
Ridwan menaiki motor sportnya, menuju rumah yang letaknya tak jauh dari Rumahnya, ia harus menemukan adiknya sebelum siang nanti. Sampai tempat tujuan ia mengedor pintu.
Dog! dog! dog!
"Assalamu'alaikum." Ridwan.
"Wa'alaikumussalam, em ehh Kak Ridwan ngapain." Ucap Della.
"Syifa tadi disini?" Tanya Ridwan, sedangkan yang ditanya menggeleng.
"Tolong sekarang ke rumah, jagain Rizky dan ini kuncinya." Ucap Ridwan buru-buru pergi.
Tunggu jadii Rizky di kunci di rumah,,Della hanya menurut melihat Ridwan kalang kabut kasihan juga batinnya tapi Syifa kemana. Itulah yang ada di kepala Della saat ini.
Ridwan masih memikirkan kemana Syifa akan pergi hingga ia mengingat sahabat dekat adiknya, "Ngga salah kan cari di sana."
(...)
Rumah Yunda
"Yunda?"
Dog! Dog! Dog!
"Siapa si..Emmh maksudnya Kak Ridwan ngapain ke sini." Tanya Yunda kikuk, yang tadinya marah kini malah tersenyum binar-binar.
"Syifa di sini?" Datar.
"Astaga, sekali beku ya beku." Batin Yunda.
"Enggak." Jawab Yunda. Tanpa pamit Ridwan segera berlalu hingga Yunda menganga.
"Kak Ridwann??" Teriak Yunda sebelum Ridwan menyalakan motor.
"Lain kali kalau mau bertamu pencet tombol ini." Ujar Yunda terkikik, sedangkan Ridwan tersenyum tipis dia yang buru-buru hingga lupa segalanya.
Dan yang di maksud Yunda yang berbunyi
Ting/Tong tapi bukan Tong sampah,,,
"What Kak Ridwan senyum serasa melayang gue huaaa." Ucap Yunda memandang punggung Ridwan yang tak terlihat.
(...)
Rumah Reva
Kebetulan posisi Reva masih di luar rumah. Ridwan to the point bagaimana tidak? maklum saja jika ia beku saat ini.
"Syifa di sini?" Tanyanya, Reva menggeleng saja, belum sempat Reva bertanya Ridwan sudah melajukan motornya.
"Dasar Beruang Antartika." Batin Reva heran, otaknya memutar Syifa? iya kemana bocah itu batinnya.
__ADS_1
(...)
Rumah Rina
Ridwan memasuki Rumah yang sederhana, namun menyejukkan karena terdapat macam-macam bunga yang terawat di sana.
Belum sempat Ridwan mengetuk pintu, samar-samar ia mendengar suara yang merdu entahlah mungkin orangnya habis sholat duha
Terlihat jendela sedikit terbuka, entah dorongan dari mana Ridwan mengintip. What? seorang Ridwan? tapi memang dia sangat penasaran, di lihatnya wanita berbalut mukena putih bercorak bunga dalam motif tertentu, tengah duduk sambil memaca Al-Qur'an.
Surat Ar-Rahman yang ia dengar.
Surat ini memiliki banyak sekali fadilah yang dapat dipetik oleh setiap manusia yang membacanya. Surat ini dikenal sebagai Arus Qur’an atau Pengantin Al-Quran.
Hal tersebut sesuai dengan Hadis Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda bahwa setiap sesuatu yang ada di dunia memiliki pengantin. Pengantinnya Al-Quran Karim adalah Ar Rahman.
Mengapa surat ini disebut sebagai pengantinnya Al-Quran?
Hal tersebut dikarenakan bahasa yang indah yang ada di dalam surat ini. Terdapat beberapa pengulangan dari ayat “Fabi ayyi aalaa’i Rabbikuma Tukadziban”.
Pengulangan ayat ini sampai 31 kali
Artinya :
“Nikmat Tuhan Mana yang kamu dustakan”.
Pengulangan ini diibaratkan sebagai hiasan-hiasan indah yang dipakai oleh para pengantin.
Ditujukan kepada siapakah kalimat tersebut hingga diulang sampai 31 kali?
Angin mana dan langit sab mana yang membuat Ridwan menghalu saat ini, di mana dalam bayangannya ia membacakan ayat suci Ar Rahman sebagai mahar, ia tersenyum tipis, namun setelah sadar ia segera menggelengkan kepala.
"Kenapa jadi begini perasaanku." Batin Ridwan meronta. Dari pada linglung mending dia duduk saja pikirnya.
"Nona bidadari saya izin duduk." Batin Ridwan seolah tidak sadar dengan sebutannya. Tekan Tidak sadar nya oke.
ceklekk
"Astaghfirullah." Cicit Rina yang terkejut melihat manusia tampan tapi menakutkan tentunya.
"Eh,,Seperti sedang melihat hantu saja." Ucap Ridwan dengan logat sedikit melawak tapi sumpah itu garing.
Rina hanya kikuk merasa heran dengan tingkah manusia langka ini yang biasanya dingin, jujur saat ini Rina ingin terbang namun ia bukan seperti perempuan lain yang bicara banyak.
"Syifa di sini." Tanya Ridwan meminimalisir rasa canggung.
1 detik hening
2 detik baru login
"Engga Kak, Syifa kemana." Tanya Rina panik. Sedangkan Ridwan tetap Ridwan yang mood berubah-ubah, tanpa menjawab ia segera pamit dan melajukan motornya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum." Ucap Ridwan
"Wa'alaikumussalam." Jawab Rina menunduk.
"Jika Kak Ridwan nyari Syifa, artinya Syifa kabur dong dari rumah, ish aku harus bantu cari deh." Batin Rina.
(.....)
Pesantren
Di tempat lorong yang cukup sepi terdapat dua santri yang mendebatkan hal konyol dalam usia remaja, Cinta? tepat sekali.
Bolehkah santri bercinta? tentu saja, Santri juga manusia normal, walaupun tergantung anaknya sendiri, tetapi perasaan cinta itu ada entah untuk memendam atau mengatakan tapi setidaknya itulah yang di sebut membuktikan.
"Jauhi Syifa!" Tekan Santri yang bernama Faqih, hatinya yang memanas melihat dulu Fauzi menabrak Syifa saat di gudang.
"Maksudnya, sampean suka sama Syifa?" Tanya Fauzi to the point. Pertanyaan yang sebenarnya sudah terjawab sedari dulu tetapi tidak salah kan jika ia mengulang kalimat itu lagi.
Lain dengan Faqih tersenyum sinis, ia benar-benar ingin menghajar laki-laki di depannya ini, entahlah emosinya saat ini sedang tak kontrol.
Bugh!
Satu bogem menuju perut Fauzi hingga orang itu mengaduh,
"Sampean sendiri juga suka dengannya." Ucap Faqih sinis.
"Iya saya memang suka tapi apa urusan anda?" Ucap Fauzi memegang perutnya yang terasa ngilu.
"Karena Saya lebih ngenal dia sejak dulu, jadi anda ngga pantas, orang baru mundur saja sanah." Ucap Faqih meremehkan.
Fauzi sudah mendengar geram sedari tadi, ia melayangkan bogeman tepat sudut bibir Faqih hingga wajahnya melengos ke samping.
Bugh!
Dan terjadilah sedikit peperangan dari dua teman ini, namanya manusia yang tak luput dari dosa. Permainan seri gerakan menahan, menangkis bahkan memukul semua tampak bisa saling hindar. Hingga terdapat suara berat yang menghentikan aksi keduanya.
"Hentikan." Suara itu mampu menghentikan kegiatan keduanya.
Dengan langkah tegas dan mimik yang dingin mampu membuat nyali keduanya menciut. Keringat dingin mulai bercucuran keduanya.
Oke kita lihat nanti apa yang ia lontarkan.
-
-
-
**Siapa ya pemilik suara itu?
TYPO BANYAK..
__ADS_1
Komennya mana, kalau banyak yang nyemangatin aku cepet Upnya Deh😅Apalagi yang ngasih saran heeee**
(Sedikit maksa ye😋)