Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
21.Perdebatan Kecil


__ADS_3

"Syifa,," Panggilnya membuat Syifa mendongak.


Faqih tersenyum dan Syifa canggung, lain dengan Danu yang merasa hendak menarik kata kata ingin menggoda wanita incaran Faqih.


"Kamu ponakan Bude Yul ya?" Tanya Faqih.


"Iya." Jawab Syifa datar


"Syifa bantu Bude dulu ya Kang." Ucap Syifa kemudian diangguki Faqih.


"Danu?" Tanya Faqih


"E em i iya." Jawab Danu kikuk teman temannya sudah cekikikan melihat wajah pucat Danu.


Kring kring


Danu menghela nafas panjang, keberuntungannya berpihak padanya. Kemudian segera mereka melanjutkan pelajaran.


(....)


Waktu Dzuhur


Seluruh santri sudah menuju Masjid untuk melakukan kewajibannya, setelah selesai mereka makan lalu istirahat Fauzi yang sedang duduk di serambi masjid dikejutkan dengan Toyib.


"Dor."


"Astaghfirullah, Toyib." Ucap Fauzi.


"Ya? Saya sendiri ada yang bisa saya buntu." Ucap Toyib cekikikan,


"Bantu Yib bukan Buntu." Toyib hanya tercengir kuda.


"Kalo mau muncul itu Assalamu'alaikum kek atau kulonuwun gitu." Gerutu Fauzi


"Wa'alaikumussalam, Monggo." Ucap Toyib menanggapi Fauzi.


"Ternyata Faqih yang supermen lempeng bisa juga ya jatuh cinta." Ucap Toyib


"Faqih? Maksudnya apa ini." Batin Fauzi.


"Nah diem diem bae, Tadi tuh di kantin ada gadis cantik bener , Tapi kelihatannya akrab bener deh." Toyib


"Namanya." Fauzi semakin penasaran,


Toyib berpikir kurang lebih sepuluh menit, Fauzi masih memperhatikan mimik wajah Toyib yang sedang memutar otaknya, mendadak Toyib menjerit


"Nahh." Teriak Toyib sukses membuat Fauzi jantungan.


"Siapa siapa." Fauzi mendesak.


"Itu dia Toyib lupa heheh." Dengan wajah tanpa dosa membuat Fauzi mendengus kesal.


"Tau gini mending tidur aja sebelum MDW nanti." Ucap Fauzi merebahkan diri.


Setelah bel berbunyi para santri melanjutkan pembelajaran dan mereka menuju kelas masing masing, Fauzi melakukan hal yang sama sebab ia hanya mengajar diwaktu tertentu dan ketika tiada jam ia tetap melanjutkan pelajarannya,


.


.


.


Syifa sudah sampai Di Rumahnya melihat sang adik tersenyum bak kasmaran


"Adek napa tersenyum senyum." Ucap Syifa penuh selidik.


"Tadi kak Pak Gus muji muji Adek," Ucap Rizky.

__ADS_1


"Memangnya dipuji apa?"


"Tentunya Adek anak termanis plus gantengnya paling ganteng diusia Adek ini." Ucap Rizky bangga.


Syifa menonyor jidat Adeknya agar sadar dari kesurupannya, hingga sang empu mengerutu tak jelas. Itulah sisi istimewa Rizky yang pedenya Naudzubillah dan pintar menyesuaikan keadaan tentunya hanya keluarga yang mengetahui.


"Tadi itu Rizky dipuji hafalan cepet dong kak."


"Dek dipuji jangan terbang dong." Ucap Syifa sedangkan yang dilakukan Rizky berjalan menuju arah cermin, Syifa sudah mengernyitkan dahi.


Ridwan juga yang sudah di rumah mengikuti adik adiknya, posisi Rizky membelakangi cermin berkali kali menengok cermin semakin membuat kakaknya menggeram


"Apa yang kau lakukan dek." Ucap Ridwan.


"Mungkin otaknya sedang terbentur tadi." Ucap Syifa asal.


"Tadi Kak Syifa bilang, dipuji jangan terbang, tapi adek lihat punggungnya ngga ada sayap deh.. bener." Ucap Rizky serius tapi serius bodohnya.


"Kenapa aku punya adek yang payahnya Astaghfirullah." Gerutu Syifa


"Dek maksud Kak Syifa itu bukan sayap dek." Ucap Ridwan.


"Lalu?"


"Kalimat tadi bisa dipadukan dengan. Dipuji jangan terbang, dihina jangan tumbang." Ucap Ridwan terpotong karena Rizky


"Nah memangnya pohon ya bang, bisa tumbang gitu," Ridwan hanya mendengus kesal,


"Abang dapet Caption darimana hah." Celetuk Syifa.


"Caption IG tadi." Jawab Ridwan kemudian dijawab O Syifa.


"Aduh (Menepuk jidat) Adek yang super ganteng ini bingung arah jalan bicaranya kalian deh." Ucap Rizky kesal


"Dipuji jangan terbang dihina jangan tumbang, artinya gini dek kita kalo sedang dipuji jangan sampai kita lupa dunia lebih tepatnya jangan bangga dulu, dan jika dihina kita jangan down jangan tumbang jangan ambruk karena hinaan anggap saja hinaan itu motivasi." Tutur panjang Ridwan kemudian diangguki kedua adiknya.


"Abang memang top deh." Sambung Syifa.


(...)


Tak terasa Hari ini terakhir Ujian Ridwan segala sesuatu sudah ia siapkan untuk kedepannya. Persis hari ini perdebatan kakak adik memang bumbu dari bahagianya kelengkapan keluarga.


"Kak gimana kalo kita liburan." Ajak Rizky pada Syifa


"Liburan kemana?" Tanya Syifa.


Rizky mengetuk dagu dengan jari telunjuknya


"Mm gimana kalo Ke Hutan," Rizky yang notabenya suka berpetualang bicara nglantur,


"Mau dimakan harimeong kau?" Ucap Ridwan, membuat Rizky mengernyitkan kening.


"Ada ya harimeong." Tanya polos


"Bang harimau bukan harimeong emang dikira keong apa." Ketus Syifa.


"Kan harimaunya sudah di markas Abang." Ucap Rizky yang pernah mengikuti kepergian Ridwan


"Aa apa dek." Ridwan


"Bercanda Bang heheh." Ucap Rizky tatapi Ridwan tak percaya begitu saja namun diam.


"Gimana ayolah ke hutan." Ucap Rizky


"Ngga, Kita ke Gunung saja." Alih Syifa


"Ngga"

__ADS_1


"Emang hutan mau cari jangkrik apa? Enakan Di Bukit Gunung atau Pantai gitu lah ini" Ucap Syifa.


"Ish kak Rizky mau liat binatang." Ucap Rizky polos dan sukses membuat kakaknya saling pandang.


"Kenapa harus di hutan?" Tanya Ridwan.


"Temen adek ada yang bilang kalo dia melihat jerapah gajah harimau monyet bunyakk lagi deh, jadi rizky pengen kan hewan itu adnya di hutan kan." Tanya polos Rizky membuat tertawa kakaknya.


"Hahahhaha Adek ini gimana sih, kalo itu mah Kebun Binatang ege.. Yakalik ke Hutan, iya kalo masuk bisa tapi Kakak ngga yakin jika kita pulang dengan selamat, atau tubuhnya ada yang kurang hahahha." Tawa Syifa dengan kepolosan Adiknya.


"Iya juga ya, nanti kalo Adekmu yang ganteng ini kena terkam SRI siapa yang akan menjadi orang tertampan sejagad raya." Drama Rizky.


"Sri siapa?" Syifa


"Sri Srigala auuu." Ucap Rizky


Syifa memutar bola matanya malas,


"Jadi gimana?" Ucap Syifa


"Apanya kak." tanya Rizky sedangkan Syifa menepuk keningnya.


"Liburannya Adekku yang tampangnya pas pasan." Geram Syifa


"PALING GANTENG sejagad raya." Ucap Rizky menentang.


"Sudahlah Abang sudah telat ini." Ucap Ridwan malas dengan perdebatan tak berbobot.


"Abang gimana main pergi aja." Teriak Rizky mengejar Ridwan.


"Nanti Abang pikirkan " Jawab Ridwan


"Sekarang." Ucap Rizky


"Iya deh iya kalo liburan kita kesana." Ridwan


Kemudian Ridwan berangkat sekolah, Syifa melanjutkan aktifitasnya mengantar Rizky belajar, supaya otaknya ngga nglantur lagi.


Setelah mengantarkan Rizky, Syifa segera pulang karena teman temannya hendak main jadi ia tak bisa membantu Budenya.


.


.


.


Syifa segera membersihkan rumah hingga seseorang langsung mengejutkannya.


"Syifa." Sapanya, membuat Syifa mendengus kesal.


"Kalian ini Kulonuwun dulu kek kalo masuk main nylonong aja." Ucap Syifa ketus.


"Assalamu'alikum." Sambung Arina


"Wa'alaikumussalam." Jawab Yunda dan Reva membuat Syifa menepuk jidatnya.


"Mau apa?" Syifa


"Mau ngrampok Fa, elaah Uda lupa aja kau." Ucap Yunda.


"Yaudah ayo." Ucap Syifa menuju kamar diikuti ketiga sahabatnya.


.


.


.

__ADS_1


Heppy Reading


Mohon dukungannya dengan cara Klik jempol, Komen dan Votenya ditunggu yak😍😍


__ADS_2