Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
Bab 16 Trauma Syifa


__ADS_3

Suasana yang mencekam berada di halaman pesantren, Sudah banyak para santri yang mendapat luka lebam bahkan banyak santriwati yang sudah pingsan.


"Riko!!Hentikan.!!" Teriak Ridwan emosi


"He bre***** Gue ngga ada urusan sama lo." Ucap Sinis Riko , Yah dia Riko musuh bebuyutan Ridwan.


"Lo bener bener ngga kapok ya." Ucap Ridwan


"Chih!! ngapain lo urusin hidup Gue hah" ucap Riko sinis


"Lo yang ikut campur urusan gue, Lo yang sudah membuat adek gue trauma hingga depresi, dan Lo yang pernah ngerusak kepercayaan adek gue, Masih kurang jelas hah." Teriak Ridwan yang sudah di kuasai amarah.


Riko tersenyum sinis. "Gue puas adek lo depresi, walaupun Gue harus kritis waktu itu."


Flashback on


Awal SMP Syifa yang memiliki kepribadian berani, kejam, suka tantangan, manja dan pastinya mudah bergaul. Sifat periang yang disukai seluruh siswa, ia baru menduduki kelas 7 banyak yang menaruh hati bahkan banyak teman Ridwan yang terang terangan perhatian dengannya.


Ridwan sudah kelas 9, Riko salah satu teman Ridwan yang mencintai Asyifa, ia terang terangan mengungkapkan perasaannya tapi sikap Syifa yang lugu dan polos tidak paham apa yang di utarakan Riko.


Syifa berteman dengan Della sejak SMP, bayangkan saja banyaknya teman lelaki dari Ridwan hingga Syifa tak mempunyai banyak teman perempuan, Della yang selalu membuat Syifa akan pahamnya perasaan Riko,


Beberapa kali Riko ditolak Halus oleh syifa, Tapi tak kunjung menyerah.


"Udah nyerah aja dia itu polos." tutur Ridwan yang kasiahan dengan sahabatnya


"Aku harus perjuangkan, bukannya Cinta itu butuh perjuangan." Tutur Riko mantab


Sampai pada akhirnya nembak yang ke 10 kali Syifa menolaknya dengan kata


"Maaf kak, Syifa ngga akan pernah mau pacaran dan Syifa udah anggap kakak sebagai kakak Syifa sendiri." Ucap polos syifa tersenyum tulus. Riko hanya tersenyum kecut tapi tak disadari Syifa.


(...)


Entah sejak kapan Riko menjadi terObsesi dengan Syifa.


"Bagaimanapun caranya Aku harus dapatin kamu syifa." Ucap Riko yang sudah meneguk minuman.


"Lo miliki tubuhnya baru hatinya." Ucap teman brandalan, Riko menyeringai entah apa rencananya.


(..)


Saat itu Ridwan sedang mewakili Lomba semacam bela diri hingga Riko mengambil kesempatan untuk itu


"Fa pulang bareng yuk, " Ajak Riko


"Syifa udah janji pulang bareng Della." ucap syifa melirik Della


"Ngga papa kok, fa aku bisa sendiri." Ucap Della


Syifa mengikuti Riko, mereka menaiki motor Riko, "Fa aku nunjukin suatu tempat mau, ada hadiah lho.." tawar Riko, Syifa antusias mendengar kata hadiah lalu mengangguk.


Setelah sampai riko memarkirkan motor

__ADS_1


"kok arah hutan." ucap syifa


"iya kan di dalem ada kejutan," tanpa ragu syifa mengikuti langkah Riko, sedangkan orang suruhan Riko sudah siap membungkam mulut syifa hingga tak sadarkan diri.


.


.


.


Di tempat yang gelap, Syifa sadar dari obat biusnya dia melihat merasakan tangan dan kaki yang sudah terikat.


"Sudah bangun sayang." ucap pria


"Ka kak Ri..Ko lep lepasin Syifa."


"Ngga akan sebelum aku nikmatin tubuhmu."


Syifa mulai ketakutan ketika Riko sudah siap menggerayah tubuhnya, tangannya mulai bergetar, hingga wajah riko berada tepat di wajah Syifa hanya jarak 3 cm, tangannya mulai meraih dagu syifa ia menikmati bibir manisnya, cukup lama,


Syifa memberontak tapi tangan Riko menahan tubuh syifa hingga hanya ada batas kain, "hiks kak lep...pas hiks hiks kakak jahat hiks." ucap Syifa di sela sela tangisnya


Riko terus memeluk erat Syifa, ia menikmati seluruh wajah manis nan mungil dihadapannya, Nafsunya mengalahkan kelembutan sosok Riko.


"Ka..kak ja...hat hiks hiks." Riko tetap memeluk Syifa erat.


"Tenanglah kau membuatku semakin nafsu." ucap Riko di sela menikmati bibir Syifa.


*****


.


.


"Kak Ridwan." Nafas Della tersengal sengal


"Kak itu kak." Tapi Ridwan mengernyitkan Dahi.


"Syifa kak, Riko berniat jahat dengannya." Sontak Ridwan kaget ia langsung menyuruh Della naik motor menunjukan arah jalan, dalam hatinya Ridwan sudah mengutuk Dirinya yang tak bisa menjaga adiknya.


*****


Riko yang puas dengan wajah Syifa segera membuka jilbab yang menutupi kepalanya, ia langsung terpesona denga leher jenjang Syifa dan rambut pirang yang bergelombang bagian ujungnya.


Riko hendak menelusuri leher Syifa, tapi Syifa berusaha kuat memundurkan tubuhnya ia terus memberontak batinnya berdoa


"Ya Allah, Beri pertolonganmu, hamba memang bukan anak solehah tapi beri keajaiban." Doa Syifa Tetap berusaha memberontak, Riko dengan cepat memeluk erat Syifa nafas Riko terasa di leher Syifa.


Gubrakk!!!


Syifa sudah tak sadarkan diri


"Dasar sialan," Umpat Ridwan meraih kerah Riko.

__ADS_1


"Gue benci lo." ucap Riko kata itu membuat Ridwan geram akhirnya mereka melakukan pertarungan.


Bermacam pukulan Ridwan layangkan ke tubuh Riko, dan Riko membalasnya hanya saja kekuatannya tak sebanding,


bugh!


bugh!


krek!


Ridwan melayangkan tendangan ke arah Riko, hingga terhuyung membentur tembok "guh" Seketika Riko tak sadarkan diri.


Della sudah membenarkan jilbab Syifa, Ridwan segera membawa adiknya kerumah.


Sejak kejadian itu, Syifa menjadi depresi bahkan membenci laki laki termasuk kakak kandungnya, tapi dengan kelembutan dan kesabaran Ridwan membuatnya luluh,


Bahkan Membuatnya sulit percaya laki laki, hingga akhirnya ia bertemu dengan Faqih pada saat kelas 9 perasaan kagum terhadap suara merdu bacaan ngajinya.


Flashback off


Ridwan berusaha menahan emosi, hingga Riko menyuruh anak buah nya maju tanpa senjata jadi pertarungan di katakan adil dalam hal itu dan curang karena lawan tak sebanding .


Sepuluh anggota sudah menyerang Ridwan, tapi bukan Ridwan jika tidak bisa menumbangkan mereka, dengan langkah dan gerakan split, meroda berguling ia lakukan untuk mengelabuhi musuh hingga terjadi musuh memukul teman sendiri.


Kecerdikan Ridwan membuat Riko mengepalkan tangan, ia memerintahkan anggota lain membantu, Faqih dan Fauzi ikut membantu karena Riko membawa 20 anak buah dan jangan lupa senjatanya.


Disaat Anak buah riko menembak salah satu santri membuat Ridwan menyuruh Faqih dan Fauzi mundur, Serangan dadakan itu muncul hingga yang tepat di lakukan adalah menghindar,


Tangan Ridwan meraih saku di pencetnya benda pipih, "Yan kau cepat ke pesantren A SEKRANG."


"Wah ada yang membangunkan iblisku." Rian dengan seringai jahatnya.


Ditariknya pelatuk miliknya,


Dor! Dor! Dor!


Rian dengan cepat membantai musuhnya, Hingga mereka terkapar kemudian melemparkan pistol arah Ridwan.


Dor! Dor!


Ridwan tidak membunuh musuhnya hanya saja dengan cepet ia melumpuhkan senjata musuh.


"Kenapa kau tak membunuhnya." ucap Rian sedangkan Ridwan melirik arah semua santri. Rian menganguk.


"Bersihkan semua kekacauan ini jangan sampai ada jejak." kemudian di angguki Rian.


(...)


"Pak Yai Dinda, pak hiks..."


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading


__ADS_2