
Typo bertebaran😺
Saat perjalanan pulang, Syifa dan Fauzi berhenti di masjid mengingat belum sholat Isya. Fauzi sangat bersyukur tidak terjadi hal buruk.
"Langsung ke pesantren saja." Perintah Syifa.
Fauzi mengangguk kemudian memberikan sebotol air mineral Syifa meneguknya hingga habis.
"Makasih." Singkat.
"Tenang cuma 5.000." Ucap Fauzi tersenyum-senyum.
(....)
Sesampainya pesantren Syifa dan Fauzi tentu saja menjadi pusat perhatian, kegiatan santri terhenti, Syifa turun depan gerbang sedangkan Fauzi menuju parkiran.
Para santri berbisik-bisik terlebih santriwati menatap aneh, sinis bahkan senang, tak lama Ummi Fatimah menghampiri Syifa dan tersenyum walaupun terlihat banyak pertanyaan.
"Assalamu'alaikum Ummi." Ucap Syifa seraya mencium tangan Ummi.
"Wa'alaikumussalam nak."
Fauzi datang dengan Abi Hakim dan mempertanyakan masalah yang sudah terjadi Syifa angkat bicara menceritakan apa yang terjadi tanpa lebih, tetapi sedikit dikurang di bagian memalukan saat di pohon.
"KAKAKKKK!!!!......" Teriak anak manusia yang jelas, yah kalian pasti tau itu.
Seketika anak kecil itu memeluk Syifa dengan erat, karena tiga bulan Syifa tidak menjenguknya saking kangennya Rizky berputar-putar sambil menarik tangan Syifa persis tarian india.
"Hey adik hentikan, jangan nakal yaa heyy Astaghfirullah." Teriak Syifa tetapi tak digubris Rizky.
Ridwan hanya menggaruk tengkuk melihat adik-adiknya sepeti itu. Hingga Syifa mengancam baru mau berhenti,
"Hentikan adek nakal, kakak pulang!" Benar saja Rizky menghambur ke pelukan Syifa.
"Hey bocil mu ini benar-benar pede." Bisik Ustadz Ihsan pada Ridwan.
"Mhehehe kebawa dari lahir Ustadz." Ucap Ridwan sambil garuk tengkuk yang tak gatal.
"Sudah puas dek kangen-kangennya." Ucap Ridwan, sedangkan Rizky menjawab dengan jujur.
"Belum kak."
"Sudah dipending dulu bocil, lihat tatapan para santri kalau gini ngga jadi pensi sudah ada drama kakak beradik yang..." Belum sempat Ustadz Ihsan selesai sudah mendapat tatapan memicing dari Syifa.
"Lanjutkan mbak lanjutkan." Ucap Ustadz sambil garuk-garuk memang Ustadz termuda tapi ya gitulah.
Semua kembali melanjutkan kegiatan acara Hari Santri seperti Dzikir, Doa, Tausiah di lengkapi Hadrah pembacaan ayat suci Alquran, maulid albarjanji, tari sufi , pensi santri.
Vokal dari Faqih serta teman akrabnya yang bergelar Vokalis membawa bait sholawat, seluruh pendengar terhanyut dalam lantunan sholawatnya, suluknya saja sudah menghipnotis semua orang.
Suara musik mengiringi nyanyian Sholawatan, hingga setelah usai acara demi acara kini ditutup dengan Mahalul Qiyam, benar-benar merdu suara Kyai Hakim dan Faqih saat beradu dan Doa keselamatan, kesehatan dalam masa pandemi, semua orang khusyu dalam sholawat.
__ADS_1
Setelah usai acara ditutup pukul 23.00 para santri bersih-bersih, dan kini Syifa, Ridwan dan Rizky tengah duduk di kamar Rizky.
"Kakak tidur sama Risky yaaa." Ucap Rizky dengan muka pupy eyes.
"No!"
"Ayolah kak ayolahh Risky mohonn." Ucap Rizky merengek seperti anak kecil pada umumnya.
"Udah Rizky ikut pulang saja besok Abang anter." Tengah Ridwan, terlihat Rizky cemberut dengan keputusannya.
"Dek kok kamu kurusan ya?" Ucap Syifa menatap intes Rizky, sikapnya masih sama cerewet tapi badannya benar-benar kurus tak terurus.
Bukan apa-apa tapi dulu sebelum Syifa kos nampak Rizky terlihat gemuk, atau gara-gara kangen dengan Syifa atau kurang diberi makan dengan pesantren.
"Akhir-akhir ini dia susah makan.." Ucap Ridwan terpotong.
"Ishh Abang ini tidak memberi uang jajan Rizky buat beli siomay atau tempura kak.. iya begitu.." Ucapnya Rizky dengan enteng, sedangkan Ridwan mengerinyit.
"Dihh! udah punya satu muka ngga usah cari muka lagi nanti jadi dua bingung lagi mau pake yang mana." Ketus Ridwan.
"Benar ya bang?, sama adek sendiri jangan pelit-pelit napa, cuma buat beli siomay, tempura dan saudaranya saja ngga dibolehin." Ucap Syifa berdecak pinggang.
"Eitss kenapa jadi belain siomay tempura dan saudaranya sih, Abang jadi pusing." Ridwan.
"Kita beli Siomay sama tempura saja gimana." Celetuk si bocah tanpa dosanya, jelas-jelas dia yang salah.
"Aihh." Ridwan/Syifa melihat Rizky yang menunjukkan deretan giginya membuat Ridwan gemas jadi ingin tepuk dengan sendal jepit.
"4 kali lipat??" Ucap Syifa menatap Rizky dengan Tajam seperti elang betina yang hendak apa ya..
"Anu Ii-itu ma- iiya bang memang Abang paling top ten dehh Rizky makin..." Ucap Rizky terbata-bata, dan terpotong Syifa.
"Dek uang segitu habis setiap bulan ya?"
"Kadang baru 2 Minggu sudah habis." Celetuk Ridwan santai seolah tidak kekurangan secuil hartanya.
"Really?" Syifa membulatkan mata, bukan maksud tidak ikhlas atau pelit tetapi heran, bahkan Syifa yang kos saja tidak sampai habis 3 kali lipat ibaratnya. Benar-benar mengganjal.
"Assalamu'alaikum." Ucap seseorang dari luar.
"Wa'alaikumussalam masuk." Ucap di dalam.
Fauzi, Faqih, Danu dan Toyib memasuki kamar Rizky, Syifa mengerinyit.
"Apa mereka kira kita sedang jualan siomay atau tempura." Batin Syifa mengangkat bahu sendiri.
"Dek, uang itu buat apa?" Tanya Syifa lembut pada Rizky yang menunduk.
Sesekali Rizky menatap Faqih, kecurigaan Syifa semakin menjadi-jadi namun ia tak mau su'udzon. Ridwan ikut mengawasi gerak-gerik Faqih yang terlihat seperti ada hal yang tertutupi.
"Kalian ngapain di sini." Tanya Syifa tajam.
__ADS_1
"Ka-kami emm maksudnya Sa-ya iikut Dia." Ucap Toyib gagap dan menunjuk Danu seketika Danu melotot.
"Hah aa-aku mm ii-kut Dia iya Dia." Ucap Danu menunjuk Faqih.
Deg!
"Emm heheh Aku tadi ikut Fauzi saja mm." Ucap Faqih menetralkan, Fauzi dibuat bingung, pasalnya tadi mereka sudah di luar kamar.
"Aku?" Tanya Fauzi menunjuk diri sendiri. Syifa memberi tatapan menusuk hingga Fauzi bergidik merinding.
"Tadi Kalian disuruh menginap di pondok." Ucap Fauzi datar karena bingung dengan situasi.
Ridwan dan Syifa saling pandang kemudian menatap Rizky yang masih menunduk, entahlah Firasat buruk tengah terjadi.
"Dek jawab jujur, karena ngga mungkin uang segitu habis 2 minggu, kalaupun hanya membeli siomay pasti Rizky sekarang juragannya." Ucap Ridwan
"Maafin Rizky, yang suka jajan." Ucapnya menunduk persis anak kecil yang salah.
"Hemmm."
Seketika Rizky mendongak "Coba aja kalau kak Syifa yang ngasih uang, pasti Rizky irit." Celotehnya dengan menunjukkan deretan gigi.
"Alasan saja bocilnya kakak ini." Dilihat Syifa sudah mulai menghangat, Rizky menyeringai.
"Mmm Rizky mau uang jajan dari Kak Syifa." Ucapnya merengek dan kesan memaksa.
"Wah Kak Syifa ngga bawa uang, habis tadi." Ucap Syifa mengangkat tangan dengan jari berhuruf V.
Rizky sedikit mengerucutkan bibirnya, Syifa yang iba mendapat ide.
"Bang minta Uang." Ridwan hanya menurut kemudian mengambil lembaran warna coklat.
"Nih." Ucap Syifa menyodorkan uang, Rizky sumringah dan..
Cup!
Menghambur ke pelukan Syifa, rupanya mereka melupakan adanya 4 orang yang sedari tadi tersenyum geli dan konyolnya Syifa yang meminta uang pada Ridwan untuk diberi ke Rizky.
Kenapa tidak langsung diberikan pada bocahnya, Ridwan yang tau pemikiran aneh 4 orang itu malah kikuk.
-
-
Ada yang penasaran ngga nih?? Apa yang terjadi bab-bab selanjutnya,
😄😄 walaupun ngga begitu lucu dan menarik tapi semoga kalian suka🤗🙂🙏
Dan jika dalam ilmu islami author ngga bisa jelasin dengan detail atau bahkan kurang tepat🙏 ,jika salah mohon di ingatkan karena jujur itu hanya sebatas dan sedikit yg saya tau saja bukan maksud apa-apa ya,,,
Yang baik disaring yang buruk tinggalkan dan jika salah ingatkan😄😄
__ADS_1
sekian...nanti doble up tunggu saja ya..