
Mobil Yunda yang sudah berada dekat pesanteren tidak bisa masuk karena banyaknya penghadang motor, dan anehnya jalan depan sudah membelokkan jalur, sehingga pesantren ini tidak ada kendaraan lewat.
Benar saja pesantren kini terjadi lautan darah, segeralah Syifa turun untuk membantu pihak pesantren. Tak lupa menyuruh Yunda dan Rina tetap di dalam mobil.
Dorr!!
Pistol yang Syifa ambil dari pria tadi rupanya berguna, satu per satu Syifa menghabisi musuhnya, Rian juga tengah membantai musuh melihat kedatangan Syifa segera menghampiri.
"Di mana kak Ridwan?" Tanya Syifa ke Rian.
"Di dalam, entah Riko juga berada di dalam." Ucap Rian.
Syifa segera bergegas masuk ke dalam, banyak penghadang sebelumnya.
______________
Dor.
Dor.
Krek
"Tamatlah riwayatmu Arnold." Ucap Riko yang baru memasuki ruangan.
Adu serang dimulai lagi, Arnold sudah tumbang karena Riko menyerang bukan sendiri melainkan bersama 4 pengawalnya.
Ridwan yang melawan Jhonathan juga tumbang, ringisan dan suara pukulan senantiasa menghiasi ruangan.
Fauzi melihatnya dengan nyali yang sudah menciut, tatapannya beralih pada sosok gadis yang baru masuk dan membantai musuh dengan brutal bahkan tanpa rasa takut menusuk-nusuk belati ke perut musuhnya. Namun Fauzi tak melihat secara jelas siapa gadis itu.
Bug
Bug
Krek
Duggh
Fauzi berhasil menumbangkan dua lawan, kini tatapannya beradu ke arah gadis yang baru saja juga menatapnya.
Deg. Deg. Deg.
Jantung Fauzi berpacu lebih kencang, dengan jelas ia melihat si gadis yang mempunyai pribadhi ganda.
Syhok..
Itulah perasaan Fauzi saat ini, Syifa mendekat arah Fauzi namun mundur dan terus mundur tanpa Fauzi sadari seseorang hendak memukul Fauzi dengan kayu dann..
Bughh
Dugh
"SYIFA!!" Teriak Fauzi yang melihat Syifa tergletak dengan tengkurap.
Ia terkejut dikala melihat Syifa nya menjadi manusia yang tak takut dosa, bahkan membunuh tanpa pandang bulu jujur ia benci saat ini, namun kenapa khawatir terdapat di raut muka Fauzi?
Bruk
Dugh
Bugh
__ADS_1
Fauzi memukuli pria itu dengan ganasnya, ia benar-benar marah namun..
Sreett!!
Satu sayatan menggores di lengan Fauzi hingga berdarah. Hal itu membuat sang empu meringis kesakitan
Bugh. Satu pukulan mendarat di perut Fauzi hingga tersungkur.
Semua orang sudah terikat, kecuali Syifa yang masih tengkurap di lantai. Fauzi menatap Syifa nanar antara khawatir, syhok dan miris. Ridwan menatap arah Fauzi bergantian Syifa ada raut wajah kecewa di sana. Apa Fauzi akan menghapus perasaannya?
Jika itu benar terjadi maka Syifa akan kehilangan cintanya, sungguh Ridwan tidak ingin adiknya sakit hati jika merasakannya.
"Huaaa kak Syifa bangunn, Lepasiin!!" Teriak Rizky meraung-raung.
"Apa adik kecil? jangan bermimpi!" Ucap Riko penuh penekanan.
"Jangan lakukan itu pada anak-anakku pria tak tahu diri." Geram Arnold.
"Cih, apa yang akan kau berikan tua bangka." Ucap Riko sinis.
Arnold diam rahangnya mengeras tangannya mengepal dalam posisi ikatan. Ia terus meronta berharap ikatan itu lepas namun nihil.
"Kita mulai dari mana paman." Ucap Riko dengan nada mengejek. Ia memulai melukis belati ke kulit Arnold.
"Ssssst Akhh.." Ringisan itu terdengar campur nada marahnya, Ayana Rizky sudah menangis histeris.
"Nak kita bicarakan semua baik-baik." Ajak Abi Hakim.
"Diam!! kau juga akan mendapan giliran." Ucap Riko sinis.
"Astaghfirullah."
Hanya kalimat dzikir yang mampu Fauzi dan orang tuanya lakukan. Sungguh Fauzi ingin sekali membenci Syifa, kenapa harus pesantren ini yang mendapat serangan musuhnya lebih lagi membahayakan semua.
"Abangg huhuhu.."
Seseorang dengan posisi tengkurap, mengerjap-ngerjapkan mata,
Blurrr!!
Syifa sayup-sayup mendengar isakan pilu, tatapannya menuju Arnold dan Ridwan yang sudah di siksa dengan cambukkan dan sayatan.
Splasshhh!!
Akkhh!
Dilihatnya pisau itu hendek menggores Bundanya membuat Syifa mengepalkan tangan. Matanya berubah menjadi merah, seriangai tajam dan tatapan devil terpajang jelas dalam wajahnya.
"Jangan sentuh bunda dengan tangan kotormu itu breng***." Ucap Syifa dengan nafas naik turun amarah tak kendali.
Dua pistol sudah ia rebut dari pengawal Riko.
Dor
Dor
Dor
Ia menembakkan ke arah lawan yang hendak menghalanginya untuk membunuh Riko yang masih menatap Syifa remeh. Syifa mengedarkan pandangan melihat ruangan terdapat tongkat lembing.
Set
__ADS_1
Set
Set
Satu persatu lembing terlemar mengalahkan seluruh pengawal dan kini hadapannya tepat dengan Riko.
Glek!
Jhonathan yang masih posisi tersadar melihat Syifa hendak memukuli bosnya ia menelan ludah sendiri, kekuatan gadis itu tak boleh di remehkan. Semua menatap Syifa heran
Deg
Kini tatapan itu beradu ke dua manik hitam Fauzi yang menggambarkan raut terkejut dan kecewa. Seolah dalam diri Syifa berkata.
Inilah aku
Fauzi memutuskan kontak mata dengan Syifa ia memilih berpaling dari pada harus melihat gadisnya membunuh orang lagi, ada setitik benci karena mencintai.
"Syifa hiduplah bersamaku." Ajak Riko.
"Cihh lebih baik aku mati dari pada hidup bersama pria breng*** sepertimu itu." Ucap Syifa dengan nada penuh marah.
"Oo tidak semudah itu." Ucap Riko.
"Kita lihat siapa yang akan mati nanti." Ujar Syifa tanpa sedikit takut, Riko melihat mata Syifa berubah menjadi merah sedikit guratan khawatir.
Syifa pun tak tahu tadinya ia tidak bisa mengendalikan dirinya namun saat menatap mata teduh Fauzi membuat ketenangan tersendiri.
Adu pukulan tendangan tangkisan, Syifa menendang dada Riko hingga sang empu terhuyung ke belakang. Sekali tendang
Brugg!!
Syifa menarik pelatuk tepat di hadapannya Riko yang terkulai lemah. Fauzi memalingkan wajahnya ia tidak ingin tumbuh kebencian lagi.
Fauzi pov on
Kenapa bisa? aku menaruh hati kepada sosok lembut yang membuatku selalu berwarna dalam setiap hari, bertahan akan do'a yang ku minta.
Lantas kenapa ia seorang pembunuh, bahkan dulu pun dia belum memperlihatkan keahliannya, atau dia ingin menipu, sebenarnya apa yang dilakukan keluarga Syifa hingga semua ahli dalam bunuh membunuh.
Sekarang? sanggupkah aku menghilangkan cinta. Aku sangat benci wanita jahat walaupun dia melakukan untuk kebaikan namun apa arti kebaikan jika yang ia lakukan sebuah kejahatan. Sungguh aku ingin menghapus namanya.
Syifa begitu lihai, gadis yang mencuri hatiku, namun apalah? aku tidak ingin menaruh wanita kejam di dalam hatiku, sanggupkah? Kak Ridwan sudah mewantiku dulu dan ternyata ini arti perkataannya.
Tetap dengan pendirianku
Lihatlah pistol itu mengarah pada Riko yang sudah lemas, apa dia tidak punya hati?? pikirku.
Aku memalingkan wajahku untuk menetralkan kecewaku dan amarahku, disaat yang lain melihat arah Syifa...
Namuunn...
Fauzi pov off
Disisi lain Jhonathan menahan ringisan mengambil pistol yang tergletak di sampingnya, ia mengisi peluru mengarahkan pistolnya ke arah Gadis yang menantang Riko. Yeah Syifa? Adakah yang menyadari hal itu? entahlah.
-
-
-
__ADS_1
Adakah yang sakit hati melihat Fauzi mulai membenci Syifa huwaaa😣😣 Apakah Syifa bisa menghindari serangan jhonathan😴
Lanjuttttttt😂