Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
Bab 18 FAFA


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Rizky sudah mendaftarkan sekolah TK, atas saran budenya yang bekerja di kantin Pondok Pesantren. Kini dia siap siap untuk berangkat sekolahnya dan tentu saja diantar syifa.


Ridwan masih sibuk dengan jadwal waktu yang ia buat saat ini, dimana dia harus menjadi Siswa, Ceo, Guru sungguh di luar dugaan setiap orang walaupun itu hal tersembunyi.


Syifa yang pandai tetap memilih sekolah seperti biasa, tanpa jalur aklerasi walaupun sempat bosan tapi ia tetap menikmatinya, Rizky dalam umur 4 tahun mempunyai kedua sifat dari kakaknya dan tentunya lebih pandai adiknya.


Saat sampai di sekolah baru Rizky segera turun dari motor syifa ia lari karena terlalu bersemangat tapi Syifa menyusulnya ia menarik tangannya terdahulu.


"Hey hey dasar adik nakal, kau anggap kakakmu ini ojek hah." Ucap Syifa.


"Risky seneng kak, Ya maap."


"Mau uang jajan engga,"


"Mau mau mau." rizky antusias


"Nih." kasihnya dan ketika hendak diambil, Syifa menariknya ke atas.


"Kakak ish." ucap Rizky acuh lalu melipat tangannya didepat perut.


"Pendek ya pendek hahahh." Ucap Syifa padahal jika dilihat umuran 4 tahun rizky termasuk tinggi atas rata rata.


Setelah puas mengerjai adiknya Syifa mengalah, Mata rizky berbinar binar melihat seketika manik hitamnya berubah ijo


"Dek salim dulu napa." ucap Syifa karena adiknya langsung pergi, bukannya kembali eh hanya dada dada.


Syifa menatap benda silver di tangannya menunjukkan jarum panjang arah 10 dan pendek 7 ia segera berbalik ia mendapati tubuh kekar dihadapannya sialnya kakinya tidak bisa menjaga keseimbangan


"Breg." Syifa spontan memeluk tubuh pria itu hampir saja mereka tumbang tapi tangan pria itu menahan tubuh Syifa,


Deg! Deg!


"Astaghfirullah." bukan adegan film yang durasinya sekian detik sedangkan ini hanya bagai angin lewat.


"Mm maafkan saya."


Fauzi pov on


Aku melihat sosok Gadis berpakaian putih abu abu dan jilbab putih , Dia menggoda anak yang baru mendafatar beberpa hari lalu.


Ku pikir itu santriwati disini, tapi bukankah jam segini santri ada kegiatan Upacara? dan memang benar di sini menerima siswa umum khusus untuk anak kecil memang berada di area pondok,


Dan Kedatanganku memang untuk melanjutkan belajar hanya saja sedikit membantu mengajar.


Sesaat aku berpikir, Gadis itu membalikkan tubuh akupun terkejut ketika dia langsung mendekap tubuhku hingga tubuhku ikut tertarik tapi aku berusaha menahannya hingga tanganku menahan tubuhnya.


deg!


Jantung itu tak beraturan sedari ia memeluku, Setelah kami bisa berdiri tegap aku mengucapkan Istighfar,


"Mm maafkan saya." Ucapnya familiar


Ketika dia mendongakkan kepalanya.


Deg!!


Fauzi pov off


Fauzi tersenyum, Sedangkan syifa menunduk kembali.


"Apa Fafa tidak sekolah?." Tanya Fauzi


"Fafa siapa dia?." Tanya polos Syifa

__ADS_1


"Orang di depan saya." Ucap Fauzi terkekeh


"Syifa ..S-Y-I-F-A ." Tegas Syifa, sedangkan Fauzi hanya tersenyum.


"Baiklah thanks Kang Santri." Ucap syifa sambil berlari mengingat ia sudah pasti telat Upacara.


Fauzi hanya diam di tempat melihat kepergian Syifa, kemudian ia melanjutkan kegiatannya.


.


.


.


Syifa benar benar lari bak di kejar setan, Satu menit terlambat sudah dipastikan dia tak dapat memasuki gerbang,


Bahkan Semua siswa sudah siap berbaris kini syifa meninggalkan tas di parkiran secepatnya berlari ke lapangan.


"Uh huh huh huh." Nafas syif tersenggal sengal.


"Fa tak kira tadi kamu izin, tumben telat." tanya Rina


"Huh,,tadi ada problem." kemudian di O dengan teman temannya, lanjut Fokus upacara.


Saat upacara Syifa hanya raganya saja yang terlihat sedangkan nyawanya entahlah kemana,


"Fa, Kakimu ngga pegel apa." Ucapan itu sukses membuat syifa gelagapan.


"Em eh udah selesai ya." Tanya Syifa lantas ketiga temannya tepuk jidat


"Yaelah Fa berarti kamu dari tadi ngelamun ." Tanya Yunda tak percaya, Syifa menggaruk kepala yang terhalang jilbabnya,


"Kita udah berdiri disini sepuluh menit lalu, noh liat." Ucap Reva menunjuk arah beberapa siswa yang menatap heran.


Setelah perdebatan kecil mereka menuju kelasnya, Tak lupa menuju parkiran, Beberapa guru sibuk dengan persiapan ujian kelas 12 hingga jam kosong menanti.


Aku malu sendiri kejadian di lapangan tapi lebih memalukan lagi jika aku memeluk seseorang yang baru ku kenal,


Sahabatku terus berbincang tapi otakku sedang tak singkron untuk mencerna, entahlah apa yang mereka bicarakan.


Batinnku terus memberontak , Detakkan jantungku terdengar bagai kenadangan yang beradu,


"Astaghfirullah." Aku terus mengucap kata itu.


"Kenapa miris sekali nasibku hari ini, Aduh Fa mau di taruh mana muka gue." Batinku merutuki.


"Fa, Gimana mau ngga." Ucapnya membuyarkan lamunanku sontak membuatku terkejut.


"Mau di taroh mana muka gue." Spontan batinku mendorong, lolos mulutku mengucapkan.


"Yah di taruh di atas leher dong Fa," Celetuk Yunda.


"Kamu kok kayak banyak pikiran." tanyanya Rina.


"Apa ada hubungan dengan telat." Reva


Sungguh aku ngga kuat serasa ingin lari seribu bayangan, dengan pertanyaannya


"Aa aku tak apa kok, tadi bicara apa." ucapku mengalihkan pertanyaan beruntun dari sahabatku.


"Jangan banyak melamun dong nanti kerasukan." Rina


"Bagaimana ngga kerasukan, lha tadi gue meluk anak orang sembarangan mana santri lagi heh." Batinku kian meronta.


"Kita bisa bantu kok." Hiburnya Rina,

__ADS_1


"Bagaimana mau bantu, Semua sudah terjadi." Batinku masam.


"Ah aku laper." Ucapku


"Yudah cuss Kantin." serempak emang dasar kompak.


Syifa pov off


.


.


.


Di tempat lain.


Fauzi yang sedang mengajar anak anak masih terjaga, ia memanggil satu persatu siswa untuk di ajarkan huruf hijaiyah


"Gus nanti pulangnya jam berapa." Tanya satu siswa.


"Sekitar jam 1 nanti dek."


"Yahh nanti kakakku belum jemput dong." Ucapnya lagi.


"Kamu anak baru ya." Fauzi


"Iya Gus, Rizky." Nah dia adalah rizky


"Bukankah adik ini yang diganggu Syifa berarti keluarga," Gumamku pelan


"Baiklah nanti Rizky ikut kelas tambahan saja, ada Hafalannya juga." Ucap Fauzi


"Boleh ya." Tanya Rizky polos, Fauzi mengangguk kemudian melanjutkan materi.


(...)


Syifa segera memasuki pondok tapi hanya di parkiran.


"Udah telat, harusnya dia sudah pulang." Gumam Syifa Hingga ia melangkah menuju kelas adiknya.


"Syi mau kemana." Tanya seseorang.


"Mm itu mau jemput adik." Jawab syifa datar


"Yaudah aku antar ya." Syifa mengangguk kemudian melangkah terdahulu


"Kak Syifa...." Ucap Rizky


Syifa melihat arah bicara dan ternyata ada Fauzi di belakangnya, Jangan lupa muka mode datar Syifa on, Sedangkan Fauzi tersenyum mengembang dengan Syifa.


"Ini adikmu ya?" Tanya Fauzi kemudian Syifa mengangguk.


"Ayo pulang dek." Ajak Syifa di angguki Rizky.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam." Jawab Fauzi sedikit salting, sedangkan Faqih yah orang itu Faqih memperhatikan gerak gerik Fauzi yang memiliki tatapan beda.


.


.


.


Happy Reading sempatkan jempol deh jangan lupa Vote juga, mm terima saran dan kritikan juga

__ADS_1


terimakasih.


__ADS_2