
Di keramaian banyak kendaraan berlalu lalang Syifa menikmati udara sore, tangan menangkap udara yang tak tertangkap
Layaknya sesuatu yang ingin di gapai tapi hanya mampu di rasakan dari kejauhan mustahil untuk menyentuhnya
"eh beli es dulu yuk di deket pondok haus ni." Ajak Syifa
Della memutar bola matanya malas, "Hilih kau jangan berharap lebih ya nanti kecewa."
"yee emang pengen es ini." Ucap Syifa serius
"Iya udah iyaa...sampaii" Della
Syifa segera turun dari sepeda lalu dengan antusias nya memesan es cendol
"Bu es cendol dua."
"iya sebentar." bu inah
Tak lama beberapa santri muncul,
Terdapat beberapa pedagang kaki lima berjejeran
"Fa tu tu lihat ada santri uwuuu." teriak della heboh
"B aja kali dell," ucap syifa masih fokus dengan benda pipihnya
"Syifa?!!!!!" Ucap Della lagi sambil mencubit lengan syifa
"Apa sii..." ucap syifa menggantung
flashback on
Para santri di beri kesempatan untuk istirahat ada beberapa santri yang keluar area pondok untuk membeli jajanan luar
Faqih,Ridho,Adit,Danu berjalan menuju hek yang berada di salah satu jejeran pedagang
sambil tawa ria bercerita berbumbu canda tawa
Faqih menyapu setiap pandangannya, Mata tertuju pada satu objek wanita yang tengah tersenyum dengan benda pipihnya, membuat Faqih memperjelas penglihatanya
"tak salah lagi" batinnya
Tanpa memperdulikan temannya yang berbicara Faqih beranjak dari tempat duduknya tanpa sepatah kata, Adit hanya saling menyenggolkan sikut dengan Ridho sambung lagi meminta perjelasan pada Danu tapi hanya mendapat angkatan bahu artinya tak tahu dan tak peduli
Entah dorongan dari mana kakinya melangkah menuju sang empu tadi
__ADS_1
Ia memandangi gadis tersebut tepat berada di hadapannya
"Syifaa!!!!?" ucap temannya
"apa sii...!" ucapnya
Faqih hanya mampu menyungingkan senyum karna merasa gemas dengan sikap syifa
Flashback off
Syifa yang menyadari kehadiran faqih mendadak terlonjak dari tempat duduknya beruntung faqih segera menahan kursi syifa agar tak tumbang,sehingga posisi mereka berdekatan sangat sangat dekat
Manik hitam teduh milik faqih bertemu dengan manik hitam milik Syifa dengan bulu mata yang lentik dan alis yang terbentuk sempurna membentuk layaknya lengkungan daun kelapa
*satu detik
dua detik
tiga detik*
"Ehemm" Suara deheman Della
Seketika syifa menundukan kepala dan Faqih membenarkan posisi semula
tidak ada jawaban
"syi dia masih ingat panggilan itu" Batin Syifa
"ehemm." Dehem Della lagi
"em eh aa..Wa Wa'alaikumussalam eh heheh." Jawab Syifa salting
Faqih menaikkan satu alisnya bingung
"apa kabar?"
"mm Ba Baik." Syifa gugup
"aduhh ini jantungg sudah kadaluarasa,siapapun tolongg apa aku mimpi,adehh tapi ini nyata Ya Allah Syifa sadarlah kauu sadarr aduh!" batin Syifa bergejolak (syifa bengong)
hening
Tiba tiba bu inah membuyarkan lamunan mereka "mbak ini es cendol nya."
"o iya berapa buk." Tanya syifa
__ADS_1
Della mengernyitkan kening "bukankah setiap hari kau beli cendol ya, kenapa masih tanya harga?" tanya Della dengan polosnya
"em itu kan biar sopan sedikit" Ucap Syifa melihat faqih
Della yang mulai peka langsung mempunyai ide gila
"bukannya kemarin kemarin langsung memberi uangnya ya" goda Della
"Lalu kenapa sekarang pas ada kang santri rada beda sikapmu hem." Sambung della menaik turun kan alis. Jangan tanya Pipi asyifa sudah seperti kepiting rebus
"10ribu mbak." Ucap sang penjual
Syifa memberikan uang dua puluh ribuan sambil berbisik ke telinga bu inah
"(Berkah es cendol)" bisik Syifa tak di dengar temannya
"Kembaliannya buat ibu," Sambung Syifa
"Terimakasih mba semoga rejekinya lancar." Si penjual dan di Aamiini semuanya
Della yang stand by berada di motornya, dan syifa segera menghampiri sebelum itu menyapa faqih
"kang syifa pulang, Assalamu'alikum" Ucap Syifa langsung ngacir ke sepeda dan segera pulang
"Wa'alaikumussalam.'' Jawab faqih sambil menggelengkan kepala
" kamu belum berubah" batinnya
"buk bungkus es cendol satu." pesan Faqih
Setelah beberapa saat es cendol sudah siap di berikan "berapa?"
"5ribu" si Penjual sambil menerima uluran sepuluh ribuan
Faqih langsung beranjak tapi di hentikan oleh ibu penjual "Mas kembaliannya." ucap ibu inah
Faqih tersenyum
"Buat ibu saja, Berkah es cendol"
Ibu inah mengernyitkan dahi (pasti readers tau lah maksudnya apa) Ibu tak ambil pusing "terimakasih"
dan di angguki Faqih kemudian menyusul teman temannya
"semoga kelak kalian berjodoh, tapi jika tidak, semoga kalian mendapat kebahagiaan dalam hidup Aamiin" batin ibu inah
__ADS_1