
...Karena sebagian dari cinta hanya akan tau kebaikannya dan mengabaikan segala keburukannya...
...**...
IG: Sfrarska018 (Yuk DM kepoin author)
*****
Matahari, mulai malu malu menampakkan sinarnya, bersamaan awan oranye itu memudar. Angin sepoi pagi membuat bunyi pohon bergesekan dengan daun lain. Sejuk dan ramai kegiatan. Para santri sudah ada yang mengantri ada sebagian juga yang membersihkan halaman Pesantren.
Berita kembalinya Syifa membuat semua orang bahagia, bahkan termasuk Ummi Fatimah yang turut bersyukur belum menyatukan ikatan Fauzi dengan wanita lain.
"Kamu mau ajak Syifa kemana zi?" Tanya Ummi melihat keduanya sudah siap dengan setelan santai.
"Fauzi mau ajak Syifa jalan jalan Ummi." Jawab Fauzi,
"Loh kembar dan Nissa dimana?"
"Lagi main sama Abi di kebun, Fauzi sama Syifs berangkat ya. Assalamu'alaikum." Ucap Fauzi di ikuti Syifa.
"Wa'alaikumussalam."
Fatimah tersenyum tulus, Dan juga berdoa agar ingatan Syifa segera pulih, entahlah rasanya dulu Syifa dengannya sangat dekat dan banyak bertukar cerita, namun kini... Syifa seperti Orang baru yang memulai masuk ke kehidupan putranya.
****
"Capek?" Tanya Fauzi setelah melihat Syifa terduduk bersandar di bawah pohon.
"Capek...Banget.." Ungkapnya membuat Fauzi tertawa, mereka tadi sudah lari-larian.
"Kamu dulu nggak gini amat loh Fa, mungkin F.U." Ucap Fauzi tanpa dosanya.
"FU apa?"
"Faktor usia." Jawab Fauzi ikut duduk di samping Syifa.
"Ah ngawur kamu." Ucap Syifa cemberut.
"Cie ngambek."
"Apasih!" Kemudian Fauzi tertawa.
Sampai keduanya saling terdiam, menikmati hening dan suara angin di sana. Syifa memejamkan mata sembari kepala bersandar, sedangkan dari samping Fauzi dengan jelas melihat wajah Syifa meski dari samping.
Sedih dan juga menyesal tidak mencoba mencari sejak dulu, karena cerita semalam dari Syifa membuatnya paham bahwa Syifa di temukan bukan di bandung atau bogor melainkan dijawa yang pindah ke bogor.
Malam itu...
"Kamu belum cerita tentang kejadian itu." Tanya Fauzi.
"Syifa nggak inget sih, cuma yang Syifa inget itu sebagian dari cerita nenek itu." Ucap Syifa yang terlihat menerawang lima tahun silam.
Manik hitam itu mengerjab hanya ada ruangan putih dengan bau obat-obatan menyeruak, Syifa memijit pelipis pening dan ada yang sakit di bagian bawah sukses membuatnya mengerinyit.
Tiba tiba ada sosok nenek yang menghampiri,
__ADS_1
"Sudah sadar nak?" Tanyanya berusia sekitar 60-an tahun.
"..." Syifa terdiam mengamati siapa nenek itu.
"Alamat kamu dimana?" Tanya nenek itu membuat wanita itu menggeleng.
"Nama kamu siapa?" Tanya nenek itu lagi dan lagi wanita itu menggeleng.
"Serus kamu tidak ingat sama sekali nak?" Tanya nenek itu lagi membuat Syifa mencoba mengingat, namun bukan hasil yang ia temui, justru rasa sakit itu berkembang seperti mengumpal di bagian otak. Hingga semua berubah menjadi gelap.
()()()
Singkat pertemuan itu yang membuat Syifa seminggu tinggal bersama nenek itu, dan Dila adalah nama barunya.
Setelah itu ada si kembar yang entah kenapa perasaan sayang Syifa melebihi rasa sayang kakak dan adik. Nenek bilang Yusuf dan Killa adalah adiknya. Syifa hanya mengangguk dan menurut sampai saat warga menemui rumah tua nenek itu untuk mengusir Syifa.
Karena sebab Syifa menolak keras pak mandor yang kaya raya seluruh desa, sedangkan si kembang desa yang iri melihat kecantikan Syifa waktu itu membuat ulah seolah Syifa adalah pencuri di desa.
Nenek itu melarikan Syifa ke bandung, dan pertemuannya dengan lastri saat dirinya dan anak kembar istirahat di bawah jembatan, di waktu bersamaan Syifa mengalami pening hebat kepalanya serasa terusuk ribuan jarum, kebetulan Lastri yang baru pulang kerja mendengar tangisan seorang bayi.
"Nak Lastri?" Nenek itu.
"Nenek kok disini?" merek pernah tetanggaan.
Sayup-sayup Syifa melihat Nenek menjelaskan kebenaran tentang si kembar, dan nenek itu kembali ke desa sedangkan Syifa ikut lastri. Bahkan sudah menganggap lastri kakak sendiri begitu sebaliknya, Syifa yang belum mengenakan hijab juga ikut mengenakkan hijab
Sejak saat itu Syifa hanya fokus mengikuti kajian dan mengasuh si kembar yang ia kira adiknya. Syifa mulai bekerja sejak saat si kembar berusia tiga tahun, dan harusnya ia paham pertemuan dengan pria bernama zadid itu adalah petunjuk
Sayangnya zadid bungkam, malah memilih untuk membuat wanita itu nyaman. Dan sehak kedekatan dirinya bersama zadid ialah awal mula kebencian sosok lastri padanya. Sikap lembutnya berubah namun masih ada kebahagiaan yang ia berikan.
Sampai lima tahun usia si kembar, dan Allah baru mengabulkan permintaan doanya. Lima tahun pengalaman pahit itu selalu Syifa ingat, kisah rumit yang ia persingkat agar segera usai cerita kehidupannya.
()()(
"Kamu wanita hebat fa." Tutur Fauzi langsung mendekap tubuh Syifa hangat, mungkin Syifa sadar malam itu, sadar bahwa Fauzi menyembunyikan tangis saat memeluknya erat, karena bahunya bergetar.
Syifa diam, toh semua sudah masalalu sekarang tinggal tugasnya untuk mengingat pria ini, pria yang memberi kenyamanan dalam hangatan pelukan. Rencana ke bandung sebulan lagi karena Fauzi ingin fokus memulihkan ingatannya.
*****
"Aku cinta sama kamu Fa." Ucap Fauzi membuat manik terpejam tadi seketika terbuka lebar dan menatap Fauzi kesal, tangannya mencubit perut Fauzi.
"Suka banget bikin jantung Syifa merosot." Ucap Syifa di sela Fauzi meringis dan tertawa. Hanya dengan Syifa membuatnya mampu tertawa seperti ini.
"Mau tau tempat istimewa kita?" Tanya Fauzi membuat Syifa mengangguk kepala.
"Jauh enggak?"
Fauzi tak menjawab ia hanya mengulas senyum.
"Di tanya kok diem." Omel Syifa.
"Kalau kamu capek tenang, aku gendong kok."
Diiihhh
__ADS_1
Syifa memukul bahu Fauzi kesal, apa benar pria ini suaminya? Si tukang gombal berwajah datar. Bagaimana bisa pria di sampingnya ini mengatakan Kalau kamu capek, aku gedong kok dengan raut datar? mau baper salah mau nggak baper kok juga manis.
"Loh Danau?" Gumam Syifa.
Fauzi hanya tersenyum tangannya menuntun Syifa untuk duduk di rerumputan.
"Aku nggak menuntut kamu ingat masalalu Fa, asal kamu sudah tau aku suamimu saja sudah cukup buat aku bahagia." Lirihnya. Masalalu? apakah Syifa akan menerima masalalu? Fauzi sedikit khawatir dengan ini.
Syifa versi sekarang beda,
"Ada apa dengan masalalu?" Tanya Syifa mata mereka beradu. Hanya ada gelengan kepala dari Fauzi.
Syifa menselonjorkan kaki, Fauzi juga demikian duduk di samping Syifa.
Ada rasa khawatir yang sedari tadi terpendam dalam diri Fauzi, takutnya hal buruk akan membuat Syifa ingat dengan kisah kelamnya, Fauzi ikhlas Syifa tidak mengingat tentangnya asal juga jangan mengingat masalalunya.
"Tempat ini ada kisah kita Fa waktu kecil sampai sekarang." Ucap Fauzi membuat Syifa mengedarkan pandangan ke kiri kanan,
"Kecil? kita udah saling kenal?" Tanya Syifa.
"Iya, Fauzi si santri yang berjanji membuat seorang Syifa jatuh cinta, sampai pertemuan dan perpisahan kita. Aneh ya kadang syaiton itu berkuasa pada diri kita dari yang kita hindari tapi tidak bisa.... Sampai akhirnya Allah memperbaiki ikatan Halal,"
Syifa menyimak.
"Waktu itu kita pisah di sini sebelum aku ke mesir dan kamu tahu angklung koin seribu? bagaimana bisa aku mengaitkan takdir kita dengan koin seribu padahl kamu adalah hari dunia dan akhiratku."
"Koin seribu?"
"Iya Fa.."
Cara ini sedikit berhasil, bayangan itu muncul koin koin yang ia cari, waktu itu... waktu ituu..
"Arhhh..Mas kepalaku berat." adu Syifa membuat Fauzi seketika menoleh. Jilbab Syifa sudah basah keringat.
"Fa... kamu dengar...Fa. tarik nafas buang.." Tuntun Fauzi, beberapa saat kemudian tidak ada pergerakan Syifa mencengkram kepalanya, Fauzi langsung membawa Syifa ke dalam pelukannya memberi ketenangan, mengabaikan dirinya sendiri yang tidak tenang.
"Maaf."
Di dalam dekapan itu sepasang maniknya langsung mengeluarkan air mata, ia selalu tenang dengan ketulusan pria ini, yang justru membuatnya semakin merasa bersalah karena belum bisa mengingatnya.
BERSAMBUNG ^^
(Niat bgt nulis bersambungnya haha)
Aku kabulin permintaan kalian, akan ada beberapa part lagi anggap aja menuju epilog ya temen temen. Untuk yang mau ditayangin kisah anaknya sih ....boleh kok boleh.
@@@@@
Makasih yang udah spam komen dan cap jempolnya
Karya baru: (Off Course Accidentally)
Ada yang baru tapi bukan rindu ehee kalo ada yang mau ngepoin cuss aja klik Profil ku, kalau mau cari kolom pencarian susah karena bahasa dari pelanet mars wkwkw ... NB: kisah salah satu anak SF di beberapa tahun kemudian.
__ADS_1