Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
Assalamu'alaikum Suamiku (Ex.part)


__ADS_3

Tidak ada yang lebih bahagia, kecuali bersama orang yang di cinta..


Jika manusia tempatnya salah dan dosa, jangan biarkan aku masuk ke lubang yang salah, maka bimbing aku...


Tiada manusia yang sempurna di jaman ini tapi percayalah bagiku kamu, suami tersempurnaku.


SyifaNurFa


Syifa POV


Aku tak pernah menunggu, hanya bersabar dalam penantian, memantaskan diri kepada Rabb-Nya dan percaya bahwa Allah akan mempertemukan jika memang sudah waktunya.


Kalau pun menunggu. Aku tak pernah lelah untuk menunggu, jika pun perlu. Hanya waktu yang ku gunakan untuk memperbaiki diri kepada Rabbku. Sampai akhirnya kau datang atas izinnya, untuk menyempurnakan ibadahku.


"Assalamu'alaikum Suamiku."


Rasanya baru kemarin aku membencimu, aku ini wanita kejam haha tapi perlu kau tahu, jika aku juga membenci diriku akan dosa-dosa lalu yang pernah ku buat dengan tanganku, aku ini kotor pantasakah kau imam dalam hidupku.


Ya Allah, bukankah sakit di dunia adalah penggugur dosa di akhirat kelak jika pun iya aku hanya ingin berdoa, semoga dosa ku bisa engkau ampunni. Engkau lah maha pengampun segala dosa.


"Assalamu'alaikum Suamiku."


Aku ingat betul pertama kali pertemuan kita, kau ini pria yang tidak bertanggung jawab. Masih ingat saat aku terjatuh dan tidak melihat manusia, hmm ku fikir dia itu hantu kenapa tidak insiatif menolongku?


Tapi aku selalu berterimakasih kepada sang pemilik semesta yang menyatukan kita lewat rencananya, setelah jarak yang ia ciptakan mampu membuatku merasakan Rindu, Rindu itu berat kata dilan tapi menurutku bukan Rindu yang berat tetapi Dosa.


Syifa pov off


Seminggu lalu,,,


Sudah 2 bulan lebih Syifa sering belajar ngaji dengan Ustadz sekaligus suaminya di rumah baru, dekat dengan pesantren. .


"Lanjut lagi dek." Ucap Fauzi menunjukkan bacaan di tulisan Arab itu.


"Udah banyak kang, nanti kalo salah kena hukuman lagi." Ucap Syifa mengerucutkan bibirnya, ia sudah lelah kepalanya cukup pusing akhir-akhir ini.


"Katanya mau pinter ngaji hem." Ucap Fauzi dia sebenarnya juga heran biasanya Syifanya tidak semalas ini.


"Iya tapi kalau salah jangan di hukum." Ucap Syifa dengan lirih.


"Harus dihukum dong, kalau nggak di hukum kamu kapan pinternya." Ucap Fauzi dengan seringai liciknya. ikh menyebalkan.


"Apa hukum nya?"


"Wajib, dah ayo baca lagi." Ucap Fauzi.

__ADS_1


Syifa membacanya dengan fasih namun masih ada kesalahan saat hampir di ayat terakhir, dan..


Cup


Syifa membulatkan matanya, saat ada sesuatu benda kenyal yang menempel di dahi. Ia menatap Fauzi jengah.


"Salah, ini bacanya gini." Ucap Fauzi mencontohkan, bukannya mendengarkan Syifa malah memandangi Fauzi yang khusyu' dengan bacaannya.


"Hal Fahimtum?" Tanya Fauzi mendongak menatap Syifa yang tengah menatapnya. Bukannya mendengarkan.


"Ehem jangan menggodaku," Ucap Fauzi menyelidik, Syifa hanya menunduk.


Fauzi menutup AlQur'an yang ia gunakan lalu punya Syifa juga, tatapannya beralih ke Syifa yang menunduk malu-malu. Kalo begini Fauzi mana bisa menahan diri.


"Aaaaaaa." Teriak Syifa berlarian.


"Sini kamu dek." Ucap Fauzi berlari mengejar Syifa.


"Ikh geli kang, hahahahahaa." Tawa Syifa pecah saat itu juga. Fauzi terus menyerang Syifa tanpa ampun, sedangkan dia berguling-guling di kasurnya dengan setia melawan tangan Fauzi.


dug


Tubuh Syifa tepat di sandaran ranjangnya, dengan posisi Fauzi di depannya sangat dekat, tak lupa dangan Syifa yang menahan tangan kang santrinya agar tidak mengenai pinggangnya.


"Aku tidak tahan." Batin Fauzi bernafas dengan terengah-engah. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Syifa.


"Mau kamu." Ucap Fauzi melanjutkan aksinya. Ketika hendak membuka mukena Syifa.


Tok.Tok.Tok.


"Kang Santri ada tamu." Ucap Syifa mencegah tangan Fauzi.


"Biarin siapa suruh bertamu malam-malam." Ucap Fauzi hendak melanjutkan, sedangkan Syifa menatap Fauzi dengan tajam bisa-bisanya ustadz ini menyebalkan begini.


"Baiklah aku buka dulu pintunya, setelah itu mau pasang MMT di depan pintu." Ujar Fauzi merapikan koko dan sarungnya.


"Buat apa MMT nya?" Tanya polos Syifa, sedangkan yang di tanya malah senyam senyum gak jelas.


"Buat pasang pengumuman dilarang bertamu malam-malam karena itu menganggu..." Ucap Fauzi menggantungkan ucapannya, ayolah Fauzi sedang tak ingin di ganggu gugat.


Sudah cukup jika siang dia sibuk mengajar bahkan hari libur ia gunakan untuk mengisi acara kajian, malam pun juga kadang harus hadir di majlisan sebagai pengisi acara bahkan julukan Gus atu Ustadz muda itu sudah terkenal di kota itu bahkan kota lain.


"Menganggu?" Tanya Syifa.


"Romantisnya kita." Bisik Fauzi di telinga Syifa yang berlapis mukena.

__ADS_1


Bugh!


Syifa memukul Fauzi dengan bantal karena Fauzi itu suka bicara aneh bin langka. Ada ya manusia begitu? Baiklah Fauzi hanya tercengir kuda setelah itu melenggang pergi ke luar.


"Assalamu'alaikum suamiku."


Entahlah kata Syifa mengucapkan kata Assalamu'alaikum kepada Fauzi itu sebuah kenyamanan tersendiri baginya.


Istri sholeha yang di ajukan Fauzi tidak harus dia yang setara ilmu dengan Fauzi, karena perbedaan itu untuk suatu kelengkapan, dengan begitu Syifa masih tetap berusaha menghafal..Setelah sholat Isya pasti setoran itupun kalau Fauzi ada di rumah.


Ia memang bukan perempuan sholehah tapi kata Fauzi berusahalah menjadi istri sholehah , karena itu juga jembatan menuju jannah-Nya.


"Jangan melakukan sesuatu yang tidak disukai suami."


"Melakukan kewajibannya sebagai seorang istri."


"Berlembutlah kepada suami dan jangan membantah suruhannya selagi itu tidak menyuruhnya berbuat maksiat."


"Mengurus hal-hal rumah tangga seperti memasak dan lainnya dengan sempurna dan baik."


"Senantiasa memelihara diri keluarga serta kehormatan suami."


"Simpan segala aib keluarga dengan baik, kerena semua rumah tangga itu tidak sama jangan pernah mengatakan ini itu kepada orang lain karena itu sama saja menjelekkan nama keluarganya sendiri."


Begitulah yang di dengar Syifa dari mulut Fauzi waktu itu. Sungguh ia bahagia karena Fauzi melakukan Syifa dengan baik kasih sayang dan lembut selalu membimbingnya dengan lembut walaupun hukumannya kadang nyeleneh.


Memang manusia tidak ada yang sempurna, pun demikian dengan Fauzi, sosok pria yang telah sah menjadi suaminya, walaupun begitu.


Baginya Syifa, Fauzi adalah suami sempurnanya. Hanya untuknya, atas Izin Allah mereka di satukan dalam ikatan halal.


"Assalamu'alaikum suamiku, bimbing aku dan tuntun arahku aku ingin bersamamu beriringan berjalan untuk menggapai surganya."


"Jika benar dunia ini Fana' maka akan ku gunakan untuk terus mencari ridhonya bersamamu, berjalan bersamamu, ibadah bersamamu, menuju Syurganya."


"Tidak ada yang kekal di dunia ini semua akan mati, tapi aku percaya akan cinta, dan..Ketika cinta itu karena Allah maka cinta itu tidak akan pernah mati."


"Biarkan dunia tahu, aku mencintaimu sejak dulu saat dimana rindu mengaduh, saat dimana jarak terbentang saat dimana temu bertumpu dalam ikatan indah ini."


"Aku adalah kamu dan begitupun kamu, aku tidak bisa mengungkapkan langsung kepadamu karena kamu tahu semua tentang ku, semua rasa ku, dan kamu adalah aku."


"Biarkan untuk saat ini aku berusaha memperbaiki diri, denganmu yang meyakinkan hati tanpa rasa lelah dalam setiap hari, kita, aku dan kamu bersatu."


Fiddunya wal akhirat


Batin Syifa tersenyum menatap gambar yang di ambil saat mereka di danau, pernikahan yang awalnya dilaksanakan di rumah, hanya karena semua dramatis berganti ke Danau namun cukup romantis.

__ADS_1



__ADS_2