masih menatap adiknya setelah mendudukan ke sofa, Syifa dengan cepat mengambilkan air minum "Minum dulu bang."


Ridwan tersenyum lalu meneguk minuman hingga ludes, Syifa menggelengkan kepala kelakuan abangnya yang super manja, Tapi syifa bersyukur sebab abangnya memperlakukannya lembut.


"Jadi abang berantem lagi ya?" Ridwan mengangguk


Syifa dengan sabar menunggu waktu abangnya siap bercerita, Dan benar saja beberapa menit Ridwan menceritakan kejadiannya (skip readres udah tau ya)


Beberapa kali syifa menganga sambil menutup mulutnya dengan tangan, Ridwan hanya menunduk.


.


.


.


Hay hay readers, maafkan author yang banyak kesalahan kata, maklum masih amathir,jika ada saran bolehh.

__ADS_1


Jangan lupa TEKAN JEMPOL ,KOMEN ,VOTE yak


HAPPY READING GAES


__ADS_2