Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
BCKS ll Dilla


__ADS_3

...Assalamu'alaikum, tetap jadikan Al-Qur'an bacaan utama...


****


Mungkin karena keterikatan antar darah itu lebih kuat dibanding jarak, sejauh ataupun di titik paling kecilpun asalkan masih berada di pelanet ke tiga bernama bumi ini, tetap saja Allah punya cara untuk menyatukan mereka.


Katakanlah cerita ini terpending sejenak, dengan waktu yang terus berjalan layaknya rotasi dan revolusi, tapi pertemuan mereka tak hanya sampai di sini, ada kisah yang perlu aku ceritakan dari cerita yang akan aku definisikan.


"Kamu mau ngapain?"


"Ke luar sebentar beli sayur."


"jangan!"


"Kenapa?"


"Waktu akan kurang 40 menit dari 4.320 menit selama weekend, lebih baik melakukan hal yang bermanfaat."


"Contohnya?"


"Tidur."


Katanya yang sukses membuatku mendengus sebal. Habisnya hari ahad bukannya jalan jalan malah jadi kebo, dengan dalih gini gapapa kalau weekend tidur yang penting bisa nyantuy.


"Silahkan kalau mau tidur, aku mau keluar sebentar."


"Iya deh dil, sekalian beliin jeruk yahh." Ucapnya yang membuat wanita itu mengangguk.


****


"Jeruknya sekilo berapa mang?"


Sebutan itu dari kata mang dadang penjual buah dan sayur segar keliling kompleks jalan cempaka dua. Perempuan dengan balutan syar'i dan juga bermasker itu memilih tema buah apa yang akan ia beli


"Teh dila lama pisan di bogor." Kata Ibu-ibu yang sedang memilih sayuran.


Perempuan dengan sebutan dila itu tersenyum sejenak di belakang masker dan menganggukan kepala.


"Si kembar belum bangun teh?"


"Sudah buk," Jawabnya membuat semua mengangguk-angguk.


Mungkin hanya sebagai jiwa perempuan yang bisa merasakan, apa artinya menceritakan dan di ceritakan dalam sebuah arus kehidupan, seperti ibuk ibuk rempong yang berada di kompleks sedang pembicaraan hangat itu bersuara.


Di manapun selalu bisa di jadikan tempat gosip, baik di penjual di warung bahkan di toilet pun , demi apa.


"Katanya nanti ada pengajian, beuh pengisi acara intinya anak kiyai dari jawa." Ucap salah satu ibuk-ibuk itu heboh.


"Jawanya boyolali."


Boyolali


Boyolali


Di antara mereka ada salah satu wanita yang memegang pelipisnya seperti berdenyut bersamaan dengan ingatan silam abu abu dan tak terlihat jelas, peluh keringat membanjiri keningnya membuat beberapa orang yang menyadari segera menegurnya.


"Teh dila kenapa?"


Perempuan dengan sebutan dila hanya terdiam dan sedikit tersenyum seolah menunjukkan pada mereka bahwa ia baik baik saja.


....****....


"Tau nggak dil?" Tanya sosok perempuan yang masih bersandar di kepala ranjang, namanya lastri si tukang tidur pas waktu weekend, kalau hari biasa kerja mana sempat dia tidur.


Dila melepas maskernya ketika di rumah.


"Enggak."


"Kamu tanya gitu.. kenapa??" Ucap Lastri sebal sendiri.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Nanti malam ikut pengajian ya." Ajaknya membuat Dila mendelik heran, kemudian tersenyum-senyum


"Tumben."


Mbak lastri namanya, teman kerja dila yang pernah menolong wanita itu waktu dulu, mengingat masalalu dari lima tahun silam itu masih di rahasiakan olehnya, entahlah rahasia apa yang jelas, mengenai keadaan yang cukup membaik ia tetap berharap tetap menganggap wanita itu adiknya.


"Ish, ayolah nanti zadid juga ikut kok." Ucap lastri. " Dan siapa tau kamu bakal kepincut sama Ustadz yang ceramah, katanya sih beliau ganteng masih muda pulak." Ucap Lastri menggebu-gebu.


"Mulai nih."


"Hihi, lha sampai kapan kamu mau nunggu orang masalalu dil? siapa tau suamimu sudah menikah, udah sama zadid aja dia juga orang masalalu loh yang suka sama kamu, atau..."


"Atau apa?"


"Atau mau ketemu dulu sama Ustadz ganteng?" Tanya Lastri menaik turun kan alis.


"Menurutmu kalau aku terapi akan tetap berhasil mengingat enggak?" Tanya Dila membuat Lastri mendelik.


"Kamu masih ingat pertama kali mencoba kamu sampai demam berminggu-minggu? gak! dan kamu harus tau kalau ada zadid yang sudah setia nunggu kamu." Ungkap Lastri, entah kenapa dia marah tiba-tiba.


"Tapi..."


"Suami? buktinya mana sih? harusnya dia cari kamu dan anaknya kan? laki-laki tidak bertanggung jawab itumah." Sentak Lastri.


"Anak anak juga butuh ayah kandung? tapi apa suamimu masih hidup?" Cerocos Lastri.


"Lastri cukuppp!!" Teriak Dila dengan memegangi kepalanya dan terduduk di lantai.


"Arrgghhhh...sakittt hiks." Teriaknya.


Lastri buru buru menghampiri dila dengan nafas tercekatnya langsung memeluknya. Perdebatan itu selalu datang tiba-tiba dan keadaan yang memaksanya untuk selalu mengingat sosok itu, tapi tidak pernah berhasil sekeras apapun dia mencoba.


"Bunda bunda kenapa tan?" Tanya anak kembar bersamaan yang baru saja pulang dari main.


"Bunda.."


*****


"Sesuatu yang di paksakan itu tidaklah baik dil," Ucapnya yang membuat perempuan itu menatap kosong ke arah jendela, terlihat lalu lalang orang yang tengah sibuk dengan kegiatannya.


"Maaf." Satu kalimat itu muncul di bibir Dila.


"Baiklah kalau begitu aku permisi masih ada jadwal mengajar."


"Terimakasih kak zadid."


"Sama-sama, aku pamit."


Apa kamu lupa fa denganku yang pernah melamarmu dulu. Pria itu tersenyum masam sebelum menutup pintu.


*****


Lastri memilih mengintip di balik pintu, terlihatnya dila sedang melamun kosong menatap arah jendela. Tentu saja wanita dengan status jomblo fisabilillah itu merasa tak enak hati sudah memaksa kehendak orang lain. Jelas saja itu bukan urusannya, tapi...


Lastri memasuki kamar dengan pelan dan menunduk.


"Dil.."


"Hm."


"Di tunggu Yusuf sama Killa di meja makan." Lirihnya.


Hening.


"Maafin aku ya, udah debat soal masalalu kamu." Ucap Lastri, ia duduk di pinggiran ranjang.


"Buat apa minta maaf kalau di ulangi lagi." Ucap Dila dengan datar. "Aku tau aku cuma numpang di tempat kamu,"

__ADS_1


Sedari dulu semenjak dila mengetahui bahwa Yusuf dan killa adalah anak kandungnya saat ia mendengar secara langsung hal yang di sembunyikan oleh Lastri yang sudah ia anggap kakak sedari dulu.


"Kamu nggak ingat sama sekali nama kamu? "


hanya di jawab gelengan oleh wanita lemah yang terbaring di kamar pasien.


"Baiklah nama kamu sekarang dilla."


Masih ingat betul perdebatan malam itu, saat lastri mengatakan bahwa si kembar adalah anaknya.. Dan parah lagi tidak ada yang tahu ayah kandungnya. Sampai saat ini wanita bernama dila masih belum tahu siapa identitasnya, kerap kali ia bertanya kepada zadid tapi pria itu sering menghindar jika dirinya bertanya soal masalalu.


rumit se rumit kisahnya, nama sendiri saja ia belum ingat dengan jelas. Hanya saja mungkin Allah yang akan memberi jalan.


"Please dil, maafin aku. Aku peduli sama kamu, aku udah anggap kamu keluarga aku, tolong jangan mikir yang enggak-enggak, niat aku baik loh...Aku kasian sama killa dan yusuf yang selalu di ledek oleh temannya." Ucap Lastri.


"Lalu bagaimana dengan hati aku mbak?"


"Bagaimana kalau suamiku masih ada dan dia juga mencariku."


Lastri menarik nafas panjang, dan menghembus pelan "Lalu mana buktinya hm?"


Hening


"A-aku mau pergi dari sini." Ucap Dilla terhenti matanya terpejam kuat, keputusan yang akan ia ambil untuk pergi dari sini memang sudah bulat.


"Dill.." Geram lastri.


"Mbak."


Hening sesaat, terdengar sesenggukan dari sosok dilla.


"Seperti apa katamu dulu. Menunggu tanpa kepastian itu memang menyiksa, benar katamu. Kalau suami aku nggak nyari berarti aku yang harus kembali." Ucap Dila.


"Dill kamu..."


"Enggak mbak, keputusan aku sudah bulat, tapi aku... aku harus mencari jati diriku.. Aku akan ke jawa."


"Astaghfirullah dil, jangan egois."


"Enggak mbak, aku bermimpi seseorang... aku mungkin baru berani cerita ke embak. Sebenarnya sering kali aku memimpikan sosok laki-laki tapi tidak jelas wajahnya hanya saja..."


"Apa dil.."


"Dia memanggilku Syifa."


*


z


z


ada gak yang Penasaraaannn???


sama hehe, aku juga.


Gimana babnya? aneh ya? udahlah gapapa.


siapa Dilla? Siapa zadid ?yang masih ingat season satu pasti paham.


dilla malah mau ke jawa nih gimana dong??


haha babnya kacau kayak perasaan author wkwk.


lemot banget otak nulis segitu aja mikirnya dua hari (


Gais aku sekarang dah kerja, dan ternyata semua gak se simpel yang aku bayangin setelah masuk ke dunia kerja, karena aku yang serba lemot ini harus kena marah atasan dan juga rekan kerja huhu sedih banget.


Kalian ada tips biar cekatan? ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


semoga sehat ya, aku gak tau babnya ngefeel enggak yang jelas aku lelah.

__ADS_1


Semangat buat kalian,? hey buat dia kapan dateng ke rumah


dahlahh sehat sehat yaa kalian๐Ÿ˜


__ADS_2