Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
23.Wawasan


__ADS_3

Jejak Like, Komen, Vote😍😍


.


.


"Ck! Liat sana." Menunjuk arah parkiran seketika semua mata mengarah tempatnya.


Dan benar saja terdapat empat Gadis yang turun dari mobil hitam Yunda, empat Gadis menuju sosok anak kecil yang melambai tangannya.


Deg


Deg


Jantung Faqih berdetak kencang melihat salah satu diantara empat Gadis itu, Fauzi merasakan hal yang sama hanya saja ia telah mengetahui.


Ustadz Ihsan dibuat mengaga dengan kehadiran empat Gadis yang menuju arah Bocil itu.


"Benar benar Bos Kecil," Gumam Ihsan,


Rizky memamerkan Gadis yang sedang menuju arahnya pada Ustadznya, ia menaik turunkan alisnya hingga Ihsan mengernyitkan dahi.


"Lihatlah paman Ustadz, Bahkan para bidadari itu lebih tertarik dengan ketampananku." Ucap Rizky dengan pedenya.


"Kau bilang tadi kakakmu, memangnya kau berapa saudara." Tanya Ihsan.


"Mm 3 ." Jawab Rizky singkat Ustadz Ihsan mengagguk angguk ia segera sedikit menjauh karna para Gadis sudah dekat,


Faqih dan Fauzi tetap berada di tempat, ia sedikit mencuri pandang.


"Assalamu'alikum dek." Ucap 4 Gadis


"Wa'alaikumussalam." Ucap yang mendengar.


"Lama nunggunya dek?" Tanya Syifa sedangkan Rizky menggeleng.


Syifa melihat temannya yang sedari tadi tersenyum senyum memandang arah dua santri yang satu sangat ia kenal dan yang satu kenal tapi tidak tau namanya,


"Yun malu kalik." Ucap Syifa menggerutu.


Yunda tercengir kuda, Ia benar benar terpesona dengan Pria dihadapannya, lain dengan Reva dan Rina yang sedari tadi menggoda Rizky.


"Ayo pulang." Ajak Syifa kemudian semua mengangguk.


"Assalamu'alikum." Ucap 4 Gadis plus Rizky


"Wa'alaikumussalam." Jawab Faqih Fauzi lalu Syifa menganggukan kepala dan tersenyum manis.


deg


Entah keduanya serasa membeku hanya karna senyuman Syifa, maklum jatuh cinta ck ck ck


Tak lama Faqih tersadar dengan lamunannya ia mematap sinis Fauzi.


"Kau licik." Ucap Faqih, Fauzi hanya tersenyum


"Dengar ya walaupun aku tau Rizky adiknya Syifa tiada satu niat pun untuk menggunakan Adiknya sebagai umpan." Jawab Fauzi


"Cih aku tak percaya." Ucap Faqih


"Terserah kau saja," Jawab Fauzi acuh


"Dengar ya, Kita sepakat buat membuktikan secara adil." Ucap Faqih terdengar menahan amarah.


"Lalu siapa yang tidak adil." Fauzi


"Kau, memanfaatkan Rizky bukan." Faqih menaikan suara

__ADS_1


"Dengar Faqih, Kau jangan Buta karena cinta, jangan salah mengartikan cinta, jangan terlalu ingin memiliki seseorang dengan dasar cinta, itu bukanlah cinta. Cinta tidaklah memaksa." Ucap Fauzi


Faqih mengepalkan jari jarinya, Ketika Fauzi hendak berbalik Faqih menarik tangan Fauzi dan..


Buh!


Faqih melayangkan Bogeman, Fauzi pun manusia yang sedari tadi menahan amarah kini sudah tak tertahan ia dengan cepat memukul Arah yang sama,


Bug!


Beruntung Seluruh siswa sudah memasuki kelas, hingga tiada yang melihatnya tapi tidak dengan Ustadz Ihsan yang tadi sempat pergi ke kamar kecil,


Dikejutkan dengan Faqih dan Fauzi yang sedang beradu fisik


"Hey hey Astaghfirullah kalian ini apa apaan mau jadi jagoan?" Tanya Ihsan yang belum percaya jika mereka yang tadinya akrab mendadak berkelahi.


"Kenapa Pesantren ini banyak kejadian aneh sih," Ucap Ustadz Ihsan kesal.


Fauzi dan Faqih mendadak berhenti karena tersadar yah mereka hanya berhasil dengan satu pukulan lainnya hanya ada tangkisan dan hindaran.


"Maaf Ustadz." Ucap Mereka.


"Sudah sudah saya pusing," Ucap Ustadz Ihsan.


"Kalau sampai kalian ulangi lagi saya akan hukum kalian." Ucap Ustadz Ihsan dengan senyuman tanpa arti.


Faqih hanya mengangguk Fauzi melakukan hal yang sama, Mereka melanjutkan pelajaran yang sempat telat tapi sebelumnya membersihkan wajah yang sedikit lebam.


.


.


.


Hari ini Syifa sedikit telat mengantar Rizky karena SMK libur, Ridwan sudah berkutat dengan berkas berkas.


Sesampainya halaman pondok, Rizky memanggil seseorang yang didepan mata,


"Gus? Agus kah?" Batin Syifa


"Assalamu'alaikum." Jawabnya


"Wa'alaikumussalam." Rizky cengegesan.


"Ehem Kang Santri?" Fauzi menoleh.


"Mm saya titip Rizky sedang buru buru." Ucap Syifa ragu tetapi Fauzi hanya bengong.


"Kang? Kang santri." Syifa melambai lambaikan tangannya, Maklum belum tau anak Kiyai.


"Eh em iya Saya?" Tanyanya.


"Kak Syifa, dia itu namanya Kak Gus Fa.." Ucap Rizky terpotong Syifa


"Sudah sudah, belajar pinter adek dah." Ucap Syifa berlari


"Cih! Kakak memang gitu jika ada laki laki entahlah bodoamat." Gerutu Rizky.


"O ya?" Tanya Fauzi di angguki Rizky dan segera menuju kelas


(....)


Setelah Fauzi mengajar, ia hendak menuju kelasnya tapi karena sedari pagi belum sarapan ia memutuskan untuk menuju kantin, entah kakinya yang mendorongnya untuk menuju kantin, Bahkan pertama kalinya sebab setiap istirahat Fauzi makan di rumah Ummi.


"Bude, Soto Es teh sama gorengan." Pesannya.


"Siap Nak Fauzi, tumben makan dikantin?" Tanya Bude Yul.

__ADS_1


"Cari wawasan aja kok." Jawabnya


"Nak Fauzi memang suka bercanda, mana ada wawasan carinya di kantin." Terkekeh geli


"Ada, lha ini." Fauzi tersenyum senyum, Faktanya ia sedang membolos yang ke kantin saat jam kosong ck ck ck


Dapur Bude Yul memang terdapat ruang tersendiri sendiri, Syifa masih fokus di ruang yang tertutup pintu, berniatan hendak mengambil es untuk Tehnya yang tinggal setengah.


Fauzi yang selesai mengembalikan Mangkuk dan gelas ke cucian, beberapa langkah ia dikejutkan dengan seseorang yang baru keluar dari ruangan, keduanya terkejut.


Syifa sudah terhuyung kebelakang Fauzi menarik pergelangan Syifa dan


Deg!


Byuurr!!


.


.


.


Halunya dipendingπŸ˜‚πŸ˜‚


Happy Reading Kak


Minggu ini ngga bisa Up tiap hari karena Author masih ada kesibukan Materi yak


Readers : Sibuk ngurusin suami ya kak?


(Kan dah dibilang tadi sibuk MATERI)


Author: (Batinku meronta) 😌😌 mm Gimana ya?


Readers: Gimna apanya kak


Author masi pelajar yak hehehπŸ˜…( tercengir kuda) karena musimnya musim UTS jadi sebagai siswa normal Author gunain internet buat Daring Uts heheh 😁😁


ntar kalo habis dadakan bisa habis nanti paketannya πŸ˜‹πŸ˜‚(Ganyambung)


Readers : Beli dadakan juga dong thor


Author : Gini kan ya.. kan ini Kuota bukan TAHU bulat yang dijual dadakan lhohπŸ˜…πŸ˜…


Readers: Jadii?


Author: Jadi jualnya ngga Limaratusan dongπŸ˜‚πŸ˜‚


readers:( mengerucutkan bibir) Yaudah kita setia kok.😫😫😫 ( air mata buaya)


Author: SETIAp tikungan ada yak😎


R : πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜…


A: Yaudah kalian mendua dulu deh nggak papa tapi nanti harus balik


R: Balik kemana


A: Balik kebawah


R: Jatuh dongπŸ€“πŸ€“


A: Iyaps Jatuh, Tapi Jatuh di hati author (Keset, eh gombalπŸ˜‹πŸ˜…)


Garing deh😢😢(muka datar)


Author gade alias gaada ideπŸ˜΄πŸ™πŸ™

__ADS_1


.


.


__ADS_2