Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
Bab 15 Cicak


__ADS_3

"Itukan?? Gadis ..." Tanya Fauzi pada batinnya, Ia terus memandangi gerak gerik Gadis yang tak lain adalah Syifa dan adik kecil .


Ridwan yang memiliki keahlian mendeteksi gerak gerik seseorangpun melihat arah Fauzi memandang , betapa terkejutnya ia tau jika Fauzi sedang memandang Adiknya,Walaupun jaraknya jauh dan bukan hanya ada Syifa tapi Ridwan yakin dengan tatapan itu.


"Ada yang tidak beres." batinnya


.


.


.


Malam hari di ruang keluarga Syifa


Mereka tengah asyik menonton Tv sedangkan Rizky dilihatnya sangat lesu.


"Adek kenapa." tanya Syifa


"Hiks hiks kak apa adik ngga punya ayah ibu," tanya rizky ragu ragu.


Sontak membuat Syifa terpukul dan Ridwan menoleh Rizky yang tengah menunduk, ada butiran air mata yang turun di pipinya. Sebgai seorang kakak tertua Ridwan merasa dirinya bersalah menyembunyikan sesuatu yang selama ini ia simpan rapat.


"Temen Iki bilang, Iki ngga ada ayah ibu sebab di antar terus sama bude hiks..hiks ...iki juga ingin kayak temen temen, diantar sekolah sama ayah ibu hiks." ucapan Tangis Rizky, Ridwan diam membisu


Syifa segera memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang, "Dek," ucap syifa


Rizky mendongak ,


"Ayah sama bunda ada di luar negeri, mereka nanti pulang kok, Adek berdoa saja supaya Ayah sama bunda baik baik disana..." Berkali kali syifa menatap ke atas agar air matanya tak jatuh.


"Tapi kapan kak." tanya Rizky


"Bahkan kakak ngga tau kabar mereka de." Batin syifa pilu.


"Apakah aku kakak yang jahat membuat ayah dan bunda tidak pulang, Bagaimanapun juga Rizky anak kecil yang 3 tahun tanpa kehangatan orang tua , Kalian harus cepat selesaikan masalah ini abang ngga kuat yah, bund." Batin Ridwan merasakan sesak.


Hening!!!


"Sudah malam ayo tidur." Ajak ridwan kemudian di angguki kedua adiknya.


.


.


.


Di suatu ruangan yang gelap hanya ada lampu berbentuk jamur yang menyala, Ia memikirkan sesuatu yang membuatnya sulit memjamkan mata, hanya ada tangisan sesak tanpa di sadari air mata mulai mengalir.


"Yah, Bun, Ridwan ngga sanggup Menghadapi pertanyaan Rizky yang mulai paham semuanya, hiks..Ridwan harus apa yah, bund" tanyanya dalam dirinya.

__ADS_1


"Kapan kalian pulang, Ridwan capek pura pura kuat, Ridwan juga merindukan kalian, Kalian tau mungkin lebih baik aku membantai seluruh musuh ayah, dari pada melihat adik adikku menangis."


.


.


.


Sore Hari Ridwan berniat mengunjungi Pesantren.


"Dek, Kamu urus surat surat pendaftaran rizky ya, kakak ada keperluan pesantren." Ucap ridwan


Syifa memgernyitkan dahi. "Abang Mau tobat ya." tanya Syifa asal kemudian Ridwan menjitak kepala adiknya


"Dasar adek kurang ajar, kamu pikir abang ini apaan." tanya Ridwan


"Bang berhentilah membunuh, Islam melarangnya." tutur Syifa yang tau posisi keluarganya


"Abang ngga bunuh dek, cuma gertakan saja heheheh." Ridwan malah cengegesan, Kemudian mengarahkan mata ke rizky denga cepat Syifa paham jika belum saatnya adik tau.


"Kakak membunuh ya." tanya polos Rizky


"Iya kalo ada Cicak yang diam diam merayap, Kenapa nggak kakak bunuh, Kan lumayan dapat pahala sunnah hukumnya heheh,"


"Dalam hadits mengatakan


مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ


" Kenapa?" ucap Rizky polos


"Kisah cicak dalam sejarah pekembangan Islam yang legendaris ini terjadi, saat Nabi Ibrahim AS dilempar hidup-hidup ke dalam kobaran api yang telah disiapkan oleh Namrud Ibn Kan’an


Namrud adalah seorang raja yang pertama kali mengaku sebagai Tuhan dari kerajaan Babilonia, atau yang sekarang dikenal dengan Negara Irak


Dalam peristiwa ini dikisahkan terdapat dua ekor binatang yang turut berperan, yakni semut dan cicak.


Jika semut berpihak pada Nabi Ibrahim AS maka cicak malah berpihak kepada sang raja, Namrud Ibn Kan’an.


Dalam cerita itu semut dengan susah payah berlari-lari membawa butiran butiran air yang ada di mulutnya untuk memadamkan kobaran api yang membakar tubuh Nabi Ibrahim AS.


Kemudian seekor burung berkata mewakili keheranan semua binatang yang menyaksikan peristiwa tersebut.


“Tidak mungkin setetes air yang ada di mulutmu mampu memadamkan kobaran api yang sangat besar itu.” sahut si burung.


Namun kemudian semut menjawab “Memang air ini tidak akan bisa memadamkan api itu, tapi ini kulakukan paling tidak semua akan melihat bahwa aku di pihak yang mana.”


Dari peristiwa tersebutlah akhirnya banyak hadis yang mengisahkan tentang bagaimana peranan cicak dalam mempersulit penyebaran Islam pada masa Nabi Ibrahim AS.


Di antaranya adalah dalam sebuah hadis muslim yang mengisahkan bahwa cicak adalah tersangka utama yang meniup dan memperbesar kobaran api sehingga membakar Nabi Ibrahim AS.

__ADS_1


“Dahulu, cicak-lah yang meniup dan memperbesar kobaran api yang membakar Ibrahim.” (HR. Muslim).


Sunah Membunuh Cicak dan


Hukum membunuh cicak dalam agama Islam adalah Sunah. Hal ini disebabkan oleh kisah cicak yang akhirnya berpihak kepada Namrud Ibn Kan’an, untuk ikut membakar Nabi Ibrahim AS.


Beberapa hadis bahkan sangat menganjurkan umat muslim untuk membunuh cicak yang mendapat gelar sebagai hewan fasiq dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam.


Imam Nawawi dalam syarah shahih Muslim menyebutkan ‘illat bahwa cicak digolongkan hewan yang fasiq karena ia merupakan hewan yang memberikan dampak mudharat dan mengganggu manusia.


Selain didasarkan pada kisah cicak yang memusuhi dakwah, anjuran untuk membunuh cicak dalam agama Islam juga didasarkan pada hal-hal logis seperti pengaruh negatif cicak terhadap kesehatan manusia. Setelah dilakukan penelitian panjang, diketahui bahwa cicak mengandung bakteri yang berbahaya yang dapat menyebabkan sakit perut dan meracuni makanan." Turur Ridwan


Syifa dibuat melongo dengan penuturan abangnya dan rizky mengangguk tanda mengerti


"Abang gue bukan tadi ahh." batinnya.


.


.


.


Sampai Di pesantren


Ridwan sudah di sambut hangat oleh pengurus pondok kebetulan hari sudah sore jadi sedikit ada waktu longgar bagi para santri.


"Assalamu'alaikum Pak Yai." Ucap Ridwan


"Wa'alaikumussalam." jawab Pak Yai


Ummi Fatimah menyiapkan teh dan cemilan,


Kiyai Hakim menjelaskan kepada Ridwan tujuan mengundangnya.


"Bagaimana nak Ridwan."


"emm..." Ridwan yang belum sempat menjawab pertanyaan di kagetkan dengan bunyi motor yang menggema di depan pesantren dan tembakan yang mengiringi


Brumm brummm brummm!!!


Dor dor dor!!


Sontak membuat para santri kalang kabut, Alhasil membuat semuanya menyusul arah suara.


Ridwan geram melihat seseorang yang berani menginjakkan kaki di pesantren


.


.

__ADS_1


.


Heppy reading Like ya


__ADS_2