Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
25.Liburan


__ADS_3

Hari terus berganti, Bulan terus berlalu kini Syifa sudah kenaikan kelas 11, begitu dengan Rizky yang tengah mengikuti kegiatan Liburan akhir tahun, gagal sudah liburan dengan kakaknya karena ingin mengikuti liburan pondok.


Rizky didampingi kedua kakaknya karena Ridwan termasuk guru disana, kini mereka tengah berkumpul menunggu bus,


"Dek semua sudah siapkan?" Tanya Syifa memastikan.


"Iya." Rizky singkat


"Nanti naik bus jangan mabuk dan ini minum vitamin dulu." Suruh Syifa


"Hem." Rizky hanya berdehem dan menuruti kakaknya, sebenarnya dia malu diperlakukan seperti anak kecil, walaupun dia memang masih kecil,


Seluruh teman teman Rizky dibuat iri dengannya karena mempunyai kakak yang begitu perhatian, Ridwan hanya menepuk keningnya karena sikap Syifa berlebihan dan adik bungsunya yang datar jika ditempat umum.


"Benar benar calon ibu rumah tangga idaman." Batin Faqih yang sedari tadi memperhatikan.


Seluruh Santriwan santriwati memasuki bus masing masing sesuai umur untuk laki laki dibelakang untuk perempuan didepan sedangakn Rizky terus memaksa untuk duduk dengan Syifa, padahal awalnya ia dekat dengan Ridwan,


Pak Kiai pun memimpin Do'a, setelahnya mereka berangkat Liburan dengan riang gembira, tak terasa mereka telah sampai di lokasi,


"Kita absen terdahulu." Ucap Ustadz Hamdan diangguki ustadz ustadzah lain,


"Lengkap." kompak Ustadz Ustadzah kemudian melanjutkan melihat Goa sebelumnya sudah terdapat binatang binatang sebelum sampai di Goa,


"Kak liat itu ada burung merek." Rizky


"Hey bocil itu Merak bukan merek." Celetuk Ustadz Ihsan,


"Emh hehe lupa." Ucap Rizky menggaruk tengkuk,


Syifa hanya mendengarkan karena diam adalah hal yang tepat, untuk saat ini bahkan banyak juga yang mengabadikan momen.


"Tinggi, kau biasa setinggi itu." Tanya Ustadz Ihsan pada anak didiknya


"Itu hewan apa ?" tanya balik Rizky


"Itu jeparah." Jawab asal Ustadz Ihsan


"Massa iya." Selidik Rizky


"Itu namanya Jerapah." Sambung Ridwan.


"Apa kau mau setinggi dia?" Tanya Ustadz Ihsan


"Tidak, aku akan tinggi dengan caraku sendiri." Semua heran


"kenapa?"


"Kalau Rizky sepertinya, nanti Rizky harus makan Dedaunan dong." Polosnya hingga mengundang gelak tawa


Sebenarnya sedari tadi Faqih dan Fauzi mencuri pandang Syifa yang memasang muka datar, Ridwan mengetahuinya tapi hanya diam.


"aku ingin membawanya pulang." Ucap Rizky


"Kau mau bawa pulang pakai apa segede itu." Ucap Syifa,


"Pliss soalnya Rizky pingin jalan jalan bersamanya." Puppy eyes,


"Hey bocil, itu gajah sama kamu aja 10 kali lipat gedean gajahnya." Sambung Ustadz ihsan


"Iya itu kan juga sudah dirawat disini." Sambung Faqih dan perdebatan lainnya Ridwan memutar bola mata malas karena Adiknya tetap keras kepala


"Iya nanti Abang beli dek." Ucap Ridwan


Semua yang didekatnya mengaga tak percaya dengan mudahnya Ridwan mengiyakan permintaan konyol Adiknya.


Semua melanjutkan perjalanan hingga di Goa setelahnya terdengar suara adzan dzuhur seluruh santri dan pendamping menuju Musholla kemudian makan siang dan istirahat sebentar,


Bus berjalan menuju Pantai tempat yang dikunjungi hingga sore, masih sibuk mengabadikan momen dan sibuk bermain pasir bahkan menunggang kuda,


"Syi ." Sapanya


"Eh kang Faqih." Ucap Syifa

__ADS_1


"Mm habis ini mau ngrencanain apa." Tanya Faqih


"Nurut adek aja sih Kang soalnya Bang Ridwan tadi ngga tau kemana." Jawab Syifa


Ada tatapan tak suka dari tatapan santriwati sedangkan Syifa sudah merasa tak nyaman


"Kang Fans fansnya suruh jaga mata deh." bisik pelan Syifa


"Tidak usah dipikirkan." Faqih beralih menatap tajam santriwati hingga semua menunduk,


"Saya nyusul Rizky ya, Assalamu'alaikum." Ucap Syifa


"Wa'alaikumussalam." Jawabnya.


.


.


.


Syifa mendekati Rizky yang tengah bermain pasir sambil menunggu ombak, Ridwan yang sedari tadi tidak terlihat batang hidungnya entah kemana dia,


"Assalamu'alaikum." Ucap pria


"Wa'alaikumussalam ka em eh Gus." Ucap Syifa Canggung sedangkan Rizky masih sibuk membentuk istana pasir.


"Kang Santri saja." Putusnya


"Apa urusannya." Batin Syifa mendengus kesal.


"Terserah karepmu karepmu karepmu." Ketus Syifa fokus dengan Rizky.


"Fa Lihat langitnya." Ajak Fauzi kemudian Syifa mendongak


"Apa warnanya?" Tanya Fauzi


"Biru."


"Entah tapi itu Tinggi."


Fauzi tersenyum senyum kemenangan


"Kau tau artinya apa?" Tanya Fauzi, Syifa menggeleng,


"Birunya sebiru cerah perasaanku padamu, Tingginya setinggi Cintaku untukmu, dan Lautan ini, Seluas seluruh namamu dihatiku." Tutur Fauzi kemudian pergi meninggalkan Syifa yang masih mematung.


"Apa tadi katanya," Batin Syifa kesal.


.


.


.


Di tempat lain Ridwan tengah berbicara serius dengan Sekretaris sekaligus tangan kanannya, sembari melihat lihat adiknya yang asyik main pasir,


Bahkan Ia melihat jika Fauzi mendekati adiknya hanya sebentar tapi ketika hendak menyusul ponselnya berdering,


drrrt drrrtt drrrt


"Halo." Ridwan nada khas dinginnya,


"..."


"Apa jadi pasukan Riko sialan itu mengincar kami." Ucap Ridwan.


"..." dari seberang


"Baiklah kerahkan semua pengawal, untuk mencari dimana saja letak anak buah Riko, dan kita akan bermain." Ucap Ridwan menyeringai,


"..."


"Cih! baiklah," Ucap Ridwan segera memutus sambungannya dadakan,

__ADS_1


Di tempat lain Rian uring uringan dengan Berkas berkas yang masih tersisa,


"Jika begini bisa remuk badanku." gerutu Rian


_______________


Back to Pesantren.


Kini Hari semakin menjingga ada cahaya bulat di ufuk barat, angin sepoi membawa ombak, serta awan yang menghiasi langit langit dengan manjanya seolah awannya bergerak, Para santri segera dikumpulkan karena hari sudah malam,


Seluruh Santriwan/i sudah diabsen dan kini mereka menuju perjalanan pulang, tak lupa sebelumnya sudah melaksanakan kewajibannya, kini bus berjalan menuju pondok sedikit ada gangguan diperjalanan tiba tiba,,


Dor!


Mendadak Bus berhenti dan seluruh santri bergemetar, Ridwan geram karena tau siapa pelakunya.


"Bang mau kemana?" Tanya Syifa yang melihat Ridwan pergi,


"Nyelamatin kita semua." Santai jawabnya


"Bahaya bang." Ucap Syifa


"Tidak usah turun saya akan turun menanyakan baik baik." Tutur Pak yai


"Mereka tidak seperti itu lihatlah mereka membawa senjata, jadi saya mohon semua tetap disini." Ucap Ridwan dingin


"Tapi kak itu bahaya biar saya bantu." Tutur Faqih


"Saya juga." Fauzi


"Kalian tetap disini waktu kita tidak banyak." Ucap Ridwan dingin datar tajam


Terdapat lima berbaju hitam dengan postur badan besar dan berotot tentu tidak membuat Ridwan takut, Ridwan langsung menyerang salah satunya, yang masih memegang pistol


Ketika lawan lengah Ridwan menendang pergelangan tangannya dan pistol yang ia gunakan terlempar keudara dan


Grep!


Ridwan menangkap pistol itu dengan cepat, dan menatap tajam lima orang tersebut


Dor!


Dor!


Dor!


Dor!


4 pluru berhasil menyingkirkan senjata yang dipegang keempatnya dan Seringai devil Ridwan muncul lagi,


Dor!


Dor!


Dor!


Dor!


Dor!


Lima tembakan Ridwan layangkan ke titik bahu sang penganggu akhirnya mereka melarikan diri dengan darah yang masih mengalir.


Sungguh para Santri seolah menonton pertunjukan yang mengerikan, semua mengucap terimakasih kepada Ridwan.


.


.


.


Happy Reading🤗😍


sempatkan Like komen dan Vote 😄

__ADS_1


__ADS_2