Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
40.Penguntit 2


__ADS_3

Bab ini bercerita mafia mafia kejam ,,,,tapi bo'ong.


Aku sempetin Up walaupun yang like dikit heheh ngga berharap juga, tapi semoga terhibur..Happy Reading Teman..


Seseorang menghadang Mobil Ridwan, menembakkan pistol arah atas,


Dorr!!


Mobil sport Ridwan tengah melaju kencang nyaris menekan rem.


Ciiitt!


Akhh! Syifa meringis kepala yang terbentur kaca.


Sebelum keluar Ridwan menghubungi Rian,


"Datang kesini dalam 5 menit sekarang." Titah Ridwan, sumpah serapah di balik telfon yang sedang sibuk dengan berkas-berkas.


"Kalian beraninya hah." Teriak Ridwan dengan tatapan tajam.


"Katakan pesan terakhirmu sebelum aku mengirimmu ke neraka." Ucap Seseorang berpakaian serba hitam dan 10 bodyguard, yah dia Riko mantan sahabat Ridwan.


"Cihh silahkan saja." Ucap Ridwan acuh.


"Hmm mau Jantung, ginjal atau kepala." Tawar Riko dengan garangnya, siap menarik pelatuk arah kepala Ridwan.


Ridwan menatap datar,


"Dari pada kau menembak Kepala mendingan tembak Kelapa saja lumayan buat mendinginkan otakmu." Celetuk Gadis yang disamping pintu mobil bersedekap dada.


Riko menatap arah bicara "Syifa." Iyah Syifa perempuan yang dulu ia cintai tapi mendapat tolakan halus, merasa tak terima Riko hendak melecehkan Syifa (Bab Trauma Syifa)


Dan sejak saat itulah Syifa menjadi gadis pendiam tak menyukai laki-laki, bahkan sekedar bicara. Ridwan sempat terpukul saat itu Sifat Syifa yang dulunya Friendly, humor terkesan kejam keturunan ayahnya. (Nanti di jelasin kok) Kini berubah penakut.


Tetapi Syifa yang dulu sudah kembali, saat ini tersenyum sinis kakinya melangkah arah Riko. Pria yang membuatnya terpuruk dan kini ada perasaan benci.


Tepat satu meter jaraknya Syifa mengangkat Gamis ke atas, terlihat celana panjang Syifa dan


Brukk!!


Syifa menendang dada Riko hingga tersungkur pistolnya terbang di udara.


Grep! Syifa menangkap Pistol Riko dan membidik ke arah pengawal.


Dor! Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor! Dor!


Syifa membantai musuhnya dengan tatapan mengerikan, terlihat rindu akan senjata Para pengawal Riko sudah gelagapan dengan senjatanya yang sudah terlempar dari tangannya.


Dor! Dor!


Dor! Dor!


Dor! Dor!


Syifa menembak Bahu Bodyguard Riko seringai liciknya, tatapan ceria sendu dan ria kini berubah tatapan devil, ia tersadar mereka manusia nyawa bukan mainan, Syifa akui kini terbawa kesenangan tetapi dia mencoba sadar.


"Astaghfirullah, Astaghfirullah.." Batinnya.


Ridwan tidak berkesempatan menyerang, Syifa yang sudah sadar meniup ujung pistol


"Fuh."


Para penguntit sudah kabur dari tadi ngacir termasuk Riko yang Syok akan kekejaman Syifa, ia akui dulu Syifa tidak pernah memperlihatkan jati dirinya.

__ADS_1


Rian yang sedari tadi sudah stand by melihat kejadiannya saat ini ekspresinya seperti Sapi kepo hahah Ridwan pun menganga.


"Hap..Beneran itu Syifa?" Tanya Rian tak percaya, Ridwan mengangguk posisi mulut masih menganga bayangkan saja saat ini.


"Astaghfirullah abang ini kalau ada biawak masuk bagaimana." Ketus Syifa.


Seketika Ridwan kicep mingkem sambil memicingkan mata, Rian susah payah menahan tawanya agar tak krispy.


"Hey kak Rian apa kabar?" Tanya Syifa sedangkan Rian malah merinding, bulu kuduk Rian minta dikeruk rasanya.


"Ba-Baik." Jawab Rian gagap dengan susah menelan salivnya.


"Lihatlah penampilanmu sudah acak gabrul." Ucap Ridwan. Syifa menatap dirinya sendiri.


Benar saja jahitan samping kanan kirinya sudah sobek beruntung masih ada celana panjannya. Nampak juga anak rambut syifa keluar dari jilbabnya, Ridwan segera merapikannya.


_________________


Perjalanan kos memakan waktu lama, tak mungkin Syifa berpenampilan seperti itu saat bertemu temannya bisa curiga nanti, memang Syifa merahasiakan ini kepada sahabatnya.


Syifa menyuruh Ridwan Rian untuk keluar dari mobil karena dirinya malu dengan keadaannya dan memutuskan untuk ganti di mobil. ahh sungguh terlalu rumit hidupmu nak.


Tanpa mereka sadari terdapat 5 orang bertubuh besar otot besar bersenjata berhenti di depan mobil entah itu bukan utusan Riko melainkan Begal.


Dog! Dog! Dog!


Salah satu begal menggedor kaca mobil Ridwan.


Deg!!


Syifa terpanjat, kacanya mungkin gelap jika dilihat dari luar tetapi tidak jika didalam, bicara-bicara dimana si 2R sial ternyata mereka membeli es kopyor di ujung jalan.


tega sekali mereka meninggalkan Syifa sendirian.


"Hey lihatlah ternyata ada gadis disini." Ucap salah satu begal.


Syifa menatap datar. "Saya rasa mata anda anda ini tidaklah belekan atau semacamnya, jelas saya gadis, lalu mau apa?."


Para begal langsung saling pandang dengan tatapan mengerinyit heran.


"Bos dia tidak takut kita bos." Ucap satu begal berkepala plontos.


Syifa terkekeh "Muka kalian itu lucu hihihi." Tawa Syifa mengejek membuat para begal saling pandang.


Pasalnya mereka tampil dengan tato, tindik, celak, bibirnya berlipstik hitam bahkan rambutnya ada yang lurus kepalanya diikat slayer kalungnya rantai.


Syifa malah lucu dengan penampilan begal ingin tertawa takut dosa, ingin diam saja tapi kok ingin ketawa.


"Hey paman begal, tampang kalian jangan sok menyeramkan deh," Ucap Syifa.


"Beneran kau tidak takut." Tanya begal botak memastikan dengan memperlihatkan goloknya.


"Hahahha Paman begal tidak cocok jadi begal, sanah-sanah syuting jadi Ipin baru terkenal lah ini nambah dosa iya."


"Paman tante, samping rambutmu dikepang biar jadi om jin kayak di pilem tuhh buahahahah." Ucap Syifa menunjuk rambut lurus.


"Adeh paman begal, kalian ini jangan mentang-mentang begal Syifa berani apa?" Ujarnya terkekeh


Syifa terpingkal-pingkal dengan penuturan lainnya yang membuatnya terduduk lemas karena tertawa.


"Kau berani-beraninya mengejek kami Gadis kecil." Ucap bos begal yang mm cukup tampan, tekankan cukup.


"Hey jangan panggil dia kecil." Teriak seseorang yang tak lain Rian.


"Namanya Syifa." Sambung Ridwan dengan bodohnya.

__ADS_1


Para begal tak menggubris ucapan 2R, bos begal melayangkan kaki ke arah Syifa..


"Cari Mati." Ucap Ridwan Rian bersama, mereka tak menolong malah sibuk menyedot es kopyornya. cih mafia macam apa mereka.


Syifa dengan sigap menghindar kiri, lalu berjongkok kaki kanan menyampar kedua kaki bos begal itu.


Brug!! sukses begal terjatuh.


Syifa bangkit dan dengan konyolnya berkata.


"He'em Jangan panggil aku gadis kecil paman begal, namaku adalah syifa, SYIFA." Ucap syifa berdekap dada.


Mereka seakan berfikir sejenak setelah dirasa paham barulah adu serang antara 4 begal dengan 1 Gadis.


Srang!!. (senjata begal terjatuh)


Bug!


Bug!


Bug!


Krek!


Krek!


Plak!


Singkat cerita, Syifa membuat 4 Begal tumbang, kini bos begal terlihat marah gaess kita tampilkan..


Bugh! bagh! bugh! plak!


Tamparan sempurna mengenai pipi mulus Syifa, sontak Ridwan mengepalkan tangan namun Syifa mengisyaratkan untuk diam.


"Santai kita ngobrol dulu." Ujar Syifa kemudian menjatuhkan tendangan tetapi tak berhasil karena tenaga Begal yang cukup kuat, lha wong dia bos.


Breg! Syifa terjatuh terlihat sorot mata tajam dan menyeringai devil. Sukses membuat bos begal merinding.


Tinjuan begal mengarah leher, Syifa menyadari kemudian menangkis tangan begal dan dibalik


Krek!!


Terdengar retakan tulang, beberapa plintiran Syifa gerakkan. Namun begal belum juga menyerah.


Dia berbalik melakukan tendangan atas, syifa dengan gesit menunduk dan kaki kanannya menyampar kaki tumpuan begal.


Brug!!


Semua menatap takut dengan Syifa yang berekspresi tak bersahabat. Seluruh begal kelabakan ngacir pergi dari tempat.


"Hahahhah, untung pak ladooshing belum datang paman begal wkwk." Tawa Syifa, sumpah demi apa tadi tatapan menyeringai.


Sekarang benar-benar imut.


Ridwan dan Rian hanya saling tatap dengan sigap membuang plastik yang menempel di tangannya.


-


-


-


Oke sekian bagaiman menurut kalian,,


maaf lama up nya😅kalian ngga pada kabur kan hiks..

__ADS_1


__ADS_2