Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
58.Lengkap


__ADS_3

Sesampainya di rumah


Banyak sekali macam wajah-wajah tak enak, khawatir dan cemas tentunya, Syifa dan Ridwan mengerinyit ketika melihat sahabat Syifa sudah berada di depan pintu.


"Syifaaa??" Ucap Yunda geger.


"Ya Allah, kamu habis ngapain kenapa banyak darah dan ini," Ucap Rina tak kalah panik.


"Aku tak apa kawan seloww gitu kayak di pulau." Ucap Syifa yang hanya mengulas senyum kikuk.


Ridwan memandang teman-teman Adiknya dengan tatapan heran, bagaimana ngga heran mereka berkumpul di rumah orang lebih lagi pada ribet ngga karuan, sabar wan sabar.


"Adikku mana?" Tanya Syifa, seketika wajah temannya berubah menjadi mimik sedih.


"Ngga tau Fa, tadi katanya kak Ridwan, si Rizky di kunci tapi orangnya ngga ada beneran deh." Ucap Della, seketika Syifa menatap Ridwan selidik.


"Kemana ya bocil itu?" Tanya Reva.


"Entah, emang kamu tau rev?" Yunda.


"Kalau aku tau ngga mungkin aku nanya." Ketus Reva.


Semua nampak berpikir, Ridwan sudah membuka pintu ia sangat pusing dengan kejadian ini, rindu dengan kasur empuknya.


"Bang? Mau kemana kita cari Rizky dulu deh." Ajak Syifa sedangakan Ridwan menatap Syifa dengan tatapan entahlah. Seperti biasa ia tak banyak cakap jika dengan orang banyak.


"Fa kamu ganti pakaian dulu gih." Ucap Yunda ngeri diangguki Syifa.


Syifa memasuki Rumah diikuti teman teman yang sedari tadi menunggu, setelah siap barulah Syifa mengajak Ridwan untuk mencari Rizky tentu saja dengan bantuan teman-temannya.


Mengingat beberapa minggu lalu Rizky pernah di teror membuat Ridwan dan Syifa cemas, Ridwan menyuruh Rian untuk membantu pencarian Adiknya, plus hari yang sangat mendebarkan semua teman Syifa mengecek setiap ruangan.


Tiba-tiba....


"ASSALAMU'ALAIKUM." Ucap sosok anak kecil di depan pintu, bersama pria berkoko dan peci hitam yang melekat di kepala dan sarung hitam bercorak lurik abu-abu.


Semua nampak tercengang melihat si anak kecil itu dengan santainya menyedot es teh dan memakan siomay, sedangakan mulutnya masih mengunyah. Bocah ini benar-benar..


Syifa berkacak pinggang, sedari tadi yang ia cari sudah di depan mata, ingin rasanya ia menjewer telinga mungil itu, tapi tunggu kenapa bocah itu bersama Kang Santri dan Ya Rizky pulang dengan selamat.


"Kalian sedang apa?" Tanya Rizky tanpa dosanya segera menduduki sofa.


Semua orang saling pandang dengan tatapan heran dengan sikap Bocil itu yang masih santai dengan es teh dan siomaynya.


"Ya ampun kakakmu menatap mu seperti ingin membunuh, kenapa kau santai sekali." Ucap Fauzi yang sedari tadi mengikuti langkah Rizky.


"Kak Gus tenang saja, sudah duduk saja sini." Ucap Rizky menarik tangan Fauzi untuk duduk, sedangakan Fauzi ketar ketir bingung menatap teman Syifa yang siap menerkam.


"Jadi, darimana saja kau." Ucap Syifa datar.


"Sekolah."


"Abang udah kunciin kamu dari luar kenapa bisa keluar?" Ridwan

__ADS_1


Rizky mendengus kesal, mengingat kejadian itu setelah menghabiskan jamuannya ia mengambil nafas dalam untuk mendongengkan para embak-embak kepo dan yah saat ini mereka seperti induk yang siap memdengar cerita.


"Jadii..


Flashback on


Rizky mengerjapkan mata, mengumpulkan sepuluh nyawa yang tadinya melayang namun telinga tajamnya mendengar jelas suara dari kamar Ridwan hingga langkah kaki Rizky memaksa untuk melihatnya.


Deg!!


Rasanya Rizky hendak mengubur dirinya melihat Ridwan yang sudah acak-acakan, ingin mengecek kondisi Ridwan tapi takut. Ingin pura-pura tidur ia masih kepo. Dan ya..ia memutuskan untuk kabur. Ngga nyambung kan? ah sudahlah kita tunggu rencananya..


"Kak Syifa mana ya?" Gumam Rizky namun segera mengganti seragam.


Dengan langkah mengendap-endap layaknya kangguru kecil ia berhasil keluar dari rumah dan sampailah ia di pesantren, matanya membulat sempurna saat melihat Ridwan.


"Bang Ridwan." Kaget Rizky mencari tempat aman di dekat ruang security.


"Alhamdulillah Ya Allah engkau menyelamatkan riwayatku heheh." Ucap anak kecil itu dengan konyolnya.


"Kak Guss????" Teriak Rizky mendapati Fauzi.


Fauzi berbalik dan Ya ampun anak itu datang ngos-ngosan malang sekali nasib mu nak.


"Tumben?" Ucap Fauzi mengangkat alis.


"Tumben huh Rizky ingin berangkat huh pakai delman tapi ngga ada." Ucap anak kecil itu terengah-engah segera berlalu.


"Kau kenapa?" Tanya Fauzi.


"Aku jalan kak nih." Ucap Rizky asal-asalan Fauzi menepuk dahinya yang serasa mumet.


Flashback off


-


"Begitulah ceritanyaa dah habiss." Ucap Rizky mengakhiri dongengnya.


Dan dengan bodohnya yang mendengar itu mangguk-mangguk seolah selesai mendengar cerita menarik bertajuk puteri tidur.


"Baiklah-baiklah Abang mau tidur dulu ngantuk." Ucap Ridwan berlalu, karena ingin menyelesaikan kerjaan kantornya yang menumpuk.


Dari lubuk hatinya merutuki kebodohannya ikut mendengar cerita konyol adiknya hingga kerjaannya terabaikan, kalau sudah begini Ridwan harus menyuruh asistennya. Bagaimana dengan asisten yang masih kalang kabut itu.


"Jadi Bocil pergi sekolah tadi?" Tanya Yunda, dijawab anggukan Rizky.


"Sendiri?" Rina


"Kau sangat semangat." Reva.


"Semoga jadi anak yang berguna.." Ucapan Della terhenti karena Rizky.


"Dikira barang apa!" Ketus Rizky mengerucutkan bibir.

__ADS_1


"Berguna bagi warga dan tetangga." Sambung Syifa tanpa peduli Rizky,


"Allahhumma.." Celetuk Fauzi.


"Aamiin....." Ucap serentak dan mengusap wajah masing-masing, hadeeh mumet kan jadinya.


Tiba-tiba hening....


sepersekian detik...


Kriyukk..


Kriyukk..


"Astaghfirullah, perut kau kenapa melonceng saat ini, ini belum saatnya kau curhat cacing." Gumamnya yang di sambut cekikikan dari Fauzi.


Syifa dan kawannya melihat arah lonceng itu, ya..Yaa tatapannya mengarah pada Rizky yang menggrutu tak jelas.


"Kau lapar?" Tanya Syifa.


"Padahal tadi sudah makan Siomay lho." Ucap Della.


Rizky dengan jiwa pedenya mengatakan bahwa,


"Ini bukan perutku yang lapar, tapi cacing ini yang demo meminta jatahnya, jadi jangan salahkan aku yaa." Ucapnya ala gemes bin sebel juga sih.


"Ahahah baiklah-baiklah kalau kau makan kakak senang, tubuhmu tidak lagi seperti ikan kering nantinya." Ucap Syifa.


"Tidak, lagian di sini ada tamu kenapa kakak ngga menyediakan makanan minuman sih ck ck ck." Alasan Rizky tepat sasaran. Syifa dibuat kikuk tatapannya bertemu dengan Fauzi yang sedari tadi menyimak.


Syifa menunduk karena malu, tunggu apa-apaan ini kenapa Syifa jadi salah tingkah begini saat Fauzi melihatnya. Dengan cepat Syifa berlalu membuatkan minum.


"Fa ikut." Ucap Rina, yang izin Rina tapi semua teman Syifa mengekor. Tersisalah Fauzi dan Rizky yang hanya saling diam.


"Kak Gus jangan pulang dulu yaa." Ucap Rizky sedangkan Fauzi hanya tersenyum.


Tok tok tok


Pintu diketuk dari arah luar, hingga Rizky dengan langkah berat menuju pintunya.


"Ya??"


Berdirilah pria paruh baya dengan kacamata yang bertengger di hidungnya serta wanita berumuran tak jauh, yang berhijab berdiri berdampingan dengan pria yang berwibawa tadi. Tak lupa dengan orang lain yang berpakaian serba hitam menunduk di belakang.


Rizky mengerinyit dalam arti tidak tahu, dengan orang yang dihadapannya saat ini..


-


Hemm kira-kira siapa ya🤔🤔


Like komen vote..


penasaran?? spam next😉

__ADS_1


__ADS_2